Wednesday, March 19, 2014

My Second Honeeymoon, Paris


Sumber dari sini


Orang yang mempunyai impian besar adalah calon orang sukses. Minimal ia punya impian. Memang sih mimpi saja nggak berguna. Tapi harus bangun dan berusaha untuk mewujudkan impian karena impian nggak bakal terwujud kalau kita tidur terus. Bukan mau lebay jika saya mempunyai mimpi, suatu hari   berjalan bergandeng tangan dengan belahan jiwa saya di kota Paris, Perancis.

Ya, saya memimpikan bulan madu kedua di kota Paris, Perancis. Buat saya kota itu romantis banget. Membayangkannya saja, hati saya terasa hangat. Dan menuliskan ini, serasa besok saya akan ke Paris.

Saya bukan orang yang romantis tapi suami saya orang yang lembut dan sangat romantis. Hadiah, kejutan kecil, bunga, surat cinta bahkan sepotong kartu ucapan yang berisi kata-kata manis pernah saya terima. Entah mengapa, membayangkan keromantisannya, membuat saya memimpikan menikmati candle light dinner di bawah menara Eiffel. Atau sekedar duduk, berpegang tangan tanpa suara. Biarlah bahasa kalbu kami yang berbicara.



Sumber dari sini



Kota Paris adalah salah satu kiblat fashion dunia. Paris Fashion Week adalah agenda tahunan yang bukan sekadar agenda. Di balik itu industri adibusana mempunyai peran dan kepentingan besar, sekaligus menjadi pergerakan ekonomi. Membayankan, berjalan dari satu toko ke toko yang lain, tak perlu belanja, sekadar Window Shopping sudah membuat saya bahagia. Rasanya keharuman orang-orang yang lalu lalang, tercium di ujung hidung ini.

Selain sebagai pusat mode dunia, di Paris ada satu tujuan wisata sekaligus icon kota Paris bahkan icon negara Perancis, yaitu menara Eiffel. Dibangun oleh Gustave Eiffel, makanya menara itu dinamakan sesuai dengan namanya. Diresmikan 31 Maret 1889. Waktu itu dibangun dalam rangka Pekan pameran Dunia dan memperingati Revolusi Perancis.




Menara Eiffel menarik lebih dari enam juta pengunjung setiap tahun. Apapun musimnya, panas, dingin, semi, Paris dan Eifell selalu cantik. Keduanya selalu terlihat seperti dua gadis remaja centil yang tak membosankan. Menara Eifell kerap disebut juga dengan gadis besi. 

Walau berbahan besi baja, menara Eifell beratnya hanya 7.300 ton. Dibangun dengan besi baja yang disilang-silangkan dan  diperkuat 2.500.000 buah paku. Awalnya menara yang dibangun selama 26 bulan ini akan dihancurkan usia Pekan Pameran Dunia tapi ketika militer Perancis berhasil melakukan percobaan transmisi radio dari menara Eifell, niat untuk dihancurkan dibatalkan. Kalau nggak, mimpi saya nggak bakal pernah terwujud kalau menara Eifell dulu jadi dihancurkan. Moga mimpi ini bisa terwujud.

Tahun 1889, dari tanah hingga tiang bendera di puncak menara Eifell tingginya mencapai 312,27 meter. Tapi dengan penambahan antena, tingginya bertambah menjadi 324 m. berbagai stasiun tv di Perancis memanfaatkan menara Eifell sebagai tempat pemasangan antena pemancaranya. Ya, iyalah kalau ada yang bisa dimanfaatkan agar siaran tv lebih luas jangkauanya dan lebih bagus gambarnya, mengapa tidak?

Mungkin nggak yah Monas bisa dipasangkan antena pemancar tv atau radio? Rasanya sulit. Indonesia tuh kalau urusan kerjasama antar perusahaan,  kecil kemungkinan untuk berhasil. Lihat saja, Indonesia kan Negara dengan banyak kepulauan. Antar provider telepon seluler harusnya bisa mulai memanfaatkan tower besama. Selain ada penghematan dari segi ekonomi, masyarakat diuntungkan. Saat ini masih banyak wulayah yang blank spot. Makanya kasihan saudara-saudara kita di sudut-sudut Indonesia raya, masih belum bisa menikmati teknologi komunikasi dan media. Jangankan telepon genggam, banyak daerah yang belum bisa menangkap siaran televisi.


Sumber dari sini:
Balik lagi ke my dream vacation. Usia boleh bertambah dan fisik kian menua. Karena itulah jika tabungan saya terkumpul dan diberi umur, saya akan berjalan-jalan menikmati genggaman atau pelukannya sambil menatap langit di taman dekat menara Eifell.
                                             
Saya ingin menyegarkan kembali janji nikah yang pernah kami ikrarkan. Berharap ikrar tersebut sungguh-sungguh kami bawa ke liang kubur. Biarlah kematian yang memisahkan kami, karena segala sesuatu di dunia tidak ada yang abadi dan keabadian yang paling abadi adalah Rumah Keabadian. Sebagai orang yang beriman, saya tetap membangun harapan, kelak kami dipersatukan kembali dalam satu jiwa.


So, itulah perjalanan impian yang ingin saya lakukan dengan belahan jiwa saya. Orang yang selalu ada dan menyediakan bahunya untuk saya bersandar. Yang tangan kekarnya selalu menawaran perlindungan. Dan dicintanya, saya menemukan arti kebahgiaan.
 

Tulisan ini disertakan dalam Giveaway MyDreamyVacation by Mbak Indah Nuria Savitri







Sumber: http://www.parissweethome.com/parisrentals/eiffel_my.php



Tuesday, March 18, 2014

Pusat Lifestyle dan Belanja Terbaru di Selatan Jakarta, Bintaro Jaya Xchange Mall


http://bintarojayaxchange.com/manage/store_photo/file/1.jpg

Keberadaan mall, bukan lagi fasilitas mewah. Tingginya apresiasi masyarakat pada gaya hidup, membuat keberadaan mall menjadi sebuah kebutuhan. Ini dibaca dengan benar oleh para pengusaha dibidang property. Bintaro Jaya adalah kawasan yang  sudah ada sejak era 80an. Berkembang dengan pesat dan menjadi kawasan yang diperhitungkan baik sebagai kawasan hunian maupun sebagai kawasan investasi bisnis.

Sumber

Prinsip memanjakan masysarakat membuat PT. Jaya Real Property, Tbk, menjadi salah satu pengembang yang dipercaya. Ini bisa dibuktikan dengan pembangunan kompleks perumahan yang terus bertambah juga kawasan bisnis. Konsep nyaman dalam satu kawasan sungguh-sungguh di usung  PT. Jaya Real Property, Tbk Ketika Gubernur DKI Jakarta, mengeluarkan Moratorium pembangunan mall di Jakarta, PT. Jaya Real Property, Tbk sangat cepat mengantisipasi. Letak Bintaro yang berada di selatan Jakarta, memungkinkan memberikan faslitas warga bintaro sebuah mall yang keren dengan  tetap menargetkan masyarakat Jakata sebagai pasar potensial.

http://www.bintarojayaxchange.com/bxchangecontest/images/banner.png


Keberadaan mall bukan sekadar tempat belanja yang berarti perputaran ekonomi. Mall juga menjadi tempat rekreasi dan ajang interaksi/silahturahmi antar masyarakat perkotaan. Untuk itu, sebuah mall harus memenuhi kriteria yang diinginkan masyarakat. Bukan sekadar yang diperlukan. Apa yang diperlukan masyarakat sudah disajikan hampir semua mall di Jakarta.
 
Bintaro Jaya Xchange mengusung tema Mall yang Ramah Lingkungan. Menjadikan Mall sebagai Lifestyle Center dengan Interaktive green Area. Ini dapat dirasakan pengunjung, mulai dari saat kaki menjejak di bagian depan. Langsung disambut dinding yang dipenuhi tanaman, langsung memberikan kesan asri dan teduh.

PT. Jaya Real Property, Tbk, membangun di 25 hektar area superblok. Enam hektar diantaranya dijadikan green belt area. Yaitu kawasan hijau yang sengaja dibangun untuk memberikan suasana dan nuansa yang berbeda. Sesuai dengan konsep Ramah Lingkungan. Pengunjung akan menemukan “BXc Park” yang terhubung langsung dengan Bintaro Jaya Xchange Mall.

Luas Bintaro Jaya Xchange Mall tidak berbeda dengan mall di Jakarta tapi fasilitas yang disediakan, membuatnya lebih unggul dibanding mall di Jakarta. Ada Mall di Jakarta yang menyediakan fasilitas olahraga seperti futsal, di Bintaro Jaya Xchange Mall tersedia fasilitas untuk kegiatan outdoor, mulai dari taman-taman yang bertema khusus, water feature, panggung, seating area, pedestrian walk untuk pejalan kaki dan pesepeda, serta area jogging.

Baru Bintaro Jaya Xchange mall, kawasan bisnis yang mendekati area pemukiman. Konsumen biasanya mendatangi mall yang letaknya di tengah kota. Kini keberadaan Bintaro Jaya Xchange Mall justru mendekati kawasan pemukiman. Membuat masyarakat tak perlu kehabisan waktu di jalan, karena jarak tempuh dan fasilitas transportasi yang mudah, membuat Bintaro Jaya Xchange Mall mudah di datangi. Bentuk kemanjaan lain yang diberikan kepada masyarakat.

Macam-maam fasilitas olahraga ada  di Indonesia tapi baru Bintaro Jaya Xchange Mall yang menyediakan  Arena Ice Skating terbesar di Indonesia.  BX Rink namanya, berlokasi di upper ground Bintaro Jaya Xchange Mall dengan luas arena es mencapai 1.320 m2, ditambah sekitar 1.000 m2 untuk fasilitas pendukungnya.  



Asyiknya lokasi BX Rink dikelilingi oleh Food Xchange, ini memudahkan para orangtua memperhatikan anak-anak di arena ice skating. Bx Rink juga mempunyai ice skating academy untuk berbagai tingkatan umur dan kemahiran. 20 pelatih berpengalaman yang mengantungi sertifikat ISI Asia siap memberi pelajaran teknik bermain ice skating secara tepat dan benar.

http://bintarojayaxchange.com/manage/store_photo/7.jpg


Saya sempat mencoba arena ini tapi saya kubur dalam-dalam untuk menikmatinya. Karena kenyataannya saat saya berada di arena, hanya ketakutan tergelincir yang ada di benak saya. Mungkin nanti anak-anak saya lebih bisa menikmati. 



Bintaro Jaya Xchange Mall terletak  tepat di sisi jalan tol Bintaro-Pondok Indah, kelak akan menjadi ikon pusat gaya hidup dan berbelanja. Keberadaanya di kawasan perumahan membuat  BXc Mall  menjawab berbagai kebutuhan penghuni kawasan Bintaro Jaya. Diprediksi ke depannya kawasan ini akan berkembang sebagai urban development.



Kawasan ini akan terintegrasi dengan pengembangan Stasiun Intermoda Jurangmangu, gedung perkantoran, pusat belanja, kondominium serta hotel berbintang. Keberadaan BXc Mall bukan saja melengkapi Bintaro Jaya menjadi kawasan kota mandiri yang layak huni (livable) tetapi menjadikan Bintaro Jaya sebagai hunian yang dicintai oleh warganya (lovable). 





Tidak ada akan ada lagi keluhan, macet atau terlambat serta  membuang waktu dan tenaga hanya untuk meeting dengan kolega kerja di wilayah Jakarta atau sekedar menghabiskan akhir pekan dengan keluarga.  Dengan fasilitas dan sistem transportasi umum yang terintegrasi, kini warga Bintaro Jaya sudah memiliki mall sendiri, yang fasilitasnya melebihi mall di Jakarta.


Kehadiran Bintaro Jaya Xchange, menambah rasa kepemilikan warga terhadap Bintaro Jaya sebagai kawasan kota mandiri yang ramah lingkungan dan selalu berevolusi secara berkelanjutan sesuai dengan harapan wargannya. Konsep semacam ini yang kedepannya harus terus diusung. Ketika hambatan dihilangkan, berinteraksi di mall menjadi sesuatu yang menyenangkan.

http://bintarojayaxchange.com/manage/store_photo/4.jpg




Tenant yang mengisi Bintaro Jaya Xchange mall sudah tepat. Area makan yang mempunyai banyak alternatif menghadap taman (wilayah hijau) sungguh menyenangkan. Karena jujur tidak akan ada mall di Jakarta yang bisa senyaman seperti di Bintaro Jaya Xchange mall. Bersantap, bersenda gurau dengan menghirup udara yang segar, jauh dari polusi suara dan polusi udara.



Failitas yang belum saya lihat dan berharap akan ada, adalah taman bacaan umum. Di beberapa tempat di Jakarta sudah menawarakan konsep cafe dan buku. Luasanya Bintaro Jaya Xchange Mall, masih memungkinkan membangun fasiltas perpustakaan. Apalagi jika didukung dengan koleksi buku dan fasilitas free internet.



Buku dan membaca, sudah menjadi bagian dari gaya hidup Jika mall sekelas Bintaro Xchange Mall menyediakan faslitas ini, maka keungulannya makin bertambah. Hingga suatu hari konsumen akan berpendapat untuk apa ke Mall di Jakarta jika semua ada di Bintaro Jaya Xchange Mall. Letak boleh ada di selatan Jakarta tapi dari berbagai wilayah, semua mudah menjangkaunya.



So, tunggu apa lagi, mari Xplore and Xperience the Xcitement of Bintaro Jaya Xchange Mall!