Saturday, November 26, 2016

Bermain dengan Ayah, Miliki Peran dalam Pembentukan Karakter Anak


Fakta menunjukan kedekatan orangtua dengan anak, menjadi fondasi  yang baik bagi  anak. Pembagian tugas dan tanggung jawab antara Ayah dan Ibu biasanya berdasarkan kesepakatan. Baik berdasarkan nilai sosial maupun nilai agama, ada kecenderungan Ayah diposisikan sebagai pencari nafkah dan Ibu mengurus rumah dan keluarga.

Di kemudian hari terbentuk anggapan karena Ayah lelah bekerja mencari nafkah maka terkait pengasuhan, tumbuh kembang dan pendidikan anak menjadi tugas dan kewajiban ibu. Namun dalam dua dekader terakhir, banyak penelitian yang dialkkan menghasilkan data, kedekatan Ayah dan anak adalah hal penting dalam membangun karakter anak.

Penelitian lain membuktikan factor kecerdasan diturunkan dari Ibu tapi kematangan emosi dan kemandirian anak dirutunkan dari ayah. Artinya sosok Ayah memiliki peran besar dalam tumbuh kembang anak. Terkait hal tersebut, saya hadir saat Nestle LACTOGROW, mensosialisasikan survey tingkat kebahagiaan keluarga di kota-kota besar Indonesia yang menunjukkan  data, bahwa menghabiskan waktu dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan (happy date) bersama antara orang tua dan anak merupakan salah satu langkah penting untuk menciptakan kebahagiaan dalam keluarga (happy family).

Menghadirkan para pembicara: DR.Dr. Saptawati Bardosono, MSc. (Pakar Gizi Medik), Rini Hildayani, M.Si (Psikolog), Gusti Kattani Maulani, Brand Manager Nestle LACTOGROW dan Pasangan selebriti Fachri Albar & Renata Kusmanto bersama River Syech Albar (si buah hati).

Acara di Sabtu pagi itu, dihadiri banyak pasangan muda dengan membawa anak-anak mereka karena  Nestle Latctogrow sudah menyiapkan playland. Makanya Sabtu pagi itu, LUNA NEGRA CAFÉ dipenuhi keceriaan para keluarga. Nuansa café menjadi ceria dengan desain pita dan balon berwarna biru. Pokoknya jadi tempat yang seru untuk berfoto.

Dalam pemaparan psikolog ibu Rini Hildayani, M.Si mengatakan membuat Anak bahagia dan berkarakter kuat memerlukan peran bukan hanya Ibu. Tapi peran dan kehadiran Ayahpun dangat diperlukan. Sesibuk apapun para Ayah, harus tentap membeikan waktu untuk berinterksi dengan anak. Berinteraksi dalam bermain, saling menyentuh, berpelukan, dan memberi ciuman, maka anak bukan hanya merasakan dicintai tapi juga merasa nyaman. Kenyamanan adalah factor penting secara kejiwaan bagi anak dalam proses tumbuh kembangnya.
Jangan pernah anggap sepele, bermain atau bersendagurau pada anak. Karena hal tersebut akan tinggal dalam ingat anak hingga dewasa. Rasa nyamanm rasa dicintai dan perhatian penuh dari kedua orangtua menjadi role model yang kelak akan ditiru si anak.

Pada kesempatan ini, dan Pasangan selebriti Fachri Albar & Renata Kusmanto bersama River Syech Albar (si buah hati). Berbagi pengalaman dalam berinteraksi dengan buah hati mereka. Fachri mengatakan, karena ia memiliki keterbatasan waktu, maka bermain bersama anak adalah kesempatannya menunjukan cinta. Fachri mengakui  Renata, istri dan Ibu yang sepenuhnya mengurus kedua buah hati mereka. Tapi dalam keterbatasan waktu Fachri selalu menyempatkan diri bermain dengan kedua anaknya, terutama si sulung River.

Pakar Gizi Medik  DR.Dr. Saptawati Bardosono, MSc. Menjelaskan, pemberian nutrisi yang baik akan mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Setiap tahapoan tumbuh kembang anak, memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda-beda. Namun dasar pemberian gizinya tetap sama, artinya komposisi makanan bervariasi dan beirmbang sangat diperlukan.

Susah makan adalah masalah yang dihadapi para orangtua. Di tiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Melengkapi kebutuhan gizi dari makanan yang dikonsumsi anak-anak adalah denga menambahkan  susu dalam konsumsi gizi sehari-hari. Tapi memberikan konsusumsi susu saja tidak dibenarkan karena susu tidak memenuhi sembuah kebutuhan gizi. Karena itu pemberian makanan utama dalam jumlah berimbang dan bervariasi snagat di haruskan.

Sejak anak mengenal makanan tambahan, maka sayur, buah, aneka protein dan karbohidrat tetap harus diberikan. Diperlukan kercerdikan dan kecerdasan ibu dalam mengolah bahan makanan menjadi lezat dan menarik.
Pada kesempatan ini, beberapa pasangan keluarga berbagi bagaimana mereka berinterkasi atau bermain dengan anak tanpa alat permainan.  Ketiga keluarga memperlihatkan bagaimana mereka berinteaski, ada yang suap-suapan kue, bermain pajangan meja da nada juga yang bermain menggunakan tangan dan jemari.

Menurut psikolog Rini Hildayani, M.Si, bermain tanpa menggunakan alat permainan memberikan kesempatan orangtua dan anak saling mengembangkan imajinasi. Benda apapun di sekitar kita dapat menjadi alat prmainan, jika kita kreatif. Adanya mainan jadi, cenderung mematikan proses kreatif dan imajinasi anak. Padahal disuai tubuh kembangnya, kemampuan berkreasi dan berimajinasi sangat diperlukan.


Gusti Kattani Maulani, Brand Manager Nestle LACTOGROW menginformasikan Lactogrow kembali mempersembahkan #lactogrowhappydate BUBBLE PARK! Ya, catat tanggalnya ya, 1 Oktober 2016 di Kota Casablanca. 





Bagaimana mendapatkan tiketnya? Cek di  e-poster  berikut.


Thursday, September 29, 2016

Mamypoko, satu pelukan satu Popok



Berbagi adalah bagian dari kepedulian
 Lewat Pokojang Land, Mamypoko mensosialisasikan berbagi popok sekali pakai. Ya dengan memeluk boneka Pokojang, berarti satu popok sekali pakai untuk anak anak di Yayasan Sayap Ibu.

Pokojang Land, sebuah taman bermain yang dibangun di Central Park Mall, dan dapat dinikmati selama dua hari 24-25 Sept 2016. Sekaligus ajang interaksi antara anak dan orangtua dalam bermain. Pokojang Land menggambarkan kasih, kelembutan dan kecerian Terbaca dari warna putih, biru, awan, kapas dan aneka permainan.

Saya sangat mempercayai kedekatan anak dengan orangtua, di mulai sejak mereka dalam kandungan.  Bagaimana orangtua membangun kedekatan dengan anak, bergantung pada interaksi orangtua dengan anak setiap  saat, setiap hari. Ketika saya melahirkan si sulung dan berjarak tiga tahun kemudian lahir si bungsu, situasi dan kondisinya, saya masih terikat bekerja  sebagai pegawai .

Namun demikian selepas masa cuti melahirkan dan kembali bekerja, selepas kerja saya tetap mengurus anak-anak langsung. Setiap pulang kerja dan selesai bersih-bersih, saya langsung berinteraksi dengan keduanya. Mulai dari menyiapkan makan, menyusui, bersenda gurau atau sekedar berpelukan dan saling mencium.

Mengingat anak-anak memiliki kulit yang masih sangat halus, saya selalu mengupayakan menggunakan seprei atau baju saya, terbuat dari bahan yang lembut agar kulit anak-anak tidak teriritasi. Kain katun selalu menjadi pilihan, termasuk selimut dan baju anak-anak. Kondisi cuaca terutama di Jabodetabek yang selalu panas, maka piihan bahan kain mudah menyerap keringat menjadi pilihan utama saya.

Bicara kenyamanan, saya selalu berusaha menyentuh, membelai, memeluk dan mencium anak-anak. Karena saya percaya rasa nyaman dalam diri anak menjadi dasar kebahagiaannya. Kenyaman bisa diberikan dalam banyak bentuk namun yang paling nyata adalah pelukan. Pelukan pada anak bukan semata bersentuhan tapi memberikan keyakinan pada anak bahwa ia diperlukan, ia disayang. Karena anak bukan hanya harus tahu kalau ia disayang tapi anak juga harus merasakan langsung rasa sayang tersebut. Salah satunya lewat pelukan.


Mamypoko, sebuah brand popok sekali pakai, membuat sebuah arena permainan di central Park Mall yang dinamakan Pokojang Land dan menghadirkan boneka Pokojang yang bisa dipeluk. Bukan sekedar pelukan karena boneka Pokojang ini memiliki alat sensor indikator yang bisa menghitung berapa kali boneka ini di peluk.  

Setiap satu pelukan akan dikoneversi menjadi satu buah popok sekali pakai Mamypoko yang akan diberikan kepada anak-anak di Yayasan Sayap ibu. Kerenkan? Saya memeluk lebih dari 5 kali dan di foto. #MamyPokoLoveTouch. Saya saja senang dipeluk, kamu?

Menghadirkan sejumlah nara sumber, diantaranya  Laura Basuki, Ibu muda yang baru melahirkan delapan bulan lalu. Laura mengatakan betapa ia sangat terbantu dengan adanya Mamypoko. Bahkan menurutnya saat di RS di tempat ia melahirkan, si anak sudah langsung dipakaikan Mamypoko.  Karena MamyPoko Extra Soft Pants sudah tersedia dalam  ukuran mini S untuk 3 - 5 kg! Selain Aktris dan Model, Laura Basuki juga menghadirkan

1.       Ketua Yayasan Sayap Ibu, Tjondrowati Subiyanto
2.       Penasihat Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia - Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit & Kelamin (Perdoski), dr. Titi Lestari Sugito, SpKK (K)
3.       Senior Brand Manager PT Unicharm Indonesia Unicharm, Irma Dwi Oktaviani
4.       Assistent Brand Manager, PT Unicharm Indonesia, Grace Fransiska Juniva Silalahi
dr. Titi Lestari Sugito, SpKK (K) dari Penasihat Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia - Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit & Kelamin (Perdoski), mengatakan pentingnya memperhatikan kesehatan kulit bayi. Iritasi kulit pada bayi sangat mengganggu dan kerap membuat bayi rewel.

Tidur berkwalitas pada bayi diperlukan untuk tumbuh kembang otaknya. Karena itu pemakaian popok sekali pakai yang nyaman akan membantu si kecil tidur pulas.

Wajar bila bayi memiliki kulit yang lembut karena itu perlu diperhatikan semua bahan yang bersentuhan dengan kulit bayi. Penggunaan bahan baju, selimut termasuk pokok sekali pakai harus memperhatikan keutamaan kulit bayi.  Selain bersih, bahan-bahan tersebut harus lembut dan nyaman. Kenyamanan bisa diekpresikan bukan cuma dari popok sekali pakai atau bahan baju yang lembut, tapi bisa juga dari pelukan sayang kedua orangtua atau porang-orang disekitarnya. Rasa sayang yang tulus dalam sebuha pelukan adalah lagu ninabobo yang mendamaikan jiwa.

Pada saat kegiatan juga diperlihatkan bagaimana popok sekali pakai Mamypoko menyerap cairan lebih cepat, lebih banyak dan cepat kering. Tiga hal tersebut menjadi penting karena membuat anak tetap merasa nyaman. Jaman saya memiliki anak 17 tahun lalu, teknologi Popok sekali pakai belum secanggih sekarang. Dimana cairan gel dalam Mamypoko, mengubah dengan cepat cairan menjadi gel  dan menjadi kering sehingga anak tetap merasa nyaman. Daya serap banyaknya jumlah cairan juga menjadi kelebihan Mamypoko selain bahannya yang halus dan lembut.

Salah satu akibat pemakaian popok sekali pakai adalah ruam pada kulit bayi tapi dengan teknologi mamypokok, kini orangtua tidak perlu khawatir lagi karena popok sekali pakai mamypoko tidak mebuat kulit bayi ruam. Di jelaskan juga teknologi  mamypoko masih terus ditingkat di negara Jepang untuk memnimlakan limbah sesudah pemakaian. Ini menjdi pertanyaan serius dari blogger yang hadir.

Pada kesempatan itu, saya juga menanyakan hal apa yang menjadi kebahagiaan Ibu Tjondrowati Subiyanto, selaku pengelola dan pengurus Yayasan Sayap Ibu. Beliau menceritakan kebahagiaan dan kedukaan silih berganti. Bahagia adalah saat mendampingi anak-anak yang mendapatkan kesempatan pengbatan hingga operasi. Rasa cemas berganti dengan bahagia, manakala segala sesuatunya berjalan dengan lancar.

Ya, orangtua mana yang tidak aka ikut menangis melihat buah hatinya sakit. Pun sebaliknya orangtua pula yang akan tertawa paling bahagia mengetahui anaknya berbahagia. Kedekatan bathin terjalin bukan hanya karena sedarah tapi kedekatan dan perhatian dalam rentang waktu yang lama juga akan membangun kedekatan yang lebh kental dari darah yang sama.

Pokojang Land dari mamypoko di Central Park Mall, memberikan fasilitas yang menarik untuk orangtua dn anak berinteraski. Hampir semua pemainan membrikan kesempatan orangtua memeluk anak. Pelukan, aktifitas sederhana yang bisa dilakukan siapa saja, bisa memberika fondasi besar dalam pembentukan jiwa si kecil. Sudahkan anak memeluk anak-anak dan orang terkaish anda hari ini.

Mamypoko Pokojang Land yang menghadirkan boneka pokojang selama  24-25 September 2016 telah dipeluk 15.259 Pelukan, itu artinya tersedia 15.259 mamypoko untuk anak-anak di yayasan Sayap ibu.

Tuesday, August 02, 2016

Combo Xtra Merdeka, Apresiasi XL untuk Masyarakat


 
Vice President Region XL Jabodetabek, Bambang Parikesit (ke empat dari kiri) bersama Manajemen XL Regional Jabodetabek 
Berkumpul, bertukar kabar dan bertukar cerita itu selalu seru. Beruntunglah Nyonya Bawel diundang acara Halal Bi Halal XL. Bertemu dan ngobrol seru, difasilitasi games dan makan enak, nikmat Tuhan Mana yang kau dustakan. Nyonya Bawel mah emang begitu orangnya.  Jadilah kumpul di sebuah resto di kawasan selatan Jakarta. Letaknya agak terpencil tapi restonya lumayan luas, baik temat parker maupun dalamnya resto.

Wakti Nyonya Bawel tiba, ruangan sudah lumayan penuh dengan para blogger kece. Karena masih dalam Halah bi halal, maka Nyonya Bawel bersalam-salamanlah dengan para blogger. Setelah salaman dan cipika-cipiki, acarapun di mulai.  Pembawa acaranya “macan” deh. Maksudnya manis dan cantik, suaranya lumayan renyah-eh rengginang kale.

Serukan?

Acara di mulai dengan perkenalan. Ini penting nih. Tak kenal maka tak sayang. Acara kali ini sekaligus peluncuran program Combo Xtra Merdeka. Dengan program tersebut  XL Berikan Kuota Besar dan Gratis Nelpon ke Semua Operator. Catat: Ke semua Operator!

Satu persatu para petinggi XL hadir, menyapa undangan dan memperkenalkan diri , jabatan dan area kerja. Bambang Parikesit, Vice President Region XL Jabodetabek. Mengatakan: Melalui program “Combo Xtra Merdeka XL memberikan benefit lebih besar dengan tujuan memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pelanggan untuk mendapatkan dan menikmati paket Combo Xtra untuk aktivitas internetan,”

PT XL Axiata, Tbk (XL) Regional Jabodetabek bangga melihat antusiasme pelanggan terhadap Paket Combo Xtra yang memberikan bonus kuota 4G yang besar dan gratis nelpon ke SEMUA OPERATOR. Program itu membanggakan XL sekaligus menyenangkan konsumen. Sebagai penggiat media sosial, internet menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam aktifitas keseharian Nyonya Bawel.

Nyonya Bawel perlu update status, perlu menulis hasil pemikiran tentang situasi atau kejadian di sekitar Nyonya Bawel. Yang tidak kalah penting, komunikasi dengan suami dan kedua anak. Dua anak Nyonya Bawel yang sudah ABG ini, mengkonsumsi pulsa untuk paket data lumayan besar. Keduanya youtuber sejati. Nggak lihat youtube sebentar, serasa dunia mereka  suram. Sebagai Ibu, Nyonya Bawel tidak mau kedua anak Nyonya Bawel sedih. Jadilah Nyonya Bawel merogoh kantong lebih dalam.
Narsis dan eksis, beda tipis

Tapi lumayan sih, dengan adanya  e-money, XL tuh memberikan  e-money yang bisa diakses dari genggaman, namanya XL Tunai. Lewat XL tunai, Nyonya Bawel bisa membelikan pulsa kedua anak Nyonya Bawel drimana saja. Bahkan Nyonya Bawel juga bisa mengirimkan uang yang bisa mereka gunakan belanja keperluan mereka di merchant yang sudah bekerja sama. Dan dengan adanya program  Combo Xtra Merdeka , kantong Nyonya Bawel terasa nyaman. Program “Combo Xtra Merdeka” yang memberikan manfaat lebih banyak bagi pelanggan setia XL. Sudah bisa dinikmati dinikmati pelanggan XL di Jabodetabek.

 
PT XL Axiata, Tbk (XL)  luncurkan Program “Combo Xtra Merdeka” sebagai salah satu bentuk program XL untuk turut serta memaknai momentum hari kemerdekaan. Melalui program ini XL memberikan “kemerdekaan” kepada seluruh pelanggan XL Jabodetabek untuk dapat menikmati semua pilihan paket Combo Xtra, dari mulai penawaran kuota internet terkecil sampai dengan kuota internet terbesar sesuai keinginan dan kebutuhan pelanggan. Program ini telah mengakomodir aspirasi pelanggan untuk dapat memilih pilihan jumlah kuota paket Combo Xtra yang lebih bervariatif yang bisa didapatkan melalui *123# atau myXL.

Bukan Cuma memberikan kebebasan berinternet dan meluncur di dunia maya, XL juga menghadirkan program bundling di XL Center yakni Bundling Smartphone dari berbagai brand : Samsung, Asus, Xiaomi, Oppo, Sony dll, Cicilan 0% satu tahun & cash back sampai dengan 1 juta. Hmmm, jadi kepikiran ingin ganti smartphone nih.  Bukan Cuma itu, pelanggan akan mendapatkan gratis Internet 36 GB dan Nelpon Semua Operator selama 1 tahun. Keterlaluan nih program, bikin Nyonya Bawel mupeng banget.

 Bahkan XL juga membuka fasilitas gratis “Zona Merdeka Gratis Nelpon ke Semua Operator dan free WiFi” di 30 XL Store yang ada di Mall dan HP Center di Jabodetabek .  XL ingin memberikan pengalaman masyarakat dengan fasilitas demo gratis internetan dan nelpon ke semua operator.  Tak hanya itu, XL mengerahkan tim Combo Xtra Mobile mengunjungi lokasi-lokasi seperti; kampus dan tempat-tempat keramaian lainnya dengan menghadirkan fasilitas gratis nelpon ke semua operator dan free WiFi XL untuk memberikan pengalaman menarik kepada masyarakat luas.

Menurut Nyonya Bawel, ini adalah langkah cantik XL dalam jemput bola dalam sisitem pemasaran dan sosialisasi dari program Combo Xtra Merdeka. Masyarakat Indonesia itu malas cari info sendiri, Maunya disuapkan. Apa yang dilakukan XL, pas banget deh. Ketimbang menunggu, datang dan temui calon pelanggan, sekalgus memprlihatkan komitmen XL dalam membri layanan yang baik. Sebagai konsumen, kwalitas produk no satu tapi pelayanan kepada kosumen juga menentukan, apakah konsumen mau tetap menggunakan produk tersebut. Terkadang produknya tidak terlalu bagus tapi layanannya baik, Nyonya Bawel bertahan. Karena kenyamanan menggunakan penunjuang komuniksi itu, penting.





Saturday, July 30, 2016

Suka Cita Memiliki Anak Kembar


Nyonya Bawel juga memiliki kawan-kawan yang memiliki anak kembar. Kebanyakan kembar identik. Salah satunya, perempuan pemilik akun facebook Wiwid Wadmira. Ibu sepasang anak kembar perempuan. Kira dan Kara yang diabadikan pada nama blognya Blog: http://mykirakara.blogspot.com

Memiliki anak tunggal atau kembar adalah anugerah luar biasa. Tidak semua keluarga dipercayai mempunyai anak.
Nyonya Bawel terlahir dalam keluarga besar. Orangtua Nyonya Bawel memiliki 11 anak tapi Ibu, Nyonya Bawel cuma melahirkan 10 kali. Karena yang ke 10 alias yang bungsu lahirnya dua. A.k.a kembar. Saat mereka lahir, usia Ibu Nyonya Bawel sduah di atas 40 tahun. Kondisinya sudah nggak ok. Sehingga ketika si bayi kembar pulang. Ibu Nyonya Bawel masih tetap di RS.

Heboh dong, ada dua bayi tanpa ibu. Tapi semua ditangani kakak-kakak Nyonya Bawel. Lucu dan gemas tapi kalau mereka mulai rewel dan akhirnya nangis, pusing juga dengarnya. Tapi ada dua bayi tetap aja sesuatu yang menakjubkan. Adik kembar Nyonya Bawel sampai 3 bulan belum di beri nama. Lalu kami (kakak-kakak) menciptakan nama panggilan Ola (kakak) dan Olly (adik) kok Ola nggak pakai dua L? karena nama panggilan Ola dan Olly lahir dari Bola Volly, salah satu olahraga yang kami- kakak beradik tekuni.
Ola dan Olly dipernikahan Olly


Dan sekian puluh tahun kemudian dari kelahiran adik kembar Nyonya Bawel, Kakak Nyonya Bawel no 4 melahirkan bayi kembar juga. Sama-sama bayi kembar perempuan. Dulu, ketika adik kembar Nyonya Bawel lahir, usia Nyonya Bawel baru 8 tahun. Berbeda dengan kelahiran anak Kakak Nyonya Bawel. Nyonya Bawel sudan menyelesaikan S1 dan menyiapkan pernikahan. 

Jadi melihat dua bayi kembar, menjadi sesuatu yang seru dan menyenangkan. Bahkan bisa dibilang Nyonya Bawel dan suami menjadi "pengawal" ponakan kembar ini. Sejak mereka lahir, sekolah, ke RS untuk berobat atau imunisasi, Nyonya Bawel dan suami selalu ada. Ketika Nyonya Bawel menikah, ponakan kembar ini baru berusia 5 bulan. Kini mereka sudah besar. Sedangkan kedua adik kembar Nyonya Bawel, keduanya sudah menikah.

Ponakan: Rose & Yvon

Memiliki anak kembar sebetulnya nggak jaug berbeda dengan memiliki anak tunggal. Bedanya karena jumlahnya lebih dari satu ya kerepotannya kali sejumah anak kembar. Kembar dua ya repotnya dua kali lipat. Kedua pasang kembar di keluarga Nyonya Bawel bukan kembar identik. Mereka berasal dari dua telur. Jadi secara fisik dan sifat tidak sama 100 %. Tapi mereka tetap mempunyai kesamaan yang agak sulit di deteksi. Misalnya, Jika adik kembar Nyonya Bawel pergi tidak bersamaan. Bisa jadi ketika pulang dan bercerita, makanan yang mereka beli saat bepergian, sama. bahkan terkadang pulang belanja, yang di bawa juga sama.


Nyonya Bawel bisa membayangkan perubahan yang terjadi dalam hidupnya, dengan kelahiran Si Kembar, apalagi mereka terlahir prematur. Kondisi ini mengantarnya untuk menekuni dunia parenting. Bicara dunia parenting, Nyonya Bawel jadi ingat diri sendiri. Tidak ada sekolahnya menjadi orangtua. Menjadi orangtua adalah pembelajaran seumur hidup. Keberhasilan mejadi orangtua ditentukan sejauhmana anak-anak kita mencapai kesuksesan. 

Itu juga yang membuat Wiwid, memutuskan berhenti kerja setelah 12 tahun berkantor. Untuk urusan kerja Wiwid memiliki sejarah panjang. Tidak semua bidang pekerjaan yang diinginkannya bisa di dapat. Salah satu disebabkan ia menggunakan jilbab. Padahal menurut Wiwid dalam foto yang dilampirkan di aplikasi lamaran kerja, dirinya sudah berjilbab. Jadi lucu bahkan terkesan anehnya jika dipanggil dan akan diterima bekerja kalau jilbabnya di lepas. Wiwid memilih menolak pekerjaan tersebut.

Wiwid sempat aktif sebagai moderator di komunitas UrbanMama. Lewat Urban Mama pula Wiwid mengenal dunia perbloggingan. dari begitu banyak diskusi dan seminar yang di dapatnya Wiwid merasa saya jika hilang menguap dengan berlalunya waktu. walau kini sudah tidak aktif sebagai moderator di Urban Mama, Wiwid tetap menekuni dunia parenting, khususnya pengasuhan dan pendidikan pada anak kembar.

Bagi yang ingin mengenal Wiwid lebih jauh, silakan bukan akun media sosial dan follow.

Blog: http://mykirakara.blogspot.com
Twitter: @wiwidwadmira
Instagram: wiwidwadmira

Linkedin: https://www.linkedin.com/in/wiwit-rahayu-5a0a0711b


Friday, July 08, 2016

Yonna Kairupan, Perempuan Hebat dan Pemberani.

Nyonya Bawel mengenal Yonna Kairupan, sekitar tahun 2012. Nyonya Bawel nggak tahu yang bersangkutan ingat Nyonya Bawel atau tidak. Di acara peluncuran bukunya Muthia Rizki di Fx Senayan. Penampilan Yonna seperti pernampilannya sekarang, berjilbab. Saat itu ia datang dengan suaminya dan pas games, Nyonya Bawel berpasangan dengan suaminya.

Ingatan Nyonya Bawel masih kuat dan jelas, seolah baru terjadi kemarin karena sosok Yonna, tidak mudah dilupakan. Cantik, menarik  dengan suaranya yang keras dan berkarakter. Jadi nggak heran kalau Yonna mampu menyanyikan lagu dengan irama rock. Dan Nyonya Bawel berkesempatan mendengarkannya bernyanyi. Performa dengan jilbab tapi saat ia bernyanyi  rock, jilbab tak menghalanginya berekspresi.


 Nyonya Bawel hanya memperhatikannya dari jauh. Selanjutnya Nyonya Bawel hanya bertukar kabar di facebook. Sesekali memberi like dan komen di status masing-masing. Buat Nyonya Bawel, Yonna seorang perempuan hebat yang mewakili profil perempuan modern yang penuh tanggung jawab. 

Ibu dari 4 anak, pasti menyita banyak waktu. Membaca catatan-catatan di blog atau status fbnya Yonna, seorang Ibu yang mengutamakan kebahagiaan anak-anaknya. Ia memiliki panggilan sayang buat masing-masing anak-anaknya.

Nyonya Bawel adalah ibu dari dua anak yang keduanya berjarak tiga tahun. Saat Nyonya Bawel sebagai Ibu bekerja, Nyonya Bawel merasa kekurangan energy. Nyonya Bawel merasa 24 jam dalam satu hari tidak cukup. Sungguh tidak terbayang energy yang dimiliki Yonna, sebagai istri, ibu dari 4 anak dan profesinya sebagai make up karakter. Ya, Yonna adalah salah satu the best make up karakter untuk Zombie. Jika anda main-main ke Mall of Indonesia, di sana anda akan menemui karya Yonna Kairupan. Karya lainnya banyak di youtube. Terutama tutorial make up. Wajah cantiknya memang mendukung profesinya sebagai make up artis.



Satu hal yang Nyonya Bawel perhatikan, Yonna sangat menikmati kehidupannya.  Ini yang penting. Menjadi diri sendiri dan bahagia menjalaninya. Mungkin karena perjalanan panjang sudah memberinya banyak pengalaman yang tidak dimiliki orang lain. Yonna, adalah salah satu jebolan sekolah menengah atas di kawasan Bulungan. Sekolah yang terkenal menghasilkan para artis menyanyi maupun artis sinteron/film. Bahkan uang jajan yang didapatnya pertama dari menari dan bernyanyi saat masih SMA.

Ketika Nyonya Bawel bisa menghasilkan uang dari keringat sendiri, rasanya luar biasa. Jangankan jajan, dengan uang sendiri juga bisa belanja tas, baju dan make up sendiri. Bedanya Yonna, sudah bisa menghasilkan sejak SMA, Nyonya Bawel saat kuliah. Saat tulisan-tulisan Nyonya Bawel berupa cerpen dimuat media cetak.  Lalu mulai menjadi reporter lepas beberapa tabloid. Tapi Nyonya Bawel tidak seberani Yonna yang memutuskan  menikah diusia muda. Di usia 23 tahun, Yonna memutuskan menikah. Saat usia 23 tahun Nyonya Bawel mah masih menikmati main-main.

Nyonya Bawel selalu kagum, pada perempuan-perempuan yang berani dan mempunyai kemauan kuat. Yonna Kairupan, salah satunya. Bagaimana sejak usia muda, ia tahu apa yang ia inginkan. Ia berani mengambil keputusan yang sedikit banyak sebagai bentuk “melawan” orangtuanya. Cuma kalau dipikir-pikir, emang nggak selalu orantua tahu apa yang terbaik buat kita. Tapi Nyonya Bawel nggak seberani Yonna. Mengenal Yonna Kairupan, adalah sebuah kebanggan. Senang bisa mengenal kamu, Yonna. Membaca kisah hidupmu, serasa membaca tokoh hero. Berharap banyak perempuan bisa seperti kamu dalam mengambil keputusan dan bersikap. You are awesome!

Note: semua foto dokumentasi Yonna kairupan.

Mau mengenal lebih dekat, silakan kepo akun media sosialnya:

Blog: www.thekairupan.com dan www.yonnaandmakeup.com
Facebook: Yonna Kairupan
Twitter: @YonnaKairupan
Instagram: @yonnakairupan
Youtube: yokairupan



Thursday, May 05, 2016

Anita d'Caritas, Resolusi 2016 “Be A Writerpreneur”

Siapa mengira, apa yang dituliskan di kertas dan ditempelkan di dinding kamarnya, menjadi penyemangat diri dan membuatnya mempunyai blog.

"Kita harus melewati setiap PROSES untuk mendapat KEBERHASILAN. Proses itulah yang akan membentuk kita. Menikmati proses bukanlah hal yang mudah, kita harus menyadari bahwa sebuah keberhasilan tidak didapat secara instan. Ada yang harus dikorbankan, waktu, tenaga bahkan pikiran" Quote by Anita d'Caritas.

Saya setuju banget, jauh lebih penting menikmati proses perjalanan ketimbang pencapaian. Namun tidak bisa dimungkiri, kenyataannya banyak yang memilih mendapatkan hasil tanpa peduli pada proses.

Anita d'Caritas adalah nama alias dari Anita Carolina Tampubolon. Ibu Bidan yang terbilang baru saat ini dalam menikmati kehidupan berumah tangga, menjadi ibu dan istri. Ya, usia pernikahannya belum lagi berusia dua tahun. Namun profesinya sebagai bidan membuat ia tetap cakap dalam mengurus keluarga terutama mengurusi buah hatinya. yang baru berusia 7 bulan.

Anita mengaku mencintai tulis menulis sejak SD tapi kegiatan ngeblog baru ditekuni. Saya banyak  membaca blogger yang mengaku pemula. Usia blog kurang dari setahun tapi kecintaan menulis sudah sejak duduk di Sekolah Dasar. Itulah sebebanya saya tidak suka menganggap seseorang blogger baru atau blogger pengalaman. Karena sesungguhnya blogger ada karena kecintaan seseorang pada kegiatan menulis. "Pasion"nya sudah ada, hanya waktu yang belum kompromi. Ketika waktunya datang, apa yang dituliskannya akan mengalir begitu saja.

Membaca catatan Anita tentang dirinya, sebagai bahan pengantar kami mengenali diri dan aktifitasnya, mengalir dan enak dibaca. Terkadang banyak orang bisa menuliskan tentang hal lain tapi sulit menulis tentang dirinya- Gue banget tuh.

Komitmen pada pasangan dan tujuan mulia berumah tangga. membuatnya rela meninggalkan pekerjaan sebagai Bidan di tanah Sumatera, Riau. Ketika keputusan menikah diambil, perempuan ini siap dengan resikonya dan memilih mundur dari pekerjaannya lalu mengikuti suami. Ini persis dengan pesan almarhum ayah saya. Ayah saya berpesan, sebagai istri harus mengikuti ke manapun suami ditempatkan, tak peduli walaupun si istri berkarir. Karena menurut ayah almarhum, pencapaian tertinggi peremuan ada pada keberhasilannya menjaga keutuhan keluarga.

Maka relalah, Ibu Bidan ini pindah dari Riau. Sempat menetap sekitar 8 bulan di Tangerang, mencoba melamar di beberapa RS, namun kesadarannya sendiri yang menghentikan upaya mencari pekerjaan. Pemikiran sebagai istri dan kesiapannya untuk hamil,  memutuskan Anita berkonsentrasi pada keluarga. Kebiasaannya selalu aktif lalu berubah menjadi peempuan yang tnggal di rumah, membuat dirinya "bete". Iapun mencari aktifitas megisi waktu kosong namun tidak perlu meninggalkan rumah. Situasi ini mengantarnya pada kegiatan jualan secara on line. Mengandalkan FB dan BBM, lumayan sukses.

Kegelisahannya tidak berhenti. Sang suami yang mengenalinya dengan baik, mengusulkan untuk menulis, bahkan dibuatkan blog. Sayang "waktu" belum kompak. Atau Anita yang belum menyadari potensi lain dalam diri. Ia tidak tahu harus menulis apa. 

Anita mengatakan: "Salah satu cara untuk mewujudkan mimpi yaitu bergabung dengan komunitas yang memiliki passion yang sama. Saya bergabung di beberapa komunitas, fb dan wa. Dan akhirnya, saya mengikuti kelas menulis buku dan kelas menulis artikel pada Maret 2016. Kedua nya dilakukan secara online. Biaya tidak lagi menjadi pertimbangan. Saya mendapat dukungan besar dari suami"

Apa yang saya lihat dari diri seorang Anita d'Caritas, bahwasannya, ia perempuan yang memiliki keinginan kuat dan tahu apa yang diinginkan. Banyak orang memiliki keinginan tapi tidak memiliki kekuatan dalam mewujudkan keinginan tersebut. Padahal sebagatas keingian saja, baru sebuah mimpi. Proses mewujudkan mimpi adalah perjalanan yang menantang dalam menguji kemampuan diri. Dan jika keberhasilan di dapat, kepuasan tertinggi datang dari keberhasilan melewati proses tersebut. Senang bisa mengenal sosok yang satu ini. Mau mengenali lebih jauh, silakan cek media sosialnya.
FB: Anita Carolina Tampubolon
Twitter :  @Anita d'Caritas 
Instagram: @Anita d'Caritas
Blog: http://anitadcaritas.blogspot.co.id/

Tuesday, April 05, 2016

Mie Ayam Mamavanenbas, Andalan Menyenangkan Keluarga


Saya bukan ibu yang pandai masak. Apalagi sejak menyelesaikan S1, saya langsung bekerja. Praktis memasak hanya ada dalam cita-cita. Iya, sebagai perempuan saya bercita-cita memiliki ketrampilan memasak. Menurut saya, bisa memasak itu keren dan seksi. Sayang, hal itu hanya sebatas cita-cita. Bagaimana mau memasak, kalau waktu saja nggak punya? alasan klasik. Eit, sungguh itu bukan alasan. Senin-Jumat kerja, akhir pekan jalan-jalan. Kapan masuk dapurnya?

Tapi Tuhan maha baik, diberinya saya waktu untuk mewujudkan cita-cita itu. Dulu ketika saya ngobrol santai dengan bos, di tempat kerja. Bos saya mentertawakan saya, ketika saya bilang cita-cita saya sebetulnya jadi Ibu rumah tangga. Kenyataannya hingga pernikahan saya masuk tahun ke 15, saya baru bisa menjadi fulltime Mom.

Tapi seperti kata pepatah "Better late than never" saya bisa mewujudkan cita-cita saya sebagai ibu rumah tangga. Terus ketrampilan memasaknya? Sampai sekarang masih belajar. Untuk belajar kan nggak ada batasan usia. Tahun-tahun terakhir sebelum saya total meninggalkan pekerjaan "nine to five", saya mulai berkesperimen memasak. Korbannya? Kawan-kawan di tempat kerja.

Ceritanya, sebagai non muslim, saat memasuki bulan puasa, saya biasa membawa bekal makan siang. Soalnya males banget kalau harus turun makan siang ke kantin. Biasanya di bulan puasa, yang berpuasa akan berlama-lama di musholah. Nah di meja kerja, saya bisa makan. Kebetulan di bagian saya, kami berdua yang non musim. Karena kawan saya laki-laki, saya membawakan bekal makan siang untuknya juga.

Ternyata, saat puasa, banyak juga kawan-kawan perempuan lain bagian yang tidak berpuasa karena having periode/ haid atau yang sedang hamil. Biasanya mereka ikut lapar mencium aroma makanan yang saya bawa. Akhirnya, sebelum pulang kerja, kira-kira pk. 16.00 saya kirim email yang memberitahukan besok menu makannya ini, ini dan ini. Seporsi Rp. 12.500, hanya untuk 10 porsi, yang berminat tolong reply email.

Singkat cerita, yang awalnya karena bulan puasa, akhirnya terus sampai sudah tidak bulan puasa. Tapi saya tetap membawa makanan untuk 10 porsi. Masalahnya nggak ada waktu kalau memasak untuk lebih dari 10 porsi. Itu saja sudah di mulai dari malam, membersihkan ikan atau ayam dan merajang sayurannya. Menunya apa saja? Biasanya aneka tumis-tumisan, (kangkung, kacang panjang, buncis, tauge dll) goreng-gorengan (Bakawan jagung/sayur/perkedel kentang) Lauk protein (Telur balado, Ikan rica-rica, Ayam masak kemangi) plus ambel dan kerupuk. Semua resep saya dapat dari internet. Situasi ini berjalan hampir dua tahun. Tapi akan libur kalau saya bertugas ke luar kota. Hingga sekarang kalau bertemu kawan-kawan atau say helo di Fb, pasti yang dikangenin, masakan saya.

Terus itu postingan mie ayam bakso di atas? Ceritanya beda lagi. Kedua anak saya sangat menyukai mie instan. Sementara saya sangat peduli dengan asupan makanan mereka. Akhirnya saya membuat aturan Mie instan boleh di konsumsi, seminggu sekali. Kalau ingin mie, Mama akan membuat mie ayam. Kedua anak saya sampai terheran-heran, Mama masak mie ayam? Apa bisa? Bisa dong, Mama gitu loh. Kan ada internet. Eksperimen pertama, anak-anak langsung menyukai. Selanjutnya? keluarga besar menjadi target. Akhir pekan, saya mengundang semua kumpul di rumah Mama-Ibu kami, untuk mencoba Mie ayam Mamavanenbas.

Eksperimen ini, lumayan dapat nilai 7. Alasannya rasa kurang garam. Saya protes, masalahnya asin atau nggak kan relatif. Rupanya itu alasan, karena berikutnya saya ditantang menyiapkan mie ayam lagi untuk minggu depan. Untuk ibadah keluarga, sekitar 30 porsi. Tantangan makin menarik, karena memasak untuk porsi besar harus konsisten rasanya. Dan untuk tantangan ini, saya sukses. Selanjutnya, saya bisa menyajikan mie ayam, setiap anak-anak minta.

Saya nggak akan share resepnya, karena sudah banyak resepnya di internet. Saya cuma mau cerita, akhirnya Mie ayam Mamavanenbas jadi andalan menyenangkan keluarga. Bahkan saya berani mengundang kawan-kawan untuk mencicipi Mie ayam Mamavanenbas. Apa? Bubur Menado? itu juga saya bisa. Tapi anak-anak dan suami nggak ada yang doyan Bubur Menado. Sementara tantangan ODOP, resep andalan keluarga. Ya Mie ayam Mamavanenbas inilah resep andalan saya. Senang rasanya, ketika Bas akan keluar dari kamar mengikuti aroma, bawang putih dan merica yang ditumis dengan sedikit mentega dan minyak wijen untuk membuat toping ayamnya. 

Bas, dengan mata berbinar-binar nggak sabar menunggu mie ayam tersaji. Biasanya sebuah pelukan hangat dan ciuman jadi bayaran yang memuaskan untuk semangkok Mie ayam Mamavanenbas. Ayo mengaku, siapa yang sudah mencicipi mie ayam Mamavanenbas

Sunday, April 03, 2016

Liburan Murmer ala Nyonya Bawel

Nyonya Bawel dan keluarga sangat senang setiap ada hari libur. Mau itu tanggalan merah maupun akhir minggu. Karena Liburan berarti nggak perlu bangun pk.04.30. Nggak perlu setrika seragam anak sekolah, nggak menyiapkan bekal dan sarapan, di saat langit masih gelap. Itu artinya santai.



Lalu diisi dengan kegiatan apa kalau libur? Seperti di catatan Nyonya Bawel yang lain, keluarga besar Nyonya Bawel paling senang piknik. Piknik di maknai jalan-jalan dan makan di luar. Mulai dari jalan-jalan cuma ke minimarket I atau A, beli cemilan keripik, kacang dan minuman bersoda sampai ke tempat wisata. 

Kalau tema one day one post, liburan murah meriah, banyak banget. Liburan, kami berempat (Keluarga inti Nyonya Bawel) yang murah meriah diantaranya, bersih-bersih rumah dan masak berempat. Sebelumnya Nyonya Bawel akan menanyakan, ingin makan apa? Setelah disepakati makan apa, maka Nyonya Bawel mulai membagi tugas. Karena ini hari libur, semua anggota keluarga harus bahu membahu.

Karena Nyonya Bawel pemegang kendali urusan dapur dan kompor, maka Van dan Bas kebagian mengupas bawang, cuci piring, nyapu dan ngepel. Papanya, membereskan kamar (termasuk ganti seprai). Setelah rumah bersih, Nyonya Bawel senang bermain aduk-aduk kolak di panci, oseng-oseng sayur di wajan dan bakar-bakaran ikan atau ayam. Nggak sampai dua jam, makan enak-menurut keluarga Nyonya Bawel segera bisa dinikmati. 


Sesudah makan, biasanya kita berempat naik tempat tidur dan nonton tv kabel. Kalau bosen nonton tv kabel, bisa nonton film  di DVD. Mau film lama atau baru, asyik-asyik saja. Kebetulan kedua anak Nyonya Bawel dan Papanya, kalau suka sama sebuah film, bisa ditonton berulang-ulang. Kegiatan sederhana semacam ini, sudah lama kami lakukan. Nggak terasa tahu-tahu waktu sudah senja, jelang makan malam, Nyonya Bawel masuk dapur lagi. Karena dilakukan dengan rasa cinta, semua terasa menyenangkan. Karena intinya bukan apa yang kita lakukan saat berlibur tapi dengan siapa kita mengisi liburan.

Bersama orang-orang terkasih, liburan di rumah sudah terasa sebagai sebuah kemewahan. karena kalau nggak libur, kami hanya bisa kumpul berempat jelang malam. Terkadang nggak bisa karena saat Papanya anak-anak pulang, salah satu dari anak kadang sudah tertidur. Itu artinya anak dan Papanya cuma bertemu kurang dari dua jam, di pagi hari jelang ke sekolah dan ke kantor.

Maka saat liburan dan bisa menikmati berempat di rumah saja, menjadi sebuah kemewahan yang membahagiakan. Bahkan walau makan siang hanya dengan sayur lodeh, ikan asin, tahu tempe dan balado telor. Lebih kurang gitu deh liburan murah meriah ala Nyonya Bawel.

Wednesday, March 30, 2016

Masa Kecil dan Ulang Tahun yang Menyenangkan

Nyonya Bawel dalam pelukan Mama

Masa kecil Nyonya Bawel adalah masa kecil yang sangat menyenangkan. Bahkan bablas sampai sudah menikah dan memiliki anak, Nyonya Bawel tetap merasa sebagai “anak kecil”. Nah loh? Kok bisa. Terlahir sebagai anak ketujuh yang berarti Nyonya Bawel memiliki 6 enam kakak . Bagaimana bisa menjadi besar, kalau selalu ada enam kakak yang memperlakukana Nyonya bawel sebagai anak kecil?

Buat Nyonya Bawel nggak masalah. Enak-enak saja tuh. Jadi adik dengan banyak kakak, nggak pernah diminta mempertanggung jawabkan sesuatu. Kalau rembukan, pokoknya terima hasil beres dan jalani. Kan Nyonya Bawel punya adik empat orang, lah kalau Nyonya Bawel saja diperlakukan sebagai “anak kecil”, apalagi empat adik Nyonya Bawel.

Nyonya Bawel dan saudara-saudara, dibesarkan dalam satu rumah. Secara usia, kakak adik terbagi dalam tiga kelompok. Kakak no 1 sd 3, itu kakak besar. Kakak no 4 sd 6 kakak sedang-sedang saja dan Nyonya Bawel plus 4 adik, ya “anak kecil”. Artinya Jika orangtua Nyonya Bawel berpergian maka Kakak-kakak besar bertangung jawab untuk urusan yang besar-besar. Kebersihan rumah, berurusan jika ada tamu, mengatur keuangan dan keperluan adik-adik. Sedangkan kakak sedang-sedang, tugasnya menemani adik-adik belajar dan bermain. See…?

Nyonya Bawel dan adik-adik nggak pernah tahu ada masalah. Hidup kami selalu senang dan senang. Dan yang tidak terlupakan adalah hari ulang tahun. Seingat Nyonya Bawel, selalu ada “pesta” ulang tahun untuk kami. Nyonya Bawel sendiri, selalu mendapat pesta ulang tahun sejak kelas tiga SD. Setiap tanggal kelahiran, pasti ada makan-makan, bertaburan kue-permen-hadiah dan kedatangan kawan-kawan sekitar 20-25 kawan sebaya.

Kebiasaan itu baru berhenti saat Nyonya Bawel bekerja. Merayakan ulang tahun adalah tradisi di keluaga Nyonya Bawel, jadi termasuk untuk adik-adik Nyonya Bawel. Karena sejak kecil Nyonya Bawel suka menulis, maka hadiah-hadiah yang paling berkesan yang  hadiah seputar menulis. Berbagai buku catatan/kertas surat, aneka alat tulis, buku cerita dan mesin ketik. Seingat Nyonya Bawel  hadiah yang nggak telalu Nyonya Bawel suka, baju/t-shirt atau mainan.
The best moment
First annyversary 1997

Makanya ketika sudah menikah dan pasangan Nyonya Bawel nggak punya tradisi merayakan ulang tahu, Nyonya Bawel kecewa berat. Bayangkan, kebiasaaan merayakan ulangtahun di keluaraga Nyonya Bawel sudah mendarah daging lalu harus hilang-dihilangkan. Kebiasaan merayakan ulangtahun itu, suasananya dibangun bahkan sebulan sebelum ulang tahun. Si ulang tahun sudah bisa “sounding” hadiah yang diinginkan. Tiba-tiba kebiasaan itu berubah. Jujur setelah menikah, Nyonya Bawel takut menghadapi hari ulang tahun. Takut kecewa kehilangan semua perhatian yang dulu Nyonya Bawel dapat. Karna pastinya saat Nyonya Bawel ulangtahun, Nyonya Bawel ada bersama pasangan. Dan nggak mungkin Nyonya Bawel memilih bersama saudara-saudara Nyonya Bawel. Alhasil Nyonya Bawel terluka-ah sudahlah.

Bicara masa kecil, adalah  masa yang luar biasa membahagiakan. Nggak ada ingatan tentang luka atau kecewa. Yang teringat, sukacita. Tiap sore selalu ada tea time. Jelang Alm. Papa pulang kerja, Mama sudah menyiapkan teh dan kue-kue. Tidak ada hari tanpa kue buatan Mama. Walau itu cuma pisang goreng, panekuk (pancake), tape bakar dengan toping selai nanas, Ketan putih dengan gula kelapa, aneka kolak, dll.

Rasanya masa kecil Nyonya Bawel adalah nyanyian surga. Termasuk saat belajar atau belanja keperluan sekolah, semua terasa menyenangkan. Sebelum orangtua Nyonya Bawel memiliki mobil, kami naik becak baik itu untuk makan di resto atau belanja-belanja. Satu becak bisa diisi 4 orang, kan tubuh kami kecil-kecil. Pokoknya seru banget deh.

Hal lain adalah mandi bersama. Rumah orangtua Nyonya Bawel lumayan luas. Kami memiliki kamar mandi yang juga luas. Kira-kira 3-4 m. Kalau cuaca panas dan susah tidur siang, Nyonya Bawel dan adik-adik bisa main di kamar mandi. Kamar mandi kami ada showernya, jadi ember-ember berbentuk bulat besar-Baskom/Waskom. Akan kami isi air dan main ciprat-cipratan.

Menuliskan masa kecil ini, Nyonya Bawel senyum-senyum terus. Rasanya semua baru kemarin, padahal sudah 40 tahun lebih. Waktu terbang bagai selembar bulu ayam diembus angin. Melayang jauh entah ke mana dan tidak akan kembali. Kebahagiaan masa kecil Nyonya Bawel menjadi dasar kuat yang menyebabkan Nyonya Bawel juga ingin berbagi kebahgiaan. Karena bahagia itu menyenangkan, nah Nyonya Bawel juga ingin orang lain merasakan kebahagiaan semacam itu.
Akhirnya ulangtahun menjadi hal pribadi
yang dirayakan hnaya
dengan keluarga inti
Sejak Nyonya Bawel bekerja, Nyonya Bawel jadi memiliki kebiasaan berburu hadiah untuk diberikan kepada saudara-saudara termasuk keponakan.  Karena Nyonya Bawel meraa senang menerima hadiah maka Nyonya Bawel berpikir, mustinya orang lain juga senang jika menerima hadiah. Kebiasaan memberikan hadiah menjadi kebiasaan Nyonya Bawel karena akhirnya memberikan hadia tidak hanya saat ada yang berulangtahun tapi kapanpun, Nyonya Bawel bisa saja memberikan hadiah. Mulanya alasannya dicari-cari, kasih hadiah karena prestasi sekolah bagus, atau tidak ada alasan. Hanya karea ada sesuatu yang bagus dan cocok untuk salah satu saudara-saudara Nyonya Bawel, maka Nyonya Bael mau membeli dan memberiknnya. Karena pada akhirnya Nyonya Bawel berpikir untuk memberikan hadiah nggak perlu alasan. Karena dasar pemberian hanya satu, kepedulian dan rasa sayang.


Hidup masa kecil Nyonya Bawel dipenuhi perhatian dan kasih sayang, hal itu yang terus Nyonya Bawel pertahankan agar bisa memberikan hal yang sama-sama pada orang-orang dalam kehidupan Nyonya Bawel sekarang. Karena ternyata tidak semua orang memiliki masa kecil yang memebahagiakan. Untuk itu Nyonya Bawel nggak pernah lupa bersyukur untuk orang-orang yang menjadikan masa kecil Nyonya Bawel sebagai masa yang membahagiakan. Pastinya Kedua orangtua Nyonya Bawel dan semua saudara-saudara Nyonya bawel. Ini cerita masa kecil Nyonya Bawel, bagaimana dengan masa kecil kamu?

Tuesday, March 29, 2016

Seru dan Asyik Kumpul Keluarga Besar

Mulanya cuma numpang makan siang di rumah Mami
eh di ajak ke Kampung Aer untuk
mengisi waktu santap sore-sore


Beach Pool Ancol
25 Maret 2016 tanpa rencana


Anak orangtua Nyonya Bawel, tinggal satu yang belum menikah. Sisanya 10 orang sudah berkeluarga dan beranak-pinak. Ada yang 1,2 dan 3. Kedua orangtua Nyonya Bawel memiliki 11 anak perempuan semua tapi kami, anak-anaknya, paling banyak memiliki 3 anak. Kebayang gak kalau masing-masing memiliki 3 anak dari 10 anak. Maka bersyukurlah kami yang memiliki anak bervariasi, ada yang memiliki 1,2 dan 3. Total cucu orangtua Nyonya Bawel, 24. Itu baru dari pihak Nyonya Bawel.

Dari pihak suami yang juga terlahir di keluarga besar, memiliki variasi anak juga sama, 1,2 dan 3. Total cucu mertua ada 18 orang. Maka kedua anak Nyonya Bawel, Van dan Bas memiliki sepupu 40 orang. Memiliki 21 keluarga Om dan Tante. Sekarang saja kedua anak Nyonya Bawel sudah menjadi Om dan Tante karena kakak-kakak  Nyonya Bawel dan kakak-kakak suami sudah bercucu. Total keponakan Van dan Bas ada 17 orang.

Maka kumpul keluarga besar menjadi sebuah kebutuhan dan keharusan. Nyonya Bawel dan saudara-saudara Nyonya Bawel dibesarkan secara bersama-sama dalam satu rumah. Nggak ada yang merantau hingga hubungan kami satu dengan lain sangat erat. Tapi ketika sudah berkeluarga, meninggalkan rumah dan memiliki aktifitas masing-masing, pertemuan adik-kakak menjadi hal yang kami rindukan.

Maka setiap akhir pekan, rumah Mami menjadi persinggahan yang  menyenangkan. Jika sudah berkumpul, suasana menjadi seru dan asyik. Sejak ada grup WA keluarga, pertemuan dan kegiatan bisa lebih terarah dan teratur. Jika salah satu dari kami lebih dari dua minggu nggak bertemu, maka biasanya akan melemparkan ide “ngumpul”. Rumah Mami sebagai “base camp” karena selanjutnya, pertemuan bisa dilanjutkan di mall atau tempat wisata seperti Ancol, Puncak, dan pantai Anyer.

Curug Putri, Cirebon, tahun 2016
Tanpa rencana berangkat pk. 03.00

Nggak perlu perencanaan yang ribet, cukup tulis di WA: Ke Anyer, kumpul di rumah Oma (mami) di tunggu pk. 11.00. akan nginep. Kita bisa konvoi sampai 8 mobil. Semua akomodasi, transportasi dan makanan, tanggung renteng. Kebiasaan ini sudah berjalan puluhan tahun, sejak Nyonya Bawel belum punya anak. Piknik/ke luar kota bersama keluarga besar adalah agenda rutin.

Tahun lalu (2015), kami ke Cirebon, Pekalongan dan Yogya selama 6 hari menggunakan satu bus besar. Yang ikut mulai dari bayi 9 bulan sampai Mami yang berusia 85 tahun. Seru dan heboh. Persiapan pendanaannya setahun. Ya setahun kami menanbung. Panitia kecil dibentuk untuk menjamin semua terkoordinir dengan baik. Bahkan tiap hari ada ketentuan warna pakaian yang harus dipakai untuk memudahkan koordinasi.

Add caption







Kumpul keluarga biasanya akhir pekan tapi tidak menutup kemungkinan hari lain kalau ada yang penting untuk dirembukkan. Semisal membuat "little party" HUT Mami. Kami akan mengundang kawan-kawan Mami yang usianya juga sudah lanjut. Maka perlu ada pertemuan untuk mengatur pendanaan, menu, dan among tamu. Tamu dengan usia lanjut harus diamong/didampingi.

Hut Mami ke 82 th 2011


Kami punya kebiasaan, menyatukan semua yang berulangtahun dalam sebulan, lalu ditentukan akhir pekan di akhir bulan sebagai hari bersyukur, ditandai dengan berdoa dan makan-makan. Karena kami keluarga besar, dalam sebulan bisa 3-4 orang yang berulangtahun, maka makan-minum ditanggung bersama. Jadi nggak ada yang berat. Supaya seru, terkadang ada ketentuan pakaian/dress code. Pernah strip black and white, atau army look. Atau berdasarkan warna. Biasanya berdasarkan warna saat Natal. 

Kumpul keluarga di pihak suami juga sebulan sekali. Maka kami akan datang bergantian. Sejauh ini, asyik-asyik saja. Jika di keluarga Nyonya Bawel, kami datang di hari Sabtu maka di keluarga suami datang di hari Minggu. Keluarga besar kami bertambah besar, karena kamipun menjalin silaturahmi dengan keluarga-keluarga para suami.

Pernah waktu Van dan Bas masih usia di bawah 10 tahun, mereka membagi keluarga. Pihak keluarga Nyonya Bawel adalah saudara Van dan Pihak keluarga suami adalah saudara Bas. Nyonya Bawel meluruskan bahwa pihak Mama dan pihak Papa, sama-sama saudara Van dan Bas. Mereka agak sulit menangkap konsep keluarga besar, tapi seringnya kami berkumpul akhirnya member pengertian pada keduanya. Bahwa mereka memiliki saudara yang sangat banyak.

Nyonya Bawel beranggapan pertemuan/kumpul keluarga besar sangat diperlukan. Berikut manfaat kumpul keluarga menurut Nyonya Bawel.

1.   Menjaga dan mererat tali silaturami antar saudara (kakak-adik, anak-orangtua, antar sepupu dan antar Om-Tante dan keponakan.

2.   Menghidupkan rasa hormat dan rasa Nyonya Bawelng antar saudara.
Karena kami membiasakan anak-anak untuk saling membantu dan menjaga selama bermain.

3.   Berbagi/bertukar pengalaman terutama dalam menghadapi anak-anak

4.   Berbagi/bertukar pengalaman dalam mengarungi rumah tangga

5. Berbagi/bertukar pengalaman dalam mengatur manajemen keuangan rumah tangga

6. Toleransi/tenggang rasa dan saling membantu. Jika ada yang sakit atau akan menikah.

7. Menjaga dan memelihara rasa Nyonya Bawel antar anggota keluarga sebagai bentuk ketahanan keluarga. Ketika keluarga besar menjadi tempat yang asyik, maka anak-anak tidak akan mencari tempat/keluarga lain.

Bagaimana dengan kumpul keluargamu?