Friday, February 05, 2016

Manfaat Blogwalking

Rasanya semua blogger sudah tahu, apa manfaat blogwalking. Saya juga tahu tapi saya belum punya jadwal rutin. Padahal rutinitas blogwalking bisa memberi banyak ide. Yup, tepat. Salah satu manfaat blogwalking mendapatkan ide-ide segar yang bisa menjadi bahan tulisan. Lainnya? menjaga pertemanan atau silaturahmi. Nggak berteman saja, saya suka masuk dan membaca blog orang lain kalau mencari kata kunci tertentu. Cuma jeleknya saya, suka nggak meninggalkan jejak. Padahal jejak itu penting. Siapa tahu yang saya kunjungi mau berkunjung balik.

Manfaat lainnya, katanya bisa menurunkan alexa rank. Saya ini termasuk yang nggak terlalu peduli sama alexa rank atau page rank atau Domin Authorithy. Padahal ketiganya menjadi persyaratan kalau ada agensi atau produsen yang mau menggunakan jasa blogger dalam meneruskan promosi suatu produk atau jasa.

Tapi saya punya kawan yang dalam sehari bisa lebih dari 20 blog yang dikunjungi dan ia meninggalkan jejak. Hebat banget deh, ibu yang satu ini. Iya, ibu dari dua anak lelaki ini, blogger yang tahu benar menjaga blognya supaya tetap bisa menghasilkan. Bukan sekadar job review, perempuan yang ramainya cuma di grup WA ini, namanya Lidya Fitrian. Di WA, dia sangat terbuka dan ramai bicara. Tapi kalau bertemu, bicaranya pelit, untung senyumnya nggak pelit-pelit amat.

Saya sempat terkejut dan ikut prihatin sewaktu suaminya mendapat kecelakaan. Buat saya Lidya Fitrian ini perempuan tangguh. Menjaga dan mengasuh anak yang terhitung masih anak-anak dan menjaga suami di RS, dijalaninya dengan tabah. Kuncinya memang sabar dan ikhlas. Kini suaminya sudah sehat dan sudah berkumpul bersama-sama lagi. Dan Lidya pun sudah kembali dengan aktifitas kesehariannya.

Blogger ini, kesehariannya ibu rumah tangga. Asli bekerja bebersih rumah, mengurus anak, memasak dan antar jemput anak-anak sekolah atau les. Di sela kesibukannya itu Lidya masih ngeblog bahkan termasuk jagonya ngeblog. Berbagai blog competition sudah dimenangkannya. Pokoknya ngiler deh mengetahuo hadiah apa yang di dapatnya. Mulai dari uang, voucher belanja hingga perlatan elektronik dan gadget. 

Salutnya saya. Lidya tetap perempuan yang rendah hati. Nggak neko-neko, nggak suka nyinyir dan berkawan apa adanya. Makanya nggak heran, agensi saja sayang sama Lidya. Jobnya banyak. Menyenangkan bagi saya, bisa menjadi salah satu kawannya. Terima kasih Lidya. saya mau memasang foto sama Lidya tapi takut dikira wannabe her friend. Padahal kita sudah bertemankan? Saya akan mulai rajin blogwalking supaya bisa mendapatkan manfaat blogwalking seperti Lidya, mendapatkan banyak ide, meningkatkan pertemanan dan menurunkan Alexa rank tapi meingkatkan DA.


Harus Mau Bertanya, Supaya Nggak Sesat di Jalan



Tidak semua orang mempunyai keberanian untuk bertanya. Masalah keberanian adalah masalah psikhologi dan masalah pembiasaan. Pada anak-anak yang tidak pernah diberikan kepercayaan melakukan sesuatu atau mengatakan sesuatu, biasanya akan menjadi anak-anak yang tidak berani melakukan atau berkata apa-apa. 

Bagaimana berani melakukan sesuatu jika selalu dicela atau bagaimana berani mengatakan sesuatu jika selalu di suruh diam. Pepatah malu bertanya sesat di jalan, sudah kita pelajari sejak duduk di bangku seolah dasar. Bahkan dengan lantang Nyonya Bawel juga mengajarkan hal yang sama pada kedua anak Nyonya Bawel yang kini jelang remaja. Dalam keseharian, Nyonya Bawel membiarkan anak-anak untuk bertanya pada orang-orang di sekitar, jika tidak menemukan tempat yang akan kami datangi. Ini bertujuan agar mereka berani dan tahu cara bersikap terhadap orang-orang lain.


Pada kedua anak inilah Nyonya Bawel meletakan harapan
untuk berani bertanya agar tak sesat di jalan

Namun persoalannya bukan sekadar menanyakan alamat atau arah jalan. Bagaimana jika yang ditanyakan hal-hal yang ditemukan dalam menelusuri jalan kehidupan? Bagaimana, jika yang harus bertanya adalah para orangtua ke anak-anaknya? Apalagi terkait persoalan yang selama ini ditabukan. Persoalan seks, misalnya. Minggu kemarin, Nyonya Bawel nyaris tidak bisa tidur, ketika beredar secara viral akun twitter gay anak-anak. Sama seperti, ketika suatu hari Nyonya Bawel menemukan link history porn, setelah sulung Nyonya Bawel yang usianya belum genap 12 tahun, usai menggunakan PC?


Deg-degan, cemas, marah, bingung, malu dan sejuta perasaan lain yang Nyonya Bawel tidak bisa rincikan. Saat itu suami Nyonya Bawel belum pulang. Menunggu suami pulang rasanya terlalu lama. Tapi Nyonya Bawel juga tidak tahu harus berbuat apa. Dan hal yang Nyonya Bawel lakukan adalah menenangkan diri, lalu berdoa memohon kekuatan untuk memampukan Nyonya Bawel tetap berperan sebagai orangtua dalam hal ini sebagai Mama. Jujur, Nyonya Bawel tidak berani membayangkan apa yang sudah dilihat, dipahami dan dicerna si Sulung. Situasi dan kondisi ini harus Nyonya Bawel hadapi. Dan sumpah, Nyonya Bawel belum siap. Tapi menjadi orangtua tidak pernah menunggu siap. menjadi orangtua adalah peran yang berjalan sejalan dengan napas kehidupan sesudah menikah, melahirkan dan memiliki anak.

Maka prinsip "Malu bertanya sesat di jalan", harus dilakukan. Karena Nyonya Bawel tidak tahu akan bertahan berapa lama dalam menyusuri kehidupan? Akankah Nyonya Bawel memiliki umur untuk tetap bisa mendampingi anak-anak hingga dewasa kelak? Atau besok Nyonya Bawel harus menutup mata. Maka dengan menguatkan diri, Nyonya Bawel memanggil si Sulung dan mengajaknya bicara. Lebih tepatnya menginterogasi.

Ya, ampun, bocah ini jelang remaja, tingginya nyaris sama dengan Nyonya Bawel. Si Sulung hanya tertunduk dan diam. Nyonya Bawel membuka pembicaraan dengan mengatakan: Mari kita bicara sebagai dua orang dewasa. Waktu rasanya berjalan sangat lama, hening sekitar hanya terdengar deru mesin Ac. Rasanya Nyonya Bawel mendengar bunyi detak jantung sendiri. Menarik napas panjang, Nyonya Bawel mulai menanyakan, apa yang dilihat, mengapa dan sejak kapan?

Nyonya Bawel katakan, semua ada waktunya. Apa yang Kakak lihat, Mama tidak tahu. Tapi kalau Kakak tidak paham, bisa menjadi sesuatu yang salah diartikan. Si Sulung terbata-bata tapi tidak menangis berkata. Maafkan Kakak, Ma. Gambar itu, muncul begitu saja. Kakak kaget dan bingung, tiap kali muncul. Kakak juga tidak suka melihatnya.

Apa yang kakak rasakan? Mengapa kakak nggak suka melihatnya? Kali ini Nyonya Bawel jadi penasaran. Perlahan si Sulung mengangkatkan kepala dan berkata: Nggak tahu, tapi rasanya itu bukan gambar yang baik untuk dilihat. Dalam hati Nyonya Bawel berseru, terima kasih Tuhan. Nyonya Bawel merentangkan tangan dan memanggil si Kakak untuk masuk dalam pelukan. Nyonya Bawel bilang: Itu gambar-gambar nggak salah. Yang salah waktunya. Di usia Kakak belum saatnya melihat gambar seperti itu. Mama tahu kakak sudah belajar anatomi tubuh manusia. Tapi melihat gambar lelaki dan perempuan nyaris nggak pakai baju, bukan sesuatu yang enak di lihat. Si Kakak menganggukkan kepala.

Nyonya Bawel terus mendekapnya. Rasanya tidak ingin dilepaskan. Sebagai orangtua, ternyata nggak bisa melindungi 24 jam. Kebayangkan kalau Nyonya Bawel nggak berani bertanya? Sekarang si Sulung Juli besok akan berusia 16 tahun. Kami menjadi sahabat yang asyik termasuk dalam berbicara banyak hal. Keberanian bertanya Nyonya Bawel pada waktu itu, menyelesaikan langsung satu permasalahan. Kini Nyonya Bawel leluasa bertanya, seputar pertemanannya, terutama teman-teman perempuan. Serunya lagi, si Sulungpun berani bertanya seputar apa itu PMS. Kini Nyonya Bawel tidak memiliki rasa takut lagi, bertanya ataupun menjawab saat ngobrol dengan si Sulung.

Termasuk saat ia ingin memiliki tabungan. Biasanya Nyonya Bawel memberikan uang jajan dan transport seminggu sekali. Rupanya si kakak ingin membeli sesuatu. Makanya ia memberanikan diri untuk meminta uang sebulan sekali. Jujur nih, awalnya Nyonya Bawel dan suami tidak bersedia memenuhi keinginan si Sulung. Uang yang kami anggarkan tidak besar tapi kalau sebulan cukup lumayan. Keberatan kami, bagaimana jika ia tergoda karena memiliki uang? Tapi komunikasi kami yang terbuka, memberikan kesempatan si Kakak berargumentasi. 

Hasilnya keberatan kami terpatahkan. Saatnya sebagai orangtua memberikan kepercayaan kepada anak mengelola keuangan sendiri. Lagi-lagi harus bertanya supaya tidak tersesat di jalan. Apa rencana si Kakak, apa yang ingin di beli? Dengan bertanya kecurigaan-kecurigaan bisa diminimalkan. Asli nggak nyaman hidup penuh dengan kecurigaan.


Si sulung ingin membuka rekening bank, agar tidak perlu membawa uang di dompetnya. Nyonya Bawel senang-senang saja. Nyonya Bawel menyarankannya membuka rekening di Bank BNI 46. Karena melihat pertumbuhan nasabah muda yang cepat, maka sejak akhir tahun lalu Bank BNI memfasilitasi generasi muda yang disebut dengan Gen Y, bersama twitter Indonesia meluncurkan hestek #AskBNI.

Media sosial menjadi salah satu saluran yang dioptimalkan BNI46 untuk memberi pelayanan yang lebih pada nasabahnya. Terutama nasabah dari kalangan Gen Y. Cukup follow twitter @BNI46. Nasabah bisa bertanya apa saja lewat Driect Message dengan #AskBNI. Nanti @BNI46 akan menjawab apa saja terkait fitur #AskBNI.






Mau cari informasi apa saja jadi mudah dan praktis. Jadi ingat punya pengalaman beberapa kali kecopetan dan kartu atm tertelan mesin ATM saat week end. Rasanya repot banget. Harus lapor polisi, dan bersabar hingga hari Senin. Tapi dengan adanya fitur #AskBNI, jadi lebih tenang dan lebih mudah. Gadget dalam genggaman bisa membantu menyelesaikan persoalan hanya dengan kirim DM ke #AskBNI. Bukti satu lagi, teknologi membantu dan mempermudah kehidupan manusia.  Sulung Nyonya Bawelpun bisa memanfaatkan dengan mudah. Tinggal buat akun twitter dan follow @BNI46. Si Sulung bisa mempelajari fitru-fitur Bank BNI 46 dan bertanya langsung lewat fasilitas #AskBNI yang dikirim dengan DM. 

Nyonya Bawel selalu ingatkan jika menemukan permasalahan, Nggak usah malu bertanya. Sebaliknya harus mau bertanya agar tidak tersesat di jalan. kalau tersesat ruginya banyak banget. Iya kalau cuma tersesat karena salah arah atau salah jalan. Bagaimana jika salah arah atau salah jalan kehidupan? Waktu nggak bisa diputar mundur. 

Semoga hal itu nggak terjadi pada kehidupan kita dan keluarga. Yuk biasakan bertanya agak tidak tersesat di jalan. termasuk bertanya seputar perbankan. Karena kini sudah nggak jaman nabung di bubungan bambu, celengan ayam apalagi di bawah kasur. Kebiasaan kita menggunakan bank akan menjadi contoh anak-anak kita. BNI 46 sudah membuktikan, memahami gaya hidup nasabah muda- Gen Y. dengan memanfaatkan media sosial dalam hal ini twitter. Jika Bank sekelas BNI saja mau memahami anak muda, apalagi kita para orangtuanya, iya kan? 




Wednesday, February 03, 2016

SUN LIFE EDU FAIR 2016, AJANG ORANGTUA BELAJAR



SUN LIFE EDU FAIR 2016, sebuah ajang yang memfasilitasi kebutuhan orangtua mengenai informasi calon sekolah anak-anaknya dan pihak sekolah yang ingin memperkenalkan institusinya. Kerennya lagi, ajang ini difasilitasi Sun Life yang memberikan benefit lebih dalam bentuk perform sekolah yang berpartisipasi dan talkshow keren dengan menghadirkan para ahlinya. Ajang pameran semacam ini bisa menjadi alternatif lain bagi orangtua yang mengumpulkan informasi sekolah. Karena justru pada ajang semacam inilah orangtua belajar. Belajar memilih yang terbaik dan belajar memutuskan dengan bijaksana



Bertempat di atrium Senayan City, digelar selama 4 hari (28-31 Januari 2016), banyak aktifitas yang digelar untuk mendidik dan menghibur. Berbagai permainan yang mengajak anak-anak mengembangkan kreatfitas dan kemampuan berpikir disediakan penyelenggara. Para tamu undangan dihibur penampilan anak-anak sekolah, mulai dari tarian tradisional hingga penampilan anak-anak yang membawakan lagu-lagu international.

Hai, bu-ibu, biasanya kemana si kalau cari informasi sekolah? Nyonya Bawel bisanya ngobrol dengan kakak-kakak, kawan dan cari-cari di internet. Jarang datang ke sekolahnya langsung. Sekarang zaman sudah semakin modern, walau banyak info bisa di dapat lewat intenert, tapi bertemu langsung dan ngobrol dengan pengelola sekolah, jauh lebih puas.




Sederet talkshow dan jadwal penampilan anak-anak terpampang di lembaran brosur. Terlihat bagaimana sekolah-sekolah tempat anak-anak tersebut belajar, memberikan kegiatan dan menyenangkan. Mulai dari anak-anak TK yang menari hingga anak-anak SD lewat paduan suara, semua memberikan penampilan terbaiknya. Bukan cuma dalam hal seni tapi juga olahraga.

Talkshow dengan tema CARA MENGEDUKASI ANAK DI ERA DIGITAL menghadirkan Psikholog Tika Bisono dan Evelyn Simanjuntak dari Sun Life. Para orangtua menyimak dengan seriusan topik bahasan. Karena sama seperti orangtua lain, Nyonya Bawel mengalami hal yang sama. Berhadapan dengan anak membahas kapan waktu yang tepat, berapa lama diperbolehkan dan jenis smartphone seperti apa yang layak untuk anak, adalah topik diskusi keseharian.



Tapi sebenarnya boleh nggak sih anak diberikan smartphone. Menurut Tika Bisoo, Boleh saja. Anak harus tahu perkembangan teknologi dan komunikasi. Persoalan ada pada orangtua. Ketika orangtua membiarkan anak dengan samrtphone tanpa dipantau dan dibatasi. Bahkan Tika Bisono mengingatkan: Suatu hari orangtua akan menyesal membiarkan anak dengan smartphone. Karena masa kecil anak tidak akan kembali.

Karena itu walau anak hidup dijaman modern dan serba canggih, orangtua berperan besar dalam menanamkan nilai sosial dan nilai-nilai kehidupan. Salah satunya dengan bermain dan berbicara dengan anak. Kalau dipikir iya juga sih. Putra-putri Nyonya Bawel kini jelang remaja, Nyonya Bawel harus bawel untuk mengontrol mereka saat menggunakan smartphone. Jadi jangan heran kalau diri ini disebut Nyonya Bawel. Pernah juga berniat nggak bawel tapi rasanya salah satu tugas ibu ya bawel itu. Cuma intonasinya saja barangkali yang tidak cepat dan keras. Bawel ya bawel.

Nah pas ada kesempatan ngobrol sama Tika Bisono, intinya  balik lagi bagaimana orangtua memberikan waktu dan perhatian yang cukup kepada anak. Karena waktu dan perhatian orangtua nggak bisa diganti sama smartphone.


Maka, supaya tidak menyesal di kemudian hari, mulailah untuk kembali mendekatkan diri pada anak. Kata Tika Bisono, tumbuh kembang anak bisa memberi banyak kejutan. Sama asyik dan serunya seperti ketika menaklukan satu tahapan game di hp. Bedanya game di hp bisa diulang kalau kita kalah. Tapi masa pertumbuhan anak, hilang ditelan waktu dan tak akan pernah kembali. 

Dan yang tak kalah penting adalah persiapan pendanaan pendidikan anak. Mati hidup memang takdir dan rahasia Illahi. Perencanaan yang rapi akan memperlancar urusan. Perencanaan dana pendidikan, sangat baik dilakukan bahkan saat anaknyapun masih dalam perencanaan.


Tiap orang memiliki cara masing-masing dalam menerapkan pendidikan dan menanamkan nilai-nilai dalam keluarga. Bahkan kita boleh tidak meniru cara orangtua kita mendidik kita. Satu hal yang pasti, kita akan memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita. Dan kita boleh memilih cara sesuai pengetahuan, wawasan dan pengetahuan kita. Menjadi bijaksana tidak mudah tapi bukan berarti tidak bisa. Anak-anak adalah pemimpin masa depan. Pendidikan menjadi dasar yang penting bagi keberlangsungan aktifitas anak kita di masa depan.