Monday, June 26, 2006

Seseorang yang mencintaimu


Seseorang yg mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu. Dia hanya tau, dimata dia, kamulah satu satunya.

Seseorang yg mencintai kamu, sebenarnya selalu membuatmu marah / gila / jengkel / stres.Tp ia tdk pernah tau hal bodoh apa yg sudah ia lakukan, karna semua yg ia lakukan adalah utk kebaikanmu.

Seseorang yg mencintai kamu, hanya menjatuhkan air matanya di hadapanmu. Ketika kamu mencoba utk menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu berdegup /berdenyut / bergetar utk kamu.

Seseorang yg mencintai kamu, akan mengingat setiap kata yg kamu ucapkan, bahkan yg tdk sengaja dan ia akan selalu menggunakan kata2 itu tepat waktunya.

Seseorang yg mencintai kamu, tdk akan memberikan janji apapun dgn mudah, karna ia tdk mau mengingkari janjinya. Ia ingin kamu utk mempercayainya dan ia ingin memberikan hidup yg paling bahagia dan aman selama lamanya.

Seseorang yg mencintai kamu, mungkin tdk bisa mengingat kejadian / kesempatan istimewa, seperti perayaan hari ulang tahunmu, tp ia tau bhw setiap detik yg ia lalui, ia mencintai kamu, tdk peduli hari apakah hari ini.

Seseorang yg mencintai kamu, tdk mau berkata Aku mencintaimu dgn mudah, karna segalanya yg ia lakukan untuk kamu adalah untuk menunjukan bahwa dia siap mencintaimu, tetapi hanya ia yg akan mengatakan kata "I Love You" pada situasi yg spesial, karna ia tdk mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bhw ia mencintai dirimu.

Seseorang yg bener2 mencintai kamu, akan merasa bhw sesuatu harus dikatakan sekali saja krn ia berpikir bhw kamu telah mengerti dirinya. Jika berkataterlalu banyak, ia akan merasa bhw tdk ada ygakan membuatnya bahagia / tersenyum.


Seseorang yg mencintai kamu, akan pergi ke airport utk menjemput kamu, dia tdk akan membawa seikat mawar dan memanggilmu sayang seperti yg kamu harapkan. Tetapi, ia akan membawakan kopermu dan menanyakan:"Mengapa kamu menjadi lebih kurus dalam waktu 2 hari?" Dengan hatinya yg tulus.

Seseorang yg mencintai kamu, tdk tahu apakah ia harus menelponmu ketika kamu marah, tetapi ia akan mengirimkan pesan setelah bbrp jam.Jika kamu menanyakan: mengapa ia telat menelepon, ia akan berkata: Ketika kamu marah penjelasan dari dirinya semua hanyalah sampah. Tetapi, ketika kamu sudah tenang,penjelasannya baru akan benar2 bekerja /manjur / berguna.


Seseorang yg mencintaimu, akan selalu menyimpan semua benda yg telah kamu ber ikan, bahkan kertas kecil bertuliskan " I LOVE U " ada di dalam dompetnya.

Seseorang yg mencintaimu, jarang mengatakan kata2 manis.Tp kamu tau, 'kecupannya' sudah menyalurkan semua......

Seseorang yg mencintaimu, selalu mengkwatirkan keadaanmu dia ingin kamu terjaga dan tak ingin sesuatu yg buruk terjadi denganmu,dia akan menjadi orang peduli dengan mu saat kamu membutuhkanya.

Seseorang yg mencintaimu,tidak ingin orang lain tau kalau dia memperhatikanmu,dia ingin menunjukan sesuatu dengan sikapnya bukan dengan kata manis belaka.

Seseorang yg mencintaimu, kadang tersakiti tp dia mengutamakan semua itu demi seorang yg dia cintai,caci dan cela dia terima dengan hati terbuka tanpa berfikir klo km menyakitinya.

Friday, June 23, 2006

Cinta Bukan sekadar Perasaan.

Pacaran itu suatu hal yang mengesankan
dan harus dipertahankan jika memang udah sepadan.
Seperti kata kata berikut:

Cinta tak pernah akan begitu indah
jika tanpa persahabatan.....
yang satu selalu menjadi penyebab yang lain dan prosesnya...
adalah irreversible......
Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat.

Jika kamu mencintai seseorang,
jangan berharap bahwa seseorang itu akan mencintai kamu
persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama.
Satu diantara kalian akan memberikan lebih,
yang lain akan dirasa kurang...........

Begitu juga dalam kasus
kamu yang mencari
dan yang lain akan menanti......
Jangan pernah takut untuk jatuh cinta....
mungkin akan begitu menyakitkan
dan mungkin akan menyebabkan kamu sakit dan menderita.....

Tapi jika kamu tidak mengikuti kata hati
pada akhirnya kamu akan menangis.......
jauh lebih pedih...
karena saat itu kamu menyadari
bahwa kamu tidak pernah memberi....cinta
dan kesempatan untuk belajar.

Cinta bukan sekedar perasaan....!!!

Dengarkan Suara Cinta.

Pernah mendengarkan suara-suara cinta di sekitar kita?
Dengerkan deh, cinta-cinta yang ada di sekitar kita. Kalo kita bener-bener berusaha mendengarkan, kita bakal temui bahwa kita sebenarnya memang dicintai.
Mendengarkan cinta bisa membuat kita sadar bahwa dunia ini adalah tempat yang begitu indah.

Cinta adalah anugerah.
Membuat kita tertawa.
Membuat kita bernyanyi.
Membuat kita sedih.
Membuat kita menangis.
Membuat kita bertanya "kenapa?"
Membuat kita menerima.
Membuat kita memberi.

Dan yang paling penting, membuat kita hidup.
Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting, kita nggak perlu merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Sendiri itu memang perlu, lho. Dan itu jangan sampe membuat kita jadi kesepian. Yang jadi masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada untuk seseorang.


Jangan pernah ragu nyatakan cinta.
Jujurlah dengan apa yang kita rasa dan katakan. Nggak ada ruginya mengekspresikan diri. Ambil kesempatan untukmengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia buat kita. Lakukan, buat perubahan, hindari penyesalan.

Satu lagi, tetaplah dekat dengan kawan dan keluarga, karena mereka berjasa membangun diri kita yang sekarang. Cinta memang ada untuk ditebarkan.

Dan saat cinta yang kita berikan diterima atau dibalas,
itulah saat hidup menjadi penuh makna.

Thursday, June 22, 2006

Kisah kasihku Bag.1

PANDANGAN PERTAMA

Dua minggu lagi, tepatnya 8 Juli 2006 adalah tepat 10 tahun usia pernikahanku dengan Frisch. Bagi sebagian orang 10 tahun bisa jadi di anggap baru sebentar. Tapi buat aku 10 tahun adalah waktu yang pantas untuk di syukuri. Kalau dihitung dari pertama aku dan Frisch bersama, maka tahun ini adalah tahun ke-18 dari pandangan pertama kami.

Baru saja kemarin teman sekerjaku bertanya mengenai pertama aku mengenal "ayah" dari sepasang buah hati kami. Aku tersenyum dan sejenak memejamkan mata. Moment itu tetap abadi dalam ingatanku. Tanggal persisnya aku tidak ingat tapi aku tahu hari Selasa bulan Februari 1986 mata kuliah Metodologi Penelitian Sosial.

Aku sangat menyadari secara fisik tidak secantik gadis-gadis di kampusku. Aku tomboy, kurus dan berkacamata. Karenanya aku sangat rendah diri kalau berhadapan dengan cowok-cowok. Jadi tidak sedikitpun punya niatan gandeng cowok. Syukur kalau ada yang mau tapi sih gak sampai cuci gudang.

Walau demikian aku tetap punya kriteria cowok idaman. Cuma ada apa enggak yang sesuai kriteria yah itu lain perkara. Hari itu aku datang nyaris terlambat, ruang kuliah sudah penuh. Soalnya ini mata kuliah wajib. Kursi-kursi sudah ditambah, tetap saja sudah keluar dari ruangan.

Aku tertegun melihat penuhnya mahasiswa. Tiba-tiba mataku menangkap sebuah tangan yang terangkat ke atas, melambai memanggilku dan menunjukkan kursi tepat disebelahnya yang masih kosong.Mulanya aku agak ragu tapi akhirnya aku mendekat.

Sekilas aku menangkap, cowok ini, asli cakep! Bercelana blue jeans dan kemeja biru lengan panjang yang di gulung sampai lengan. Sorot matanya tajam, ada kumis yang cukup lebat di atas bibirnya yang tipis. Dalam hati aku bergumam:"Hm pasti senior yang pulang kerja!" Aku mengucapkan terimakasih.

Dia tersenyum, matanya nampak jenaka. Hanya itu yang aku ingat. Selanjutnya kami melewati hari bersama, detilnya tidak aku ingat. Karena sungguh tidak sedikitpun aku membayangkan atau merencanakan berpacaran dengannya. Kenyataannya sejak itu kami melewati hari bersama tapi hanya sebatas tembok kampus.

Aku tidak pernah menerima ajakannya untuk jalan berdua baik nonton bioskop atau nonton pameran.Sampai satu ketika aku dan Dia pergi dengan teman-teman kampus yang menjadi reporter freelance di acara pemilihan Gadis Sampul. Aku tidak tahu ada unsur kesengajaan atau tidak karena yang masuk hanya kami berdua berdasarkan dua undangan yang ada di tangan teman-teman. Sedangkan teman-teman yang lain masuk tanpa undangan hanya menunjukan kartu pers saja.Jelas aku dan dia terpisah dari teman-teman yang masuk dengan rombongan pers.

Usai acara, dia berani juga mengantarkan aku ke rumah, bertemu dengan mami, di "Omelin" karena waktu sudah menunjukan hampir pukul 24.00. Dia hanya minta maaf, tersenyum dan pamit. Besok di Kampus, dia makin menunjukan perhatian, bahkan issue mulai berkembang kami pacaran. Aku cuek aja karena tidak ada komitmen apa-apa. Aku merasa nyaman dan asyik bersamanya. Orangnya gaul, pintar, cakep, bintang lapangan dan yang naksir ada sederet.

Kami berdua kerap duduk menghadap lapangan, dimana disebelah lapangan ada jalan yang selalu di lalui mahasiswa mahasiswi yang mau kuliah. Dia memberi tanda cewek-cewek mana saja yang lagi diincar. Pokoknya cewek cakep berambut lurus dan panjang. Biasanya aku cuma tertawa. Tapi ceritanya menjadi lain ketika ada laki-laki lain yang mendekatiku. (Bersambung)

Thursday, June 15, 2006

True Story

CERPEN: Perempuan Bertanya
Based On True Story

Weleh.....weleh, jadi seru juga komentar "Cerpen: Perempuan Bertanya".Tidak ada maksud hati saat menuliskan kisah ini untuk mendiskreditkan keyakinan seseorang. Kisah ini saya tuliskan sebagai ungkapan keprihatinan, kemarahan dan kejengkelen saya lantaran saya tidak bisa berbuat apa-apa.

Dengan saya tuliskan kisah ini, saya berharap yang membaca merenungkan hakekat pernikahan. Ketika berani berkomitmen ya harus berani menanggung resiko. Setiap keputusan selalu ada dua sisi. Kita memilih berada di sisi yang mana hanya kita yang menentukan.

Saya tidak bisa memaksa orang mengikuti apa yang saya prediksi atau yang saya yakini. saya cuma bisa memberi telinga saya untuk mendengar dan hati saya untuk mengasihi. Mudah-mudahan itu bisa berarti buat yang memerlukan.

Salam
Icha.

Terima Kasih

KOMENTAR
"CERPEN: PEREMPUAN BERTANYA"
Jujur harus saya katakan tulisan itu adalah bentuk keprihatinan dan kemarahan saya.Karena cerita itu sungguh terjadi. Saya marah dan menangis karena tak mampu berbuat sesuatu.Waktu dia belum menikah, kami bersenda gurau bersama. Bertukar cerita akan harapan kelak kalau berumah tangga. Waktu itu saya dan dia sama-sama bekerja di sebuah radio siaran yang bersegmentasi pendengar perempuan.Program radio ini banyak yang isinya bertujuan meningkatkan pengetahuan untuk perempuan. Baik dari segi hukum, agama, psikologi, kesehatan dan keluarga. tapi ternyata bagi sebagian kawan-kawan semua itu hanya masuk telinga kiri dan keluar di telinga kanan. Ketika menikah, "ilmu dan pengalaman" yang di dapat tidak digunakan.Tapi terlepas dari semua itu, mungkin saya juga terbawa perasaan waktu menulisnya.Sekali lagi terimakasih.

Salam:
Icha

ati gustiati hatiku_rumahku@yahoo.com
Bagaimanapun cara kau menulis cerita itu Elisa, itu cerita nyata yang terjadi banyak dalam perkawinan, dan itu membutuhkan perhatian hukum dan moral utk melindungi para suami maupun istri yg dilecehkan hak2 nya selama menjalani perkawinan.Stop blaming your self, banyak hal yg tidak bisa kontrol dalam hidup ini, persahabtan kalian (kamu dan teman mu) itulah yg bisa kau lakukan, be there for her.your friendship, your concern, your care, very much appreciated.
salam
omie


Kang becak <kbecak@yahoo.com> wrote:Cerpen yang sangat bagus.Sayangnya,Logika penulisan harus sedikit diperbaiki.Misalnya,Sang Istri tidak pernah memberikan alasan yang jelas,Mengapa mau dianiaya Sang suami.Apalagi,Sang Istri adalah mantan penyiar radio.Tentunya memiliki pengetahuan dan pergaulan yang luas.Terakhir,Pengarang ternyata memasukkan monolognya ke dalam karangan.Para pembacapun tidak lagi dapat membedakan,Antara curhat dan cerpen.Antara kenyataan dan khayalan.

Hardy, aku, Alfir dan Teguh


KARENA CINTA

Pertemuanku dengan Teguh, Hardy dan Alfir dimulai ketika kantorku mendapat proyek untuk pengumpulan data di Sumba Barat. Teguh dan Hardy berasal dari Surabaya sedangkan aku di Jakarta.. Maka bergabunglah kami berempat di Sumba Barat. Kebersamaan kami walau hanya sesaat menimbulkan rasa sayang satu sama lain.

Mereka menganggap aku kakak dan aku yang kebetulan tidak punya saudara laki-laki, menganggap mereka adik.

Malam ini kami asyik ngobrol di tepi pantai Kuta, aku banyak bertanya tentang pemahaman mereka terhadap lembaga pernikahan, keluarga dan arti perempuan.“Kok diam saja? Kalian pemuda-pemuda yang pontensial. Kelak yang melakukan pembangunan negeri ini”. Ujarku sambil memainkan pasir. “ Tapi kami kan belum memutuskan untuk menikah dalam waktu dekat”. Jawab Teguh.
“ Aku tahu. Keputusan menikah dan berkeluarga adalah salah satu bagian. Bagaimana kamu bersikap terhadap sebuah lembaga perkawinan dan bagaimana kamu menghormati komitmen yang dibuat kelak harus diturunkan pada keluargamu”.

“Maksud mba?” Tanya Hardy. “Artinya ketika kamu mempunyai pandangan tersendiri terhadap sebuah perkawinan, termasuk kebijakan administrasi pemerintahan yang mengatur pendaftaran pernikahan, dan syarat pernikahan maka nilai dan pandangan itu yang perlu kamu pahami dalam keluarga. Dan kalau mungkin diteruskan ke anak-anakmu!” Sahutku. “ Apa sikap dan pandangan kita terhadap keluarga dan perempuan juga bisa mempunyai pengaruh terhadap keseluruhan masyarakat nantinya?”. Kini Alfir yang bertanya.

“Jelas dong! Perubahan itu harus dilakukan mulai dari diri kita. Tidak bisa berharap orang lain mau berubah jika kita tidak memberi contoh langsung”. Jawabku. “Misalnya mba?” Teguh jadi penasaran.“Aku bukan orang yang mengharamkan “perceraian” Jujur saja aku lebih menghargai atau menghormati keputusan orang yang bercerai karena memang tidak memungkinkan bersama lagi dalam sebuah pernikahan. Daripada mereka yang berusaha mempertahankan pernikahan dengan alasan, anak-anak atau martabat keluarga. Ketika kita berbicara mengenai anak-anak, seharusnya berani jujur, benarkah demi anak-anak? Bukan justru demi diri sendiri? Hidup sendiri bukanlah mudah, apalagi sebelumnya sudah dilabelkan sebagai istri orang. Jangan sembunyi dibalik alasan demi anak-anak. Jujurlah pada nurani sendiri”. Itu Maksudku.

“Masalahnya kan tidak sesederhana itu, masih banyak orang yang takut untuk jujur pada diri sendiri”. Hardy mengemukakan pendapatnya “ Benar. Aku setuju. Kira-kira ada tidak yah yang berpikir, kalau anak-anak berhak mendapatkan apa yang menjadi haknya?” Anak kan berhak berada dalam sebuah keluarga yang harmonis. Ibu dan bapak yang tetap bertutur halus, bukan saling menyalahkan atau justru memperlihatkan “aksi diam” satu sama lain”. Kataku.

“ Tapi apa mungkin dilakukan oleh dua orang yang sudah memposisikan sebagai musuh?” Tanya Teguh.
“Menurutku mungkin. Karena aku meyakini setiap perbuatan ada resiko yang harus ditanggung. Ketika berkomitmen tidak akan berpisah walau perbedaan sudah selebar jurang, maka hormatilah komitmen itu. Agar anak yang dijadikan alasan, benar-benar mendapatkan haknya, bukan justru sembunyi dibalik alasan demi anak-anak”. Kataku lagi
“Yah susah, mba”. Kata Alfir lagi. “ Harus di coba. Apa setiap pertengkaran harus diakhiri dengan perceraian? Jika tidak mau berpisah, cobalah evaluasi diri dan pasangan, masih adakah sedikit cinta? Jika ada, itu awal yang bagus. Karena cinta bisa ditumbuhkan dengan perhatian. Jika cinta sudah tidak ada, masih adakah respek? Karena respek juga bisa menimbulkan cinta kembali. Karena cinta kedua yang ditimbulkan dengan sengaja akan jauh lebih berharga. Karena cinta itu ditumbuhkan oleh kebutuhan dan tanggung jawab bukan sekedar cinta anak remaja”

“Mba pernah mengalami persoalan seperti ini?” Pertanyaan Hardy mengagetkan ku. “Belum. Mudah-mudahan tidak akan pernah!” Jawabku berharap. “ Memang bukan hal mudah menimbulkan cinta kembali pada pasangan yang sudah sempat kita benci. Tapi bukan pula tidak bisa”. Tiba-tiba Teguh berkata pelan. Serentak aku, Hardy dan Alfir memandang Teguh. Dan Teguh memandang balik kami bertiga. “ Berdasarkan pengelamanku orang tua anak bisa mendekatkan orang tua yang sedang bertengkar”. Kata Teguh. Kami bertiga masih menyimak. “ Anak punya kemampuan luar biasa untuk mengeratkan cinta. Nah ini persoalannya, anak bisa menguatkan cinta bukan menimbulkan. Yang bisa menimbulkan cinta yah dua orang yang berseteru itu”. Lanjut Teguh. “Buktinya Orang tuaku tidak pernah bersatu kembali, walau selalu setiap aku tanya, apakah mereka masih saling mencintai. Jawabnya ya. Tapi kembali bersatu tidaklah mudah!” Kini Teguh menatap kosong ke arah lautan.

Aku mempercayai, setiap kehidupan dalam pernikahan pasti ada gangguan. Bagaimana kita mensikapi gangguan itu yang akan membuktikan kualitas pernikahan kita. Karena bagiku tidak ada istilah salah pilih orang. Kalau kita mengaminkan jodoh ditakdirkan oleh Tuhan, maka jalani apa yang sudah sementara ini kita jalani. Karena kalau nanti diberi umur panjang, saat rambut sudah memutih, umurpun sudah banyak, cerita lalu patut dikenang. Bolehlah kita berbangga karena mampu melewati ujian. Karena ada cinta di keluarga kita.. Aku jadi ingin cepat-cepat pulang, dimana orang-orang yang kucintai dan mencintaiku menantiku dengan cinta. (19 April 2005.)

Terkenang kebersamaan th 2004 di Bali!”

Wednesday, June 14, 2006

Keprihatinan Si Nyonya


PEREMPUAN BERTANYA

Lagi-lagi aku merasa bingung. Baru saja aku mendapat berita. Seorang kawanku dihianati suaminya. Aku berusaha untuk tidak menyertakan perasaan. Aku coba menganalisa. Kira-kira apa yang menyebabkan suaminya berselingkuh?Beberapa tahun lalu ketika mereka memproklamirkan rencana pernikahan, sempat membuatku iri.

Bagaimana tidak iri, baru pacaran enam bulan sudah berani menikah.Lagi-lagi aku termangu, kok tega betul. Masih terdengar tangisnya diujung telfon. “Bayangkan mba….aku melahirkan… suamiku menunggu sambil bertelfonan dengan wil nya….sakit gak sih…?”Dan setelah menjemputku dan bayinyaLalu mengantarkan kami pulang, ia pergi lagi ke wilnya.

Pertanyaanku….Kok kamu mau…?Yach aku tidak mau…! Jawabnya dengan emosi.Kapan kamu tahu ia mulai selingkuh…?Saat si sulung enam bulan…! Jawabnya pelan. Lah sekarang anakmu tiga….? Tanyaku dengan terkejut. Kamu cinta…? Cecarku tak sabar. Bukan cinta, mbak! Berharap ada perubahan dong…! Jawabnya lesu. Dengan terus menerus bersedia ditiduri, hamil lalu melahirkan dan mengurus bayi? Cecarku lagi! Apa kamu tidak berpikir untuk meningkatkan dirimu sendiri? Atau kamu merasa secara ekonomi sudah tercukupi sehingg merasa aman di rumahmu…?

Sadarkah kamu, kalau suamimu mengkondisikan mu terus menerus hamil supaya dia bisa berjalan terus dengan wilnya…? Tanyaku emosi. Lalu apa recanamu…? Yah bertahan mbak…! Barangkali ini memang nasibku….! Apa tidak niat berusaha keluar dari masalah ini…? tanyaku mendesak.Cerai…? Maksud mbak? Bagaimana nasib anak-anak, mba? Siapa yang akan kasih makan mereka?Terus saya akan tinggal dimana? Tanyanya kebingungan. Yah…ampun..! Seruku terkejut.Suamimu lupa, atau kamu yang lupa kalau dulu dia mengenalmu sebagai penyiar radio? Kamu wanita bekerja. Kamu punya kemampuan dan kamu memang mampu…! kataku berapi-api.

Tapi di keyakinan kami, mbak. Perempuan tidak baik menggugat cerai. Dan perempuan tidak boleh menolak jika diajak berhubungan intim dengan suami. Kalau kami bisa memaafkan, sorga upahnya…! Katanya lirih. Aku tidak mempersoalkan keyakinanmu. Biar keyakinanmu berbeda dengankuTapi tidak ada atas nama apapun di muka bumi yang mengizinkan perempuan disia-siakan..Upah Sorga diinginkan semua umat manusia.Tapi kamu masih dibumi. Mengapa mau mencapai sorga lewat neraka bumi, Padahal ada jalan lain…?Tapi mungkin ini takdir, jalan hidup saya mbak…! Ujarnya pelan. Dadaku serasa panas terbakar. Kamu tidak bisa bicara takdir kalau kamu tidak mau menciptkan takdirmu sendiri.!!! Seruku setengah berteriak.

Rasanya suaraku nyaris hilang ditenggorokan karena airmata sudah mengembang dikelopak mataku. Aku marah….Aku merasa sakit..Aku kecewa…. pada diriku sendiri karena aku tidak bisa berbuat apa-apa.Jadi apa yang melegalkan selingkuh …?Suami yang tidak setia lantaran istri punya kekurangan? Atau superpower laki-laki…? Mengapa tidak ada aturan hukumnya..? Apa perempuan memang warga kelas dua? Bukankah laki-perempuan punya kedudukan sama dimata hukum…? Atau hukum punya mata yang lain untuk melihat laki dan perempuan?Lalu bagaimana dengan perempuannya sendiri? Sadarkah perempuan kalau juga punya hak yang sama? Bukan hak untuk berselingkuh tapi hak untuk tidak diperlakukan seperti itu.Biar jelek, biar gendut atau kurus atau tak terurus. Menikah bukan untuk sehari dua hari atau setahun dua tahun.

Kalau mau romantis katanya, sampai kakek-nenek…atau sampai ajal memisahkan…! Konflik pasti ada,Namanya hidup dari dua latar belakang yang berbeda. Persoalannya dalam sebuah rumah tanggaAdakah kesadaran suami dan istri setara…? Apakah pernikahan hanya untuk menyalurkan nafsu hewani…? Sebetulnya apa sih tujuan pernikahan? Apa benar untuk berkembang biak…? Lalu apa artinya kasih sayang, Perhatian, Kepercayaan, Komunikasi….dan Cinta….? Haruskah menikah lagi karena salah satu mandul…?Atau bolehkan menikah lagi karena sekarang aku mencintai orang lain? Mengapa cinta bisa berubah…?Mengapa poligami atau poliandri selalu menjadi berita?

Perempuan….siapakah engkau….? Berbentuk apakah engkau…? Terlahir untuk siapa engkau….? Ketika kau terluka..apa yang kau lakukan?Adakah airmatamu berarti…? Atau adakah jeritanmu di dengar…? Atau semua itu hilang dibawah lobi-lobi politik yang tidak menginginkan perempuan bermain diwilayah laki-laki…? Jakarta, Agustus 2004


KOMENTAR:

Nana P"
Especially to give comment on Marthanajan04's comment. (sorry to write it in English), kebetulan yang sudah kutulis di blog berbahasa Inggris. Dan belum sempet rewrite dalam Bahasa Indonesia.Recently I have been “carrying” a book entitled Quran Menurut Perempuan by Amina Wadud, the Indonesian translation of Quran and Woman: Rereading the Sacred Text from a Woman's Perspective in 1999. It is not a new book. I have known this book for some years. I’ve got the excerpt of it on the net. However, I “found” this book in a local bookstore last April 30, Sacred Text from a Woman’s Perspective published by Oxford University Press, New York 2006. It was just translated into Bahasa Indonesia and published in March 2006.The book has been in my work bag since I bought it. As usual, I let my concentration to read this book distracted by many other things, including reading many other books at the same time. LOL. I didn’t mean to show that book to my workmates demonstratively but of course since I often “carry” the book, and once in a while I put it on a big table in the teachers’ room of my workplace, some workmates of mine have seen this book.Yesterday a Catholic workmate of mine asked me, “What is the book about?” simply I answered, “Well, so far, Alquran has been interpreted by men so no wonder if the result is very male-dominated. And this book contains the different perspective; showing that if Alquran is interpreted by women, using women’s perspective, the result is absolutely different, even in some cases, shows contradictory interpretation.” This workmate of mine nodded, didn’t ask me further.This afternoon, another workmate of mine said to me jokingly, related to the same book, “I told you not to read books about gender much. It is not good.”I responded, “It is not good for you guys coz women realize their rights much better so that this world will not be male-dominated any longer.” LOL.It reminded me of the middle age before Bible was translated into many other languages. Common people couldn’t read it; moreover understand it. Only limited ministers whose way of thinking had been “shaped” by Church could read it. And since they all had been indoctrinated the same way, of course all of them resulted in the same interpretation; they taught the congregation about the same thing, only from one perspective.After reading the article entitled “Women In Islam Versus Women In The Judaeo-Christian Tradition: The Myth & The Reality” by Dr. Sherif Abdel Azeem at
http://www.usc.edu/dept/MSA/humanrelations/womeninislam/womeninjud_chr.html#_Toc335566653 accessed on May 18, 2003 it made me question myself. According to Sherif Abdel Azeem, the illustration about women in Judeaeo-Christian Tradition shows the very low position given to women, but why in the reality, people consider Islam as the most chauvinistic religion of all? Islam that “lets men have more than one wife” is considered to degrade women’s position much more than the other two celestial religions mentioned by Sherif Abdel Azeem?I related it to the fact that until now, Muslim people must recite Alquran, in its original language—Arabic. For me, Arabic is much more difficult to learn than English (coz I already become an English teacher? LOL) Many Muslim people recite Alquran everyday; however they don’t understand the meaning. To understand the meaning, they turn to the Tafsir (the interpretation of Alquran) produced by men. To help themselves understand Alquran and apply its teachings in their daily life, they turn to Alhadith written by men. They also turn to Fiqh which was written by men too!!! The result? You know that …Again, I want to quote what Fatima Mernissi said:“If the rights of Muslim women become problems for Muslim men, it is not because of Alquran or Islam itself; it is because these rights contradict with the wants of the elite Muslim men.
”Untuk mbak Ati GustiatiSangat setuju bahwa hukum perkawinan di Indonesia harus diubah, HARUS DIHILANGKAN PERNYATAAN BAHWA LAKI-LAKI DIBOLEHKAN BERPOLIGAMI HANYA KARENA (1) sang istri sakit sehingga tak mampu "melayani" sang suami di tempat tidur, (2) sang istri tidak dapat memberikan keturunan.Kalau mau adil, seharusnya boleh juga perempuan menikah lagi kalau (1) sang suami sakit sehingga tidak mampu memuaskan sang istri (2) sang suami yang mandul, sedangkan sang istri ingin memiliki anak dari benihnya sendiri.Hukum perkawinan yang misoginis itu dihasilkan oleh kaum laki-laki yang sebenarnya tidak mengerti dengan pasti kandungan Alquran, terutama Surat Annisa ayat 3.Kita sebagai orang tua harus mulai mengajarkan kepada anak-anak, maupun para guru/dosen, harus mulai mengajarkan bahwa perempuan harus mandiri. Kalau terlalu berat untuk "mengajari" orang-orang sebaya kita yang sudah "terdoktrin secara akut" bahwa perempuan harus selalu mengalah, yah, paling tidak kita bisa menyelamatkan generasi penerus bangsa.
Untuk mbak Elisa,I am really sorry to hear that bad news about your friend, meskipun hal ini bukan hal yang aneh di masyarakat, baik di Indonesia, maupun di mana saja di dunia ini. Namun, yah, seperti yang lain-lain juga, I am really sorry and upset mendengarkan argumen teman mbak Elisa yang tidak mampu "mengeluarkan diri dari lingkaran setan".Salam.Nana
Phttp://afeministblog.blogspot.com
http://afemaleguest.blog.co.uk


"LD-Beby" wrote:>> Perempuan...oh perempuan...,> malangnya dikau...> > Perempuan...oh perempuan...,> suamimu digaet perempuan juga.> > Perempuan...oh perempuan...,> musuhmu perempuan juga.> > LD-Beby.>

>Kang becak <kbecak@yahoo.com> wrote:Cerpen Perempuan Bertanya,Fiktif belaka.Kepintaran sang penulisMemainkan emosi pembaca,Membuatnya seolah nyata.Masalahnya menjadi rumit,Ketika pembaca terlarut dalam ceritera,Menjadikan cerpen,Sebagai pembicaraan masalah agama.Dalam kenyataan,Perceraian dalam agama Islam,Sangatlah rumit,Apalagi bila sudah memiliki keturunan.

marthajan04 <marthajan04@yahoo.com> wrote:Kang Becak, Kalau saya menyangkutkan dengan ajaran islam, karena memang si istri malang itu menyeleaikan persoalannya dengan ajaran islam yang saya pikir sangat merugikan wanita, yang selalu di-iming2i sorga kalau nurut pada suami walapun suami itu menyakitinya. Ni ya, saya copy-paste-kan lagi omongan si istri malang itu :> > Tapi di keyakinan kami, mbak. Perempuan tidak baik menggugat > > cerai. > > Dan perempuan tidak boleh menolak jika diajak berhubungan intim> > dengan suami. Kalau kami bisa memaafkan, sorga upahnya. Katanya > > lirih.Sudah jelas kan, yang ngomong ini beragama islam dan dia sedang membicarakan ketidak berdayaannya karena ajaran agamanya mengharuskan dia melakukan pengorbanan sebesar itu untuk dapat upah sorga dan dia tidak diijinkan menolak berhubungan intim dengan suami bila suami menghendaki. Sekali lagi : TIDAK BOLEH!Kalau menolak, tentu hukumannya tidak dapat surga bukan?Ini mengerikan sekali buat saya. Sebagai sesama wanita saya bisa merasakan bagaimana luar biasa menderitanya hati kita bila sedang sebal atau marah pada suami lalu harus melayaninya berhubungan sex. betul2 memuakkan! saya rasa Tuhan sangat kejam dan Tuhan tidak lagi pantas dihormati bila wanita diharuskan mau berhubungan seks dengan suaminya bila sedang marah atau tidak suka. Mengenai Sophia Latjuba, memang kisahnya agak sama tapi saya tidak tahu bagaimana perasaan mantan istri si Michael itu. Apakah dia juga tidak berdaya seperti teman Elisa itu karena ajaran agamanya? Kalau benar demikian, saya juga akan mengecam agamanya pula. Tapi setahu saya, justru si Michael dan Sophia Latjubalah yang akan diasingkan gereja. Sophia beragama katolik setahu saya. Jadi saya tahu sanksi apa yang akan dia terima dari gereja. Dia dan si Michael dianggap berdosa dan tidak diijinkan terima hosti lagi selamanya. Mereka dianggap berjinah selamanya, selama istri pertama si Michael masih hidup.Sedang dalam ajaran islam, suami dan istri keduanya itu dianggap tidak bersalah malah si istri tualah yang dianggap berdosa bila dia tidak rela. Beda kan? MJ---

In sastra-pembebasan@yahoogroups.com, Kang becak wrote:>> Kisah ini,> Persis seperti yang dialami Louisa Ellen Ibbotson.> > Demi Sophia Latjuba,> Michael Villareal menjatuhkan talak,> Ketika buah cinta baru lahir.> > Bukan agama kristen yang harus dibenci,> Villareal-Latjuba-lah yang harus dimaki.>

putri kabayan"
Saya juga ingin sekali bertanya , Siapa yang salah dalan Hal ini ?Saya sendiri sebagai wanita , sama seperti kalian atau teman** , mungkin senasib , tapi bukan seperjalanan . Kenapa wanita selalu DI LECEHKAN ?Siapa yang bisa menjawab , kalau bukan kita sendiri '' kaum wanita'' , Apa aturan AGAMA atau HUKUM ? Itu semua menurut Sy ngga' bermasalah , jika kita tidak melihat AGAMA atau HUKUM , mungkin kita jadi diri sendiri , tidak perlu menyalakan Para LAKI-LAKI salahkanlah DIRI SENDIRI , coba kita tanyakan pada diri kita , mengapa -laki-laki BERBUAT DEMIKIAN ? Jawabannya ada pada DIRI SENDIRI . Mengapa juga kita melihat negara orang lain , kalau DIRI KITA tetap demikian '' masih sama '' . Saya sangat menyesalkan sekali kalau kalian membedakan ajaran AGAMA , Agama manapun menurut Saya sama saja . Dari sinilah mengapa di Indo hancur , bukan hanya orangnya tapi juga dengan negaranya , saling membedakan dan saling menyalahkan , coba saja kita menyadari dan saling memahami , pasti negara Indo akan aman dan damai . Salam ....Putri Kabayan

ati gustiati <hatiku_rumahku@yahoo.com> wrote:Elisa....catatan yg cukup membuat para wanita marah, sedih dan kecewa, lalu siapakah yg bisa mengangkat hidup dan derajat wanita ? siapa yg bisa melindungi hak2 nya sebagai istri, ibu dan wanita yg di madu ?HUKUM PERKAWINAN DI INDONESIA MESTI DIRUBAH !!!! JANGAN LAGI BERDASARKAN HUKUM ISLAM, pakai system di negara2 maju seperti AS, Singapore misalnya, kalau kesalahan ada dipihak suami, istri berwenang menguasai bendahara yg mereka miliki 60% termasuk child support anak2 sampe usia dewasa, begitu juga bila kesalahan terletak pada istri hukuman sama dengan hukuman suami. Itu baru dari segi hukum perkawinan.Dari segi moral, wanita sebaiknya diberi kesempatan utk bertanggung jawab atas hidupnya sendiri, bila kita sudah bisa mandiri tanpa ketergantungan pihak lelaki lagi status social kita akan sejajar dengan pria sehingga tidak ada pelecehan2 status gender lagi, di Indo saya lihat wanita lebih suka tinggal dirumah jadi ibu rumah tangga, itu tidak masalah mungkin bagus, tetapi bila kita kebetulan punya suami yg tidak menghargai status ibu rumah tangga kita ini yg jadi masalah.Banyak wanita2 di dunia yang masih diperdaya lelaki terutama di negara2 ketiga seperti indonesia contohnya, di AS sendiri ada masalah perkawinan serupa hanya untungnya para istri2 yang innocent (tidak bersalah) dilindungi hukum dengan se baik2 nya, menjadi wanita yg tegar dan mandiri tidak mudah...setidaknya pelajarilah kharakter suami sebelum mengambil keputusan utk menghancurkan hidup kita lebih dalam lagi.
Salam hangat omie

