Monday, November 09, 2015

HKN ke 51: INDONESIA CINTA SEHAT- GENERASI SEHAT, SIAP MEMBANGUN NEGERI


Hari Kesehatan Nasional ke 51, yang diperingati setiap Tanggal 12 November 2015, mengangkat tema:  INDONESIA CINTA SEHAT: GENERASI SEHAT, SIAP MEMBANGUN NEGERI. Peringatan Hari Kesehatan Nasonal adalah sebuah aktifitas yang penting dan berharga bagi pemerintah dan rakyat Indonesia untuk fokus dan tetap semangat membangun bangsa, khususnya di bidang kesehatan.

Di tengah hingar bingar dan pro kontra dari begitu banyak permasalahan bangsa,  kesehatan adalah salah satu bidang yang terus bergerak meningkatkan pelayanan agar lebih baik. Program BPJS dari Jaminan Kesehatan Nasional, adalah terobosan besar yang sudah memberi manfaat nyata. Memang belum sempurna tapi terus mengupaya perbaikan agar semua terlayani dan secara keseluruhan kwalitas kesehatan membaik.

Dengan kesehatan yang baik, masyarakat dapat meningkatkan produktifitas berkarya dan pada akhirnya kwalitas hidup masyarakatpun meningkat, seiring adanya perbaikan di bidang ekonomi. Kesehatan adalah salah satu aset utama dalam kehidupan. Gangguan kesehatan bisa berdampak besar pada semua sendi kehidupan. Karena itu perlu ada kesadaran dari semua pihak, untuk terus menerus mengingatkan pentingnya Pola Hidup Sehat dan Bersih, agar meminimalkan ganggua karena sakit penyakit. Prisnip mencegah daripada mengobati tetap menjadi prinsip yang harus dipegang dan dipraktekkan. Walau adanya BPJS memperingan beban masyarakat membayar layanan kesehatan dan obat.

Dalam sambutan tertulisnya Menteri Kesehatan RI, Ibu Nila Moeloek mengatakan, pada era pemerintahan 2014-2019, Presiden menggagas Gerakan Revolusi Mental dan menetapkan sembilan agenda prioritas yang disebut Nawa Cita. Pada dasarnya Revolusi Mental adalah mengubah cara pandang, pikiran, sikap prilaku yang berorientasi pada kemajuan dan kemoderanan sehingga Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Sembilan agenda prioritas tersebut digunakan untuk mewujudkan visi pembangunan nasional. Yaitu terwujudnya Indonesia yang berdaulat ,  mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Melalui Nawa Cita butir 5, Kementrian Kesehatan berkomitmen mewujudan Kwalitas Hidup Manusia Indonesia melalu peningkatan kwalitas pendidikan, kesejahteraan dan kesehatan. Maka prioritas pembangunan kesehatan 2015-2019 dengan 3 Pilar, yaitu:
1.      Paradigma sehat dilakukan dengan strategi Pengarusutamaan kesehatan dalam bidang kesehatan, penguatan promotiv, preventif dan pemberdayaan masyarakat.
2.  Penguatan pelayanan kesehatan dilaikukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimalisasi sistem rujukan dan pendekatan Continuum of care, intervensi berbasis resiko kesehatan.
3. JKN-Jaminan Kesehatan Nasional melalui Kartu Indonesia Sehat, dilakukan dengan startegi perluasan sasaran, benefit serta kendali mutu dan kendali biaya.
Upaya tersebut dengan fokus pada 4 program:
-      Percepatan penurunan kematian ibu dan kematian bayi
-      Perbaikan gizi khususnya stunting
-      Penurunan prevalensi  penyakit akibat infeksi
-    Pencegahan penyakit tidak menular melalui  perubahan prilaku keluarga dan masyarakat. Khususnya dalam pengenalan diri terhadap resiko penyakit.

Menkes Ibu Nila Moeleok juga menyinggung Program JKN yang merupakan salah satu program Kemenkes dalam mewujudkan Revolusi Mental melalui gotong royong pembiayaan kesehatan. JKN merupakan solusi untuk menjamin dan memastikan masyarakat kurang dan tidak mampu mendapatkan manfaat layanan kesehatan.

Pemerintah menyediakan iuran buat seluruh  masyarakat miskin, serta bertahap menggabunkan semua sistem pembiayaan kesehatan dari daerah agar memenuhi azas-azas portabilitas dalam payung JKN dan Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Nusantara Sehat, adalah salah satu prioritas kunci Kemenkes selama 5 tahun ke depan. Programnya di bidang penguatan pelayanan kesehatan primer, yang fokus pada upaya promotif, preventif dan berbasis tim. Target pelaksanaan program Nusantara Sehat adalah Puskesmas yang berlokasi di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) di 44 Kabupaten di Indonesia dan melibatkan setidaknya 600 tenaga kesehatan.

Kesulitan yang dihadapi selama ini oleh Puskesmas, khususnya yang berada di DTPK adalah kurangnya tenaga kesehatan sehingga mereka tidak mampu menjalankan fungsi puskesmas dengan optimal.  Melalui program Nusantara Sehat, Kemenkes berupaya untuk memperkuat puskesmas yang ada di daerah-daerah tersebut dengan menempatkan setidaknya 600 tenaga kesehatan tambahan ke 120 Puskesmas yang tersebar di seluruh Indonesia.

Meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan promotif, preventif adalah salah satu tugas Kemenkes. Melalui berbagai strategi komunikasi dan kampanye aksi CERDIK (Cek kesehatan secara rutin,Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diest seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stress) adalah salah satu edukasi yang dilakukan diberbagai tatanan masyarakat.

Pencegahan penyakit tidak menular dengan Gerakan PHBS-Prilaku Hidup Bersih dan Sehat. Di mana masyarakat diminat aktif datang ke psoyandu, selalu memberikan aksi ekslusif, cuci tangan pakai sabun, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok dan menjaga lingkungan untuk mencegahnya timbulnya berbagai penyakit menular.

Menkes Ibu Nila Moeloek juga mengapresiasi beberapa pemerintahan Kabupaten/ Kota/ Propinsi yang telah menydeiakan 10 % dari anggaran pembangunannya untuk kesehatan, membuat peraturan daerah untuk Kawasan tanpa Asap Rokok, membangun kota ramah lansia, memberikan dana insentif bagi tenaga kesehatan dari dana APBD-nya. Juga membangun fasilitas layanan kesehatan, khususnya puskesmas di daerah-daerah tertentu, serta terus menerus meningkatkan kompetensi petugas kesehatan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.

Untuk itu dalam rangka mewujudkan Visi Pembangunan yang sejalan dengan Tema Hari Kesehatan Nasional  ke 51, Menkes meminta perhatian:
1.      Pembangunan kesehatan merupakan salah satu unsur penopang peningkatan indeks pembangunan manusia, di samping unsur pendidikan dan ekonomi. Untuk itu sebagai investasi, orientasi pembangunan kesehatan hatus lebih di dorong pada aspek-aspek promotif dan peventif tanpa melupakan aspek kuratif rehabilitatif melalui pendekatan keluarga.
2.      Pendekatan pembangunan kesehatan berbasis  Continuum of care, dari mulai ibu hami, bayi dan balita, anak sekolah dan remaja, pasangan usia subur dan lanjut usia.

3.      Diperlukan kerjasama baik lintas program maupun lintas sektor, akademisi, kepala daerah, pelaku usaha, organisasi masyarakat, dll sebagai  bentuk tanggung jawab bersama akan masa depan bangsa, khususnya kwalitas sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan bangsa lain dengan akan di mulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN.

4.      Menumbuhkan semangat Revolusi Mental di kalangan kesehatan agar dapat  menumbuhkan budaya birokrasi yang prfesional dan transparan, partisipatif, akuntabel, dan memiliki kredibilitas  yang didasari etika serta integeritas pengabdian yang tinggi.




1 comment:

Tanti Amelia said...

T erimakasih infonya Nyah Bawel