Monday, November 27, 2006

KAMARKU

Kamarku adalah sebuah ruangan yang bisa memuat dua tempat tidur
spring bed ukuran 160 x 200 cm , dua nakas (Lemari kecil samping tempat
tidur) dan sebuah lemari serba guna untuk menyimpan seprei dan
meletakan tv di atasnya. Di atas kepala tempat tidur, kutempelkanlukisan pernikahanku dan di kiri kanan lukisan itu, kusandingkan nama
anak-anakku yang terbingkai, hasil sulaman ibuku.

Dinding kamar sengaja di cat warna krem agak memberi efek luas dan
cerah. Untuk memperindah dan memberi kesan nyaman, seprei-sprei yang
kupasang di tempat tidur selalu berbahan katun dan bermotif lembut.
Pilihan warna selalu ku pilih yang senada dengan warna dinding.
Buatku, kamar adalah tempat yang paling menyenangkan.

Bukan hanya sebagai tempat berisitirahat atau tidur. Kamar bagiku juga berfungsi
sebagai tempat bersenda gurau dengan suami dan anak-anak. Karena hanya
kamar tidur yang berpendingin ruangan. Dan kamar tidurku adalah kamar
tidur satu-satunya di rumah ini yang berarti juga kamar tidur suami
dan anak-anakku. Bisa dibilang, kami melakukan banyak aktivitas dalam
kamar tidur.

Dalam kamar ini juga aku menemani anak-anak belajar. Bas dan Van tidak
bersedia belajar di ruang depan dengan alasan gerah. Aku tahu, rumah
kami walau memiliki ventilasi cukup tetap tidak bisa menahan panasnya
udara kota Jakarta. Lagi pula aku mempertimbangkan kemampuan
konsentrasi anak-anak. Di ruangan yang panas, mereka cepat
berkeringat, itu membuat tubuh mereka tidak nyaman dan pada akhirnya
mengganggu konsentrasi belajar.

Di kamar ini pula, kala kedua anakku dibuai mimpi, aku dan suamiku
bertukar cerita tentang aktivitas masing-masing sepanjang hari ini.
Sambil berbaring dipangkuannya, kutumpahkan semua keluh kesah atau
bahagiaku. Tangan kekarnya senantiasa mengusap lembut punggung hingga
betis kakiku. Ku tahu, ia berusaha meringankan kelelahan dan rasa
pegalku.

Namun sering juga usahanya berakhir pada penyatuan tubuh kami dalam
tarian cinta. Kamar kami jadi saksi bisu. Dan biarlah tetap begitu.
Karena jika kamar ini bisa bicara, lebih dari seribu cerita bisa ia
ungkapkan. (Icha koraag)

No comments: