Wednesday, November 28, 2018

Ini Blogger Idolaku

Sebetulnya kalau mau di list, lebih dari 50. makanya memfilter menjadi 5 kok susah banget. Karena pada dasarnya Blogger idola Nyonya Bawel tuh banyak banget.

Nggak punya foto bareng seleb yang satu ini, Ani Berta

1. Ani Berta.
Rasanya yang mengidolakan perempuan ini, banyak banget. Single Mom dengan satu anak yang berani menjadikan blogger sebagai profesi utama. Nyonya Bawel mengenalnya, di awal-awal terbentuknya banyak komunitas. Nyonya Bawel lupa bagaimana ceritanya, bisa ada di lingkaran blogger. Pokoknya seingat Nyonya Bawel, di acara salah satu provider telepon. 

Nyonya Bawel juga banyak bertemu di acara-acara Kompasiana, dan Blogdetik. Ani Berta juga pencetus SUNDAY SHARING, acara sharing antar blogger yang lalu diikuti komunitas lain. Perempuan ini, rendah hati, murah berbagi, penuh semangat. Perempuan ini tidak pernah lelah berbagi dan mengingat, terutama pada blogger pemula. Semangatnya nggak pernah padam, mengadakan workshop, demi meningkatakan kemampuan blogger pemula. Nyonya Bawel nggak tahu darimana asal semua energinya. Yang pasti Ani Berta, Blogger idola Nyonya Bawel. Blognya bisa dilihat di sini.


Foto dari toilet


2. Astari Ratnadya
Kalau seingat Nyonya Bawel, kenal dengan "kembarannya" Raisa di Hotel Harris Tebet di acara JKN. 4 tahun lalu dan statusnya masih mahasiswa. Anak pertama berasal dari palembang. Usai kuliah, ia memilih merdeka mengikuti passionnya berkeliling. Menjelajah indonesia maupun mancanegara. Jiwa muda membawanya kemana minatnya. 

Sebagai blogger, ia menekuni traveling. ia terlihat begitu hiudp di alam lepas. Cek deh media sosialnya. Kegembiraannya nyata. Nyonya Bawel mengidolakannya karena, Nyonya Bawel selalu bangga dengan perempuan-perempuan yang berani bersikap dan mengambil keputusan untuk hidupnya. walau jarang bertemu, Nyonya Bawel selalu mendoakan yang terbaik untuknya. Blognya ada di sini.


Me and Dian


3. Dian Anthie
Nyonya Bawel sangat mengidolakan permepuan satu ini. Bagaimana tidak, sebagai Single Mom, dengan satu anak jelang remaja,  bekerja full time, dan mengurus Ibunya. Dian masih sempat ngeblog. bahkan di waktunya yang sempit masih menyisakan waktu untuk datang di acara gathering blogger.gota di Pusat Kebudayaan korea serta mengikuti aktifitasnya. 

Dian yang sangat menyukai semua hal serba Korea, bukan cuma dramanya atau filmnya saja tapi juga kebudayaannya termasuk, tarian, puisi dan makanan. Dian mau bergabung dan menjadi anggota Pusat Kebudayaan Korea. Bayangkan aktifitasnya. jangan bilang Dian nggak punya tekanan kerja, sama seperti orang lain, pekerjaan dan rekan kerjanya terkadang menjengkelkan tapi Dian tetap ramah dan masih bisa tersenyum. 

Buat Nyonya Bawel, Dian, blogger yang luar biasa. Di tengah keterbatasan waktu dan kesempatan, Dian nggak pernah berhenti belajar, termasuk ngevlog. Nyonya Bawel jadi ingat pepatah. Orang yang berhasil bukan orang yang hebat atau yang pintar tapi orang yang mampu beradaptasi. Salah satunya Dian Anthie. Blognya bisa diintip  


Jangan kepo dng bayangan di wajah kami


4. Deddy Huang
Nggak tahu bagaimana ceritanya, Nyonya Bawel bisa mengenal blogger yang satu ini. pemuda keturunanan Tiong Hoa dari palembang. Membaca blognya, serasa menjelajah bersamanya. Deddy begitu pandai bercerita. Bahkan membaca  reviewe produk nggak terasa sebagai artikel berbayar. Bertemu cuma sekali tapi sangat bersahabat. usia boleh muda, pengalamannya luar biasa. 

Satu ketika, Nyonya Bawel ikut berdukacita ketika membaca info, Deddy baru saja di rampok di rumahnya. dan yang diambil semua peralatan perang "ngeblog". Mulai dari laptop hingga camera. Semangat Deddy tetap menyala, dalam semua keterbatasannya nggak pernah patah semangat. Terus mengikuti aneka lomba, untuk mencari pengganti senjata yang hilang. Jika ia menang dan bisa dapat pengganti Deddy memang pantas mendapatkannya. Dari seorang Deddy, Nyonya Bawel belajar pantang menyerah. Blognya bisa di lihat di sini 

5. Blogger kelima, susah dijelaskan. Terlalu banyak yang ingin Nyonya Bawel tuliskan tentang dia. Tapi Nyonya Bawel lebih nyaman tidak membuka siapa blogger ini. Biarlah dia ada dalam ingatan Nyonya Bawel. Dia nggak perlu tahu, kalau Nyonya Bawel sangat mengindolakannya.


Tuesday, November 27, 2018

Tanpa Benda ini, Nyonya Bawel Bisa Merasa Hampa

Duh, judulnya lebai banget ya. Biarin, emang begitu adanya. Pokoknya benda-benda itu wajib ada dalam tas, ke mana Nyonya Bawel pergi. tapi nggak termasuk kalau cuma ke warung/mini market atau pasar tradisional. Soalnya kalau cuma ke warung/mini market/pasar tradisional, Nyonya Bawel cukup membawa dompet berisi uang cash.

Gini hari masih pakai uang tunai? masihlah. Apalagoi di perumahan tempat tinggal Nyonya Bawel, masih lewat tukang sayur gerobak, tulkang bakso, tukang es doger, tukang bubur ayam, tukang asinan juga tukang siomay dan bakso malang. Bisa gigit jadi kalau nggak punya uang tunai.

Balik lagi pada benda-benda wajib ada dalam tas.



1. Dompet.
Loh katanya semua ada dalam genggaman? Iya, kan ini yang ada di dalam tas. Dompet itu wajib ada karena tersimpan, identitas diri alias KTP, kartu NPWP, Kartu BPJS kesehatan, Kartu ATM, Kartu disc minimarket, materai, foto Nyonya Bawel dan Pak Suami,  Nah kumpulan kartu-kartu maha penting itu ada dalam dompet. Makanya dompet wajib ada, walau kalau dompet tertinggal, nggak susah-susah banget. Karena untuk pembayaran baik belanja dan biaya transport sudah ada dalam telepon.



2. Tas kecil berisi alat make up.
Emang Nyonya Bawel bukan perempuan yang gila dengan kecantikan tapi bedak dan lipstik, wajib ada. Sebagai upaya untuk tidak terlihat jelek-jelek banget. Biasanya tas kecil berisi, bedak, lipstik, eye liner, kuas bibir.



3. Charge HP, kabel data, flash disck, dan Power bank
Ini perlengkapan perang. Ke luar rumah charge hp, kabel data dan flasdh disck wajib ada. karena sebagai seorang free lancer, Nyonya Bawel bisa bekerja di mana saja. Kadang-kadang diperlukan beberapa dokumen, nah karena semua sudah digital, dokumen-dokumen ada yang dikirim lewat email dan ada yang perlu langsung cetak. Maka kabel data dan flash disc menjadi penting untuk pertukaran dokumen termasuk materai jika ada kesepakatan yang goal.



4. Buku dan bolpoint
Katanya serba digital, kok masih ada buku dan bolpoint? Benar ini era digital tapi, Nyonya Bawel dari generasi jadul yang tetap merasa memerlukan buku dan bolpoint walau kenyataannya nggak terlalu sering dipakai juga. Apalagi Bolpoin, pasti diperlukan. 



5. Kaca mata dan HP
Sebetulnya lebih sering dipakai dan dipegang. Jarang banget berada dalam tas. Karena untuk keluar rumah, kacamata pasti sudah terpasang di wajah. karena kalau nggak gitu, pandangan Nyonya Bawel nggak jelas. Kasihan kan kalau nggak bisa lihat yang bagus-bagus. Kacamata berada di tas, kalau karena satu dan lain hal, misalnya tidur. Nyonya Bawel nggak ingin meletakan sembarangan. takut lupa atau nggak sengaja malah di duduki. Nyonya Bawel sering banget patah tanglkai kacamata karena nggak sengaja kedudukkan. kalau HP, namanya saja handphone, ya selalu ada dalam genggaman.


Bagaimana dengan kalian, apa sih yang wajib ada dalam tas?

Monday, November 26, 2018

Resto favorite keluarga Nyonya Bawel

Resto/warung makan favorite, susah-susah gampang. Karena tenmpat favorite, otomatis makanannya, makanan kesukaan. Jadi begitu order makanan datang ya langsung di santap. Blazzz nggak ada fotonya. Bagaimana?

Ini alasan mengapa kami memilih tempat-tempat makan yang Nyonya Bawel ulas. 
1. Rasa Makanannya enak, disukai kami sekeluarga, terutama anak-anak. 
2. Pelayanannya ramah. 
3. Tempatnya/suasananya juga nyaman, 
4. Ada di mana-mana atau kalaupun jauh mudah di jangkau. 
5. Harganya bersahabat. 

Jadi di review berdasarkan 6 hal tersebut.

Pertama American Hamburger/AH. Ini resto jadul banget. Nyonya Bawel sudah jadi pelanggan sejak masih duduk di SMP. jangan tanya tahun berapa ya. Pokoknya saat itu harga satu hamburger biasa cuma Rp. 400. Iya empat ratus rupiah. Kalau sekarang kalau nggak salah sekitar Rp. 17.000. Lokasi pertama adanya di kawasan Blok M, sekarang juga masih ada, tepat disebelah tokok buku Gramedia.





Walau namanya American Hamburger, dari dulu sudah ada menu Ayam goreng tepung. Dulu plus acar ketimun. Yang senagkatan Nyonya Bawel pasti tahu, acarnya enak pakai banget. Masa kuliah, AH tetap jadi tempat makan pilihan. Sampai menikah dan punya anak-anak. 

Kami tetap sering ke sini, Resto ini berkembang dengan layanan bakery. Nggak tahu kapan mulainya tradisi ini. Pokoknya setiap anak-anak ulang tahun pasti ke sini. Keduanya sangat menyukai double coklat cake. Cake lembut dilapisin cream dan coklat tabur/meises. walau pada akhirnya nggak ulang tahun tetap jadi oleh-oleh jika kebetulan Nyonya bawel/Pak Suami lewat.

Tapi kalau ulang tahun kami belikan yang ukuran diameter 22 cm, kalau harihari biasa cukup yang personal size. Harganya nggak mahal-mahal amat, bahkan sebetulnya rasanyapun standar, Nyonya Bawel malah lebih suka yang moca atau black forest. Entah kenapa kedua anak Nyonya Bawel lebih suka Double Coklat. 


Sekarang kedua anak Nyonya Bawel sudah remaja dan tetap suka dengan rsto ini. Menu selain ayam goreng tepung, chesee burger, ada steak dan spagheti yang rasanya sepadan dengan harganya. Kalau minuman, milks shake coklat dan Vanilla, rekomended.

Sebetulnya hampir semua resto yang menyajikan ayam goreng tepung tempat favorite tapi yang sekalihus menyajikan bakery, duluan resto AH ini.

Tempat Makan yang kedua Hoka-Hoka Bento atau kini dikenal dengan HOKBEN.
Resto keluarga dengan menu ala-ala Jepang, konsep dan filosofinya juga mengacu pada Jepang. Padahal ini resto asli Indonesia. Inipun resto lama tapi baru ada saat Nyonya Bawel SMA. Sekarang resto ini sudah berkembang pesat, dan tersebar di beberapa Pulau indonesia. Tapi tetap terbesar dan terbanyak ada di Jabodetabek.


Hokben ini juga favorite Nyonya Bawel dan keluarga. Selera makan anak-anak sudah berkembang, Ayam teriyaki menjadi menu andalan, Plus puding coklat dan sup dumpling/pangsit. Oh ya, salah satu pelengkapnya. salad juga nggak boleh ketinggalan. Resto ini termasuk resto yang paling sering mengadakan kegiatan sosial. 


Tempat makan ketiga Warung Mee. Awalnya karena Nyonya Bawel diundang saat pembukaannya. Outlet pertama di Dekat stasiun Sudirman. Konsepnya tempat nongkrong. Menyasar pekerja yang pulang dan akan naik commuter line. Namanya Warung Mee, menu yang disajkan modifikasi dari mie instan. Tapi selain mie, ada kebab juga. Karena bissnis awal resto ini Kebab di bawah brand  Baba Rafi. 

Walau menyasar pekerja tapi enak juga untuk keluarga. menu yang disajikann bisa menjadi pilihan keluarga. Aneka minuman olahan maupun instan siap dihidangkan. Bahkan makanan kekinian sepeti kue cubit hadir dengan anek toping. mulai dari red velvet, green tea juga coklat dan taro. Sejenis burger dan hot dog juga ada, bahkan submarine, roti dengan panjang sekitar 50 cm berisi telor daging, sayur dan toping mayo, cocok banget buat rame-rame.




Tempat makan keempat, Nasi Goreng Miss Cicih. Lokasinya di emperan toko. Kini penjual sudah dilanjutkan anak dan cucu tapi tetap menggunakan nama sang nenek. Lokasi pertama yang sampai sekarang masih ada di emperan toko dekat jalan layang kebayoran lama arah Ciledug. Seberang Neo hotel kebayoran.

Warung makan ini juga sudah dikembangakan oleh anak, mantu, cucu dan keonakan, ada di petukangan yang di kelola salah satunya anak Miss Cicih. Yaitu Bang Her.

Istimewa menu di sini adalah nasi goreng pete. tapi karena Nyonya bawel dan keluarga bukan penyuka pete kami memilih nasi goreng ayam dengan toping ati ampla. Plus acar timun, bawang dan rawit. Kalau lapar, seporsi nggak cukup. 

Selain nasi goreng, ada mie goreng dan mie rebus. Ketiga menu ini andalan banget deh. mau hujan atau cuaca panas, ketiga menunya tetap enak di santap. Berada di sekitar pasar sayur dan buah, keberadaanya tetap di cari dan didatangi. Senangnya lagi, anak Miss Cicih yang sekarang mengelola sangat ramah dan mengeal pelanggan. Makan di tempat ini serasa makan di rumah.


Tempat makan kelima Solaria. Ini tempatnya juga cozi, nyaman buat keluarga. Ada ruangan yang bisa privasi, untuk 4-6 orang. Menunyapun beragam. resto ini banyak dan ada di beberapa mall. Jadi mudah mendatanginya. Chicken cordone blue, chicken mozarella dan nasi goreng, yang biasa jadi pilihan. Minumanannya, kebanyakan soft drink dan aneka juice. Harga bersahabat.

Sayang untuk tempat keempat dan kelima nggak punya fotonya.

Sunday, November 25, 2018

Nyonya Bawel: This is me


1. Nyonya Bawel anak ke 7 dari 11 bersaudara yang semuanya perempuan. Anak dari pasangan suami-istri, Alm. Bastiaan Koraag dan  Olga Magdalena Parera. Kedua orantua Nyonya Bawel berasal dari Menado, Sulawesi Utara.  Nyonya Bawel lahir di Jakarta. Alm Ayah Nyonya Bawel Purnawirawan TNP AD dan Ibu, Nyonya Bawel, Guru Matematika dan Bahasa Inggris. Nyonya Bawel bersekolah, tamat S1, menikah,  memiliki dua orang anak, kini menetap di Tangerang.

Nyonya Bawel dalam pangkuan Mama
2. Menikah dengan laki-laki  yang terlahir juga dari keluarga besar. Suami Nyonya Bawel juga anak ke 7. Berayah asli Gorontalo, beribu keturunan Tiong Hoa-Surabaya. Nyonya Bawel memiliki sepasang anak laki-laki bernama Frisch Bastiaan Calvari Monoarfa dan Vaness Elleanor Monoarfa. Nyonya Bawel mendapatkan anak pertama di usia pernikahan tahun ke 4. Kedua anak Nyonya Bawel dilahirkan melalui tindakan operasi.




3. Nyonya Bawel pernah bekerja sebagai penyiar radio, reporter tabloid, peneliti di perusahaan riset. Nyonya Bawel bekerja sebagai pegawai tetap selama 18 tahun, sebelum akhirnya memutuskan berhenti. Sejak berhenti berkantor Nyonya Bawel menekuni hobi menulis. Membuat Komunitas kepenulisan di facebook, menjadi full time blogger dan membangun Komunitas Blogger Cihuy.

4. Nyonya Bawel, orang yang blak-blakan. Jika bicara apa adanya. Suka akan Nyonya Bawel katakan suka dan tidak suka jika Nyonya Bawel tidak suka. Senang berkawan, membaca buku, melakukan perjalanan, menonton film action dan drama, senang menikmati makan enak. Senang ngobrol, bertukar cerita maupun bertukar informasi dan kabar. Senang jika bisa menyenangkan orang lain. Nggak suka dibohongi. Nyonya Bawel pendendam, yup ini jeleknya. Bisa memaafkan tapi sulit melupakan. senang berada di tengah keramaian ataupun sendirian. Senang bisa berjalan bersama kawan tapi jalan sendiripun, nggak pernah takut.




5. Nyonya Bawel sudah berkunjung ke 31 propinsi di Indonesia. Yang belum Propinsi DI Aceh Darusalam, Maluku dan Maluku Utara. Setelah pengembangan propinsi, Kalimantan Utara juga belum. Nyonya Bawel keliling Indonesia di kurun waktu 2003 hingga sekarang. Karena Nyonya Bawel sampai sekarang masih tetap merencanakan perjalanan, mengunjungiu pelosok-pelosok Indonesia raya. Mengenali Indonesia adalah mencintai jati diri bangsa.





Saturday, November 24, 2018

Media Sosial dan Nyonya Bawel





Media Sosial dan Nyonya Bawel, ibarat kue serabi, selalu berpasangan. kalau berdasarkan riset, rata-rata pengguna internet sekitar 6 koma sekian jam perhari. Nyonya Bawel lebih dari itu. kira-kira 12 jam per hari. Ya, Nyonya Bawel menggunakan telepon pintar dengan jaringan internet yang menghubungkan ke media sosial bisa 12 jam per hari.

Gila? nggak juga karena yang lebih dari Nyonya Bawel juga banyak. Pasangan dan anak-anak Nyonya Bawel sudah tahu. Nyonya Bawel dan telepon pintar bisa berarti kerja. Kok Kerja? Ya, membuat status di media sosial adalah bagian dari kerja. Untuk membranding akun media sosial. 

Produsen atau agensi mau bekerja sama dengan penggiat media sosial yang aktif. namun demikian bagi Nyonya Bawel, lebih baik nggak pasang status/menulis daripada menyebarkan info hoax atau kebencian.Bagi Nyonya Bawel, media sosial adalah media untuk mengekspresikan diri. Juga untuk afirmasi menyemangati diri.

Ini bukan baru Nyonya Bawel lakukan. Saat mendampingi anak-anak belajar, Telepon pintar tetap dalam genggaman. Jadi setiap ada info yang ditanyakan anak-anak terkait pelajaran. Nyonya Bawel langsung googling. Belajar jadi makin interaktif. Apalagi sekarang si Bungsu sudah SMA, Nyonya Bawel memberi akses ke RuangGuru.com. Yaitu aplikasi belajar tambahan secara on line. Otomatis Si bungsu belajar dengan tetap menggunakan telepon pintar karena konsultasi di RuangGuru.com via aplikasi WhatsApp. Nyonya Bawel bisa tahu, jika si Bungsu tidak mengakses RuangGuru dalam seminggu. karena ada laporan yang menghubungi Nyonya Bawel di WA.

Jadi media sosial bagi Nyonya Bawel adalah saluran tempat beraktifitas. Beraktifitas bisa berarti terhubung dengan orang lain atau menghasilkan uang. Untuk hal-hal itu, Nyonya Bawel punya aturan sendiri dalam penggunaan media sosial. Sesekali buat nyinyir, nggak apa-apa. Ini perlu untuk melihat respon kawan-kawan di media sosial. Kalau ada yang merespon, berarti Nyonya Bawel tidak sendiri. Ada kawan-kawan di luar sana yang memperhatikan dan peduli pada Nyonya Bawel. Masa bodoh, walau itu cuma basa-basi.

Media sosial bagi Nyonya Bawel juga sarana menghubungkan dengan banyak orang tanpa harus berada di tempat yang sama. Menjaga silaturahmi tetap perlu. Namun jika tak memungkinkan mengunjungi untuk bertatap muka, maka silaturahmi bisa dilakukan lewat media sosial. Aplikasi video call memungkinkan untuk saling melihat walau sebatas telepon pintar/komputer.

Maka Nyonya Bawel menerapkan pada diri sendiri, untuk aktif di media sosial harus:
1. Waspada dan hati-hati. Tidak mudah terprovokasi 
2. Peka. Penuh pertimbangan dalam menerima dan menyebarluaskan informasi
3. Berkontribusi pada hal positif, seperti menyebarkan berita baik, dan 
menghentikan info hoax.

Nah kalau kamu, apa yang kamu lakukan dengan media sosial?


Friday, November 23, 2018

Alasan, Mengapa Saya Bergabung di Blogger Perempuan



Bergabung atau menjadi anggota komunitas adalah salah satu Nyonya Bawel membangun jaringan pertemanan. Nyonya Bawel bergabung dengan cukup banyak komunitas. yang pasti komunitas-komunitas tersebut memiliki tujuan yang Nyonya Bawel rasa, sedikit banyak, sama dengan tujuan Nyonya Bawel.

Ada Komunitas  keagamaan, ada komunitas asal daerah, ada komunitas hobi dan ada komunitas blogger. Komunitas Blogger yang saya ikuti juga banyak. Salah satunya Komunitas Blogger Perempuan.

Ini alasan, Mengapa Nyonya Bawel Bergabung di Blogger Perempuan.

1. Karena Nyonya Bawel kenal blogger-blogger di balik Blogger Perempuan Network.
Salah satunya Shinta RiesSosok perempuan yang satu ini, sangat mewakili milenial. Kesukaan dan kemampuannya utak-utik program mematahkan citra kalau komputer, techno dan internet itu dunia "lelaki".

Lima tahun lalu, ketika Nyonya Bawel menghubunginya untuk memintanya melatih ngeblog, Shinta Ries, langsung menerima. Bukan cuma itu, perempuan ini juga, sangat murah hati dengan ilmunya. Dia bersedia mendatangi salah satu blogger senior untuk merapihkan template blognya. Ini personal banget. Buat Nyonya Bawel menunjukan dedikasi yang luar biasa. Dan terbentuknya perusahaan yang menaungi BPN, adalah bukti, kemampuannya tidak diragyukan.

2. Karena Nyonya Bawel, perempuan yang ingin terus meningkatkan kemampuan ngeblog.  Kalau Nyonya Bawel lelaki, nggak mungkin  bergabung di BPN, ya kan?

3. Karena termotivasi dengan blogger-blogger di balik BPN.
Mereka kerja sambil senang-senang. Intip deh instagram mereka. Kerja mereka menghasilkan uang yang tidak sedikit. tapi bukan soal uang yang dihasilkan. Tapi lebi pada bagaimana mereka mengerjakan pekerjaan yang dua puluh tahun lalu nggak ada. Blogger-blogger di balik BPN ini, usianya terbilang muda.

4. Karena, Nyonya Bawel mendapat banyak pekerjaan yang menghasilkan uang. Pekerjaan-pekerjaan itu, terbilang pekerjaan yang menyenangkan. Karena mirip dengan alasan nomor 3, Nyonya Bawel melakukan pekerjaan tersebut juga dengan senang hati.

5. Karena BPN, salah satu yang menawarkan banyak tantangan, untuk blogger meningkatkan kemampuan ngeblognya. (Ini bukan cuma BPN) hampir semua komunitas Blogger yang Nyonya bawel ikuti, memberikan tantangan yang sama. Ilmu-ilmu dan pengalaman yang mereka bagikan, sungguh berguna untuk pemula maupun yang sudah lebih lama melakukan pekerjaan sebagai blogger. 

Nah kalau kamu, apa alasannya?


Thursday, November 22, 2018

Nama Nyonya Bawel dot Com ada Karena Kecemasan Seorang Ibu



Nama Nyonya Bawel dot Com karena Saya, Bawel. Ya sesederhana itu, alasannya. namun kalau ditilik lebih jauh, blog Nyonya Bawel ada karena kecemasan nyonya bawel sebagai ibu. Bagi sebagian orang, pasti setuju jika dilabelkan secara umum, perempuan itu Bawel. Apalagi kalau perempuan tersebut sudah menjadi istri dan memiliki anak. Rasanya nyaris nggak ada Ibu yang nggak bawel.

Jadi ketika akan membuat blog kedua berdomain mandiri, nama Nyonya Bawel, terlintas begitu saja dan rasanya  yang paling mudah diingat. Maka ini tahun kedua Nyonya Bawel dot Com, beredar di dunia maya.

Jujur nih, nggak mudah loh mencari nama blog yang nantinya bisa dibranding dengan leluasa. memang nama Nyonya Bawel agak terkesan negatif. Tapi percaya deh, silahkan buka dan baca. Nggak ada sedikitpun Kebawelan dalam blog Nyonya Bawel yang berisi hal negatif


Sebuah blog perlu mencirikan si pemiliknya. Mau diberi nama yang terkesan cantik, itu bukan Nyonya Bawel. Secara umum, kalau mengacu pada kamus, Bawel itu ada dua arti. pertama, mencela dan kedua cerewet. nah nama Blog Nyonya Bawel mengacu pada makna yang kedua. bawel dalam arti cerewt. Bawel atau cerewet, menurut Nyonya Bawel nggak selalu ada pada perempuan. Karena walau tidak banyak ada juga Laki-laki yang bawel. Biasanya orang disekitar kalau ada laki-laki yang bawel kerap dibilang "Duh bawel bangetm kayak perempuan saja!"

Bawel/cerewet ini, umumnya orang yang cepat sekali masuk dalam pembicaraan (Bahkan terkesan nyamber)  dan biaanya bicara cepat dan lama. Kelebihan orang Bawel menurut Nyonya Bawel, karean "Trampil bicara dan memiliki kosa kata" yang banyak. Bukan mau membanggakan diri, Nyonya Bawel sendiri tidak akan bawel jika tidak menguasai topik pembicaraan.

.

Nah Blog Nyonya Bawel ini berisi catatan Nyonya Bawel sebagai Ibu dari Van en Bas. Kebawelan ini lahir karena Van en Bas. Nyonya Bawel suka kesal kalau mereka lambat merespon. Sehingga memaksa Nyonya bawel sering-sering mengingatkan. Misalnya, gosok gigi menjelang tidur. Entah mengapa, keduanya suka sekali menunda. Kebiasaan ini yang mendorong Nyonya Bawel menjelaskan panjang lebar, mengapa harus sikat gigi segera.

Karena nanti kalau ngantuk, jadi alasan enggan gosok gigi. Kalau tidur nggak gosok gigi dulu, maka gigi akan mudah rusak. Kalau gigi rusah, seperti berlubang akan membuat Van en Bas sakit gigi. Daaaaaaaan kalau sakit gigi bisa nggak sekolah. lebih parah lagi Nyonya Bawel dan Pak suami bakal sedih kalau anak-anak sakit. Sakitnya anak-anak nggak bisa dipindakan. Tuh, gitu itu bawelnya Nyonya Bawel.

Kebawelan Nyonya Bawel emang  lahir dari kecemasan. 
Karena tidak ada satupun orangtua  di muka bumi yang tidak bersusah hati 
kalau berhadapan dengan anak yang sakit. 
Anak-anak itu buah cinta yang lahir karena cinta. 
Sakitnya anak-anak adalah derita tiada akhir bagi orangtuanya. 
Karena nggak ingin anak-anak sakit,
 maka kebawelan Nyonya Bawel ada.

Termasuk kalau Van en Bas susah makan atau pilih-pilih makan. Nyonya bawel juga tahu, sayur itu tidak seenak ayam goreng. tapi sayur salah satu yang dibutuhkan tubuh. jadi kalau van en Bas menolak sayur, kebawelan Nyonya Bawel akan keluar lagi. Buat apa di sekolah diajar harus makan sehat dan bergizi kalau kenyataannya cuma untuk jawaban di kertas. Karena kenyataannya sayur selalu di tolak? tahukan kalau nggak makan sayur atau buah, jadi mudah sariawan? kalau sudah sariawan, makan makin susah. Mulut sakit, perut lapar. Coba, baaimana Nyonya Bawel nggak akan bawel?

Maka Nyonya Bawel dot Com lahir karena menurut Nyonya Bawel, sebagai seorang Ibu, Bawel itu perlu.