Wednesday, January 15, 2014

Menjaga Suasana Hati


Perlukan suasan hati di jaga? Tentu saja perlu. Setiap manusia mempunyai emosi, ada kalanya kelelahan fisik mempengaruhi suasan batin. Demikian pula dengan kebalikannya. Batin yang lelah akan terlihat pada tampilan fisik.

Dulu, saya seorang pekerja kantoran. Yang menghabiskan waktu 12 jam lebih di luar rumah. Tekanan pekerjaan sangat mempengaruhi suasana hati saya. Di kejar tenggat waktu laporan baik laporan bulanan atau laporan akltifitas mingguan. Bukan hanya suasana hati yang terpengaruih, bahkan napsu makanpun terpengaruh. Kalau sudah begitu, lambung akan menjadi korban.

Tukak lambung atau penyakit maag, adalah jenis yang paling akrab menemani para pekerja. Bukan semata karena jadual makan yang tak teratur saja. Tekanan kerja alias stress mampu memicu asam lambung berproduksi lebih banyak. Membuat gas yang berputar dalam lambung dan menimbulkan rasa nyeri di perut. Rasanya aduhai banget.

Berbagai merk obat maag menjadi koleksi dalam tas kerja. Suami saya orang yang paling cepat dan paham membaca suasana hati saya. Sebagai pekerja independen, suami saya bebas mengatur waktu kerjanya. Seringkali ia lebih dulu tiba di rumah. Wajah kusut saya akan disambutnya dengan pelukan hangat. Ia akan memanggil kedua anak saya untuk memberi pelukan. Biasanya ia akan mengatakan: "Ayo kasih Mama pelukan, Mama sudah kehabisan energi". Hingga kini anak-anak jika melihat saya atau papanya lelah, mereka akan memeluk dan berkata: Saatnya transfer energi.

Begitu juga ketika anak-anak lelah sepulang sekolah, sebuah pelukan mampu mengembalikan semangat mereka lagi. Sejak saya tidak bekerja per satu januari 2011. Jika saya di rumah, saya menyambut anak-anak pulang sekolah dengan pelukan. Sebagai ibu rumah tangga, kini saya yang bertugas mejaga suasana hati seluruh anggota keluarga.

Bukan hanya sebatas pelukan, saya kini bisa mengekpresikan dengan bermacam-macam masakah sederhana untuk makan siang mereka. Jika cuaca dingin, semangkuk mie ayam atau soto ayam, mampu membuat mereka tertawa. Sebaliknya di cuaca panas, semangkuk kecil es krim bisa menjadi pembuka selera makan siang.

Saya percaya menjaga suasana hati seseorang, sebenanrynya mengajar kita untuk berempati. Menemnpatkan rasa kita pada diri orang lain. Dan itu berlaku bukan hanya pada anggota keluarga. ketika menjaga suasana hati siapa saja, silahturahmi dengan kawan dan kerabat dapat lebih nayamn dan hangat.

No comments: