Wednesday, December 16, 2015

Tempat Awal Anak Sekolah adalah Orangtua

.

Nyonya Bawel terlahir dalam keluarga besar, pakai sekali. Bagaimana tidak, Nyonya bawel itu anak ke 7 dari 11 beraudara yang semuanya perempuan. Walau Nyonya Bawel memiliki orangtua dengan anak banyak, Nyonya Bawel nggak bercita-cita memiliki anak banyak. Bahkan sewaktu belum memiliki anak, Nyonya Bawel nggak pusing. Baru terganggu manakala orang-orang dekat (keluarga dan kawan) mempertanyakan kok Nyonya Bawel nggak hamil-hamil. Waktu itu jawaban Nyonya Bawel, sudah cukup puas dengan keponakan. Toh mereka terasa seperti anak buat Nyonya Bawel karena mengurus para keponakan sejak mereka lahir.

Time Flies
 Ternyata Tuhan sayang sama Nyonya Bawel dan di tahun ke 4 pernikahan Nyonya Bawel dikaruniakan bayi laki-laki lalu tiga tahun kemudian dikaruniakan lagi bayi perempuan. Maka lengkap sudah kebahagiaan pernikahan Nyonya Bawel dengan sepasang anak. Kini usia keduanya memasuki remaja. Membesarkan anak ternyata bukan hanya membutuhkan ketrampilan (Ilmu dan wwasan) tapi juga kesabaran seluas samudera.

Walau sebagai Ibu, Nyonya Bawel mengasihi dan mencintai mereka tanpa syarat tapi terkadang Nyonya Bawel juga bisa kesal, sedih dan marah karena ulah anak-anak. Mau bagaimana lagi, Nyonya Bawel kan juga manusia biasa, bukan Super Woman. Tapi Nyonya Bawel punya kenalan yang mustinya cocok disebut "Super Woman". Namanya Siti Hairul Dayah atau dikenal dengan pangilan Mak Irul. Walau dia lebih sering menganggap dirinya Mrs. Walker. Gegara ngefans berat dengan almarhum Paul Walker, bintangnya film Fast Furious 1-5.

Mak Irul, perempuan bertubuh mungil, yang nyaris tenggelam dalam gamisnya, mempunyai 6 anak yang dibesarkan dengan methode pendidikan Home Schooling. Dulu, Nyonya Bawel memutuskan berhenti bekerja karena Sulung Nyonya Bawel yang baru berusia dua tahun, mau disekolah sama Papanya lantaran Suami Nyonya Bawel beranggapan Nyonya Bawel tidak ada waktu mendidik anak. Saat itu Nyonya Bawel masih terikat sebagai "buruh" yang harus berkantor jam 08.30-17.30. 

Nyonya Bawel nggak terlalu paham dengan methode Home Schooling tapi Nyonya Bawel tetap meyakini, pendidikan dasar pertama anak adalah dari orangtuanya. Maka ide menyekolah si Sulung yang baru berusia dua tahun, agak sulit diterima. Akhirnya Nyonya Bawel mundur dari pekerjaan tapi Si sulung tetap dimasukkan ke Play Group yang waktu sekolahnya Seminggu tiga kali. Senin-Rabu dan Jumat. Tapi Nyonya Bawel yang antar, temani, menunggu dan jemput.

Nyonya Bawel menikmati kebersamaan dengan si Sulung, baik di rumah maupun saat menemaninya sekolah. Banyak hal yang biasa kami lakukan. Selain mengulang kegiatan dari sekolah, Nyonya Bawel banyak menciptakan  kegiatan bersama Si Sulung. Nyonya Bawel banyak membuat materi kegiatan bermodalkan kemasan susu, kemasan pasta gigi, kemasan sabun mandi. Nyonya Bawel menemukan banyak metode belajar mandiri lewat kebersamaan dengan si Sulung.

Beraneka kemasan, Nyonya Bawel dan suami jadikan bahan bercerita. Nyonya Bawel dan suami menstimulus Si sulung dengan berbagai daya imajinasi. Bermodalkan kemasan susu, kemasan pasta gigi, senter, kami bermain mini movie. Pantulan bayangan di dinding, kami kisahkan dalam cerita tentang anak-anak yang berani, sopan dan senang menolong. Termasuk menceritakan perlunya menjaga kebersihan dan makan makanan sehat seperti sayur dan buah. Hingga kini, Nyonya Bawel masih sering melakukan bermacam aktifitas baik di rumah atau di luar rumah, berempat.

Jika libur, kami masak berempat

Ternyata sebetulnya, apa yang Nyonya Bawel lakukan termasuk bagian dari Home Schooling, di mana orangtua berperan besar dalam memberikan bermacam-macam pendidikan dengan pola yang disesuaikan dengan lingkungan di mana si anak berada. Walau demikian hingga saat ini, di mana kedua anak Nyonya Bawel bersekolah di sekolah umum, sebagai orangtua Nyonya Bawel dan suami masih mengontrol penuh pelajaran. Nyonya Bawel dan suami tetap menyediakan waktu, di mana kami berempat membicarakan hal-hal yang terkait dengan tema-tema pelajaran di sekolah. Belajar bersama itu menyenangkan loh. Sebagao orangtua, kita tetap update dengan informasi "kekinian" yang jadi perbincangan anak, sekaligus mebina kedekatan hubungan antara anak dan orangtua.

Waktu berlalu tak akan kembali, maka sebagai orangtua Nyonya Bawel selalu memanfaatkan setiap detik yang ada. Kelak kedua anak Nyonya Bawel akan berjalan mengikuti takdirnya masing-masing. Hanya doa sebagai orangtua yang akan terus kita naikkan kepada Sang Pemilik Kehidupan untuk selalu menjaga dan memberkati anak-anak kita







4 comments:

Istiana said...

beneerr, sekolah pertama mereka ya di rumah ya. Tapi banyak yang salah kira dan masih kurang ngerti sebetulnya ya homeschooling itu apa. Suksess deh nyonya bawel, semoga selalu terjaga kedekatannya sama anak yaaa :D

Anne Adzkia said...

Kereeen. Interaksi anak-anak pertama kali adalah orangtuanya, terutama ibunya. Sekolah itu perpanjangan tangan orang tua. Terus semangat ya, supermom :)

Fitri Manalu said...

Hmmmm inspiratiff :) Salam hangat Mbak Elisa...

icha pista said...

Betul, mak Ichaaaa :)
Sekolah umum memang penting, tapi peran orang tua pun gak kalah penting.
Seneng banget deh lihat mak Icha dengan keseruannya :D