Wednesday, March 02, 2016

Naik Pesawat Bersama Balita, Siapa Takut?


Foto ini diambil Desember 2003 dan Nyonya Bawel membawa dua balita Januari 2004

Judul artikel ini sebetulnya ditujukan buat diri Nyonya Bawel sendiri. Sekitar 10 tahun lalu, Nyonya Bawel ditantang pergi ke Menado, bawa dua bocah. Vanessa 6 bulan dan Bastian, 3,6 th. Rencana awal bersama Papanya anak-anak. Ealah, kurang tiga hari dari jadwal keberangkatan, si Papa dapat tugas. Nyonya Bawel nggak mau membatalkan kepergian, karena kapan lagi bisa cuti dan ke Menado, kampung halaman kedua orangtua Nyonya Bawel.

Liburan waktu itu sudah direncanakan cukup lama. Jadi yang pergi hampir setengah keluarga besar Nyonya Bawel. Nyonya Bawel saat itu bekerja, maka Nyonya Bawel berangkat paling belakang. Sebagai perempuan bekerja, Nyonya Bawel mengurus anak-anak hanya akhir pekan. Maka berpergian jauh, dengan pesawat dan membawa dua balita, sungguh mencemaskan. Tapi Papanya anak-anak dan kakak-kakak Nyonya Bawel yang sudah berangkat duluan, meyakinkan Nyonya Bawel, semua bisa diatasi.

Bicara memang mudah, yang menjalankan Nyonya Bawel, tahu apa mereka dengan kerepotan yang bakal Nyonya Bawel alami? Tapi kata orang bule, The show must go on. Bermodalkan rasa ngantuk karena tidak bisa tidur semaleman, jam 09.00 pagi tetap berangkat ke bandara. Tiket sudah dibeli. Papanya anak-anak yang mengantar, sesudah itu Nyonya Bawel tinggal bersama dua balita dan backpack.

Backpack berisi, termos air panas, botol susu, diapers, mainan, baju ganti, cemilan dan perangkat telepon. Nyonya Bawel nyaris tidak memberi ASI sama su Bungsu Van, karena sudah ditinggal kerja sejak Van berusia dua tahun. Kakak-kakak Nyonya Bawel yang biasa menjaga Van, memberikan Van susu formula. Nyonya Bawel  saat itu jelang pemilu 2004, harus berkeliling Indonesia terkait pengamatan dan penelitian untuk pemilu. Yang memberikan ASI tidak serempong bawaan Nyonya Bawel.

Jakarta-Menado, transit di Balikpapan. Satu jam pertama, semua ok. Jelang tidur siang, dua bocah mulai rewel. Maka dimulailah permohonan kepada Tuhan, agar Nyonya Bawel diberikan kesabaran seluas samudera. Si Kakak bolak-balik minta ke kamar kecil. Tidak punya pilihan, maka Nyonya Bawel mengikat Van dengan sabuk pengaman di kursi. Mau titip ke pramugari, pramugarinya nggak terlihat.

Suasan baru aman dan terkendali, saat kedua bocah tidur. Transit di Balikpapan, Nyonya Bawel minta izin untuk tidak turun karena dua anak tidur. Jelang mendarat di Menado, baru kedua bocah bangun. Sampai sekarang hal yang Nyonya Bawel rasa istimewa, kedua anak Nyonya Bawel sejak bayi, begitu bangun dan melihat Nyonya Bawel pasti langsung tersenyum. Gemas lihat mata yang membuka pelan-pelan lalu diikuti senyum malu-malu. Biar bau asem, diciumnya tetap enak. Thats my baby. (Orangtua lain pasti juga begitu kan?) Singkat cerita, selamatlah penerbangan Jakarta-Menado. Di Bandara Sam Ratulangi, keluarga besar Nyonya Bawel sudah menunggu.

Tiga bulan kemudian Nyonya Bawel berkesempatan membawa kedua balita lagi ke luar kota. Kali ini Sumatera Barat. Tapi bersama Papanya dan adik Nyonya Bawel. Disamping Van sudah lebih besar, ada Papanya dan adik Nyonya Bawel yang menyertai, jadi perjalanan ok-ok saja. Dari dua kali perjalanan membawa balita, Nyonya Bawel mendapat pelajaran, yang Nyonya Bawel formulakan sebagai tips bepergian (Khususnya naik pesawat) dengan Balita. Semoga bermanfaat.

1. Pastikan perlengkapan anak terbawa semua.
- Botol susu, susu, termos air panas, air dingin (Bagi anak-anak yang minum susu formula)
- Kapas, minyak telon, bedak tabur, popok sekali pakai, tisue basah, tisue kering, handuk kecil (wash   lap)
- Makanan Pendampiang ASI/cemilan/jajanan
- Mainan kesukaan anak
- Baju ganti (baju luar dan baju dalam)
- Kenakan anak baju berbahan nyaman, sehingga tidak mudah gatal karena gesekan dengan bahan.
  apalagi kalau perjalanan memakan waktu lama.
- Jacker/baju hangat

2. Pastikan anak merasa nyaman. Jika baru pertama kali naik pesawat/Kereta Api.
Dekap bayi/genggam tangan balita sambil ceritakan keadaan/situasi kendaraan yang akan ditumpangi.

3. Pada bayi/balita jika masih menyusui bayinya disusui saat pesawat take off, Jika tidak mau menyusu, sumbat telinga dengan kapas. Pada balita bisa diberikan permen untuk diisap.

4. Hal yang sering merepotkan adalah anak rewel terutama karena cemas atau lapar. Jika lapar, berikan makan. Tapi jika rewel karena cemas, maka dekaplah. Bisikan hal-hal yang menguatkan termasuk ajarkan membaca doa.

Tips atau cerita bepergian bersama anak bisa di baca lebih lengkap di sini. Blog ini punya kawan baik Nyonya Bawel. Ibu muda yang senang travelling, bahkan dengan tiga anak dan salah satunya bayi. Pokonya masuk di blog  yang ditulis Nurul Noe, anda pasti akan betah berlama-lama di sana. Semoga tulisan ini memberika manfaat.



8 comments:

Tarry KittyHolic said...

Kalau cuma dibayangin gimana rempongnya bawa 2 balita ngeri ya mak?. Tapi setelah dijalani semua baik2 saja ya :)

noe said...

Waah,keren mami,ke manado sama dua anak dan salah satunya bayi,tanpa ditemani suami. Aku jd makin tertantang jg nih buat jln2 lg.haha

Liza Permasih said...

Backpackeran bareng balita memang membutuhkan kesabaran seluas samudra.
Trims infonya

Lathifah Edib said...

Naik pesawat, transit pula, dengan 2 balita. Oh no! Saya bawa dua keponakan balita (Fuza dan Shafa) naik angkot Banjarbaru-Banjarmasin aja merasa kerepotan. Wkwkwk... :D

Aprillia Ekasari said...

Pernah bawa bayi sendirian dari Surabaya ke Jakarta, abis itu agak2 kapok hahaha.
Wow bawa satu bayi aja rempong, bawa dua balita apalagi ya bun, blm kebayang sih...

turiscantik.com said...

Aku blom pernah naik pesawat bareng batita makasih tipsnya mbak

indah nuria Savitri said...

Memang persiapannya seru yaaa mba. Aku pulang dari Melbourne bawa Bo usia 40 hari, dan pulang dari Geneve dengan Obi yang usianya 6 bulan. Yang penting kebutuhan mereka terpenuhi dulu

fanny fristhika nila said...

masih kebayang rempongnya bawa bayi naik pesawat :D. anakku yg pertama, prtama kali aku bawa umur 10 bulan.. ke sibolga wktu itu, dan papinya ga ikut krn dia pergi naik mobil -__-.. delay lama ampe 5 jam (bisa tebak kan maskapai mana :p), si anak ga bisa diem, dan rewel di pesawat :D.. ampuuuun dah.. sejak itu aku bilang ke papinya, mending aku naik mobil juga tiap ke sibolga, drpd pesawat tapi sendirian ;D.. Ngibarin bendera putih kalo itu..