Tuesday, August 11, 2015

Sekolah Anakku, Mewah.


Bungsuku, gadis kecil bernama Vanessa. biasa kusapa cantik. Bagi setiap ibu, anak perempuannya adalah yang tercantik di seluruh permukaan bumi. Selain itu, aku berharap, panggilan cantik bisa membuat lebih percaya diri.

Dua minggu pertama sekolah, aku lebih banyak mendengar cerita dari Si Sulung. Aku sempat berkata kepada Papanya anak-anak, Mengapa si Bungsu tak pernah bercerita tentang aktifitasnya di sekolah? Kemarin menjelang tidur malam, terjawablah kegelisahanku.

Awalnya walau kami berdmoisili di Tangerang tapi kedua anakku bersekolah di Jakarta. saat SD keduanya bersekolah berbasis agama. Lulus SD kami memasukkannya ke sekolah negeri. Ini memang sudah kami rencanakan, saat SD, aku masih belum mempercayai anak-anakku untuk bergaul luas dengan bermacam manusia dengan aneka latar belakang tapi lulus SD, aku yakin mereka siap.

Tahun ajaran baru ini kedua anakku bersekolah di Tangerang. Sebagai orangtua aku dan Papanya sangat kecewa. Mereka bersekolah di Tangerang karena aturan dibuat demikian. Jika melawan aturan saya tidak bisa melawan, suka tidak suka maka kedua anak bersekolah di Tangerang. berbedea dengan kami, sebagai orangtua, kedua anakku menikmati sekolah dan kawan-kawan barunya.

Ketidak relaanku menyekolahkan anak-anak di Tangerang karena kami buta dengan wilayah Tangerang. Semua aktifitas kami lebih banyak di Jakarta. Tapi ini barangkali saatnya kami sebagai warga Tangerang berkontribusi lebih banyak di Tangerang.

Semalam, si Bungsu bercerita, proses pemilihan ketua kelas. Tiga calon, dua laki-laki dan satu perempuan. Yang perempuan ya anakku dan hasil menunjukan mayoritas memilih si bungsu sebagai ketua kelas. Pertanyaanku pada si bungsu, "Kamu tahu mengapa kamu dipilih sebagai ketua kelas?" Jawab si Bungsu: Karena aku tegas dan aku bisa mengkoordinir kawan-kawan.

Jawaban yang mantap. Tapi kapan si bungsu mengkoordinir kawan-kawannya? Kan sekolah baru satu minggu waktu pemilihan ketua kelas diadakan? Entahlah.

Lalu aku menanyakan bagaimana situasi sekolah? Dengan lancar si bungsu bercerita. Terakhir yang kutanyakan, apakah ia suka bersekolah di situ? Jawab si bungsu: Suka dong kan sekolahku mewah? Maksudnya? Aku memang tahu bangunan sekolahnya cukup bagus, tiga lantai dan ber ac tapi aku tak menangkap kesan mewah.

Kata si bungsu: Iya mewah-Mepet Sawah! Ujarnya sambil tertawa-tawa. Akupun ikut tergelak mendengarnya, lalu kamipun tidur sambil berpelukan.

No comments: