Thursday, June 15, 2006

True Story

CERPEN: Perempuan Bertanya
Based On True Story

Weleh.....weleh, jadi seru juga komentar "Cerpen: Perempuan Bertanya".Tidak ada maksud hati saat menuliskan kisah ini untuk mendiskreditkan keyakinan seseorang. Kisah ini saya tuliskan sebagai ungkapan keprihatinan, kemarahan dan kejengkelen saya lantaran saya tidak bisa berbuat apa-apa.

Dengan saya tuliskan kisah ini, saya berharap yang membaca merenungkan hakekat pernikahan. Ketika berani berkomitmen ya harus berani menanggung resiko. Setiap keputusan selalu ada dua sisi. Kita memilih berada di sisi yang mana hanya kita yang menentukan.

Saya tidak bisa memaksa orang mengikuti apa yang saya prediksi atau yang saya yakini. saya cuma bisa memberi telinga saya untuk mendengar dan hati saya untuk mengasihi. Mudah-mudahan itu bisa berarti buat yang memerlukan.

Salam
Icha.

No comments: