Thursday, June 15, 2006

Terima Kasih

KOMENTAR
"CERPEN: PEREMPUAN BERTANYA"
Jujur harus saya katakan tulisan itu adalah bentuk keprihatinan dan kemarahan saya.Karena cerita itu sungguh terjadi. Saya marah dan menangis karena tak mampu berbuat sesuatu.Waktu dia belum menikah, kami bersenda gurau bersama. Bertukar cerita akan harapan kelak kalau berumah tangga. Waktu itu saya dan dia sama-sama bekerja di sebuah radio siaran yang bersegmentasi pendengar perempuan.Program radio ini banyak yang isinya bertujuan meningkatkan pengetahuan untuk perempuan. Baik dari segi hukum, agama, psikologi, kesehatan dan keluarga. tapi ternyata bagi sebagian kawan-kawan semua itu hanya masuk telinga kiri dan keluar di telinga kanan. Ketika menikah, "ilmu dan pengalaman" yang di dapat tidak digunakan.Tapi terlepas dari semua itu, mungkin saya juga terbawa perasaan waktu menulisnya.Sekali lagi terimakasih.

Salam:
Icha

ati gustiati hatiku_rumahku@yahoo.com
Bagaimanapun cara kau menulis cerita itu Elisa, itu cerita nyata yang terjadi banyak dalam perkawinan, dan itu membutuhkan perhatian hukum dan moral utk melindungi para suami maupun istri yg dilecehkan hak2 nya selama menjalani perkawinan.Stop blaming your self, banyak hal yg tidak bisa kontrol dalam hidup ini, persahabtan kalian (kamu dan teman mu) itulah yg bisa kau lakukan, be there for her.your friendship, your concern, your care, very much appreciated.
salam
omie


Kang becak <kbecak@yahoo.com> wrote:Cerpen yang sangat bagus.Sayangnya,Logika penulisan harus sedikit diperbaiki.Misalnya,Sang Istri tidak pernah memberikan alasan yang jelas,Mengapa mau dianiaya Sang suami.Apalagi,Sang Istri adalah mantan penyiar radio.Tentunya memiliki pengetahuan dan pergaulan yang luas.Terakhir,Pengarang ternyata memasukkan monolognya ke dalam karangan.Para pembacapun tidak lagi dapat membedakan,Antara curhat dan cerpen.Antara kenyataan dan khayalan.

No comments: