Wednesday, March 02, 2016

Faktor kenyamanan pada baju anak yang harus diperhatikan

Van usia setahun
Nyonya Bawel adalah salah satu orang yang banyak mendapat berkat dari Tuhan. Menunggu tiga tahun untuk mendapatkan anak dari rahim sendiri adalah anugerah besar. Bahkan tiga tahun berikutnya Tuhan kembali mempercayai seorang anak perempuan lahir dari rahim ini. maka dalam tujuh tahun pernikahan, Nyonya Bawel sudah memiliki sepasang anak Laki-laki dan perempuan.

Kata orang-orang mendandani  anak laki-laki gak semenggemaskan mendandani  anak perempuan. Buat Nyonya Bawel, sama saja. Sama asyiknya dan sama serunya memilih baju untuk anak laki-laki atau anak perempuan. Jika pada anak perempuan bisa memilih banyak model, maka pada anak laki-laki lebih pada motif dan warna. Sama asyiknya dan sama serunya. Namun satu hal yang Nyonya Bawel tekanankan atau utamakan adalah faktor kenyamanan.

Faktor kenyamanan pada baju anak yang harus diperhatikan adalah:

1. Bahan/jenis kain
Karena cuaca Jabodetabek cenderung panas, maka pilihan katun yang terbaik. Mudah menyerap keringat.

2. Model, lagi-lagi karena cuaca, maka tangan panjang sangat tidak direkomendasikan. Bahkan seingat Nyonya bawel, t-shirt harian anak-anak cenderung potongan singlet alias tidak berlengan. atau bahasa kerennya potongan you can see (my ketiak). Juga tidak berkerah.
Sedangkan untuk anak perempuan, model berenda-renda dan model tumpuk, cenderung dihindari. Baju menjadi berat dan ribet, anak nggak bebas bergerak/beraktifitas.

3. Pilihan warna, warna hitam biasanya warna yang dihindari karena hitam menyerap panas. Dan katanya hitam nggak ok untuk balita. Tapi Nyonya Bawel merasa hitam is the good colour. Nyonya Bawel memakaiakan anak lelaki Nyonya Bawel t-shirt berwarna gelap tapi bukan untuk bermain di siang bolong.
Untuk warna, Nyonya Bawel cenderung memilih berdasarkan kesukaan Nyonya Bawel. Seiring pertambahan usia anak-anak, mereka bebas memilih.

Tapi sebetulnya tips yang Nyonya Bawel sarankan sangat subyektif. Artinya tiap orang ebas mempunyai tips sendiri dalam memilih pakaian anak, apalagi anak perempuan. Nyonya Bawel jadi ingat salah satu kawan Nyonya Bawel, namanya Astin Astanti. Ibu muda yang memiliki sepasang anak, sama seperti Nyonya Bawel. Tapi Astin Astanti masih punya balita perempuan yang belum berusia dua tahun.

Ketika anak perempuan Nyonya Bawel masih balita, Nyonya Bawel cenderung memilihkan pakaian yang sportif. Berbahan katun, bermodel sederhana.







Kini Van, sudah remaja, model sportif tetap jadi pilihan Van. Tapi untuk acara formil, pilihan busana centil feminim tetap dipilih.





2 comments:

Lathifah Edib said...

Kadang ada lho ortu yg gak bisa milihin baju buat anak. Sudah tau cuaca panas pake bgt, malah dipakein gaun yg bikin tuh anak keringetan. Kan kasian. :(

astin said...

Mami, aku juga jarang pakaikan baju lengan panjang, kecuali emang cuaca sedang dingin atau ketika pergi menggunakan sepeda motor.

Terima kasih ya, Mi untuk tulisannya.