Thursday, August 03, 2006

1-2 Juli 2006 di Curug Cilember



BERBAGI DENGAN SESAMA

Kata para sosiolog, manusia dilahirkan sebagai mahluk sosial. Lebih kurang artinya sebagai mahluk yang selalu berhubungan dengan mahluk lain. Nah sampai batas ini harus diperjelas lagi, mahluknya itu bukan mahluk halus alias jin atau setan Iprit. Mahluk disini manusia, hewan atau tumbuhan.

Saya sangat setuju dengan pendapat tersebut. karena kenyataannya, manusia didalam kehidupan sehari-harinya selalu berhubungan dengan mahluk lain (bukan mahluk halus loh!) Ketika terlahir sebagai bayi, manusia memerlukan dekapan kasih sayang ayah bundanya plus ASI ibunya. Ketika usianya terus bertambah, kebutuhan sosial sebagai manusia juga terus bertambah.

Begitulah yang saya alami. Saya sangat menyukai berhubungan dengan orang lain. Berhubungan dengan sesama membuat saya merasa hidup dan dibutuhkan. Mengapa merasa dibutuhkan, sejujurnya saya merasa ketika tidak ada lagi yang membutuhkan saya, lalu untuk apa lagi saya hidup?

Artinya saya ingin mengisi hidup dengan berbuat sesuatu bagi sesama. Dari segi materi jika ada, saya rela berbagi. Tapi jika dari materi tidak punya, berbagi pengalaman juga bisa. Membuat orang lain tertawa juga baik kok. Itulah mengapa saya merasa selalu perlu berada di tengah komunitas. Saya ingin keberadaan saya diakui dan dibutuhkan. Bukan Narsis. Saya juga punya kekurangan, namanya saja manusia biasa, pastinya tidak lepas dari kesalahan dan kekhilafan.

Saat kita bisa berbagi (Bukan hanya dari segi materi saja) dan orang yang kita bagi bisa meningkatkan taraf hidupnya karena nilai-nilai yang dianut, tentu kita akan turut merasa senang. Karena pada dasarnya kita patut bersyukur jika ada orang yang terselamatkan karena bantuan kita baik dari segi materi atau moril.

Itulah gunanya kita berbagi dengan sesama. Kita akan terus berusaha agar orang lain tidak mengalami kesusahan seperti kita (Jika kita pernah) dengan belajar dari pengalaman kita.Karena itu sebelum ajal menjemput mari kita berlomba-lomba berbuat kebaikan.

Mari satukan cara pandang kita sebagai manusia ciptaan Tuhan. Apapun perbedaan kita, kita sama di mata Sang Pencipta. Bukankah perbedaan akan menjadi baik jika ada toleransi. Karena berbeda tidak menjadikan kita tidak berarti. Justru seharusnya dengan perbedaan kita harus lebih bisa menjadi orang yang berarti bagi orang lain

No comments: