Thursday, December 21, 2006

SELAMAT HARI IBU, UNTUK DIRI SENDIRI!

Hari ibu?
Dulu waktu aku sekolah, jika memperingati Hari Ibu, aku coba memahami peran perempuan secara umum. Lalu peran perempuan dalam kehidupanku (Ibuku). Sekarang, aku mencoba memahami hari Ibu, sebagai hari aku. Ya, bukankah aku seorang perempuan, seorang istri dan ibu dari Bas & Van?

Jadi tidak salahkan kalau aku mengucapkan selamat hari ibu, bagi diriku sendiri.
"Cha, selamat hari ibu.
Semoga apa yang kamu perjuangkan untuk selalu menjadi istri dan ibu yang baik bisa terwujud!"

Sekarang aku sedang sakit!
Sejak Senin, 18 Des, seluruh permukaan tubuhku timbul bercak-bercak merah. Karena tidak merasa terganggu, aku tidak terlalu peduli. Selasa pagi, bercak itu mulai rata di seluruh tubuh dan wajah. Tapi aku tetap kerja dan menyempatkan diri datang ke Peluncuran Buku Kembang-Kembang Genjer.

Pulang dari TIM, aku singgah di Klinik 24 jam dekat rumah. Dokter jaga bilang, ah paling alergi. Padahal sampai umurku tua begini, aku belum pernah tahu alergie. Tapi aku tak banyak komentar, terima di suntik dan di bekali obat 2 macam. Serta surat istirahat 2 hari.

Hari Rabu, ada demam sedikit tapi tidak terlalu mengganggu, aku masih mengantar Bas dan Van untuk merayakan Natal di sekolah lalu menuliskan dan mempostingkan liputan Kembang-Kembang Genjer. Siang sehabis minum obat aku tidur. Seperti pesan dokter, obatnya membuat ngantuk.

Aku terbangun, kala kakiku di sentuh Bas. Bas minta makan karena lapar. Ku lihat jam menunjukan pukul 18.40. Bas dan Van suah bangun tapi membiarkan aku tetap tidur. Ku paksakan bangun, dan menyesuaikan dengan keadaan, barulah perlahan-lahan aku turun dari tempat tidur dan menyiapkan makan malam.

Sepanjang mengerjakan persiapan makan malam, pikiranku melayang pada mamiku. Mungkin dulu mamipun seperti ini. Di tengah sakit tetap harus menyediakan kebutuhan keluarga. Kalau aku merenungkan, Karena tanggung jawab sebagai ibu, rasa sakit jadi tidak kami rasakan.

Aku hanya mempunyai dua anak, sedangkan mamiku 11, apa jadinya kalau mami sakit dan tidak bisa mengasuh 11 anaknya? Sekarang aku rasakan sendiri. Sakit itu bisa tidak terasa jika ingat kewajiban merawat Bas dam Van, Mungkin seperti itulah yang dilakukan dan dirasa para ibu dimana-mana. Tidak pernah mengaku bahkan dengan tegar akan berkata "Saya sehat-sehat saja!"

Mungkin seperti inilah yang dirasakan mamiku atau ibu-ibu di seluruh dunia, demi keluarga yang dicinta, ia tidak merasakan apa yang terjadi dengan tubuhnya. Tapi, waktu itu apa yang aku lakukan? Berterima kasihkah? Bersyukurkah? atau biasa saja?

Tiba-tiba airmata mengalir , ada perasaan perih bagai diiris sembilu, menjadi ibu adalah keinginanku sendiri, Sungguh aku sangat bersyukur dan berbahagia bisa menjadi seperti yang aku inginkan. Di belantara dunia, banyak orang yang tidak bisa menjadi seperti yang diinginkan.

Dengan berbagai alasan, peran sebagai ibu berusaha dimatikan. Padahal naluri untuk merawat dan mengasihi sudah menyertai setiap perempuan yang terlahir di bumi. Tuhan memberikan siksa dan derita ketika datang bulan, hamil dan bertarung nyawa saat melahirkan buah cintanya. Tapi Tuhan juga memberikan kemuliaan yang tiada tara buat semua perempuan yang berperan sebagai ibu.

Hanya perempuan yang bisa memberikan air susunya sebagai makanan pertama, penguat tubuh anak-anaknya. Menjelang malam, aku sangat mengantuk, perutku mual. Setelah selesai memberi makan Bas dan Van, ganti Frisch yang mengurus aku. Ia menyiapkan makan malamku. Usai makan malam dan minum obat, aku tertidur.

Pagi ini, kurasakan semua sendi pergelangan tangan dan kakiku sakit. Ketika kutelepon adikku yang dokter, ia memperkirakan asam urat. Aku niat akan ke dokter dulu sebelum memberli obat yang dianjurkan adikku. Herannya bercak-bercak merah belum juga hilang. Wajahku jadi nampak kusam. Jadi semakin tak sedap di lihat.

Hari ini, hari ibu.
Aku sakit. Merenung untuk memaknai hari ibu, alih-alih membuat aku sedih. Tadi aku menelpon mami dan mama mertua ku, mengucap salam dan selamat hari ibu. Mereka berdua mengucapkan salam kembali selamat hari ibu untukku. Ya, akupun pantas mendapat ucapan selamat hari Ibu! (Icha Koraag, 22 Des 2006)

No comments: