Wednesday, March 13, 2013

Berharap kecipratan semangat Bunda Yati Rachmat

Di Singasana Istana Aru Palaka, Bone tahun 2008

Saya  tidak punya banyak koleksi foto sendiri. Saya punya koleksi foto sendiri ketika tersadar saya perlu dokumentasi pada perjalanan yang saya lalui atau pada kegiatan yang saya ikuti. Foto di atas diambil di singgasaa istana Aru Palaka di kota Bone, Sulawesi Selatan. Mendengar nama itu pasti tak asing. Karena kerap kita baca saat pelajaran sejarah. Foto itu bagian dari dokumentasi saat saya melakukan  perjalanan dinas, berkeliling Sulawesi, 25 kota dalam tempo satu setengah bulan. tahun 2008

Pastinya belum mengenal yang namanya Bunda Yati Rachmat. Saya mengenal Bunda Yati Rachmat lewat Komunitas Kumpulan Emak Blogger. (KEB) yang berdiri 18 Januari 2012. Tahun 2008 saya masih berkeliling Indonesia, hingga Jan 2011, saya memutuskan menjadi ibu rumah tangga penuh.

Dalam proses mencari dan mengisi kegiatan, maka sekitar April 2012, saya menemukan Grup Kumpulan Emak Blogger di facebook. Setelah saya masuk, mengamati, berkenalan dan mengikuti kegiatannya, saya merasa cocok. Akhirnya menjelang Kompasianival 2012, saya bertemu dengan  Bunda Yati Rachmat saat bersama-sama mengisi acara di Radio Bahana. Sosoknya tak jauh dari bayangan saya. Seorang perempuan aktif dan kreatif walau usianya sudah melampaui kepala tujuh.

Saya salut pada beliau dan bangga bisa mengenalnya. Berharap semangatnya bisa menjadi teladan bagi saya dan bagi banyak perempuan lain. Usia tidak menyurutkan semangat dan aktifitasnya dalam menulis. Walau tidak di dukung sepenuhnya oleh anak-anaknya tapi beliau tetap enjoy ngeblog. Tak ada kritikan yang bisa saya berikan, sebaliknya seuntai doa dan harapan agar Bunda Yati tetap sehat dan bahagia bersama keluarga dan tetap menjaga silaturahmi dengan sesama anggota KEB.

Berikut foto di Kompasianival Nov 2012, sehari setelah berkenalan dan bertemu dengan Bunda Yati Rachmat.


Gayaku di Kompasianival 2012


Kuis Seven Days by. Rhein Fathia

Novelnya Rhein Fathia


Rhein Fathia pemenang Lomba Novel Romance Qanita dan dalam rangka menyambut novel tersebut yang di beri judul SEVEN DAYS mengadakan KUIS!! Pertanyaan gampang, jawabnya dan syaratnya yang agak ribet. Tapi silakan kalau mau ikut, cek infonya di sini:

Pertanyaannya:
"Anggap ada yang mau bayarin kamu jalan-jalan ke mana aja, nggak peduli berapa biayanya. Kamu diberi waktu selama TUJUH HARI dan haarus mengajak SATU orang saja. Ke mana kamu akan pergi traveling, sama siapa, dan apa alasannya?"


Tempat impan saya adalah Negara Belanda. Jangan bilang kok mau-maunya pergi ke negara yang pernah menjajah Indonesia. Belanda menjadi negara impian saya karena Belanda letaknya berdekatan dengan beberapa negara lain yang bisa dikunjungi dalam rentang waktu 7 hari itu, seperti Prancis, Belgia, Jerman, Australia. Di Belanda saya ingin mengunjungi kota keramik Delf dan museum yang menyimpan banyak catatan sejarah tentang Indonesia dan budayanya. Saya ingin ke Prancis mengunjungi Restaurant Indonesia yang dijadikan ajang perjuangan hidup korban G 30 S. Belgia, Jerman dan Austria, saya ingin melihat sisa-sisa perang dunia ke II.

Itu alasan pertaman, alasan kedua banyak sahabat-sahabat yang ingin saya temui. Mereka adalah orang-orang yang tidak bisa pulang ke Indonesia akibat dampak G 30 S. Mereka sangat mencintai Indonesia dan sangat berkeinginan pulang ke Indonesia. namun cuaca politik tidak memberikan iklim yang memperbolehkan mereka pulang.Selama ini kami berkounikasi hanya lewat on line dan surat menyurat biasa.

Dan yang akan saya ajak serta, sudah pasti lelaki tercinta dalam hidup saya, ya suami saya. Ke Bali bersama, sudah kami jalani, Ke Bukit Tinggipun sudah, ke Sulawesi Utara pun sudah. Jadi ini saatnya membayangkan tujuh hari ke negara lain. Pasti asyik dan seru.

Tulisan ini diikut sertakan pada : "Kuis Seven Days by. Rhein Fathia"