Wednesday, February 03, 2016

SUN LIFE EDU FAIR 2016, AJANG ORANGTUA BELAJAR



SUN LIFE EDU FAIR 2016, sebuah ajang yang memfasilitasi kebutuhan orangtua mengenai informasi calon sekolah anak-anaknya dan pihak sekolah yang ingin memperkenalkan institusinya. Kerennya lagi, ajang ini difasilitasi Sun Life yang memberikan benefit lebih dalam bentuk perform sekolah yang berpartisipasi dan talkshow keren dengan menghadirkan para ahlinya. Ajang pameran semacam ini bisa menjadi alternatif lain bagi orangtua yang mengumpulkan informasi sekolah. Karena justru pada ajang semacam inilah orangtua belajar. Belajar memilih yang terbaik dan belajar memutuskan dengan bijaksana



Bertempat di atrium Senayan City, digelar selama 4 hari (28-31 Januari 2016), banyak aktifitas yang digelar untuk mendidik dan menghibur. Berbagai permainan yang mengajak anak-anak mengembangkan kreatfitas dan kemampuan berpikir disediakan penyelenggara. Para tamu undangan dihibur penampilan anak-anak sekolah, mulai dari tarian tradisional hingga penampilan anak-anak yang membawakan lagu-lagu international.

Hai, bu-ibu, biasanya kemana si kalau cari informasi sekolah? Nyonya Bawel bisanya ngobrol dengan kakak-kakak, kawan dan cari-cari di internet. Jarang datang ke sekolahnya langsung. Sekarang zaman sudah semakin modern, walau banyak info bisa di dapat lewat intenert, tapi bertemu langsung dan ngobrol dengan pengelola sekolah, jauh lebih puas.




Sederet talkshow dan jadwal penampilan anak-anak terpampang di lembaran brosur. Terlihat bagaimana sekolah-sekolah tempat anak-anak tersebut belajar, memberikan kegiatan dan menyenangkan. Mulai dari anak-anak TK yang menari hingga anak-anak SD lewat paduan suara, semua memberikan penampilan terbaiknya. Bukan cuma dalam hal seni tapi juga olahraga.

Talkshow dengan tema CARA MENGEDUKASI ANAK DI ERA DIGITAL menghadirkan Psikholog Tika Bisono dan Evelyn Simanjuntak dari Sun Life. Para orangtua menyimak dengan seriusan topik bahasan. Karena sama seperti orangtua lain, Nyonya Bawel mengalami hal yang sama. Berhadapan dengan anak membahas kapan waktu yang tepat, berapa lama diperbolehkan dan jenis smartphone seperti apa yang layak untuk anak, adalah topik diskusi keseharian.



Tapi sebenarnya boleh nggak sih anak diberikan smartphone. Menurut Tika Bisoo, Boleh saja. Anak harus tahu perkembangan teknologi dan komunikasi. Persoalan ada pada orangtua. Ketika orangtua membiarkan anak dengan samrtphone tanpa dipantau dan dibatasi. Bahkan Tika Bisono mengingatkan: Suatu hari orangtua akan menyesal membiarkan anak dengan smartphone. Karena masa kecil anak tidak akan kembali.

Karena itu walau anak hidup dijaman modern dan serba canggih, orangtua berperan besar dalam menanamkan nilai sosial dan nilai-nilai kehidupan. Salah satunya dengan bermain dan berbicara dengan anak. Kalau dipikir iya juga sih. Putra-putri Nyonya Bawel kini jelang remaja, Nyonya Bawel harus bawel untuk mengontrol mereka saat menggunakan smartphone. Jadi jangan heran kalau diri ini disebut Nyonya Bawel. Pernah juga berniat nggak bawel tapi rasanya salah satu tugas ibu ya bawel itu. Cuma intonasinya saja barangkali yang tidak cepat dan keras. Bawel ya bawel.

Nah pas ada kesempatan ngobrol sama Tika Bisono, intinya  balik lagi bagaimana orangtua memberikan waktu dan perhatian yang cukup kepada anak. Karena waktu dan perhatian orangtua nggak bisa diganti sama smartphone.


Maka, supaya tidak menyesal di kemudian hari, mulailah untuk kembali mendekatkan diri pada anak. Kata Tika Bisono, tumbuh kembang anak bisa memberi banyak kejutan. Sama asyik dan serunya seperti ketika menaklukan satu tahapan game di hp. Bedanya game di hp bisa diulang kalau kita kalah. Tapi masa pertumbuhan anak, hilang ditelan waktu dan tak akan pernah kembali. 

Dan yang tak kalah penting adalah persiapan pendanaan pendidikan anak. Mati hidup memang takdir dan rahasia Illahi. Perencanaan yang rapi akan memperlancar urusan. Perencanaan dana pendidikan, sangat baik dilakukan bahkan saat anaknyapun masih dalam perencanaan.


Tiap orang memiliki cara masing-masing dalam menerapkan pendidikan dan menanamkan nilai-nilai dalam keluarga. Bahkan kita boleh tidak meniru cara orangtua kita mendidik kita. Satu hal yang pasti, kita akan memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita. Dan kita boleh memilih cara sesuai pengetahuan, wawasan dan pengetahuan kita. Menjadi bijaksana tidak mudah tapi bukan berarti tidak bisa. Anak-anak adalah pemimpin masa depan. Pendidikan menjadi dasar yang penting bagi keberlangsungan aktifitas anak kita di masa depan.






1 comment:

Siti hairul said...

Klo ibu ga bawel bisa kacau dunia persilatan.