Tuesday, March 29, 2016

Seru dan Asyik Kumpul Keluarga Besar

Mulanya cuma numpang makan siang di rumah Mami
eh di ajak ke Kampung Aer untuk
mengisi waktu santap sore-sore


Beach Pool Ancol
25 Maret 2016 tanpa rencana


Anak orangtua Nyonya Bawel, tinggal satu yang belum menikah. Sisanya 10 orang sudah berkeluarga dan beranak-pinak. Ada yang 1,2 dan 3. Kedua orangtua Nyonya Bawel memiliki 11 anak perempuan semua tapi kami, anak-anaknya, paling banyak memiliki 3 anak. Kebayang gak kalau masing-masing memiliki 3 anak dari 10 anak. Maka bersyukurlah kami yang memiliki anak bervariasi, ada yang memiliki 1,2 dan 3. Total cucu orangtua Nyonya Bawel, 24. Itu baru dari pihak Nyonya Bawel.

Dari pihak suami yang juga terlahir di keluarga besar, memiliki variasi anak juga sama, 1,2 dan 3. Total cucu mertua ada 18 orang. Maka kedua anak Nyonya Bawel, Van dan Bas memiliki sepupu 40 orang. Memiliki 21 keluarga Om dan Tante. Sekarang saja kedua anak Nyonya Bawel sudah menjadi Om dan Tante karena kakak-kakak  Nyonya Bawel dan kakak-kakak suami sudah bercucu. Total keponakan Van dan Bas ada 17 orang.

Maka kumpul keluarga besar menjadi sebuah kebutuhan dan keharusan. Nyonya Bawel dan saudara-saudara Nyonya Bawel dibesarkan secara bersama-sama dalam satu rumah. Nggak ada yang merantau hingga hubungan kami satu dengan lain sangat erat. Tapi ketika sudah berkeluarga, meninggalkan rumah dan memiliki aktifitas masing-masing, pertemuan adik-kakak menjadi hal yang kami rindukan.

Maka setiap akhir pekan, rumah Mami menjadi persinggahan yang  menyenangkan. Jika sudah berkumpul, suasana menjadi seru dan asyik. Sejak ada grup WA keluarga, pertemuan dan kegiatan bisa lebih terarah dan teratur. Jika salah satu dari kami lebih dari dua minggu nggak bertemu, maka biasanya akan melemparkan ide “ngumpul”. Rumah Mami sebagai “base camp” karena selanjutnya, pertemuan bisa dilanjutkan di mall atau tempat wisata seperti Ancol, Puncak, dan pantai Anyer.

Curug Putri, Cirebon, tahun 2016
Tanpa rencana berangkat pk. 03.00

Nggak perlu perencanaan yang ribet, cukup tulis di WA: Ke Anyer, kumpul di rumah Oma (mami) di tunggu pk. 11.00. akan nginep. Kita bisa konvoi sampai 8 mobil. Semua akomodasi, transportasi dan makanan, tanggung renteng. Kebiasaan ini sudah berjalan puluhan tahun, sejak Nyonya Bawel belum punya anak. Piknik/ke luar kota bersama keluarga besar adalah agenda rutin.

Tahun lalu (2015), kami ke Cirebon, Pekalongan dan Yogya selama 6 hari menggunakan satu bus besar. Yang ikut mulai dari bayi 9 bulan sampai Mami yang berusia 85 tahun. Seru dan heboh. Persiapan pendanaannya setahun. Ya setahun kami menanbung. Panitia kecil dibentuk untuk menjamin semua terkoordinir dengan baik. Bahkan tiap hari ada ketentuan warna pakaian yang harus dipakai untuk memudahkan koordinasi.

Add caption







Kumpul keluarga biasanya akhir pekan tapi tidak menutup kemungkinan hari lain kalau ada yang penting untuk dirembukkan. Semisal membuat "little party" HUT Mami. Kami akan mengundang kawan-kawan Mami yang usianya juga sudah lanjut. Maka perlu ada pertemuan untuk mengatur pendanaan, menu, dan among tamu. Tamu dengan usia lanjut harus diamong/didampingi.

Hut Mami ke 82 th 2011


Kami punya kebiasaan, menyatukan semua yang berulangtahun dalam sebulan, lalu ditentukan akhir pekan di akhir bulan sebagai hari bersyukur, ditandai dengan berdoa dan makan-makan. Karena kami keluarga besar, dalam sebulan bisa 3-4 orang yang berulangtahun, maka makan-minum ditanggung bersama. Jadi nggak ada yang berat. Supaya seru, terkadang ada ketentuan pakaian/dress code. Pernah strip black and white, atau army look. Atau berdasarkan warna. Biasanya berdasarkan warna saat Natal. 

Kumpul keluarga di pihak suami juga sebulan sekali. Maka kami akan datang bergantian. Sejauh ini, asyik-asyik saja. Jika di keluarga Nyonya Bawel, kami datang di hari Sabtu maka di keluarga suami datang di hari Minggu. Keluarga besar kami bertambah besar, karena kamipun menjalin silaturahmi dengan keluarga-keluarga para suami.

Pernah waktu Van dan Bas masih usia di bawah 10 tahun, mereka membagi keluarga. Pihak keluarga Nyonya Bawel adalah saudara Van dan Pihak keluarga suami adalah saudara Bas. Nyonya Bawel meluruskan bahwa pihak Mama dan pihak Papa, sama-sama saudara Van dan Bas. Mereka agak sulit menangkap konsep keluarga besar, tapi seringnya kami berkumpul akhirnya member pengertian pada keduanya. Bahwa mereka memiliki saudara yang sangat banyak.

Nyonya Bawel beranggapan pertemuan/kumpul keluarga besar sangat diperlukan. Berikut manfaat kumpul keluarga menurut Nyonya Bawel.

1.   Menjaga dan mererat tali silaturami antar saudara (kakak-adik, anak-orangtua, antar sepupu dan antar Om-Tante dan keponakan.

2.   Menghidupkan rasa hormat dan rasa Nyonya Bawelng antar saudara.
Karena kami membiasakan anak-anak untuk saling membantu dan menjaga selama bermain.

3.   Berbagi/bertukar pengalaman terutama dalam menghadapi anak-anak

4.   Berbagi/bertukar pengalaman dalam mengarungi rumah tangga

5. Berbagi/bertukar pengalaman dalam mengatur manajemen keuangan rumah tangga

6. Toleransi/tenggang rasa dan saling membantu. Jika ada yang sakit atau akan menikah.

7. Menjaga dan memelihara rasa Nyonya Bawel antar anggota keluarga sebagai bentuk ketahanan keluarga. Ketika keluarga besar menjadi tempat yang asyik, maka anak-anak tidak akan mencari tempat/keluarga lain.

Bagaimana dengan kumpul keluargamu?


5 comments:

Tira Soekardi said...

seru dan nikmatnya kebersamaan sama kelurag itu sesuatu banget

Agung Han said...

Kumpul sama keluarga memang seruu
salam sehat dan sukses Bunda Icha

Ade anita said...

Seru emang kalo ngumpul beserta keluarga dan teman2 ya...

Desy Yusnita said...

Kebayang rame nya ini sih....suka salah manggil ga? Wkwkwkwwk

ben benavita said...

Menyenangkan banget sih kumpul sama keluarga gitu.
Hahaha.
Semoga mami sehat selalu dan diberikan umur yang berkah. aamiin allahuma aamiin