Monday, November 18, 2013

Saya dan Dia, 25 tahun kemudian


Bagi sebagian orang, peringatan hari kelahiran tidaklah penting. Saya tidak akan memperdebatkan hal tersebut. Masalahnya sejak saya kecil, memperingati hari kelahiran sudah menjadi tradisi. bahkan hingga saat ini. Tradisi yang dibangun sejak saya kecil. 

Saya menemukan kendala ketika ternyata pasangan saya tidak punya kebiasaan tersebut dalam keluarganya. Waktu pacaran, dia sampai terharu karena saya di rumah dibantu ibu dan adik-adik saya, menyiapkan nasi kuning untuk syukurannya. Waktu itu kan masih pacaran, dia nyaris mengeluarkan airmata waktu datang dan melihat kejutan yang saya buat.

Dan giliran saya ulang tahun, saya ingat tahun 1988. Dia datang dengan membawa karangan bunga. Keseharainnya terbiasa dengan t-shirt dan jeans tapi hari itu dia datang dengan kemeja lengan panjang yang di lipat hingga siku dan bercelana panjang berbahan katun plus sepatu pantovel. Agak-agak kepo, saya menyambutnya. Eh tahun itu belum ada istilah kepo.

Tapi yang membuat saya balik terharu, ada hadiah dan kartu ucapan buatan sendiri. Bentuknya hati terlipat dan kalau dibuka jadi ada 3 hati yang berjejer. Bertuliskan tangan yang isinya, lebih kurang: Dia mengucap syukur boleh menjadi bagian dalam memperingati hari ulang tahun saya. Ke depannya dia berharap dia akan selalu ada dan akan tetap ada. Kami pacaran delapan tahun lalu menikah dan Juli 2013 adalah tahun ke 17 pernikahan kami.

Maka 20 Nov 2013 berarti tahun ke 25 dia ada dan mendampingi saya di hari ulang tahun. Moga-moga saya menang dalam GA ini berarti saya dapat hadiah ulang tahun #ngarepdotcom. Sayang kartu ucapan yang selalu ada di dompet saya hilang bersama dompet yang dicopet tahun 2008. Tapi apalah arti kartu ucapannya dibanding sosoknya yang masih setia mendampingi hingga 25 tahun kemudian?

Saya selalu mensyukuri nikmati ini. Salah satu hal terindah dalam hidup saya, adalah ketika dia hadir dan bersedia menjadi pendamping hidup saya, menjadi ayah bagi kedua buah hati kami. Thanks God.

5 comments:

Lozz Akbar said...

Semoga langgeng sepanjang mas mbak..

salam kenal lagi ya hahaha

sukses GA-nya

niki tomi said...

Kenapa harus dia, gak suami atau ayah aja. Hahahaha

Langgeng sampek tuwik ya mbak :)

Elisa Koraag said...

Thx u Bang. Hi...hi..hi salam kenal diterima.

Elisa Koraag said...

Nikitomi, lebih romantis pakai kata Dia :)

Dian Anthie said...

Jadi terharu dian membacanya bunda Icha, bunda termasuk salah seorang yang beruntung karena di berikan pendamping hidup yang baik dan setia oleh Tuhan YME. Semoga kebahagiaan ini tetap abadi selamanya ya bunda Icha, dian akan selalu mendoakan yang terbaik untuk bunda serta keluarga kecil bunda di rumah . amin... :)