Wednesday, March 30, 2016

Masa Kecil dan Ulang Tahun yang Menyenangkan

Nyonya Bawel dalam pelukan Mama

Masa kecil Nyonya Bawel adalah masa kecil yang sangat menyenangkan. Bahkan bablas sampai sudah menikah dan memiliki anak, Nyonya Bawel tetap merasa sebagai “anak kecil”. Nah loh? Kok bisa. Terlahir sebagai anak ketujuh yang berarti Nyonya Bawel memiliki 6 enam kakak . Bagaimana bisa menjadi besar, kalau selalu ada enam kakak yang memperlakukana Nyonya bawel sebagai anak kecil?

Buat Nyonya Bawel nggak masalah. Enak-enak saja tuh. Jadi adik dengan banyak kakak, nggak pernah diminta mempertanggung jawabkan sesuatu. Kalau rembukan, pokoknya terima hasil beres dan jalani. Kan Nyonya Bawel punya adik empat orang, lah kalau Nyonya Bawel saja diperlakukan sebagai “anak kecil”, apalagi empat adik Nyonya Bawel.

Nyonya Bawel dan saudara-saudara, dibesarkan dalam satu rumah. Secara usia, kakak adik terbagi dalam tiga kelompok. Kakak no 1 sd 3, itu kakak besar. Kakak no 4 sd 6 kakak sedang-sedang saja dan Nyonya Bawel plus 4 adik, ya “anak kecil”. Artinya Jika orangtua Nyonya Bawel berpergian maka Kakak-kakak besar bertangung jawab untuk urusan yang besar-besar. Kebersihan rumah, berurusan jika ada tamu, mengatur keuangan dan keperluan adik-adik. Sedangkan kakak sedang-sedang, tugasnya menemani adik-adik belajar dan bermain. See…?

Nyonya Bawel dan adik-adik nggak pernah tahu ada masalah. Hidup kami selalu senang dan senang. Dan yang tidak terlupakan adalah hari ulang tahun. Seingat Nyonya Bawel, selalu ada “pesta” ulang tahun untuk kami. Nyonya Bawel sendiri, selalu mendapat pesta ulang tahun sejak kelas tiga SD. Setiap tanggal kelahiran, pasti ada makan-makan, bertaburan kue-permen-hadiah dan kedatangan kawan-kawan sekitar 20-25 kawan sebaya.

Kebiasaan itu baru berhenti saat Nyonya Bawel bekerja. Merayakan ulang tahun adalah tradisi di keluaga Nyonya Bawel, jadi termasuk untuk adik-adik Nyonya Bawel. Karena sejak kecil Nyonya Bawel suka menulis, maka hadiah-hadiah yang paling berkesan yang  hadiah seputar menulis. Berbagai buku catatan/kertas surat, aneka alat tulis, buku cerita dan mesin ketik. Seingat Nyonya Bawel  hadiah yang nggak telalu Nyonya Bawel suka, baju/t-shirt atau mainan.
The best moment
First annyversary 1997

Makanya ketika sudah menikah dan pasangan Nyonya Bawel nggak punya tradisi merayakan ulang tahu, Nyonya Bawel kecewa berat. Bayangkan, kebiasaaan merayakan ulangtahun di keluaraga Nyonya Bawel sudah mendarah daging lalu harus hilang-dihilangkan. Kebiasaan merayakan ulangtahun itu, suasananya dibangun bahkan sebulan sebelum ulang tahun. Si ulang tahun sudah bisa “sounding” hadiah yang diinginkan. Tiba-tiba kebiasaan itu berubah. Jujur setelah menikah, Nyonya Bawel takut menghadapi hari ulang tahun. Takut kecewa kehilangan semua perhatian yang dulu Nyonya Bawel dapat. Karna pastinya saat Nyonya Bawel ulangtahun, Nyonya Bawel ada bersama pasangan. Dan nggak mungkin Nyonya Bawel memilih bersama saudara-saudara Nyonya Bawel. Alhasil Nyonya Bawel terluka-ah sudahlah.

Bicara masa kecil, adalah  masa yang luar biasa membahagiakan. Nggak ada ingatan tentang luka atau kecewa. Yang teringat, sukacita. Tiap sore selalu ada tea time. Jelang Alm. Papa pulang kerja, Mama sudah menyiapkan teh dan kue-kue. Tidak ada hari tanpa kue buatan Mama. Walau itu cuma pisang goreng, panekuk (pancake), tape bakar dengan toping selai nanas, Ketan putih dengan gula kelapa, aneka kolak, dll.

Rasanya masa kecil Nyonya Bawel adalah nyanyian surga. Termasuk saat belajar atau belanja keperluan sekolah, semua terasa menyenangkan. Sebelum orangtua Nyonya Bawel memiliki mobil, kami naik becak baik itu untuk makan di resto atau belanja-belanja. Satu becak bisa diisi 4 orang, kan tubuh kami kecil-kecil. Pokoknya seru banget deh.

Hal lain adalah mandi bersama. Rumah orangtua Nyonya Bawel lumayan luas. Kami memiliki kamar mandi yang juga luas. Kira-kira 3-4 m. Kalau cuaca panas dan susah tidur siang, Nyonya Bawel dan adik-adik bisa main di kamar mandi. Kamar mandi kami ada showernya, jadi ember-ember berbentuk bulat besar-Baskom/Waskom. Akan kami isi air dan main ciprat-cipratan.

Menuliskan masa kecil ini, Nyonya Bawel senyum-senyum terus. Rasanya semua baru kemarin, padahal sudah 40 tahun lebih. Waktu terbang bagai selembar bulu ayam diembus angin. Melayang jauh entah ke mana dan tidak akan kembali. Kebahagiaan masa kecil Nyonya Bawel menjadi dasar kuat yang menyebabkan Nyonya Bawel juga ingin berbagi kebahgiaan. Karena bahagia itu menyenangkan, nah Nyonya Bawel juga ingin orang lain merasakan kebahagiaan semacam itu.
Akhirnya ulangtahun menjadi hal pribadi
yang dirayakan hnaya
dengan keluarga inti
Sejak Nyonya Bawel bekerja, Nyonya Bawel jadi memiliki kebiasaan berburu hadiah untuk diberikan kepada saudara-saudara termasuk keponakan.  Karena Nyonya Bawel meraa senang menerima hadiah maka Nyonya Bawel berpikir, mustinya orang lain juga senang jika menerima hadiah. Kebiasaan memberikan hadiah menjadi kebiasaan Nyonya Bawel karena akhirnya memberikan hadia tidak hanya saat ada yang berulangtahun tapi kapanpun, Nyonya Bawel bisa saja memberikan hadiah. Mulanya alasannya dicari-cari, kasih hadiah karena prestasi sekolah bagus, atau tidak ada alasan. Hanya karea ada sesuatu yang bagus dan cocok untuk salah satu saudara-saudara Nyonya Bawel, maka Nyonya Bael mau membeli dan memberiknnya. Karena pada akhirnya Nyonya Bawel berpikir untuk memberikan hadiah nggak perlu alasan. Karena dasar pemberian hanya satu, kepedulian dan rasa sayang.


Hidup masa kecil Nyonya Bawel dipenuhi perhatian dan kasih sayang, hal itu yang terus Nyonya Bawel pertahankan agar bisa memberikan hal yang sama-sama pada orang-orang dalam kehidupan Nyonya Bawel sekarang. Karena ternyata tidak semua orang memiliki masa kecil yang memebahagiakan. Untuk itu Nyonya Bawel nggak pernah lupa bersyukur untuk orang-orang yang menjadikan masa kecil Nyonya Bawel sebagai masa yang membahagiakan. Pastinya Kedua orangtua Nyonya Bawel dan semua saudara-saudara Nyonya bawel. Ini cerita masa kecil Nyonya Bawel, bagaimana dengan masa kecil kamu?

Tuesday, March 29, 2016

Seru dan Asyik Kumpul Keluarga Besar

Mulanya cuma numpang makan siang di rumah Mami
eh di ajak ke Kampung Aer untuk
mengisi waktu santap sore-sore


Beach Pool Ancol
25 Maret 2016 tanpa rencana


Anak orangtua Nyonya Bawel, tinggal satu yang belum menikah. Sisanya 10 orang sudah berkeluarga dan beranak-pinak. Ada yang 1,2 dan 3. Kedua orangtua Nyonya Bawel memiliki 11 anak perempuan semua tapi kami, anak-anaknya, paling banyak memiliki 3 anak. Kebayang gak kalau masing-masing memiliki 3 anak dari 10 anak. Maka bersyukurlah kami yang memiliki anak bervariasi, ada yang memiliki 1,2 dan 3. Total cucu orangtua Nyonya Bawel, 24. Itu baru dari pihak Nyonya Bawel.

Dari pihak suami yang juga terlahir di keluarga besar, memiliki variasi anak juga sama, 1,2 dan 3. Total cucu mertua ada 18 orang. Maka kedua anak Nyonya Bawel, Van dan Bas memiliki sepupu 40 orang. Memiliki 21 keluarga Om dan Tante. Sekarang saja kedua anak Nyonya Bawel sudah menjadi Om dan Tante karena kakak-kakak  Nyonya Bawel dan kakak-kakak suami sudah bercucu. Total keponakan Van dan Bas ada 17 orang.

Maka kumpul keluarga besar menjadi sebuah kebutuhan dan keharusan. Nyonya Bawel dan saudara-saudara Nyonya Bawel dibesarkan secara bersama-sama dalam satu rumah. Nggak ada yang merantau hingga hubungan kami satu dengan lain sangat erat. Tapi ketika sudah berkeluarga, meninggalkan rumah dan memiliki aktifitas masing-masing, pertemuan adik-kakak menjadi hal yang kami rindukan.

Maka setiap akhir pekan, rumah Mami menjadi persinggahan yang  menyenangkan. Jika sudah berkumpul, suasana menjadi seru dan asyik. Sejak ada grup WA keluarga, pertemuan dan kegiatan bisa lebih terarah dan teratur. Jika salah satu dari kami lebih dari dua minggu nggak bertemu, maka biasanya akan melemparkan ide “ngumpul”. Rumah Mami sebagai “base camp” karena selanjutnya, pertemuan bisa dilanjutkan di mall atau tempat wisata seperti Ancol, Puncak, dan pantai Anyer.

Curug Putri, Cirebon, tahun 2016
Tanpa rencana berangkat pk. 03.00

Nggak perlu perencanaan yang ribet, cukup tulis di WA: Ke Anyer, kumpul di rumah Oma (mami) di tunggu pk. 11.00. akan nginep. Kita bisa konvoi sampai 8 mobil. Semua akomodasi, transportasi dan makanan, tanggung renteng. Kebiasaan ini sudah berjalan puluhan tahun, sejak Nyonya Bawel belum punya anak. Piknik/ke luar kota bersama keluarga besar adalah agenda rutin.

Tahun lalu (2015), kami ke Cirebon, Pekalongan dan Yogya selama 6 hari menggunakan satu bus besar. Yang ikut mulai dari bayi 9 bulan sampai Mami yang berusia 85 tahun. Seru dan heboh. Persiapan pendanaannya setahun. Ya setahun kami menanbung. Panitia kecil dibentuk untuk menjamin semua terkoordinir dengan baik. Bahkan tiap hari ada ketentuan warna pakaian yang harus dipakai untuk memudahkan koordinasi.

Add caption







Kumpul keluarga biasanya akhir pekan tapi tidak menutup kemungkinan hari lain kalau ada yang penting untuk dirembukkan. Semisal membuat "little party" HUT Mami. Kami akan mengundang kawan-kawan Mami yang usianya juga sudah lanjut. Maka perlu ada pertemuan untuk mengatur pendanaan, menu, dan among tamu. Tamu dengan usia lanjut harus diamong/didampingi.

Hut Mami ke 82 th 2011


Kami punya kebiasaan, menyatukan semua yang berulangtahun dalam sebulan, lalu ditentukan akhir pekan di akhir bulan sebagai hari bersyukur, ditandai dengan berdoa dan makan-makan. Karena kami keluarga besar, dalam sebulan bisa 3-4 orang yang berulangtahun, maka makan-minum ditanggung bersama. Jadi nggak ada yang berat. Supaya seru, terkadang ada ketentuan pakaian/dress code. Pernah strip black and white, atau army look. Atau berdasarkan warna. Biasanya berdasarkan warna saat Natal. 

Kumpul keluarga di pihak suami juga sebulan sekali. Maka kami akan datang bergantian. Sejauh ini, asyik-asyik saja. Jika di keluarga Nyonya Bawel, kami datang di hari Sabtu maka di keluarga suami datang di hari Minggu. Keluarga besar kami bertambah besar, karena kamipun menjalin silaturahmi dengan keluarga-keluarga para suami.

Pernah waktu Van dan Bas masih usia di bawah 10 tahun, mereka membagi keluarga. Pihak keluarga Nyonya Bawel adalah saudara Van dan Pihak keluarga suami adalah saudara Bas. Nyonya Bawel meluruskan bahwa pihak Mama dan pihak Papa, sama-sama saudara Van dan Bas. Mereka agak sulit menangkap konsep keluarga besar, tapi seringnya kami berkumpul akhirnya member pengertian pada keduanya. Bahwa mereka memiliki saudara yang sangat banyak.

Nyonya Bawel beranggapan pertemuan/kumpul keluarga besar sangat diperlukan. Berikut manfaat kumpul keluarga menurut Nyonya Bawel.

1.   Menjaga dan mererat tali silaturami antar saudara (kakak-adik, anak-orangtua, antar sepupu dan antar Om-Tante dan keponakan.

2.   Menghidupkan rasa hormat dan rasa Nyonya Bawelng antar saudara.
Karena kami membiasakan anak-anak untuk saling membantu dan menjaga selama bermain.

3.   Berbagi/bertukar pengalaman terutama dalam menghadapi anak-anak

4.   Berbagi/bertukar pengalaman dalam mengarungi rumah tangga

5. Berbagi/bertukar pengalaman dalam mengatur manajemen keuangan rumah tangga

6. Toleransi/tenggang rasa dan saling membantu. Jika ada yang sakit atau akan menikah.

7. Menjaga dan memelihara rasa Nyonya Bawel antar anggota keluarga sebagai bentuk ketahanan keluarga. Ketika keluarga besar menjadi tempat yang asyik, maka anak-anak tidak akan mencari tempat/keluarga lain.

Bagaimana dengan kumpul keluargamu?


Saturday, March 05, 2016

Hairi Yanti, Penulis Cernak Muda Berpotensi

Hairi Yanti
Sederhana dan berpotensi besar, dua hal yang saya dapati dari sosok Hairi Yanti. Perhatikan sketsa gambar di atas. Ternyata sosoknya nggak sesederhana skesta gambar itu. Satu hal yang saya dapati ada ketulusan di sinar matanya. Ini soal perasaan dan itu rasa yang timbul di hati saya setelah saya lama mengamatinya. 

Mengaku penyuka buku termasuk menimbun. Bahkan kalau lagi bad mood, diajak belanja buku akan segera mengembalikan good moodnya. Ia mengaku mulai serius menulis cerita anak sejak tahun 2013, ditandai dengan mulai rajin mengirimkan media cetak. Majalah anak-anak Bobo adalah salah satu tempat yang memuat karyanya. Maka tahun 2015, Hairi Yanti memutuskan untuk fokus pada cerita anak. Lebih dari 10 cerita anak yang dimuat di majalah Bobo. Sebenarnya Hairi Yanti menulis semua genre, cerpen remaja dan dewasa juga yang digelutinya tapi cerita anak yang lebih berjodoh. Kalau menurut istilah Hairi Yanti, ia masih tertatih-tatih dalam berkarya di cerpen remaja dan dewasa.

Hairi Yanti juga dikenal sebagai blogger, memulai dari masanya Multiply. Saya dulu, juga punya akun di MP dan Friendster. Baru akhirnya saya menekuni blogspot tahun 2006. Bloggenya bisa diintip di sini:  Bukan hanya menulis fiksi, sebagai pecinta buku, ia sering meresensi buku-buku. Resensi bukunya bisa dilihat di beberapa koran, termasuk koran terbitan Jakarta. Eh Hairi Yanti ini menetap di Bumi Borneo, kadang di Kaltim, kadang di Kalsel/ Hairi Yanti sat ini menjalani LDM. Semoga selalu saling menjaga  dan rumah tangganya menjadi ladang amal yang terpelihara.  Saya punya sahabat Orang Banjar dan saya suka soto Banjar #maafgagalfokus.

Salah satu resensi buku Hairi Yanti di media cetak

Ketika ditanyakan, apa yang menjadi tantangan terbesar dalam menulis cerita anak, perempuan berkacamata ini mengatakan: "Setiap menulis apa pun bagi saya punya tantangan tersendiri. Menulis cerpen anak tantangannya dari mendapatkan ide sampai mengolah ide tersebut jadi cerita. Tapi kalau sudah selesai rasanya senang sekali. Kalau berhasil dimuat di media, senangnya jadi bertambah".

Hm, rasanya iya juga, saya ngeblog sudah sejak tahun 2006, sedangkan menulis di media cetak sudah puluhan tahun lalu. Dan sejak nggak bekerja, mendapat uang dari ngbelog itu, rasanya senangnya minta ampun. Serasa dapat doorprize kalau ada produsen atau agensi yang berminat dengan blog saya. Persoalannya saya tidak mengkhususkan menjadikan blog sebagai sumber uang.

Dalam menulis cerita anak, Hairi Yanti belum memasukan pesan-pesan gender yang menguatkan karakter anak laki-laki dan anak perempuan. Kebanyakan pesan yang disampaikan Hairi Yanti dalam karyanya adalah pesan-pesan yang bersifat universal. Dalam mengambil tokoh cerita anak, Hairi Yanti mengaku lebih sering menggunakan tokokh anak perempuan. Menurutnya, terasa lebih pas. Mungkin karena sama-sama perempuan, Hairi Yanti lebih mudah memahami pikiran dan perasaan anak perempuan.

Selain menulis cerita anak, Hairi Yanti juga penyuka kuliner. Catatannya tentang penjelajahan pada urusan kuliner bisa dilihat di blog-blognya. Lumayan buat referensi informasi.

Alasan saya menyimpulkan Hairi Yanti berpotensi sebagai penulis cerita anak karena Hairi Yanti belum mengeluarkan semua effortnya untuk menggarap. Ini terbukti dari mimpinya yang masih dikejar. Ia ingin memiliki buku solo/tunggal. Ayo, saya yakin kamu bisa. Fokues dan konsentrasi pasti akan mewujudkan mimpimu. Teruslah kejar hingga terwujud. Saya akan menunggu dan siap membeli. Catet. Membeli, bukan minta!





Wednesday, March 02, 2016

Faktor kenyamanan pada baju anak yang harus diperhatikan

Van usia setahun
Nyonya Bawel adalah salah satu orang yang banyak mendapat berkat dari Tuhan. Menunggu tiga tahun untuk mendapatkan anak dari rahim sendiri adalah anugerah besar. Bahkan tiga tahun berikutnya Tuhan kembali mempercayai seorang anak perempuan lahir dari rahim ini. maka dalam tujuh tahun pernikahan, Nyonya Bawel sudah memiliki sepasang anak Laki-laki dan perempuan.

Kata orang-orang mendandani  anak laki-laki gak semenggemaskan mendandani  anak perempuan. Buat Nyonya Bawel, sama saja. Sama asyiknya dan sama serunya memilih baju untuk anak laki-laki atau anak perempuan. Jika pada anak perempuan bisa memilih banyak model, maka pada anak laki-laki lebih pada motif dan warna. Sama asyiknya dan sama serunya. Namun satu hal yang Nyonya Bawel tekanankan atau utamakan adalah faktor kenyamanan.

Faktor kenyamanan pada baju anak yang harus diperhatikan adalah:

1. Bahan/jenis kain
Karena cuaca Jabodetabek cenderung panas, maka pilihan katun yang terbaik. Mudah menyerap keringat.

2. Model, lagi-lagi karena cuaca, maka tangan panjang sangat tidak direkomendasikan. Bahkan seingat Nyonya bawel, t-shirt harian anak-anak cenderung potongan singlet alias tidak berlengan. atau bahasa kerennya potongan you can see (my ketiak). Juga tidak berkerah.
Sedangkan untuk anak perempuan, model berenda-renda dan model tumpuk, cenderung dihindari. Baju menjadi berat dan ribet, anak nggak bebas bergerak/beraktifitas.

3. Pilihan warna, warna hitam biasanya warna yang dihindari karena hitam menyerap panas. Dan katanya hitam nggak ok untuk balita. Tapi Nyonya Bawel merasa hitam is the good colour. Nyonya Bawel memakaiakan anak lelaki Nyonya Bawel t-shirt berwarna gelap tapi bukan untuk bermain di siang bolong.
Untuk warna, Nyonya Bawel cenderung memilih berdasarkan kesukaan Nyonya Bawel. Seiring pertambahan usia anak-anak, mereka bebas memilih.

Tapi sebetulnya tips yang Nyonya Bawel sarankan sangat subyektif. Artinya tiap orang ebas mempunyai tips sendiri dalam memilih pakaian anak, apalagi anak perempuan. Nyonya Bawel jadi ingat salah satu kawan Nyonya Bawel, namanya Astin Astanti. Ibu muda yang memiliki sepasang anak, sama seperti Nyonya Bawel. Tapi Astin Astanti masih punya balita perempuan yang belum berusia dua tahun.

Ketika anak perempuan Nyonya Bawel masih balita, Nyonya Bawel cenderung memilihkan pakaian yang sportif. Berbahan katun, bermodel sederhana.







Kini Van, sudah remaja, model sportif tetap jadi pilihan Van. Tapi untuk acara formil, pilihan busana centil feminim tetap dipilih.





Naik Pesawat Bersama Balita, Siapa Takut?


Foto ini diambil Desember 2003 dan Nyonya Bawel membawa dua balita Januari 2004

Judul artikel ini sebetulnya ditujukan buat diri Nyonya Bawel sendiri. Sekitar 10 tahun lalu, Nyonya Bawel ditantang pergi ke Menado, bawa dua bocah. Vanessa 6 bulan dan Bastian, 3,6 th. Rencana awal bersama Papanya anak-anak. Ealah, kurang tiga hari dari jadwal keberangkatan, si Papa dapat tugas. Nyonya Bawel nggak mau membatalkan kepergian, karena kapan lagi bisa cuti dan ke Menado, kampung halaman kedua orangtua Nyonya Bawel.

Liburan waktu itu sudah direncanakan cukup lama. Jadi yang pergi hampir setengah keluarga besar Nyonya Bawel. Nyonya Bawel saat itu bekerja, maka Nyonya Bawel berangkat paling belakang. Sebagai perempuan bekerja, Nyonya Bawel mengurus anak-anak hanya akhir pekan. Maka berpergian jauh, dengan pesawat dan membawa dua balita, sungguh mencemaskan. Tapi Papanya anak-anak dan kakak-kakak Nyonya Bawel yang sudah berangkat duluan, meyakinkan Nyonya Bawel, semua bisa diatasi.

Bicara memang mudah, yang menjalankan Nyonya Bawel, tahu apa mereka dengan kerepotan yang bakal Nyonya Bawel alami? Tapi kata orang bule, The show must go on. Bermodalkan rasa ngantuk karena tidak bisa tidur semaleman, jam 09.00 pagi tetap berangkat ke bandara. Tiket sudah dibeli. Papanya anak-anak yang mengantar, sesudah itu Nyonya Bawel tinggal bersama dua balita dan backpack.

Backpack berisi, termos air panas, botol susu, diapers, mainan, baju ganti, cemilan dan perangkat telepon. Nyonya Bawel nyaris tidak memberi ASI sama su Bungsu Van, karena sudah ditinggal kerja sejak Van berusia dua tahun. Kakak-kakak Nyonya Bawel yang biasa menjaga Van, memberikan Van susu formula. Nyonya Bawel  saat itu jelang pemilu 2004, harus berkeliling Indonesia terkait pengamatan dan penelitian untuk pemilu. Yang memberikan ASI tidak serempong bawaan Nyonya Bawel.

Jakarta-Menado, transit di Balikpapan. Satu jam pertama, semua ok. Jelang tidur siang, dua bocah mulai rewel. Maka dimulailah permohonan kepada Tuhan, agar Nyonya Bawel diberikan kesabaran seluas samudera. Si Kakak bolak-balik minta ke kamar kecil. Tidak punya pilihan, maka Nyonya Bawel mengikat Van dengan sabuk pengaman di kursi. Mau titip ke pramugari, pramugarinya nggak terlihat.

Suasan baru aman dan terkendali, saat kedua bocah tidur. Transit di Balikpapan, Nyonya Bawel minta izin untuk tidak turun karena dua anak tidur. Jelang mendarat di Menado, baru kedua bocah bangun. Sampai sekarang hal yang Nyonya Bawel rasa istimewa, kedua anak Nyonya Bawel sejak bayi, begitu bangun dan melihat Nyonya Bawel pasti langsung tersenyum. Gemas lihat mata yang membuka pelan-pelan lalu diikuti senyum malu-malu. Biar bau asem, diciumnya tetap enak. Thats my baby. (Orangtua lain pasti juga begitu kan?) Singkat cerita, selamatlah penerbangan Jakarta-Menado. Di Bandara Sam Ratulangi, keluarga besar Nyonya Bawel sudah menunggu.

Tiga bulan kemudian Nyonya Bawel berkesempatan membawa kedua balita lagi ke luar kota. Kali ini Sumatera Barat. Tapi bersama Papanya dan adik Nyonya Bawel. Disamping Van sudah lebih besar, ada Papanya dan adik Nyonya Bawel yang menyertai, jadi perjalanan ok-ok saja. Dari dua kali perjalanan membawa balita, Nyonya Bawel mendapat pelajaran, yang Nyonya Bawel formulakan sebagai tips bepergian (Khususnya naik pesawat) dengan Balita. Semoga bermanfaat.

1. Pastikan perlengkapan anak terbawa semua.
- Botol susu, susu, termos air panas, air dingin (Bagi anak-anak yang minum susu formula)
- Kapas, minyak telon, bedak tabur, popok sekali pakai, tisue basah, tisue kering, handuk kecil (wash   lap)
- Makanan Pendampiang ASI/cemilan/jajanan
- Mainan kesukaan anak
- Baju ganti (baju luar dan baju dalam)
- Kenakan anak baju berbahan nyaman, sehingga tidak mudah gatal karena gesekan dengan bahan.
  apalagi kalau perjalanan memakan waktu lama.
- Jacker/baju hangat

2. Pastikan anak merasa nyaman. Jika baru pertama kali naik pesawat/Kereta Api.
Dekap bayi/genggam tangan balita sambil ceritakan keadaan/situasi kendaraan yang akan ditumpangi.

3. Pada bayi/balita jika masih menyusui bayinya disusui saat pesawat take off, Jika tidak mau menyusu, sumbat telinga dengan kapas. Pada balita bisa diberikan permen untuk diisap.

4. Hal yang sering merepotkan adalah anak rewel terutama karena cemas atau lapar. Jika lapar, berikan makan. Tapi jika rewel karena cemas, maka dekaplah. Bisikan hal-hal yang menguatkan termasuk ajarkan membaca doa.

Tips atau cerita bepergian bersama anak bisa di baca lebih lengkap di sini. Blog ini punya kawan baik Nyonya Bawel. Ibu muda yang senang travelling, bahkan dengan tiga anak dan salah satunya bayi. Pokonya masuk di blog  yang ditulis Nurul Noe, anda pasti akan betah berlama-lama di sana. Semoga tulisan ini memberika manfaat.