Wednesday, December 16, 2015

Mandiri E-cash, Bantu Nyonya Bawel Dalam Urusan Game On Line

Jangan kaget atau heran ya membaca judul tulisan ini. Bukan berarti Nyonya Bawel jadi pegawai Bank Mandiri. Nyonya Bawel mau cerita tentang produk baru dari Bank Mandiri. Sebetulnya nggak baru juga soalnya sudah diluncurkan beberapa waktu lalu. Bulan Oktoberkan, Nyonya Bawel pernah menjadi Mandiri Social Media Agent meliput Mandiri Karnaval 2015. Tepat tanggal 24-25 Oktober. nah waktu itu sudah ada Stand yang melayani pembuatan e-cash Mandiri.

Peluncuran kerjasama Bank Mandiri dan Boku, perusahaan penyedia jasa  pembayaran 

Jadi yang dimaksud dengan e-cash mandiri adalah uang elektronik yang ada di telepon. jadi telepon kita bisa berfungsi sebagai dompet. Semacam dompet virtual karena uangnya juga uang elektronik. Jadi uangnya nggak bisa dicopet. kalaupun dompetnya dicopet, uangnya nggak bisa dicopet. karena e-cash Mandiri dilindungi dengan password.

kedua anak Nyonya Bawel kan sudah berankaj remaja. Keduanya memegang telepon berbasis android. Mulanya Nyonya Bawel nggak rela anak-anak pegang telepon. rasanya belum perlu-perlu banget. tapi kenyataannya kekhawatiran Nyonya Bawel dan suami sangat besar kalau nggak tahu posisi anak-anak. Terutama posisi si Sulung yang kini sudah kelas satu SMA. Maka telepon menjadi alat komuikasi yang bisa membuat Nyonya Bawel sedikit tenang karena bisa menghubungi si Sulung.

Si Sulung sejak kecil sangat senang bermain Play Station. Bertambahnya usia juga betambah minat bermainnya. Dari Play Station ke game online. Jangan ditanya kekhawatiran Nyonya Bawel atas kegemaran si Sulung. tapi bagaimana mau ngomel, kalau Papanya anak-anak juga hobi. Ada yang bilang Lelaki dewasa hanyalah anak-anak yang terbungkus "tubuh" orang dewasa. Di dalamnya, sosok anak-anaknya tetap ada. Nggak tau deh tuh, benar atau nggak.

Yang pasti Nyonya Bawel harus menyediakan anggaran tertentu untuk kegemaran anak-anak. Nah dengan adanya e-cash Mandiri, Nyonya Bawel bisa mengontrol keuangan anak-anak. terutama yang digunakan untuk bermain.

Pembuatan e-cash gampang, bisa langsung ke atm mandiri atau bisa lewat websitenya. Intiya mengisi identitas dan jumlah nominalnya. Penggunaannya juga gampang. anak-anak nggak perlu diajarin, mereka belajar dengan caranya sendiri. Penggunaan e-cash Mandiri tergantung pada pengalaman masing-masing sosial banking. Kebetulan sejak SD anaj-anak sudah memiliki atm untuk tabungan masing-masing. Nah e-cash Mandiri bisa diunduh aplikasi di  play store.

Hadirnya e-cash Mandiri sangat membantu Nyonya Bawel dalam beruruan dengan Game onlinenya anak-anak. Nyonya bawel jadi lebih tenang dan anak-anak juga senang. Bisa simpan uang di dalam telepon, ya e-cash Mandirilah.

Tempat Awal Anak Sekolah adalah Orangtua

.

Nyonya Bawel terlahir dalam keluarga besar, pakai sekali. Bagaimana tidak, Nyonya bawel itu anak ke 7 dari 11 beraudara yang semuanya perempuan. Walau Nyonya Bawel memiliki orangtua dengan anak banyak, Nyonya Bawel nggak bercita-cita memiliki anak banyak. Bahkan sewaktu belum memiliki anak, Nyonya Bawel nggak pusing. Baru terganggu manakala orang-orang dekat (keluarga dan kawan) mempertanyakan kok Nyonya Bawel nggak hamil-hamil. Waktu itu jawaban Nyonya Bawel, sudah cukup puas dengan keponakan. Toh mereka terasa seperti anak buat Nyonya Bawel karena mengurus para keponakan sejak mereka lahir.

Time Flies
 Ternyata Tuhan sayang sama Nyonya Bawel dan di tahun ke 4 pernikahan Nyonya Bawel dikaruniakan bayi laki-laki lalu tiga tahun kemudian dikaruniakan lagi bayi perempuan. Maka lengkap sudah kebahagiaan pernikahan Nyonya Bawel dengan sepasang anak. Kini usia keduanya memasuki remaja. Membesarkan anak ternyata bukan hanya membutuhkan ketrampilan (Ilmu dan wwasan) tapi juga kesabaran seluas samudera.

Walau sebagai Ibu, Nyonya Bawel mengasihi dan mencintai mereka tanpa syarat tapi terkadang Nyonya Bawel juga bisa kesal, sedih dan marah karena ulah anak-anak. Mau bagaimana lagi, Nyonya Bawel kan juga manusia biasa, bukan Super Woman. Tapi Nyonya Bawel punya kenalan yang mustinya cocok disebut "Super Woman". Namanya Siti Hairul Dayah atau dikenal dengan pangilan Mak Irul. Walau dia lebih sering menganggap dirinya Mrs. Walker. Gegara ngefans berat dengan almarhum Paul Walker, bintangnya film Fast Furious 1-5.

Mak Irul, perempuan bertubuh mungil, yang nyaris tenggelam dalam gamisnya, mempunyai 6 anak yang dibesarkan dengan methode pendidikan Home Schooling. Dulu, Nyonya Bawel memutuskan berhenti bekerja karena Sulung Nyonya Bawel yang baru berusia dua tahun, mau disekolah sama Papanya lantaran Suami Nyonya Bawel beranggapan Nyonya Bawel tidak ada waktu mendidik anak. Saat itu Nyonya Bawel masih terikat sebagai "buruh" yang harus berkantor jam 08.30-17.30. 

Nyonya Bawel nggak terlalu paham dengan methode Home Schooling tapi Nyonya Bawel tetap meyakini, pendidikan dasar pertama anak adalah dari orangtuanya. Maka ide menyekolah si Sulung yang baru berusia dua tahun, agak sulit diterima. Akhirnya Nyonya Bawel mundur dari pekerjaan tapi Si sulung tetap dimasukkan ke Play Group yang waktu sekolahnya Seminggu tiga kali. Senin-Rabu dan Jumat. Tapi Nyonya Bawel yang antar, temani, menunggu dan jemput.

Nyonya Bawel menikmati kebersamaan dengan si Sulung, baik di rumah maupun saat menemaninya sekolah. Banyak hal yang biasa kami lakukan. Selain mengulang kegiatan dari sekolah, Nyonya Bawel banyak menciptakan  kegiatan bersama Si Sulung. Nyonya Bawel banyak membuat materi kegiatan bermodalkan kemasan susu, kemasan pasta gigi, kemasan sabun mandi. Nyonya Bawel menemukan banyak metode belajar mandiri lewat kebersamaan dengan si Sulung.

Beraneka kemasan, Nyonya Bawel dan suami jadikan bahan bercerita. Nyonya Bawel dan suami menstimulus Si sulung dengan berbagai daya imajinasi. Bermodalkan kemasan susu, kemasan pasta gigi, senter, kami bermain mini movie. Pantulan bayangan di dinding, kami kisahkan dalam cerita tentang anak-anak yang berani, sopan dan senang menolong. Termasuk menceritakan perlunya menjaga kebersihan dan makan makanan sehat seperti sayur dan buah. Hingga kini, Nyonya Bawel masih sering melakukan bermacam aktifitas baik di rumah atau di luar rumah, berempat.

Jika libur, kami masak berempat

Ternyata sebetulnya, apa yang Nyonya Bawel lakukan termasuk bagian dari Home Schooling, di mana orangtua berperan besar dalam memberikan bermacam-macam pendidikan dengan pola yang disesuaikan dengan lingkungan di mana si anak berada. Walau demikian hingga saat ini, di mana kedua anak Nyonya Bawel bersekolah di sekolah umum, sebagai orangtua Nyonya Bawel dan suami masih mengontrol penuh pelajaran. Nyonya Bawel dan suami tetap menyediakan waktu, di mana kami berempat membicarakan hal-hal yang terkait dengan tema-tema pelajaran di sekolah. Belajar bersama itu menyenangkan loh. Sebagao orangtua, kita tetap update dengan informasi "kekinian" yang jadi perbincangan anak, sekaligus mebina kedekatan hubungan antara anak dan orangtua.

Waktu berlalu tak akan kembali, maka sebagai orangtua Nyonya Bawel selalu memanfaatkan setiap detik yang ada. Kelak kedua anak Nyonya Bawel akan berjalan mengikuti takdirnya masing-masing. Hanya doa sebagai orangtua yang akan terus kita naikkan kepada Sang Pemilik Kehidupan untuk selalu menjaga dan memberkati anak-anak kita







Wednesday, November 18, 2015

DI BALIK BAWELNYA, SEORANG IBU



Nyonya Bawel sedang bersusah hati. 6 bulan yang lalu, putra sulung Nyonya Bawel terindikasi tubercolosis. Si ganteng ini, matahari kehidupan pertama dalam kehidupan Nyonya Bawel, yang ditunggu. Si Ganteng terlahir di tahun keempat pernikahan Nyonya Bawel, lewat operasi  Caesar. Soalnya ari-arinya menutupi jalan lahir. Kelahirannya sangat mungil, Cuma 2,8 kg dengan panjang 49 cm Padahal anank-anak kakak-adik Nyonya Bawel rata-rata lahir di atas 3 kg dengan panjang di atas 50 cm.

Tapi kedatangannya memang sangat di tunggu, tentu saja dalam kondisi apapun, Nyonya Bawel dan suami mensyukurinya. Prinsipnya lahir mungil, toh saat sudah di dunia bisa “dibesarkan”.  Maka kian cerahlah kehidupan Nyonya Bawel setelah si Ganteng hadir dalam kehidupan pernikahan Nyonya Bawel.  Si Ganteng yang lahir 27 Juli 2000, di beri nama Frisch Bastiaan Calvarie Monoarfa. Sehari hari dipanggil Bas. Bahkan papanya punya tagline Bast is the Best. Si Ganteng tumbuh sehat, ganteng dan sangat manis. Prilakunya selalu menyenangkan orang lain, bahkan terbawa hingga sekarang diusianya 15 tahun lebih.

Presatasi sekolahnya biasa saja, hanya ada di peringkat tengah, Rangking 15 dari 25 murid. Ketika Si Ganteng kelas 6 SD, Nyonya Bawel memilih berhenti bekerja dan bertekad menangani langsung pendidikannya, supaya bisa lulus dengan nilai baik dan bisa diterima di sekolah negeri. (Terbukti Si Ganteng lulus dengan NEM 26,2 utk 3 mata pelajaran dan di terima peringkat 3 di SMPN 12, Jakarta) Oh ya pendidikan dasar, kedua anak Nyonya Bawel (3  tahun setelah kelahiran Si Ganteng, Nyonya Bawel melahirkan gadis Cantik, namanya Vanessa) sengaja dimasukkan ke sekolah berbasis agama, karena Nyonya Bawel dan suami menginginkan anak-anak dengan dasar agama yang baik.

Saat wisuda kelas 6, Si Ganteng datang memberi bunga buat Nyonya Bawel.
Langsung meleber mili.



Keputusan Nyonya Bawel berhenti bekerja ternyata sangat tepat. Walau awalnya kedua anak Nyonya Bawel merasa aneh setiap pulang sekolah, kok si Mama ada di rumah. Minggu pertama anaka-anak mengira Nyonya Bawel cuti. Lama-alama mereka bertanya kok Mama nggak habis-habis cutinyaa? Akhirnya Nyonya Bawel memberitahukan kalau Nyonya Bawel sudah tidak bekerja. Itu artinya Nyonya Bawel akan akan terus  di rumah.

Si Ganteng dan Si Cantik menemani dua sepupu kecil.
Saat itu Si Ganteng kelas 6 SD dan Si cantik kelas 3 SD. Reaksi kedua anak Nyonya Bawel sangat mengejutkan.

Si Ganteng: Kalau Mama nggak kerja, apa kita masih bisa bersekolah?
Si Cantik: Apa kita masih bisa ke mall, jajan dan main?
Nyonya Bawel:  $$$$&&&&&&???????? Gubrak, nyaris pingsan.
Si  Ganteng: Berarti Mama akan makin bawel.
Si Cantik: Aku sedih.
Nyonya Bawel: Menahan tangis dan menahan diri nggak cakar tembok.

Yang bisa Nyonya Bawel lakukan, menggiring keduanya naik tempat tidur, posisi Nyonya Bawel di tengah, Si Ganteng dan Si Cantik di kiri kanan Nyonya Bawel. Lalu Nyonya Bawel mengajak mereka berdoa.

Lebih kurang isi doanya,  Nyonya Bawel mengucap syukur untuk kecerdasan kedua anak Nyonya Bawel dan memohon apa yang dikhawatirkan keduanya tidak terbukti. Memohon Tuhan yang melengkapi kebutuhan hidup kami dan menjauhkan dari semua kekhawatiran.

Usai berdoa, baru Nyonya Bawel menjelaskan, alasan Nyonya Bawel berhenti kerja.  Nyonya Bawel menjelaskan, anak-anak nggak akan berhenti sekolah. Kalau ke mall. Jajan dan main memang akan berkurang. Soal bawel, itu relative. Kalau Nggak nurut, pastinya Si Mama akan makin bawel.

Si Ganteng menari payung

Oh ya, balik ke perasaan Nyonya Bawel yang sedang bersusah hati. Ibu mana yang tidak cemas jika mengetahui ada anaknya yang sakit? Walau begitu banyak informasi dan akses berobat yang mudah dan murah, kekhawatiran ibu tetap. Tidak ada ibu yang ingin melihat anaknya menderita. Saat Si Ganteng terindikasi TB, tandanya hanya batuk dan demam. Batuk hampir seminggu dan tidak berkurang walau sudah diberi obat batuk warung. Berat badan nggak bertambah walau makannya banyak. Nyonya Bawel piker namanya juga anak remaja lelaki, wajar tumbuhnya ke atas bukan ke samping.

Sehingga ketika diajak ke puskesmas dan direkomendasikan untuk periksa dahak  dan rontgen, sisi hati Nyonya Bawel mulai resah. Singkat cerita selesai periksa dahak dan rontgen, lalu hasilnya dibacakan dan gongpun berbunyi. Positip TB. Saat itu Nyonya Bawel dan suami, menerima dengan sabar. Si Ganteng sudah sehat dan tidak tampak kalau sedang sakit. Obat yang diberikan dalam bentuk paket.

Untuk melihat dan memantau pasien, Puskesmas hanya memberikan obat untuk seminggu. Sehingga minggu berikutnya Nyonya Bawel harus kembali utnuk mengambil obat. Di rumah, Nyonya Bawel memperhatikan betul asupan makanan si Ganteng. Masalahnya Si Ganteng termasuk anak susah makan. Padahal salah satu yang disarankan, Si Ganteng harus menaikkan berat badan 5 kg. Pasien TB harus diet TKTP-Tinggi Kalori dan Tinggi Protein, itu artinya jumlah makanan dan lauknya harus banyak.

Setelah menjalani pengobatan rutin 4 bulan, Si Ganteng harus melakukan pemeriksaan ulang untuk melihat proses pengobatannya. Puji Tuhan membaik!. Yang tdainya harus minum obat setiap hari, maka bulan ke 5 dan ke 6 cukup seminggu 3 kali. Di bulan ke-5 Si Ganteng masuk Tim Paskibar sekolah untuk kompetisi tingkat Kabupaten. Latihan setiap hari sepulang sekolah. Jarak sekolah yang cukup jauh, mengharuskan Si Ganteng berangkat sebelum jam 6 pagi.

 Biasanya pulang sekolah jam 14.10 Si Ganteng pulang ke rumah Oma (Oma-Ibu Nyonya Bawel) untuk makan dan istirahat. Nanti jam 5 sore, jemput adiknya baru sama-sama pulang ke rumah. Biasanya keduanya akan tiba di rumah sesudah magrib, Tapi sejak latihan paskibra, Si Ganteng tidak ada waktu untuk pulang makan dan istirahat di rumah Oma. Setiap hari Si Ganteng sarapan dan bawa bekal ke seklah tapi kalau sejak jam 6 pagi hingga jam 5 sore, bekalpun nggak cukup. Memang Si Ganteng laporan sama Nyonya Bawel ada beli makan di kantin sekolah tapi Nyonya bawel tidak tahu apakah porsinya cukup untuk tubuhnya.

Selama proses latihan, setiap tiba di rumah Si Ganteng seperti orang yang kehabisan energi. Hanya sanggup mandi. Makan saja sudah tidak kuat, apalagi belajar. Beberapa kali Nyonya Bawel dan suami menemukan Si Ganteng sudah tertidur menelungkup di meja belajarnya. Jangan ditanya peningkatan frekwensi kebawelan Nyonya Bawel.


Si Ganteng usia tiga hari sama Papanya (Yg juga ganteng)
Hubungan Nyonya Bawel dengan Si Ganteng merenggang. Begitu juga hubungan Nyonya Bawel dengan suami. Si Ganteng itu extra Joss, suami Nyonya Bawel. Ibarat kata, Si Ganteng terluka maka suami Nyonya Bawel juga terluka. Kecemasan dan ketakutan suami Nyonya Bawel dilimphkan ke Nyonya Bawel. Kalau pulang kerja, Nyonya bawel sudah seperti tahanan. Di Tanya semua hal mendetil mengenai Si Ganteng. Bahkan saat istirahat, saat-saat Nyonya Bawel di duduk depan PC, di atas jam 10 malam. Suami Nyonya Bawel bisa keluar dari kamar Cuma untuk bertanya, Si Ganteng sudah di cek, demam nggak, Bagaimana tidurnya? Dll. Padahal suami Nyonya Bawel bisa saja masuk ke kamar Si Ganteng dan memeriksa sendiri.

Di sinilah persoalan yang sesungguhnya. Nyonya Bawel dan suami sama-sama cemas terhadap kondisi Si Ganteng tapi enggan mengungkapkan. Malah yang terungakap  kemarahan dan kebawelan. Nyonya Bawel dan suami jadi lebih bawel saat berhadapan dengan Si ganteng dan ngomel panjang lebar, membuat Si Ganteng semakin enggan berhadapan dengan rangtuanya.

Selesai perlombaan paskibra, Si Ganteng kembali ke jadwal semula. Pulang sekolah ke Oma, makan dan istirahat. Jam 5 sore, jemput adik dan pulang. Sanpai rumah mandi, nonton tv, makan, dan belajar. Si Ganteng kembali menjadi anak yang menyenangkan. Bahkan, Si Ganteng sehabi mandi mau menemani dan membantu Nyonya Bawel di dapur. Mulai dari kupas bawang sampai merajang sayur. Setiap masakah hamper matang dan menebar aroma, Si Ganteng bakal muncul dan berkata: “Nah enak-enak baunya bikin lapar. Ini rasanya enak saja atau enak banget?” Nanti disambungnya sendiri. Pasti enak banget karena ada cinta Mama di situ, ujarnya sambil memeluk dan mencium Nyonya Bawel. Hati ibu mana yang nggak meleleh mendengar rayuan anaknya?

Selesai pengobatan bulan ke-6, Si ganteng harus evaluasi lagi. Ini yang menyebabkan Nyonya Bawel susah hati. Berat badannya tidak naik bakan turun se kg. Dan yang deng-deng-deng, pengobatannya agagl. Itu berarti harus dari awal lagi, minum obat setiap hari untuk 3 bulan ke depan. Reaksi Nyonya Bawel dan suami adalah NGOMEL. Kesedihan, kecemasan dan ketakutan kami terakumulasi dalam bentuk kemarahan. Marah atas ke gagalan pengobatan ini, marah atas ketidak tegasan kami berhadapan dengan Si Ganteng. Marah karena nggak bisa marah sama Si Ganteng.

Nyonya Bawel dan suami berdiskusi mencari solusi untuk memberi pengertian kepada Si Ganteng, pentingnya kedisiplinan dalam menjalani pengobatan ini. Pengobatan baru berjalan seminggu, tubuh Si Ganteng member reaksi penolakan. Atau justru sedang menyesuaikan. Yang pasti  sejak pulang sekolah Si Ganteng muntah-muntah sepanjang malam, diikuti demam, rasa sakit di kepala, dada dan di perut. Si Ganteng terbaring dengan mengaduh di ranjang kamarnya. Lagi-lagi Nyonya Bawel menahan tangis. Menguatkan diri, mengusap kepalanya dan membujuk: Sabar Kak, ini proses yang harus dilalui. Karena sesudah ini, ada kemungkinan lidah kakak akan mati rasa sesaat. Nggak bisa merasakan. Ini yang sebetulnya membuat Mama dan Papa marah kalau kamu nggak makan atau terlalu lelah.

Jam dinding menunjukan pukul 09.30. malam. Nyonya Bawel membujuknya untuk makan bubur. Karena semua yang dimakan sudah dimuntahkan. Si Ganteng mau. Walau Cuma lima sendok plus segelas teh manis hangat, mampu membuat Si Ganteng merasa nyaman. Sesekali Si Ganteng masih mengaduh karena sakit kepala alias pusing. Nyonya Bawel menjaganya hingga pukul 03.00 pagi. Setelah memastikan SI Ganteng pulas tertidur, Nyonya Bawelpun tidur.

Yang ingin Nyonya Bawel sampaikan, betapa sekuat dan sehebat apapun seorang Ibu, Ia akan menjadi lemah dan tak berdaya, manakala si buah hatinya sakit. Selalu terucap, andaikan sakitnya bisa dipindah. Kenyataannya nggak bisa. Maka ketegasan menjadi penting. Terutama saat anak-anak dalam proses pengobatan. Yuk jaga dan rawat orang-orang kita cintai, dibilang bawel cuek saja. Daripada diamnya kita membuat orang-orang yang kita cintai justru tak lagi bisa bersuara. Satu lagi, biar sudah sebesar, setua atau sehebat apapun yang namanya anak, dia tetap anak kecil di mata Sang Ibu, begitu pula dengan Nyonya Bawel.

Si ganteng saat usia 5 bulan
Dan di Mata Nyonya Bawel, Si Ganteng tetap bayi seperti ini




Monday, November 09, 2015

HKN ke 51: INDONESIA CINTA SEHAT- GENERASI SEHAT, SIAP MEMBANGUN NEGERI


Hari Kesehatan Nasional ke 51, yang diperingati setiap Tanggal 12 November 2015, mengangkat tema:  INDONESIA CINTA SEHAT: GENERASI SEHAT, SIAP MEMBANGUN NEGERI. Peringatan Hari Kesehatan Nasonal adalah sebuah aktifitas yang penting dan berharga bagi pemerintah dan rakyat Indonesia untuk fokus dan tetap semangat membangun bangsa, khususnya di bidang kesehatan.

Di tengah hingar bingar dan pro kontra dari begitu banyak permasalahan bangsa,  kesehatan adalah salah satu bidang yang terus bergerak meningkatkan pelayanan agar lebih baik. Program BPJS dari Jaminan Kesehatan Nasional, adalah terobosan besar yang sudah memberi manfaat nyata. Memang belum sempurna tapi terus mengupaya perbaikan agar semua terlayani dan secara keseluruhan kwalitas kesehatan membaik.

Dengan kesehatan yang baik, masyarakat dapat meningkatkan produktifitas berkarya dan pada akhirnya kwalitas hidup masyarakatpun meningkat, seiring adanya perbaikan di bidang ekonomi. Kesehatan adalah salah satu aset utama dalam kehidupan. Gangguan kesehatan bisa berdampak besar pada semua sendi kehidupan. Karena itu perlu ada kesadaran dari semua pihak, untuk terus menerus mengingatkan pentingnya Pola Hidup Sehat dan Bersih, agar meminimalkan ganggua karena sakit penyakit. Prisnip mencegah daripada mengobati tetap menjadi prinsip yang harus dipegang dan dipraktekkan. Walau adanya BPJS memperingan beban masyarakat membayar layanan kesehatan dan obat.

Dalam sambutan tertulisnya Menteri Kesehatan RI, Ibu Nila Moeloek mengatakan, pada era pemerintahan 2014-2019, Presiden menggagas Gerakan Revolusi Mental dan menetapkan sembilan agenda prioritas yang disebut Nawa Cita. Pada dasarnya Revolusi Mental adalah mengubah cara pandang, pikiran, sikap prilaku yang berorientasi pada kemajuan dan kemoderanan sehingga Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Sembilan agenda prioritas tersebut digunakan untuk mewujudkan visi pembangunan nasional. Yaitu terwujudnya Indonesia yang berdaulat ,  mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Melalui Nawa Cita butir 5, Kementrian Kesehatan berkomitmen mewujudan Kwalitas Hidup Manusia Indonesia melalu peningkatan kwalitas pendidikan, kesejahteraan dan kesehatan. Maka prioritas pembangunan kesehatan 2015-2019 dengan 3 Pilar, yaitu:
1.      Paradigma sehat dilakukan dengan strategi Pengarusutamaan kesehatan dalam bidang kesehatan, penguatan promotiv, preventif dan pemberdayaan masyarakat.
2.  Penguatan pelayanan kesehatan dilaikukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimalisasi sistem rujukan dan pendekatan Continuum of care, intervensi berbasis resiko kesehatan.
3. JKN-Jaminan Kesehatan Nasional melalui Kartu Indonesia Sehat, dilakukan dengan startegi perluasan sasaran, benefit serta kendali mutu dan kendali biaya.
Upaya tersebut dengan fokus pada 4 program:
-      Percepatan penurunan kematian ibu dan kematian bayi
-      Perbaikan gizi khususnya stunting
-      Penurunan prevalensi  penyakit akibat infeksi
-    Pencegahan penyakit tidak menular melalui  perubahan prilaku keluarga dan masyarakat. Khususnya dalam pengenalan diri terhadap resiko penyakit.

Menkes Ibu Nila Moeleok juga menyinggung Program JKN yang merupakan salah satu program Kemenkes dalam mewujudkan Revolusi Mental melalui gotong royong pembiayaan kesehatan. JKN merupakan solusi untuk menjamin dan memastikan masyarakat kurang dan tidak mampu mendapatkan manfaat layanan kesehatan.

Pemerintah menyediakan iuran buat seluruh  masyarakat miskin, serta bertahap menggabunkan semua sistem pembiayaan kesehatan dari daerah agar memenuhi azas-azas portabilitas dalam payung JKN dan Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Nusantara Sehat, adalah salah satu prioritas kunci Kemenkes selama 5 tahun ke depan. Programnya di bidang penguatan pelayanan kesehatan primer, yang fokus pada upaya promotif, preventif dan berbasis tim. Target pelaksanaan program Nusantara Sehat adalah Puskesmas yang berlokasi di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) di 44 Kabupaten di Indonesia dan melibatkan setidaknya 600 tenaga kesehatan.

Kesulitan yang dihadapi selama ini oleh Puskesmas, khususnya yang berada di DTPK adalah kurangnya tenaga kesehatan sehingga mereka tidak mampu menjalankan fungsi puskesmas dengan optimal.  Melalui program Nusantara Sehat, Kemenkes berupaya untuk memperkuat puskesmas yang ada di daerah-daerah tersebut dengan menempatkan setidaknya 600 tenaga kesehatan tambahan ke 120 Puskesmas yang tersebar di seluruh Indonesia.

Meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan promotif, preventif adalah salah satu tugas Kemenkes. Melalui berbagai strategi komunikasi dan kampanye aksi CERDIK (Cek kesehatan secara rutin,Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diest seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stress) adalah salah satu edukasi yang dilakukan diberbagai tatanan masyarakat.

Pencegahan penyakit tidak menular dengan Gerakan PHBS-Prilaku Hidup Bersih dan Sehat. Di mana masyarakat diminat aktif datang ke psoyandu, selalu memberikan aksi ekslusif, cuci tangan pakai sabun, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok dan menjaga lingkungan untuk mencegahnya timbulnya berbagai penyakit menular.

Menkes Ibu Nila Moeloek juga mengapresiasi beberapa pemerintahan Kabupaten/ Kota/ Propinsi yang telah menydeiakan 10 % dari anggaran pembangunannya untuk kesehatan, membuat peraturan daerah untuk Kawasan tanpa Asap Rokok, membangun kota ramah lansia, memberikan dana insentif bagi tenaga kesehatan dari dana APBD-nya. Juga membangun fasilitas layanan kesehatan, khususnya puskesmas di daerah-daerah tertentu, serta terus menerus meningkatkan kompetensi petugas kesehatan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.

Untuk itu dalam rangka mewujudkan Visi Pembangunan yang sejalan dengan Tema Hari Kesehatan Nasional  ke 51, Menkes meminta perhatian:
1.      Pembangunan kesehatan merupakan salah satu unsur penopang peningkatan indeks pembangunan manusia, di samping unsur pendidikan dan ekonomi. Untuk itu sebagai investasi, orientasi pembangunan kesehatan hatus lebih di dorong pada aspek-aspek promotif dan peventif tanpa melupakan aspek kuratif rehabilitatif melalui pendekatan keluarga.
2.      Pendekatan pembangunan kesehatan berbasis  Continuum of care, dari mulai ibu hami, bayi dan balita, anak sekolah dan remaja, pasangan usia subur dan lanjut usia.

3.      Diperlukan kerjasama baik lintas program maupun lintas sektor, akademisi, kepala daerah, pelaku usaha, organisasi masyarakat, dll sebagai  bentuk tanggung jawab bersama akan masa depan bangsa, khususnya kwalitas sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan bangsa lain dengan akan di mulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN.

4.      Menumbuhkan semangat Revolusi Mental di kalangan kesehatan agar dapat  menumbuhkan budaya birokrasi yang prfesional dan transparan, partisipatif, akuntabel, dan memiliki kredibilitas  yang didasari etika serta integeritas pengabdian yang tinggi.




KATA BOX, PENYEMPURNA KESENANGAN PENGGILA GAME.





Hadir dipeluncuran KATA BOX, jujur penuh tanda tanya. Apaan sih? Tebak-tebak buah manggis, nggak ada gunanya. Karena semua tebakan salah! Bukan cuma Nyonya Bawel yang penasaran, nyaris semua yang hadir juga nggak tahu dan nggak bisa menebak. Kebanyakan kami menebak semacam modem, soalnya ada monitor, ada keyboard juga ada mouse tapi ada stick dan console untuk bermain.

 KATA BOX , temuan David Chen dan Alex Prasetio. Menurut penjelasan David Chen,  KATA BOX, sudah ada sejak 7 tahun lalu di Amerika. Memproduksi Hp dan tablet. Karena David Chen dan karyawan lain gemar bermain, lalu mereka memikirkan terobosan baru. Berdasarkan kegilaan bermain, lahirlah KATA BOX. Dan kini sudah tersebar di 7 negara. Di antaranya Amerika, Canada, Philipina, dan Hongkong

David Chen dan Alex Prsetio, GM KATA BOX

Kemajuan dunia digital dinikmati hampir semua sektor. Bukan cuma komunikasi tapi juga dunia hiburan. Kemajuan teknologi membuat para pemikir terus memikirkan terobosan-terobosan yang bisa membuat hidup lebih nyaman. KATA BOX lahir untuk menunjang hidup nyaman. Gaya hidup yang menyenangkan. Dan salah satu hal yang menyenangkan dalam hidup adalah bermain.Prinsip KATA BOX: Making easy life.

Mendengar KATA BOX adalah alat untuk memuaskan penggila game, langsung terbayang wajah suami dan anak sulung Nyonya Bawel. Mereka bakal bahagia banget kalau tahu ada sebuah alat yang bisa memfasilitasi kegemaran mereka.

David Chen yang berasal dari Philipina, menjelaskan KATA berasal dari bahasa Tagalog yang artinya “Believe”, mengambil logo ikan koi. Mengapa ikan koi karena unik dan diyakini ikan koi dipercaya sebagai pembawa rezeki. Tahun 2009, David menemukan satu perangkat yang berbasis OS Kitkat 4.4 dan dapat dipasang pada  perangkat android & TV yang sudah berbasis HDMI.

Nyonya Bawel serius mendengarkan penjelasan David Chen, soalnya berharap bisa bercerita dengan detil ke suami dan anak di rumah. Dan keseriusan Nyonya Bawel medengar penjelasan ini, juga berguna untuk menuliskan apa dan bagaimana si KATA BOX itu sendiri.





Ketika KATA BOX dihubungkan ke tv berbasis HDMI, lalu dengan jaringan wifi yang ada, tralalala: banyak keajaiban di sana. Si KATA BOX yang dibandrol dengan harga $69 atau sekitar Rp. 980.000 dan biaya bulanan sekitar Rp. 130.000  yang dibayarkan dengan pulsa lewat playstore, memberikan tawaran hiburan yang EDAN.

Dan yang hebohnya lagi, usai demo David Chen dengan KATA BOX, ada 5 hp yang dibagikan. Blogger dan awak media tentu sukacita menerimanya. Yang nggak dapat doorprize tetap gembira, karena kami pulang membawa satu set KATA BOX.



Sampai di rumah, dengan antusias Nyonya Bawel menjelaskan ke suami dan si sulung apa itu KATA BOX. Tapi penjelasan Nyonya Bawel kayaknya nggak terlalu didengarkan. Karena mereka berdua langsung membuka, membaca petunjuk dan mempraktekkannya. Nyonya Bawel sampai rumah sesudah magrib, suami dan anak-anak juga lelah, jadi nggak terlalu minat bermain, maka yang dilakukan adalah nonton. Ya, kami sekeluarga menikmati film yang kami mau karena dengan KATA BOX, kami bisa mencari dan memilih film yang kami inginkan. Kalau jenis game, suami dan si sulung sudah terbiasa dengan X box dan PS 3, pasti mereka tahu apa yang akan mereka gunakan dengan KATA BOX.



Stiknya cuma satu, itu berarti perlu beli satu lagi. Tapi stiknya nggak bisa sembarang stik tetap harus keluaran KATA BOX  karena stik yang lain belum compatible. Service center KATA BOX ada di roxi, tempat yang nggak sulit di capai. Berarti musti sisihkan uang dan agendakan belanja. Demi orang-orang tercinta, apa sih yang nggak Nyonya Bawel lakukan?

Sunday, November 01, 2015

Berbuat Baik itu Menyenangkan


Pada Sabtu 31 Oktober 2015, di halte TransJakarta Monas. Nyonya Bawel dan tiga kawan turun dari Transjakarta dengan niat singgah di Festival Dongeng Internasional 2015 yang digelar di Museum Nasional/Museum Gajah. Hati kami senang, sepanjang perjalanan kami tertawa dan bertukar cerita. Ya, kami menikmati semacam “me time” sesetelah seminggu berperan sebagai istri dan ibu yang mengurus dan merawat rumah serta penghuninya, maka jalan-jalan bersama kawan-kawan adalah penyegaran yang menyasyikan.  Tanpa sengaja kami mendapatkan pengalaman yang luar biasa, sehingga lahir judul tulisan ini: Berbuat Baik itu Menyenangkan.


Saat kami bergegas turun dan meningalkan Transjakarta, kami berpapasan dengan orang yang naik. Ketika Transjakarta yang tadi kami tumpangi pergi, tertinggal sepasang orang tua, laki dan perempuan. Si Ibu mondar mandir dengan cemas dan si Bapak  mengangkat kaki sebelah. Terlihat darah menetes dari. Sayup Nyonya Bawel mendengar si Ibu bicara, ke mana musti mencari plester?

Tiba-tiba Nyonya Bawel teringat  peralatan P3K yang Nyonya Bawel dapat dari Kementerian Kesehatan. Karena Nyonya Bawel  punya dua, maka satu Nyonya Bawel berikan ke Lathifah Edib, seorang kawan yang kini kost di Yogya. Nyonya Bawel pernah kost, sehingga Nyonya Bawel paham betul peralatan P3K adalah alat yang sangat dibutuhkan buat anak kost. Melihat bapak terluka dan ibu yang terlihat cemas,   Nyonya Bawel,  melepaskan tas punggung dan meletakan di sudut halte Transjakarta. Nyonya Bawel minta Dian dan Maya menjaga tas Nyonya Bawel. Nyonya Bawel  meminta peralatan P3K dari Lathifah.

Untung Nyonya Bawel pernah belajar menjadi anggota PMR dan belajar menangani luka terbuka dari almarhum Ayah Nyonya Bawel. Mulanya Nyonya Bawel hanya akan memberikan plester tapi ketika melihat luka terbuka dan darah yang mengalir (bukan lagi menetes) Nyonya Bawel meminta Lathifah untuk memberikan verban, betadine dan gunting. Si Bapak kini sudah duduk dan Nyonya Bawelpun sudah berlutut di hadapannya.

Si Bapak sudah membersihkan lukanya dengan tisue basah sehingga tidak lagi berpasir tapi darah masih mengalir. Nyonya Bawel meneteskan betadine dan membuat lipatan verban agak tebal untuk menutup luka, lalu Nyonya Bawel bebat agar darah berhenti mengalir. Ujung verban Nyonya Bawel gunting menjadi dua bagian sehingga menyerupai tali, lalu Nyonya Bawel mengingatnya. Luka si bapak kini tertutup dan darahpun berhenti.


Kami bukan Malaikat tapi bidadari


Si Ibu dan Bapak mengucapkan terima kasih yang kami terima dengan senyuman. Tiba-tiba si Ibu berkata, Mba-mba berhati malaikat ini dari mana mau kemana? Tanpa bermaksud tidak sopan, Nyonya Bawel dan Lathifah  spontan tertawa. Lathifah menjawab: “ Aduh ibu, kami bukan malaikat, kalau Ibu bilang kami Bidadari, saya setuju. Kami emang bidadari yang jatuh dari sorga”, Nyonya Bawel  tertawa ngakak karena teringat lagu Cowboy Junior, Untung Dian dan Maya tidak menjawab,  eaya.

Nyonya Bawel menjelaskan kami memang mau jalan-jalan, peralatan kesehatan memang biasa di bawa karena Nyonya Bawel,  ibu yang sering jalan-jalan. Apalagi kalau jalan-jalan dengan anak-anak, peralatan P3K selalu di bawa. Si bapak dan si Ibu berulang-ulang mengucapkan terima kasih. Bahkan Si Bapak masih meminta si Ibu untuk memberikan tisue basah agar Nyonya Bawel bisa membrsihkan tangan Nyonya Bawel. 

Nyonya Bawel berharap, semoga luka Bapak cepat sembuh. Nyonya Bawel katakan: Sampai di rumah tolong dibersihkan dan diobat lagi. Kamipun berpisah.  Tak terpikir sama sekali untuk berkenalan dan mencari tahu siapa Bapak dan Ibu itu. Apalagi foto bareng. Bahkan Dian dan Maya yang biasa hobi “candid”, Cuma bengong saja. Tapi kami segera melupakan karena sepanjang perjalanan kami tidak membicarakan. Memang itu lebih baik, tidak perlu membicarakan kebaikan yang kita lakukan, nanti malah jadi riya.

Malam hari sampai rumahpun, pertemuan dengan Bapak yang terluka sama sekali tidak teringat. Tapi ketika tadi pagi bangun dan ngobrol dengan suami saat sarapan, kisah itu teringat. Lalu Nyonya Bawel bercerita pada suami, bukan untuk pamer kebaikan tapi membahas perlu ada petugas dan peralatan P3K standar  di tiap halte transjakarta/area umum. Karena si Bapak terluka akibat tersandung pintu transjakarta. 

Nyonya Bawel jadi berusaha mengingat-ingat situasi halte transjakarta, emang tidak ada peralatan P3K. Tapi Nyonya Bawel kurang tahu ada atau tidak peralatan P3K di loket penjualan tiket. Dari situasi kecelakaan kecil yang menimpa si Bapak, Nyonya Bawel jadi terpikir pentingnya ada peralatan P3K di tempat umum seperti halte transjakarta itu karena sejauh mata memandang tidak terlihat warung/minimarket yang biasa menjual plester atau obat-obatan ringan. Semoga pihak transjakarta atau pihak terkait lainnya mau menyediakan peralatan P3K.


Semua orang bisa dan mampu berbuat baik. Tapi tidak semua orang memiliki kesempatan berbuat baik. Semoga masih ada kesempatan-kesempatan lain untuk terus berbuat baik karena berbuat baik itu menyenangkan.

Wednesday, September 02, 2015

Rizky Hanggono dalam Patriot Mempesonakan Para Penonton Perempuan



Judulnya lebay yah? Biarin. Nyonya Bawel sedang senang. Berhasil ngobrol dan foto dengan si Ganteng "Kolonel Bayu" yang diperankan Rizky Hanggono dalam serial Patriot di stasiun televisi Net. 

Rezeky blogger gaul, bukan cuma goodie bag tapi juga bisa bertemu, ngobrol dan foto bareng sama yang ganteng-ganteng atau cantik-cantik.

Usai Konferensi Pers, peluncuran 4 program baru Net tv, Nyonya Bawel dan beberapa orang blogger yang gaul dan  asyik, menghampiri Rizky Hanggono. Penampilannya yang bikin banyak perempuan tua-muda "mimisan", menerima sapaan Nyonya Bawel dan kawan-kawan dengan ramah.

Celakanya, begitu Si Kolonel Ganteng ini mengajak para blogger duduk, eh blogger lain terpesona dan tidak berkata apa-apa. Maka mulailah Nyonya Bawel membuktikan emang bawel. Kebawelan Nyonya Bawel sukses memancing Si Kolonel Ganteng bercerita seputar perannya dalam Patriot.





Ternyata memerankan sosok milter memang menjadi impian Rizky, maka menurutnya mendapat peran sebagai kol. Bayu dalam Patriot ibarat mimpi yang menjadi kenyataan. Kecintaan Rizky pada sosok militer bukan hal baru. Karena Rizky terlahir sebagai putra sulung, dua bersaudara, dari ayah yang berdinas militer diangkatan udara. Maka tak heran kalau ia mempunyai kecintaan pada sosok militer .


Sumber: https://twitter.com/rizky_hanggono/status/589765941182865409


Rizky Hanggono mulai diperhitungkan karirnya di dunia  layar lebar sejak bermain dalam Film Ungu Violet tahun 2005 sebagai Lando. Aktingnya memikat sutradara dan banyak fans perempuan. Perekenalannya dengan dunia film di mulai saat ia bekerja di tata artstik  pada sebuah perusahaan film. Sutradara Ungu Violet Rako Priyanto yang melihat Rizky memiliki potensi lebih dari sekadar staf tata artistik. Dan itu dibuktikan Rizky dalam Ungu Violet.

Sumber: https://twitter.com/rizky_hanggono/status/590391929185050624
Menurut Rizky, Patriot adalah sebuah kisah yang mengangkat sisi humanis sosok militer. Sealama ini masyarakat menceritakan militer dengan kekerasan. Padahal sosok militer juga manusia biasa. Jika terkesan keras, tegas dan kasar, itu hanya sebagian citra. Karena sebagai pejuang dan penjaga negara, sosok militer memang harus mengutamakan bela negara.

Dalam serial patriot beberapa konflik humanis diangkat kepermukaan, bagaimana sosok militer yang juga ayah dan suami menghadapi kehidupan sosial biasa jika sedang tidak bertugas. Beberapa kali Rizky menegaskan bukan ingin memuji-muji serial Patriot tapi Rizky mengatakan serial ini akan menggugah dan membangkit nasionalisme.

Reaksi masyarakat yang diterima lewat twitter lebih banyak positivenya. Diantaranya ada yang mengatakan karena menonton serial Patriot, adiknya ingin menjadi anggota militer. Hal-hal yang menginspirasi semacam itu;lah yang diharapkan lahir dari reaski masyarakat setelah menyaksikan Patriot.

Rizky yang menikahi Roro Maheswari Yakti tahun 2007, kini sudah dikaruniakan dua orang anak. Ia juga sudah membintangi lebih dari 12 film layar lebar dan  lebih dari empat serial layar kaca. Kalau tak ingat waktu, ingin rasanya Nyonya Bawel terus berbincang-bincang dengan Si Kolonel Ganteng Rizky Hanggono, sayang tugas sebagai ibu, mengharuskan Nyonya Bawel mengakhir perbincangan..  Dan Sesi foto bersama menutup perbincangan yang menyenangkan ini.

Dokumentasi Dewi Sulytiowati





Wednesday, August 12, 2015

Bungsuku Bertambah Pintar

Tidak baik membandingkan semasa aku seusia si Bungsu dengan keadaan si Bungsu saat ini. Persoalannya seringkali, aku merasa anak zaman sekarang cenderung tidak dewasa dan tidak mandiri. Ketika aku mencoba mengevaluasi, aku menemukan lebih bayak kesalahan ada pada aku, sebagai orangtua.

Dulu saat aku kelas 3 SD aku sudah memilki tugas dan tanggung jawab menyapu halaman rumah an mengepel kamar sendiri. Saat ini anakku sudah 12 dan 15 tahun, cuci piring bekas makannya sendiri saja, terkadang tidak di lakukan. Jika aku mengingatkan, keduanya hanya menjawab dengan manis "Iya Mama" Tapi tetap tidak langsung dikerjakan. Ketimbang mulutku lelah, biasanya aku juga yang mencuci piring-piring itu.


Begitu juga dalam banyak hal yang seharusnya bisa diselesaikan anak-anak, kami maksudnya aku dan Papanya suka ikut campur. Terakhir adalah masalah seragam. Aku sudah mengatakan ke Papanya, pembelian seragam biar dilakukan anak-anak, sekalian mereka mengukur sesuai ukuran tubuhnya. Ternyata anak-anak tetap belum memiliki keberanian berargmentasi dengan guru/petugas koperasi terkait ukuran baju. Si Bungsu Van mendapat semua baju dengan ukuran XL. Menurut Van, ia sudah menolak dan minta tkar engan ukuran L tapi petuas koperasi berkata, Van ukurannya XL. Kenyataannya dengan ukuran XL baik kemeja, rok pramuka dan celana olahraga semua kebesaran dan kepanjangan.

Awal sekolah, aku mengajak Van ke tukang jahit untuk  memasang semua emblem di kemeja sekolah. Karena Van sudah tahu, maka kemarin Papanya minta Van membawa rok pramuka, kemeja putih dan celana olahraga untuk di potong dan dikecilkan. Mendengar perintah Papanya, ada perasaan nggak rela di hati ini. Van belum pernah melakukan tugas seperti itu. Tapi kalau aku menyela atau ikut campur, itu tidak mendidik. Alhasil aku diam saja. Tak lama Van masuk ke kamar dan meminta aku menemaninya. Dengan berat hati aku menolak. Wajah Van langsung mendung, plus bimoli-bibir monyong lima cm.

Dengan wajah tidak enak sama seperti perasaanku. Van berjalan membawa tas plastik berisi seragamnya. Sekitar 30 menit, Van kembali dengan wajah cerah dan tersenyum. Aku dari kamar langsung ke luar menyongsong Van. Papanya sudah lebih dulu berdiri di pintu. Kedua tangannya terbuka dan Van langsung masuk dalam pelukan Papanya. "Bisakan? Tidak ada yang susah kan? Tanya Papanya. Yang ditanya masih menenggelamkan wajahnya di dada Papanya.

"Gantian dong, Mamanya juga mau peluk." Ujarku. Van berpindah ke dalam pelukanku. Di telinganynya aku berbisik. "Mama bangga, Van tambah pintar". Van mengangkat wajahnya dan menyodorkan segelas Capucino. "Ini aku beli buat Mama" Ujarnya.

Hari ini anakku mendapat pelajaran baru dalam kehdupannya. Aku mengira ia tidak bisa tapi perkiraanku salah. saatnya aku harus memberi kepercayaan, lebih luas dan lebih besar. Nyatanya Ia bisa!

Tuesday, August 11, 2015

Sekolah Anakku, Mewah.


Bungsuku, gadis kecil bernama Vanessa. biasa kusapa cantik. Bagi setiap ibu, anak perempuannya adalah yang tercantik di seluruh permukaan bumi. Selain itu, aku berharap, panggilan cantik bisa membuat lebih percaya diri.

Dua minggu pertama sekolah, aku lebih banyak mendengar cerita dari Si Sulung. Aku sempat berkata kepada Papanya anak-anak, Mengapa si Bungsu tak pernah bercerita tentang aktifitasnya di sekolah? Kemarin menjelang tidur malam, terjawablah kegelisahanku.

Awalnya walau kami berdmoisili di Tangerang tapi kedua anakku bersekolah di Jakarta. saat SD keduanya bersekolah berbasis agama. Lulus SD kami memasukkannya ke sekolah negeri. Ini memang sudah kami rencanakan, saat SD, aku masih belum mempercayai anak-anakku untuk bergaul luas dengan bermacam manusia dengan aneka latar belakang tapi lulus SD, aku yakin mereka siap.

Tahun ajaran baru ini kedua anakku bersekolah di Tangerang. Sebagai orangtua aku dan Papanya sangat kecewa. Mereka bersekolah di Tangerang karena aturan dibuat demikian. Jika melawan aturan saya tidak bisa melawan, suka tidak suka maka kedua anak bersekolah di Tangerang. berbedea dengan kami, sebagai orangtua, kedua anakku menikmati sekolah dan kawan-kawan barunya.

Ketidak relaanku menyekolahkan anak-anak di Tangerang karena kami buta dengan wilayah Tangerang. Semua aktifitas kami lebih banyak di Jakarta. Tapi ini barangkali saatnya kami sebagai warga Tangerang berkontribusi lebih banyak di Tangerang.

Semalam, si Bungsu bercerita, proses pemilihan ketua kelas. Tiga calon, dua laki-laki dan satu perempuan. Yang perempuan ya anakku dan hasil menunjukan mayoritas memilih si bungsu sebagai ketua kelas. Pertanyaanku pada si bungsu, "Kamu tahu mengapa kamu dipilih sebagai ketua kelas?" Jawab si Bungsu: Karena aku tegas dan aku bisa mengkoordinir kawan-kawan.

Jawaban yang mantap. Tapi kapan si bungsu mengkoordinir kawan-kawannya? Kan sekolah baru satu minggu waktu pemilihan ketua kelas diadakan? Entahlah.

Lalu aku menanyakan bagaimana situasi sekolah? Dengan lancar si bungsu bercerita. Terakhir yang kutanyakan, apakah ia suka bersekolah di situ? Jawab si bungsu: Suka dong kan sekolahku mewah? Maksudnya? Aku memang tahu bangunan sekolahnya cukup bagus, tiga lantai dan ber ac tapi aku tak menangkap kesan mewah.

Kata si bungsu: Iya mewah-Mepet Sawah! Ujarnya sambil tertawa-tawa. Akupun ikut tergelak mendengarnya, lalu kamipun tidur sambil berpelukan.

Wednesday, August 05, 2015

Menjemput Rezeki



Haruskah Rezeki dijemput? Harus, karena nggak ada rezeki yang jatuh dari langit. Semua pasti melalui ikhtiar, doa, usaha dan kerja keras. Dulu waktu Nyonya Bawel masih gadis kinyis-kinyis. Walau hari libur, pagi-pagi pasti sudah dibangunkan.

Biasanya Nyonya Bawel akan bilang "Ya ampun Ma, inikan hari libur, masa bangun siang sedikit nggak boleh?" dan Mama Nyonya Bawel akan berseru: "Nggak baik anak gadis bangun siang, nanti rejekinya dipatok ayam".

Sekarang, kalau Nyonya Bawel lakukan yang sama saat membangunkan anak-anak di hari libur, jawab mereka: "Kalau ayam mau matok rejeki kita, ayamnya kita goreng aja Ma!" lalu tidur lagi dan Nyonya Bawel nggak bisa ngapa-ngapain.

Lain dulu lain sekarang, itu sudah pasti. Bagaimana mau menjemput rezeki kalau enggan bangun pagi? Tapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memutar balikan pola hidup. Teknologi berkembang sangat pesat dan memberikan kontribusi yang nyata bagi kehidupan manusia. Saat ini banyak jenis-jenis pekerjaan yang sama sekali tidak terayang di masa 20-30 tahun yang lalu. Spesialis Media Sosial, misalnya. Begitu juga jam kerja. Jam kerja masa sekarang adalah 24 jam. Internet telah menghilangkan batasan waktu dan tempat. Dengan internet kita terkoneksi ke seluruh dunia. Biar kita disini tengah malam, di belahan dunia lain ada yang masih siang.

Bermain facebook, bercengkrama di Instagram dan berkicau di twitter bisa menjadi sumber/ladang rejeki. Baik sebagai pekerja tetap maupun sebagai pekerja sambilan/paruh waktu. Lima tahun lalu ketika saya memutuskan berhenti bekerja sebagai pegawai kantoran yang terikat 08.30-17.30, saya merasakan dua kondisi yang bertabrakan. Kondisi pertama saya merasa bebas, lepas dari kewajiban bangun bagi dan terjebak kemacetan saat pergi dan pulang. Kondisi kedua sadar sesadar-sadarnya, nggak ada ada transferan di akhir bulan.

Lalu berbagai perasaan aneh menyelimuti Nyonya Bawel. Salah satunya minta uang dari suami. Walau kenyataannya suami tidak pernah menunggu Nyonya Bawel meminta tapi Nyonya Bawel tidak punya keberanian membelanjakan uang suami untuk keperluan pribadi, seperti belanja peralatan lenong (make up). Tapi Tuhan, sayang sama Nyonya Bawel. Lewat hobi mengarang, Nyonya Bawel kembali menulis. Kalau dulu menulisnya di buku catatan harian sekarang secara on line di blog. Awalnya Nyonya Bawel masih menulsikan catatan harian cuma sekarang menjadi catatan digital. Isinya juga masih seputar keseharian Nyonya Bawel mengurus keluarga dan rumah.

Perkembangan teknologi komputer dan internet melahirkan profesi blogger yaitu orang yang menulis di blog. Maka sejak berhenti jadi orang upahan, Nyonya Bawel mengaktifkan diri di dunia online. Mulai dari membangun grup kepenulisan PEDAS-Penulis dan Sastra hingga bergabung diberbagi grup komunitas blogger.

Banyak orang salah persepsi ketika mengetahui Nyonya Bawel membangun grup kepenulisan. Banyak yang mengira karena Nyonya Bawel sudah ahli dalam hal menulis padahal grup PEDAS dibangun karena Nyonya Bawel mencari kawan untuk sama-sama belajar dan memperlancar kemampuan menulis.

Singkat cerita adanya grup PEDAS-Penulis dan Sastra membuat Nyonya Bawel lebih rajin mengolah kata menjadi puisi atau cerita pendek. Pada akhirnya  mendorong Nyonya Bawel membangun PEDAS Publishing. Dengan tujuan untuk memfasilitasi penerbitan buku karya anggota grup PEDAS dan siapa saja yang mau menerbitkan buku dengan biaya sendiri. PEDAS Publishing membantu mewujudkan dengan membantu mengurus ISBN dan barcode, termasuk permbuatan cover dan editing, sehingga buku layak terbit dan layak di baca. Serta membantu publikasi lewat on line.

Buat kawan-kawan yang sudah punya banyak catatan harian dan ingin diterbitkan menjadi buku silahkan kirim email ke pedas2012@rocketmail.com. Subyek: Kirim naskah.
Naskah dalam bentuk lampiran ditulis di ms word, spasi standar, Fon Arial/TNR 12. Minimal 75 hal A4. Bayarkah menerbitkan buku di PEDAS Publishing? Ya, bayar. Kok bayar? Karena PEDAS Publishing membantu menerbitkan hingga mejadi buku. Bisa dapat untung nggak dengan memerbitkan buku di PEDAS Publishing? tergantung tujuan. Kalau tujuannya profit besar silakan ke penerbit lain. Kalau mau untung, ya harus kerja pintar dan kerja keras. Promosi terus menerus. Untung pasti ada. Karena penulis bisa menentukan harga jual sendiri. Jadi bisa menghitung berapa keuntungan yang ingin dicapai.

Menulis telah membuka pintu rezeki yang Nyonya Bawel tidak pernah menduga. Karena tujuan Nyonya Bawel menulis adalah mengekspresikan apa yang Nyonya Bawel rasakan dan pikirkan. Ternyata pada akhirnya, banyak rezeki berdatangan dari kegiatan menulis di blog. Siapa yang mengira dari berbagai acara blogger gathering yang Nyonya Bawel datangi, telah menjadi semacam lahan yang ditebari benih. Sejak tahun 2014 hingga sekarang, benih itu mulai bertumbuh dan menghasilkan.

Tanpa perlu Nyoya Bawel terjebak kemacetan, pekerjaan datang dan upah mengalir lewat tranfer ke bank. Nyonya Bawel belum pernah bertemu dengan pemberi kerja tapi Nyonya Bawel dipercaya. Untuk yang satu itu, Nyonya Bawel berusaha menahan diri untuk tidak bawel dan kepo mencari tahu. Nyonya Bawel percaya, Tuhan tidak pernah tidur dan barang siapa bekerja karenaNya maka Ia akan melimpatgandakan rezeki. Jadi jangan pernah takut, rezeki nggak pernah ketukar.



Monday, August 03, 2015

Peran Media Sosial dalam Membangun Opini

Judunya serius banget yah? Biarin. Kali ini Nyonya Bawel menulis karena gemas.
Topik BPJS Kesehatan haram, telah membuat Nyonya Bawel kesal dan sakit kepala. Bagaimana nggak kesal, siapapun orang  atau media yang menyebarluaskan topik BPJS haram harus dituntut karena menimbulkan keresahan banyak orang.

Nyonya Bawel nggak terlalu terpengaruh karena Nyonya Bawel non mulsim. Artinya dikatakan BPJS Haram, itu masalah yang percaya soal halal dan haram. Nyonya Bawel nggak percaya itu. Pemberitaan viral seputar BPJS haram berjalan sangat cepat dan pada akhirnya ketahuan nggak pernah ada kata "haram" dalam rekomendasi atau catatan dari MUI atas pelaksanaan BPJS.

Media sosial menjadi media alternatif dalam menyebarluaskan informasi. Sementara kecepatan berputarnya media sosial tidak sebanding dengan pemahaman penggunannya. Masih banyak masyarakat yang tidak paham tujuan bermedia sosial, alih-alih menjaring mafaat malah mudarat yang di dapat. Celakanya lagi kalau media sosial malah menjadi sumber keresahan banyak orang.

Nyonya Bawel kalau kalau santai suka bicara dengan anak-anak di rumah. Mama ini nggak dibantu dalam mengerjakan pekerjaan rumah sudah biasa. Menyapu, mengepel, mencuci baju, mencuci priring dan memasak sudah menjadi bagian aktifitas setiap hari. Tapi jangan ikut memberantakin. Artinya, biasakan mengembalikan segala sesuatu ke tempatnya.

Di rumah Nyonya Bawel, penghuninya cuma 4 tapi gelas minum bisa lebih dari 6 gelas dan tersebar mulai dari meja makan, meja belajar hingga meja ruang tamu. Kalau hal seperti itu, bagaimana Nyonya Bawel nggak bawel?

Lebih kurang harusnya pengguna media sosial prinsipnya juga seperti prinsip Nyonya Bawel. Jika belum bisa menyebarkan luaskan sesuatu yang berdampak positif ada baiknya tidak ikut menyebarluaskan hal yang menimbulkan dampak negatif. Tanpa kita ikut menjadi jahat, sudah banyak orang jahat yang ada. Makanya lebih baik kita menyebarkan kebaikan. Wong kadang-kadang niat baik saja belum tentu diterima dengan baik.

Media sosial angat besar pernanannya dalam membangun opini masyarakat. Terkadang informasi yang tersebar luas cuma dibaca judulnya. Celakanya lebih sering judul dan isi berita nggak konek alias nggak ada hubungannya. Makanya mneurut Nyonya Bawel, kita perlu loh menahan diri, bahkan mundur sejenak.

Perhatikan deh orang yang mau ancang-ancang untuk meaju dengan cepat biasanya mundur dulu. Dan dengan kita menahan diri atau mundur sejenak, kita bisa maju lebih cepat. Nggak percaya, coba aja buktika.


Monday, July 27, 2015

Nyonya Bawel: Mengantar, Menunggu atau Menjemput

Nyonya Bawel sedang merasa rempong. Gegara kedua anak bersekolah yang jaraknya sangat jauh. Cemas, kesal dan marah, 3 perasaan saya. Tapi tidak ada gunanya karena situasi dan kondisi tidak bisa saya atur berdasar kemauan saya.

Pembicaraan mengenai rencana meninggalkan dunia gathering blogger terasa sebagai perpisahan yang menyedihkan. Lebay yah? Biarlah, emang lebay. Saya harus memilih dan dalam situasi seperti ini, kebawelan saya seperti hilang entah tanpa bekas.

Membayangkan mengantar si bungsu, menunggu hingga pulang atau mengantar, meninggalkannya dan menjemput lagi saat pulang, terbayang sebagai rutinitas yang agak menakutkan. Belum lagi Papanya yang ikuta menjadi bawel dengan mengusulkan saya membawa motor.

Dulu sewaktu berhetni kerja, niatnya akan menghentikan ojek langganan yang biasa antar jemput anak. Maka saya beli motor, dan belajar setiap sore. Sesudah lancar, mulai menjemput anak walau masih diikuti suami dari belakang.

Sayang rutinitas antar jemput anak tidak jadi saya lakukan karena suami tetap nggak tega. Akhirnya sayapun tidak biasa mengendarai motor. Kalau sekarang harus membawa motor untuk antar jemput si Bungsu, rasanya nggak sanggup deh. Siang malam saya berdoa, mohon petunjuk dan berharap masalah ini ada solusinya.

Lagi-lagi ketidak konsistenan suami menguntungkan saya. Suami nggak tega membiarkan saya meluncur di atas motor. Walau ada perasaan ingin mencoba lagi. Singkat cerita, anak-anak sudah sekolah. Mengantar, menunggu atau menjemput, tidak menjadi kenyataan. Saya tetap mengikuti gathering blogger dan selalu ada jalan lain untuk si Bungsu. Lupa memperhitungkan ada abangnya yang bisa membawa motor dan pulang mempunyai waktu yang cukup untuk menjemut si bungsu.

Berangkatnya? Masih ada Papanya. Keuntungan lain punya usaha sendiri. Waktu kerja ditentukan dan diatur sendiri. Nyonya Bawel nggak perlu bawel, karena selalu ada jalan keluar dari tiap permasalahan. 

Thursday, July 09, 2015

Jejak Masa

Tahun ajaran baru adalah masa-masa yang mendebarkan. Walau sudah tidak menjadi pelajar/mahasiswa rasanya tetap masih mampu membuat perut mules. Saat ini, saya ibu dari sepasang anak jelang remaja. Kebetulan tahun ini kedua anak saya akan memasuki jenjang yang lebih tinggi. Yaitu SMP dan SMA.

Biaya jelas disiapkan jauh-jauh hari. Tapi situasi bisa berubah sehingga apa yang sudah disiapkan, menjadi tidak berarti. Anggapan ganti pejabat ganti aturan, berimbas pada saya. Saya merasa menjadi korban peraturan. Tapi bagi orang lain, mungkin hanya dicibir. "Sudah dari dulu kalee aturannya begitu!"

Saya hanya rakyat biasa yang tidak punya kekuasan. Jadi saya harus menelan kekecewaan atas aturan yang saya (rasa) merugikan saya. Singkat cerita saya harus mendaftar kembali dan mencari peluang untuk tetap memasukan anak-anak di sekolah negeri walau di luar Jakarta.

Si bungsu diterima di SMPN 23 dan Si Sulung di SMAN 6, keduanya di Tangerang. Lega? ya enggaklah. Mengapa? Karena jaraknya yang sangat jauh. Dua minggu kepala ini terasa mau pecah, memikirkan bagaimana berangkat sekolah nanti? Menghitung jarak tempu dan waktu tempuh. Mencari jalan alternatif, memikirkan transportasi juga biaya bensin/ongkos angkutan.

Awalnya  saya mengatur si sulung berangkat sekalian mengantar si bungsu hingga di pertengahan jalan menuju sekolah si Bungsu. Karena sekolah si bungsu harus membelok ke kiri sementara sekolah si Sulung lurus. Tapi dari tempat si bungsu diturunkan untuk berpindah ke angkutan umum untuk melanjutkan ke sekolah, jarak tempuhnya masih jauh.

Kalau si Sulung harus mengantarkan si bungsu hingga di sekolah, kemungkinan besar si sulung akan terlambat. Kalau Papanya yang harus mengantar si bungsu, juga tidak memungkinkan karena berlawanan arah. Papanya ke Jakarta. Maka satu-satunya ya, saya yang harus mengantar si Bungsu. Membayangkan saya menjadi seperti kebanykan ibu-ibu yang mengantar anaknya ke sekolah, perut saya terasa mules. Jujur ini hal baru buat saya.

Maka ketika Si Bungsu harus hadir ke sekolah untuk menerima informasi persiapan Masa Bina Sekolah/ Masa Orientasi Sekolah, menjadi waktu yang pas untuk latihan dengan angkutan umum. Sayang bangunnya keseingan sehingga tetap harus diantar hingga sekolah. Selain lain latihan naik angkutan umum, sayapun latihan menunggu si bungsu di sekolah. Hal yang belum pernah saya lakukan, bahkan dulu ketika sibungsu di kelompok bermainpun, saya tak penah menunggu.

Tapi barangkali nilah yang dibilang jejak masa. Saya cuma bisa merencanakan, bahkan dapat kejutan ketika mendapt info kelak si bungsu masuk siang. Helooooo...saya kira sudah ada tidak ada kegiatan sekolah yang di mulai siang hari. Kenyataan keterbatasan loka kelas membuat waktu belajar dibagi dua dalam satu hari. Dan berita buruknya, berarti hari Sabtu harus masuk sekolah.

Oh...benar-benar musibah rasanya. Karena sekian lama anak-anak bersekolah di Jakarta, Sabtu sudah terbiasa libur. Tapi lagi-lagi jejak masa, tiap masa aturannya berbeda. Pun implementasinya. Maka di sinilah saya, dengan program baru: Mengantar, menunggu dan menjemput pulang.

Saturday, June 27, 2015

Tokopedia - Bukan Cuma Jual Beli Online Aman dan Nyaman


Kita tidak bisa menafikan kehadiran teknologi internet telah memutarbalikan banyak gaya hidup. Perkembangan teknologi komunikasi dan terobosan teknologi telepon pintar membuat segala sesuatu menjadi lebih praktis. Konsumen bisa mengendalikan banyak hal dari genggaman tangan.

Pada masa kini, kecepatan dan kwalitas menjadi tuntutan. Sedangkan value harga menjadi sejalan mengikuti kecepatan kwalitas yang bisa dihasilkan baik oleh produk barang maupun jasa. Tokopedia, sebuah portal belanja online yang memposisikan sebagai agregator dari sejumlah toko online yang ada, sangat membantu konsumen dalam memenuhi kebutuhan.



Awalnya, begitu banyak toko online yang tersebar di dunia maya. Konsumen diharuskan berhubungan dengan banyak pemilik toko online. Tiap toko online berbeda aturan main terutama dalam hal komplain dan pembayaran. Hal itu menjadi alasan  William Tanuwijaya, membangun dan mengembangkan  Tokopedia. Oh ya, Tokopedia adalah website bisnis  jual beli asli buatan Indonesia. 

Memang William Tanuwijaya terinspirasi dari Amazon.com. Lewat Tokopedia, konsumen yang berbelanja dibanyak pilihan toko, cukup berkomunikasi lewat satu pintu, untuk pembayaran, bertanya pesanan maupun mengajukan keluhan. Eh gratis loh buka toko online di Tokopedia.

Satu hal yang sederhana bahkan terkesan sepele tapi sangat mempengaruhi semua sendi kehidupan baik dalam pergaulan maupun bisnis adalah KEPERCAYAAN. Hal itu yang ingin diunggulkan Tokopedia. Salah satunya dengan memastikan barang yang dibeli sudah tiba ditangan pembeli, baru tokopedia meneruskan pembayaran ke toko yang produknya sudah diterima konsumen. Dengan begitu Tokopedia berperan sebagai pengontrol sekaligus penjaga pemilik toko dalam Tokopedia menjaga kepercayaan konsumen yang  berbelanja di Tokopedia.

Sebagai konsumen, saya kerap berbelanja di toko on line yang ada Mulai dari buku, baju, seprei, jam tangan dan banyak lagi. Sebagian ok, sebagian mengecewakan. Terutama untuk baju dan seprei. Bahan dan kwalitas tidak seperti yang diinformaikan. Saya menyampaikan kekecewaan saya, jawaban dari pemilik toko on line, itu sudah yang terbaik. Langsung deh, saya coret toko on line itu dari list yang ada di telepon genggamn saya.

Tokopedia memberikan kesempatan dan bimbingan pada pemilik toko/pengusaha UMKM yang tergabung dalam Tokopedia untuk mengembangkan bisnisnya. Tokopedia memberikan kesempatan untuk maju dan berkembang. Salah satunya bisa di cek divideo berikut:


Tokopedia rajin membuat video kisah seller story dan diunggah ke youtube. Menurut saya itu cara cerdas Tokopedia mempublikasikan keunggulannya. Dengan publiskasi semacam ini, terlalu riskan jika Tokopedia membina toko online yang kwalitas barangnya tidak berkwalitas.

Yang luar biasa adalah kepercayaan Tokopedia, bahwa marketplace akan sukses jika semua komponen yang ada sukses juga. Artinya Sebagai agregator, Tokopedia meyakini sistem dan usahanya akan berjalan dengan baik, jika online shop dibawah binaan/koordinatornya juga sukses. Dengan demikian tokopedia berperan besar dalam memajukan online shop dijaringannya, maka tokopedia juga akan sukses, seiring sukses online shop binaannya.

Jarang saya temui, pengusaha yang berpikir maju bersama. Tidak sedikit yang selalu mengambil untung dari binaannya. Sistem atau sifat pengusaha yang demikianlah yang membuat jurang pemisah si kaya dan si miskin maikin besar. Padahal nih, kalau mau melihat kesejahteraan bersama, ya harus maju bersama. Meningkatkan kwalitas ekonomi masyarakat ditandai dengan meningkatnya kepervayaan masyarakat pada sistem perdagangan/bisinis. Karena ekonomi merupakan urat nadi dalam perputaran seluruh komponen yang ada di masyarakat. Tokopedia berperan dalam sistem tersebut

"Kami (Tokopedia) adalah perusahaan internet yang memungkinkan setiap individu dan pemilik bisnis di Indonesia untuk mengembangkan dan mengelola bisnis online mereka secara mudah dan gratis, sekaligus memungkinkan pengalaman berbelanja online yang lebih aman dan nyaman" Sumber: 


Bukan sekedar belaja online aman dan nyaman tapi juga mau mengajak setiap individu atau pemilik bisnis, maju bersama. Mengembangkan dan mengelola bisnis online secara mudah dan GRATIS!
Jadi jangan ragu jika anda ingin bergabung.


Tokopedia juga sudah meluncurkan aplikasi mobile yang bisa diunduh dari playstore. Bisa untuk Android dan IOS. Aplikasi ini memberikan kemudahan  pembeli untuk menemukan jutaan produk dengan harga terbaik dari berbagai toko online di Indonesia. Bukan cuma pembeli yang dimudahkan, para penjual/pemilik toko online juga mudah mengelola toko. Termasuk mengunggah foto produk darimana saja dan kapan saja. Karena dengan aplikasi mobile, pemilik toko bisa mengunggah foto cuma dari genggaman tangan.


Baik lewat PC maupun mobile aplikasi, pembeli dapat:

 - Mengurutkan produk sesuai keinginan (harga termurah, penjualan terbanyak, dll)
 - Melacak pesanan
 - Mengirim dan membagikan informasi produk lewat media sosial dan aplikasi messaging
 - Belanja lebih mudah dengan fitur Hot List, Wish List dan Notifikasi Harga


Dengan aplikasi Tokopedia, Penjual dapat:

- Mengelola bisnis online langsung di genggaman
- Menerima notifikasi instan setiap ada pesanan
- Mempromosikan produk ke jutaan calon pembeli dari seluruh Indonesia

Tokopedia dibangun tahun 2009. Tokopedia memiliki  fitur,  Success story, wadah berbagi inspirasi kisah sukses dari seseorang yang telah sukses khususnya di Tokopedia; (Ini yang banyak divideokan dan diunggah ke youtube), fitur Behind the Scene, di sini Tokopedia berusaha transparan dengan konsumennya, menunjukkan cara Tokopedia bekerja, kekompakkan timnya, dan lain – lain; lalu ada fitur kisah berdirinya Tokopedia, dimana fitur ini menjadi wadah untuk berbagi cerita mengenai sejarah berdirinya Tokopedia beserta suka dukanya. Ketiga fitur ini, bisa menjadi inspirasi bagi siapapun. Kisah sukses bukan sim salabim, ada proses, ketekunan, kesungguhan, kerja keras dan doa.

 Ada apa saja sih di Tokopedia.



Istilah Toko dan Pedia pada Tokopedia mengandung harapan, toko – toko online yang berada di dalamnya  bisa menjadi ensikolopedia bagi konsumen. Selain itu, di Tokopedia juga seru deh, karena ada fitur penjualan barang dengan harga grosir. Jadi mau belanja banyak untuk gudibeg kalau anak ultah, bisa belanja di Tokopedia.  Tokopedia juga mempunyai  layanan saldo yang bisa diuangkan kembali. Saldo di Tokopedia juga bisa digunakan untuk berbelanja langsung di Tokopedia.

Tokopedia seperti sudah saya tulis diatas, sebagai agregator toko online, Tokopedia ibarat mallnya. Dimana banyak toko yang menjual aneka produk dalam satu kawasan. Produk apa saja ada. Konsumen bebas memilih dan membandingkan kwalitas, model serta harga. Pilih-pilih tidak dibatasi waktu, bahkan bisa memilih dari rumah saat menemani anak tidur. ya iyalah, pilih-pilihnya lewat telepon pintar. Jadi nggak pusing dengan macet atau parkiran, bahkan nggak terganggu mau pulang lebih cepat untuk memasak menu berbuka.


Tokopedia bisa menjadi alternatif pilihan jika anda/siapapun ingin mempunyai usaha. Tokopedia sangat terbuka dan bersedia berkerjasama. Memang banyak online shop. Tapi kalau mau belanja aman dan nyaman, ingat Tokopedia.

Website Tokopedia
Facebook Tokopedia 
Twitter Tokopedia