Monday, September 11, 2006

Renunganku!

Aku, Selma dan Van

KARENA WANITA INGIN DIMENGERTI, BENARKAH? Karena wanita ingin dimengerti, adalah judul sebuah lagu yang dibawakan kelompok Ada Band dan tengah digandrungi masyarakat, khususnya masyarakat wanita.. Namun dari judulnya, terasa cukup menggelitik. Sehingga saya jadi bertanya benarkah hanya wanita yang ingin di mengerti? Tapi terlepas dari itu, isi syairnya menurut saya tidak ada indah-indahnya bahkan terasa sedikit melecehkan.

Lekuk indah hadirkan pesona
Kemuliaan bagi yang memandang
Setiamu simbol keanggunan khas perawan
yang... kau miliki

Yang saya fahami, fisik perempuan timbulkan pesona. Dan yang memandang merasa terpesona, membuat yang memandang menjadi mulia. (Jadi yang mulia adalah yang memandang, bukan yang mencipta) Kesetiaan yang dimiliki perempuan adalah simbol keanggunan khas perawan. Jadi yang gak perawan berarti gak setia dan gak punya keanggunan.

Akulah pengagum ragamu
Tak ingin kumenyakitimu
Lindungi dari sengat dunia yang mengancam... nodai... sucinya lahirmu

Para pengagum perempuan (Saya rasa sok pahlawan) niatnya gak ingin menyakiti namun kenyatannya gak begitu. Termasuk niatnya melindungi kesucian perempuan dari sengat dunia yang bisa menodai. Kenyataannya lebih banyak perempuan yang ternodai dan tersengat!

Karena wanita ingin dimengerti
Lewat tutur lembut dan laku agung
Karena wanita ingin dimengerti
Manjakan dia... dengan kasih sayang

Benarkah wanita ingin dimengerti lewat tutur lembut dan agung? Rasanya banyak perempuan yang bisa paham dengan tutur kata yang tegas. Dan untuk dimengerti, para perempuan tidak cukup hanya dimanja dan disayang. Wanita ingin dimengerti karena itu perlu diberi ruang untuk mengekpresikan dan mengaktualisasi diri.

Ingin kuajak engkau menari
Bermandi hangat cahaya bulan
Sebagai tanda kebahagiaan
Bagi semesta cinta kita

Perempuan akan bahagia bukan sekedar menari bermandi hangatnya cahaya bulan, perempuan akan menari dengan seluruh jiwa dan raganya jika hatinya senang. Dan hatinya senang bukan karena rayuan, rayuan adalah bagian mempermainkan sisi perasaan perempuan, sejujurnya perempuan lebih berbahagia berhadapan dengan kejujuran sekalipun menyakitkan.

Ini bukan ungkapan tapi kenyataan. Cuma kebanyakan pria tidak siap menerima reaksi perempuan yang bersikap. Menerima kejujuran bukan berarti menerima diperlakukan seenaknya. Para lelaki tidak siap ketika reaksi perempuan yang menerima keterusterangan perbuatan laki-laki dengan meninggalkan para lelaki tersebut.

Para lelaki beranggapan dengan berterus terang, perempuan mau memaafkan. Saya percaya perempuan pasti mau memaafkan tapi melupakan? Nanti dulu. Bukan pendendam tapi perempuan perlu waktu yang lebih banyak untuk bisa melupakan. Jangan lupa, perempuan juga manusia, punya rasa dan punya hati.

Bintang terang itulah dirimu
Janganlah redup dan mati
Aku dibelakangmu memeluk dan menjagamu

Bintang terang itulah diri perempuan, kata si penyair. Jadi tidak boleh redup apalagi mati. Soalnya yang menjaga hanya akan memeluk dari belakang. Ini bagian puncaknya. Kalau mau menjaga yang jangan dari belakang dong! Kalau di tusuk kan perempuannya mati lebih dulu. Bagimana menjaga pelita agar jangan padam? Lindungi secara keseluruhan! Bagaimana wanita akan berbahagia sehingga bisa bersinar terus, jangan kungkung dia dalam sangkar emas. Kurungi wanita dengan cinta kasih, maka ia tidak akan pernah pergi dan keceriaannya tidak akan pernah padam. Keceriaan, kebahagiaan permpuan akan menjadi penerang rumah cinta!

Memang ini cuma lagu, mungkin aransemen musiknya bagus. Sehingga sedikit orang yang mau menelaah rangkaian kata-katanya. Mungkin saja pendapat saya berbeda tapi lebih kurang ini hasil perenungan saya. (Icha. 11 Sept 2006)