Monday, August 03, 2015

Peran Media Sosial dalam Membangun Opini

Judunya serius banget yah? Biarin. Kali ini Nyonya Bawel menulis karena gemas.
Topik BPJS Kesehatan haram, telah membuat Nyonya Bawel kesal dan sakit kepala. Bagaimana nggak kesal, siapapun orang  atau media yang menyebarluaskan topik BPJS haram harus dituntut karena menimbulkan keresahan banyak orang.

Nyonya Bawel nggak terlalu terpengaruh karena Nyonya Bawel non mulsim. Artinya dikatakan BPJS Haram, itu masalah yang percaya soal halal dan haram. Nyonya Bawel nggak percaya itu. Pemberitaan viral seputar BPJS haram berjalan sangat cepat dan pada akhirnya ketahuan nggak pernah ada kata "haram" dalam rekomendasi atau catatan dari MUI atas pelaksanaan BPJS.

Media sosial menjadi media alternatif dalam menyebarluaskan informasi. Sementara kecepatan berputarnya media sosial tidak sebanding dengan pemahaman penggunannya. Masih banyak masyarakat yang tidak paham tujuan bermedia sosial, alih-alih menjaring mafaat malah mudarat yang di dapat. Celakanya lagi kalau media sosial malah menjadi sumber keresahan banyak orang.

Nyonya Bawel kalau kalau santai suka bicara dengan anak-anak di rumah. Mama ini nggak dibantu dalam mengerjakan pekerjaan rumah sudah biasa. Menyapu, mengepel, mencuci baju, mencuci priring dan memasak sudah menjadi bagian aktifitas setiap hari. Tapi jangan ikut memberantakin. Artinya, biasakan mengembalikan segala sesuatu ke tempatnya.

Di rumah Nyonya Bawel, penghuninya cuma 4 tapi gelas minum bisa lebih dari 6 gelas dan tersebar mulai dari meja makan, meja belajar hingga meja ruang tamu. Kalau hal seperti itu, bagaimana Nyonya Bawel nggak bawel?

Lebih kurang harusnya pengguna media sosial prinsipnya juga seperti prinsip Nyonya Bawel. Jika belum bisa menyebarkan luaskan sesuatu yang berdampak positif ada baiknya tidak ikut menyebarluaskan hal yang menimbulkan dampak negatif. Tanpa kita ikut menjadi jahat, sudah banyak orang jahat yang ada. Makanya lebih baik kita menyebarkan kebaikan. Wong kadang-kadang niat baik saja belum tentu diterima dengan baik.

Media sosial angat besar pernanannya dalam membangun opini masyarakat. Terkadang informasi yang tersebar luas cuma dibaca judulnya. Celakanya lebih sering judul dan isi berita nggak konek alias nggak ada hubungannya. Makanya mneurut Nyonya Bawel, kita perlu loh menahan diri, bahkan mundur sejenak.

Perhatikan deh orang yang mau ancang-ancang untuk meaju dengan cepat biasanya mundur dulu. Dan dengan kita menahan diri atau mundur sejenak, kita bisa maju lebih cepat. Nggak percaya, coba aja buktika.


4 comments:

Widya Candra Dewi said...

Enggak usah pakai BPJS :v :v :v

Aji Riyantani said...

Keren nih quotenya, "Tanpa kita ikut menjadi jahat, sudah banyak orang jahat yang ada. Makanya lebih baik kita menyebarkan kebaikan."
Tapi pinter-pinternya kita juga sih buat gak gampang percaya sama berita yang tersebar di internet.

Ruth Nina said...

Setuju banget. Media sosial cepet banget nyebarin berita yang kadang-kadang belum tentu benar. Kalau Broadcast kan seperti surat berantai jadi kadang skeptis duluan. Kalo media sosial ya namanya juga "media" pasti bisa lebih dipercaya. Ternyata tidak juga ya.

Heni Puspita said...

Dan ternyata MUI memang belum pernah mengeluarkan fatwa haram :D Mesti lebih sabar dan tahan jempol nih kalau mau share suatu berita. Soalnya banyak orang menyangka situs-situs yang berdomain .com itu sudah pasti isinya benar sih Mbak, dikira sudah pasti media online terpecaya. Padahal belum tentu.