Friday, February 05, 2016

Harus Mau Bertanya, Supaya Nggak Sesat di Jalan



Tidak semua orang mempunyai keberanian untuk bertanya. Masalah keberanian adalah masalah psikhologi dan masalah pembiasaan. Pada anak-anak yang tidak pernah diberikan kepercayaan melakukan sesuatu atau mengatakan sesuatu, biasanya akan menjadi anak-anak yang tidak berani melakukan atau berkata apa-apa. 

Bagaimana berani melakukan sesuatu jika selalu dicela atau bagaimana berani mengatakan sesuatu jika selalu di suruh diam. Pepatah malu bertanya sesat di jalan, sudah kita pelajari sejak duduk di bangku seolah dasar. Bahkan dengan lantang Nyonya Bawel juga mengajarkan hal yang sama pada kedua anak Nyonya Bawel yang kini jelang remaja. Dalam keseharian, Nyonya Bawel membiarkan anak-anak untuk bertanya pada orang-orang di sekitar, jika tidak menemukan tempat yang akan kami datangi. Ini bertujuan agar mereka berani dan tahu cara bersikap terhadap orang-orang lain.


Pada kedua anak inilah Nyonya Bawel meletakan harapan
untuk berani bertanya agar tak sesat di jalan

Namun persoalannya bukan sekadar menanyakan alamat atau arah jalan. Bagaimana jika yang ditanyakan hal-hal yang ditemukan dalam menelusuri jalan kehidupan? Bagaimana, jika yang harus bertanya adalah para orangtua ke anak-anaknya? Apalagi terkait persoalan yang selama ini ditabukan. Persoalan seks, misalnya. Minggu kemarin, Nyonya Bawel nyaris tidak bisa tidur, ketika beredar secara viral akun twitter gay anak-anak. Sama seperti, ketika suatu hari Nyonya Bawel menemukan link history porn, setelah sulung Nyonya Bawel yang usianya belum genap 12 tahun, usai menggunakan PC?


Deg-degan, cemas, marah, bingung, malu dan sejuta perasaan lain yang Nyonya Bawel tidak bisa rincikan. Saat itu suami Nyonya Bawel belum pulang. Menunggu suami pulang rasanya terlalu lama. Tapi Nyonya Bawel juga tidak tahu harus berbuat apa. Dan hal yang Nyonya Bawel lakukan adalah menenangkan diri, lalu berdoa memohon kekuatan untuk memampukan Nyonya Bawel tetap berperan sebagai orangtua dalam hal ini sebagai Mama. Jujur, Nyonya Bawel tidak berani membayangkan apa yang sudah dilihat, dipahami dan dicerna si Sulung. Situasi dan kondisi ini harus Nyonya Bawel hadapi. Dan sumpah, Nyonya Bawel belum siap. Tapi menjadi orangtua tidak pernah menunggu siap. menjadi orangtua adalah peran yang berjalan sejalan dengan napas kehidupan sesudah menikah, melahirkan dan memiliki anak.

Maka prinsip "Malu bertanya sesat di jalan", harus dilakukan. Karena Nyonya Bawel tidak tahu akan bertahan berapa lama dalam menyusuri kehidupan? Akankah Nyonya Bawel memiliki umur untuk tetap bisa mendampingi anak-anak hingga dewasa kelak? Atau besok Nyonya Bawel harus menutup mata. Maka dengan menguatkan diri, Nyonya Bawel memanggil si Sulung dan mengajaknya bicara. Lebih tepatnya menginterogasi.

Ya, ampun, bocah ini jelang remaja, tingginya nyaris sama dengan Nyonya Bawel. Si Sulung hanya tertunduk dan diam. Nyonya Bawel membuka pembicaraan dengan mengatakan: Mari kita bicara sebagai dua orang dewasa. Waktu rasanya berjalan sangat lama, hening sekitar hanya terdengar deru mesin Ac. Rasanya Nyonya Bawel mendengar bunyi detak jantung sendiri. Menarik napas panjang, Nyonya Bawel mulai menanyakan, apa yang dilihat, mengapa dan sejak kapan?

Nyonya Bawel katakan, semua ada waktunya. Apa yang Kakak lihat, Mama tidak tahu. Tapi kalau Kakak tidak paham, bisa menjadi sesuatu yang salah diartikan. Si Sulung terbata-bata tapi tidak menangis berkata. Maafkan Kakak, Ma. Gambar itu, muncul begitu saja. Kakak kaget dan bingung, tiap kali muncul. Kakak juga tidak suka melihatnya.

Apa yang kakak rasakan? Mengapa kakak nggak suka melihatnya? Kali ini Nyonya Bawel jadi penasaran. Perlahan si Sulung mengangkatkan kepala dan berkata: Nggak tahu, tapi rasanya itu bukan gambar yang baik untuk dilihat. Dalam hati Nyonya Bawel berseru, terima kasih Tuhan. Nyonya Bawel merentangkan tangan dan memanggil si Kakak untuk masuk dalam pelukan. Nyonya Bawel bilang: Itu gambar-gambar nggak salah. Yang salah waktunya. Di usia Kakak belum saatnya melihat gambar seperti itu. Mama tahu kakak sudah belajar anatomi tubuh manusia. Tapi melihat gambar lelaki dan perempuan nyaris nggak pakai baju, bukan sesuatu yang enak di lihat. Si Kakak menganggukkan kepala.

Nyonya Bawel terus mendekapnya. Rasanya tidak ingin dilepaskan. Sebagai orangtua, ternyata nggak bisa melindungi 24 jam. Kebayangkan kalau Nyonya Bawel nggak berani bertanya? Sekarang si Sulung Juli besok akan berusia 16 tahun. Kami menjadi sahabat yang asyik termasuk dalam berbicara banyak hal. Keberanian bertanya Nyonya Bawel pada waktu itu, menyelesaikan langsung satu permasalahan. Kini Nyonya Bawel leluasa bertanya, seputar pertemanannya, terutama teman-teman perempuan. Serunya lagi, si Sulungpun berani bertanya seputar apa itu PMS. Kini Nyonya Bawel tidak memiliki rasa takut lagi, bertanya ataupun menjawab saat ngobrol dengan si Sulung.

Termasuk saat ia ingin memiliki tabungan. Biasanya Nyonya Bawel memberikan uang jajan dan transport seminggu sekali. Rupanya si kakak ingin membeli sesuatu. Makanya ia memberanikan diri untuk meminta uang sebulan sekali. Jujur nih, awalnya Nyonya Bawel dan suami tidak bersedia memenuhi keinginan si Sulung. Uang yang kami anggarkan tidak besar tapi kalau sebulan cukup lumayan. Keberatan kami, bagaimana jika ia tergoda karena memiliki uang? Tapi komunikasi kami yang terbuka, memberikan kesempatan si Kakak berargumentasi. 

Hasilnya keberatan kami terpatahkan. Saatnya sebagai orangtua memberikan kepercayaan kepada anak mengelola keuangan sendiri. Lagi-lagi harus bertanya supaya tidak tersesat di jalan. Apa rencana si Kakak, apa yang ingin di beli? Dengan bertanya kecurigaan-kecurigaan bisa diminimalkan. Asli nggak nyaman hidup penuh dengan kecurigaan.


Si sulung ingin membuka rekening bank, agar tidak perlu membawa uang di dompetnya. Nyonya Bawel senang-senang saja. Nyonya Bawel menyarankannya membuka rekening di Bank BNI 46. Karena melihat pertumbuhan nasabah muda yang cepat, maka sejak akhir tahun lalu Bank BNI memfasilitasi generasi muda yang disebut dengan Gen Y, bersama twitter Indonesia meluncurkan hestek #AskBNI.

Media sosial menjadi salah satu saluran yang dioptimalkan BNI46 untuk memberi pelayanan yang lebih pada nasabahnya. Terutama nasabah dari kalangan Gen Y. Cukup follow twitter @BNI46. Nasabah bisa bertanya apa saja lewat Driect Message dengan #AskBNI. Nanti @BNI46 akan menjawab apa saja terkait fitur #AskBNI.






Mau cari informasi apa saja jadi mudah dan praktis. Jadi ingat punya pengalaman beberapa kali kecopetan dan kartu atm tertelan mesin ATM saat week end. Rasanya repot banget. Harus lapor polisi, dan bersabar hingga hari Senin. Tapi dengan adanya fitur #AskBNI, jadi lebih tenang dan lebih mudah. Gadget dalam genggaman bisa membantu menyelesaikan persoalan hanya dengan kirim DM ke #AskBNI. Bukti satu lagi, teknologi membantu dan mempermudah kehidupan manusia.  Sulung Nyonya Bawelpun bisa memanfaatkan dengan mudah. Tinggal buat akun twitter dan follow @BNI46. Si Sulung bisa mempelajari fitru-fitur Bank BNI 46 dan bertanya langsung lewat fasilitas #AskBNI yang dikirim dengan DM. 

Nyonya Bawel selalu ingatkan jika menemukan permasalahan, Nggak usah malu bertanya. Sebaliknya harus mau bertanya agar tidak tersesat di jalan. kalau tersesat ruginya banyak banget. Iya kalau cuma tersesat karena salah arah atau salah jalan. Bagaimana jika salah arah atau salah jalan kehidupan? Waktu nggak bisa diputar mundur. 

Semoga hal itu nggak terjadi pada kehidupan kita dan keluarga. Yuk biasakan bertanya agak tidak tersesat di jalan. termasuk bertanya seputar perbankan. Karena kini sudah nggak jaman nabung di bubungan bambu, celengan ayam apalagi di bawah kasur. Kebiasaan kita menggunakan bank akan menjadi contoh anak-anak kita. BNI 46 sudah membuktikan, memahami gaya hidup nasabah muda- Gen Y. dengan memanfaatkan media sosial dalam hal ini twitter. Jika Bank sekelas BNI saja mau memahami anak muda, apalagi kita para orangtuanya, iya kan? 




23 comments:

kurnia amelia said...

Mulai sekarang jangan malu bertanya ya, dan BNI cepet banget responnya kalau kita nanya.

oRiN said...

keren nih inovasinya BNI. Soalnya kalo nanya ke admin lain, suka lama jawabnya...

feridi said...

keren artikelnya
ditunggu ya jejak baliknya :D

Malu Bertanya Sesat di Jalan, Mau Bertanya Hanya di #AskBNI Yang Menjawab
http://feridi.blog.upi.edu/2015/12/29/malu-bertanya-sesat-di-jalan-mau-bertanya-hanya-di-askbni-yang-menjawab/

&

Mau Bertanya? Jangan Malu-Malu #AskBNI .. akan Menjawab !!!
http://handini.blog.upi.edu/2016/01/01/mau-bertanya-jangan-malu-malu-askbni-akan-menjawab/

noe said...

Hoo, aku batu tau nih soal #AskBNI jadi gampang ya skrg, tanya2 aja klo ada yg kurang dimengerti soal layanan perbankan BNI

Napitupulu Rodame said...

yes, perasaan itu juga yg kurasakan. Tapi syukurnya masih bisa dikendalikan jadi berbuah manis setelah menekan rasa malu, gengsi dan takut :) Thanks for share mak

Tanti Amelia said...

Rasanya tidak ingin dilepaskan. Sebagai orangtua, ternyata nggak bisa melindungi 24 jam. Kebayangkan kalau Nyonya Bawel nggak berani bertanya?

Nice post, sukseesss bikin mata gue berlinang air mata, Nyonya Bawel

Rahmah Chemist said...

Saya baru tahu juga soal #AskBNI
Terima kasih sudah memberikan informasi bermanfaat, Mamih.

Syafiatuddiniah said...

yap, sangat merasakan karena pernah mengalami salah angkutan hanya karena gengsi bertanya :D

Elisa Koraag said...

Iya. Nggak bolrh malu. BNI berikan layanan terbaik. Terima kasih sudah mampir

Elisa Koraag said...

Kecepatan jadi salah satu service BNI juga. Terima kadih sudah mampir.

Okti Li said...

sejak di luar negeri, aku sudah buka rek BNI. memudahkan untuk kirim uang :)

Lathifah Edib said...

Punya pngalaman dgn slah satu bank, sulit bgt nanya2. Di BNI, kayaknya lbih enak, ya. Nasabah dmanjakan dgn fasilitas #askBNI

dessy natalia said...

dilema seorang ibu ya mba :)
btw, fitur ask bni nya oke banget yaa..
mempersingkt waktu, jadi ga harus selalu ke bank :)

Ade anita said...

I feel you mami Icha...aku juga punya anak yg dah gede

rahmiaziza.com said...

Deg2an ya kalo punya anak remaja, aku yang anak2nya masih kecil aja, suka kebayang gimana kalo mereka remaja nanti ya pasti tantangan mendidiknya lebih berat >.<

Ria Handayani said...

Saya gak akan malu bertanya sama mama bawel, setelah membaca ini.

Siti hairul said...

Aq juga deg2 an nih anakku mulai gedhe,

Yurmawita Adismal said...

Nyonya bawel biasanya dirindukan oleh anak-anak nya lho..

Elisa Koraag said...

Terima kasih. Sufah berkunjung balik.

Elisa Koraag said...

Iya. AskBNI sangat membantu. Tidak hanya soal tabung menabung. Juga bisa membantu saat atm tertelan mrsin, hingga pembrlian token listrik. Terima kasih sudah mampir.

Ila Rizky said...

Nyonya bawel kalau nanya ke CS pasti lebih bawel dibanding CS nya. hihi. :D
Semoga menang lombanya, mba Elisa.

Christanty Putriarty said...

putra putrinya mirip mami icha persis,,,good luck untuk kontesnya ya mami :)

Hidayah Sulistyowati said...

Anak-anak sejak SD udah kami kasih uang saku seminggu sekali, trus bertahap hingga remaja sebulan sekali. Sempat khawatir, tapi emang harus diberi kepercayaan ya mbak.

Moga sukses ngontesnya :)