marthajan04 <marthajan04@yahoo.com> wrote:cerita2 kejadian begini yang bikin aku benci sama ajaran islam.sudah gitu masih juga pada ngeyel bukan hanya lelakinya tapi juga perempuannya bahwa ajaran islam adalah yang paling baik dalam hal mengangkat derajat wanita, yang tidak ditemui atau sedikitnya lebih tinggi dari agama lainnya.bah! aku sih seharusnya tidak perlu marah atau sakit hati karena hukum agamaku dan lingkungan kehidupanku tidak akan membiarkan aku mengalami nasib seperti itu. tapi ternyata aku masih marah dan sakit hati juga mendengarnya. mungkin karena aku dan mereka masih sama dalam satu hal : sama sama wanita.MJ

Tuesday, June 13, 2006

Istrinya Frisch

TIPS BUAT YANG MAU MENIKAH
Menikah adalah suatu aktivitas dua manusia berlainan jenis yang sepakat masuk dalam kontrak kerjasama sampai batas waktu yang tidak diketahui. Ketika komitmen diucapkan, maunya sampai maut memisahkan. Bahkan tak kurang sanak saudara dan para kerabat yang turut mendoakan dan berharap komitmen itu bisa sampai kakek-nenek.

Jujur harus saya akui, ide pernikahan itu datangnya dari saya. Berdasarkan buku-buku yang saya baca, laki-laki yang takut berkomitmen adalah mereka yang belum dewasa secara matang. Artinya mereka hanya matang dalam pertumbuhan fisik. Secara bergurau, beberapa kawan mengatakan, laki-laki seperti itu hanya bayi-bayi berbadan besar Ketika pacar saya menyetujui ide pernikahan itu, jujur saya yang di liputi rasa was-was.

Saya jadi berpikir ulang, ide menikah ini sebetulnya The good idea or the bad idea?. Mulailah diskusi berkepanjangan. Berbicara mengenai bagaimana peran dan tanggung jawab nanti setelah menikah. Dan yang terpenting adalah apa tujuan dari pernikahan ini. Berdasarkan kehidupan pernikahan saya yang tahun ini genap 10 tahun, saya ingin membagikan tips Buat yang baca blog ini, mudah-mudahan bermanfaat
Buat rencana pernikahan ini sebagai suatu perusahaan/organisasi.

01. Tentukan tujuan, target yang ingin di capai dan bagaimana mencapai target tersebut.
02. Setelah tujuan, target dan cara mewujudkan target disepakati, buat komitmen lain, yaitu

membagi peran secara flexisible dan berimbang.
03. Buat kesepakatan untuk tidak pernah memasukan ide perceraian dalam setiap konflik.
04. Yakinkah setiap konflik adalah semacam ”pupuk” yang menyuburkan atau mengembangkan

hubungan anda dan pasangan dalam hubungan yang lebih manis.
05. Evaluasi tujuan dan target pernikahan pada setiap kesempatan.Karena hidup ini berkembang

dan dipengaruhi situasi dan kondisi di lingkungan keberadaan kita.
06. Jadikan dan yakinkan, pasangan kita adalah yang terbaik yang dikaruniakan untuk kita.
07. Tidak harus sama pendapat, pernikahan tercipta karena adanya perbedaan.
08. Jika ada hal dalam pasangan kita yang hendak kita ubah, dan jika pasangan kita mau, silahkan

saja. Tapi jika pasangan kita tidak mau, persiapkan diri untuk menerima.
09. Karena menikah tidak berarti pasangan kita menjadi seturut kehendak kita ataupun sebaliknya.

Walau terikat dalam pernikahan berikan pasangan kita ”ruang” untuk sendiri sama seperti kita
yang tetap memerlukan ruang bagi diri sendiri.
10. Pasrahkan hatinya tetap miliknya yang penting kita ada di dalam hatinya. 13 Juni 2006

Sunday, June 11, 2006

DOA BUNDA


Fajar baru merekah,
lembayung merah di ufuk timur
Mimpi baru saja usai,
kehangatan tubuh kedua bocah ini
nyata dalam pelukanku

Aktivitas baru akan di mulai
Tekad sudah terpancang
Hari kan segera jelang
dalam karya nyata

Wahai Buah hatiku
Van dan Bas,
Sertakan Bunda dalam
aktivitasmu
Seperti bunda menyertai kalian

dalam tiap tarikan nafas

Gotong Royong: 11 Juni 2006
Hut Pernikahan Orangtuaku ke 54