Saturday, March 05, 2016

Hairi Yanti, Penulis Cernak Muda Berpotensi

Hairi Yanti
Sederhana dan berpotensi besar, dua hal yang saya dapati dari sosok Hairi Yanti. Perhatikan sketsa gambar di atas. Ternyata sosoknya nggak sesederhana skesta gambar itu. Satu hal yang saya dapati ada ketulusan di sinar matanya. Ini soal perasaan dan itu rasa yang timbul di hati saya setelah saya lama mengamatinya. 

Mengaku penyuka buku termasuk menimbun. Bahkan kalau lagi bad mood, diajak belanja buku akan segera mengembalikan good moodnya. Ia mengaku mulai serius menulis cerita anak sejak tahun 2013, ditandai dengan mulai rajin mengirimkan media cetak. Majalah anak-anak Bobo adalah salah satu tempat yang memuat karyanya. Maka tahun 2015, Hairi Yanti memutuskan untuk fokus pada cerita anak. Lebih dari 10 cerita anak yang dimuat di majalah Bobo. Sebenarnya Hairi Yanti menulis semua genre, cerpen remaja dan dewasa juga yang digelutinya tapi cerita anak yang lebih berjodoh. Kalau menurut istilah Hairi Yanti, ia masih tertatih-tatih dalam berkarya di cerpen remaja dan dewasa.

Hairi Yanti juga dikenal sebagai blogger, memulai dari masanya Multiply. Saya dulu, juga punya akun di MP dan Friendster. Baru akhirnya saya menekuni blogspot tahun 2006. Bloggenya bisa diintip di sini:  Bukan hanya menulis fiksi, sebagai pecinta buku, ia sering meresensi buku-buku. Resensi bukunya bisa dilihat di beberapa koran, termasuk koran terbitan Jakarta. Eh Hairi Yanti ini menetap di Bumi Borneo, kadang di Kaltim, kadang di Kalsel/ Hairi Yanti sat ini menjalani LDM. Semoga selalu saling menjaga  dan rumah tangganya menjadi ladang amal yang terpelihara.  Saya punya sahabat Orang Banjar dan saya suka soto Banjar #maafgagalfokus.

Salah satu resensi buku Hairi Yanti di media cetak

Ketika ditanyakan, apa yang menjadi tantangan terbesar dalam menulis cerita anak, perempuan berkacamata ini mengatakan: "Setiap menulis apa pun bagi saya punya tantangan tersendiri. Menulis cerpen anak tantangannya dari mendapatkan ide sampai mengolah ide tersebut jadi cerita. Tapi kalau sudah selesai rasanya senang sekali. Kalau berhasil dimuat di media, senangnya jadi bertambah".

Hm, rasanya iya juga, saya ngeblog sudah sejak tahun 2006, sedangkan menulis di media cetak sudah puluhan tahun lalu. Dan sejak nggak bekerja, mendapat uang dari ngbelog itu, rasanya senangnya minta ampun. Serasa dapat doorprize kalau ada produsen atau agensi yang berminat dengan blog saya. Persoalannya saya tidak mengkhususkan menjadikan blog sebagai sumber uang.

Dalam menulis cerita anak, Hairi Yanti belum memasukan pesan-pesan gender yang menguatkan karakter anak laki-laki dan anak perempuan. Kebanyakan pesan yang disampaikan Hairi Yanti dalam karyanya adalah pesan-pesan yang bersifat universal. Dalam mengambil tokoh cerita anak, Hairi Yanti mengaku lebih sering menggunakan tokokh anak perempuan. Menurutnya, terasa lebih pas. Mungkin karena sama-sama perempuan, Hairi Yanti lebih mudah memahami pikiran dan perasaan anak perempuan.

Selain menulis cerita anak, Hairi Yanti juga penyuka kuliner. Catatannya tentang penjelajahan pada urusan kuliner bisa dilihat di blog-blognya. Lumayan buat referensi informasi.

Alasan saya menyimpulkan Hairi Yanti berpotensi sebagai penulis cerita anak karena Hairi Yanti belum mengeluarkan semua effortnya untuk menggarap. Ini terbukti dari mimpinya yang masih dikejar. Ia ingin memiliki buku solo/tunggal. Ayo, saya yakin kamu bisa. Fokues dan konsentrasi pasti akan mewujudkan mimpimu. Teruslah kejar hingga terwujud. Saya akan menunggu dan siap membeli. Catet. Membeli, bukan minta!





18 comments:

ahliah citra said...

Oke, like bgt ma notenya, Mak Elisa. Beli buku bukan minta.

Salam kenal juga buat Mak Elisa

Triana Dewi said...

waahh semoga segera terwujud keinginan yantii punya buku solo amiinnn.. mbaakk bagus ulasannyaa.. dari lihat fotonya bisa menganalisa orangnyaa hehehe..

Hairi Yanti said...

Makasiiiih, Mbak Elisaa <3
Ah iyaa... Saya juga suka sebel sama yang suka minta buku kalau ada penulis yang promo buku barunya, padahal yang diminta bukan buku saya :D

Saya juga penyuka soto banjar, Mbak :D

Nova Violita said...

sejak 2006... ?? senior kita mah kalo gitu..hi2

Alfa Kurnia said...

Saya juga suka Soto Banjar, mbak :D

Keren yah, mbak Hairi Yanti sudah berhasil memasukkan 10 cernaknya di majalah Bobo. Semoga segera terbit buku solonya.

Yurmawita Adismal said...

Salam kenal ya..

ghumi said...

Cerita-cerita menguatkan gender...? Iya perlu banget itu... biar gak salah kaprah perkembangannya nanti... heheehhe...

Naqiyyah Syam said...

Asyiik rame nih nulis Yanti. Suka dengan fokus Yanti nulks cernak.

Hidayah Sulistyowati said...

Widiiih, udah lama juga ngeblognya, *salim suhu*

Ikut mengaminkan doa mak Elisa juga, moga makin banyak bukunya. Tulisan tentang mba Yanti informatif banget, keren mbak :)

Alaika said...

Tulisan Mba Elisa bikin aku jadi makin kenal dengan Mba Yanti, nih. Semoga terwujud segala yang dicita-citakan ya, mba Yanti. Mba Elisa, thanks untuk tulisan kecenya. :)

Jiah Al Jafara said...

aku jg baca fiksi anaknya dan sukaaai

monda said...

mbak..ulasannya keren.., jadi merasa udah kenal dekat dengan mbak Yanti

Ade Anita said...

Senang sudah kenal dengan hairi yanti

Eni Martini said...

hairi salah satu penulis cernak di Majalah Bobo yang disukai anak saya dan saya mengenalnya di BAW (Be a Writer) komunitas penulis.
tulisan ini, saya suka banget dengan kalimat:Saya akan menunggu dan siap membeli. Catet. Membeli, bukan minta!
hahaha..sangking seringnya ya denger rumor: merasa kenal penulisnya terus minta gratis, pdhl penulis bukan pemilik bukunya, cuma royalti 10% uiiii

Ratna Dewi said...

Idem dengan Bunda Icha, aku juga siap buat beli bukunya Mbak Hairiyanti kalau sudah terbit, hihi

sarah ufaira said...

Salam kenal bunda Icha...

wah jamannya multiply, saya masih gaptek... hihihi. kalo friendster saya punya..

Aprillia Ekasari said...

Moga segera punya buku sendiri, Mbak Yanti :)
Sukses juga buat Mbak Elisa :)

Nur Susianti said...

meluncur ke blognya, jadi ingin baca cernak2nya mba yanti :)