Tuesday, January 24, 2017

Blogger Cihuy: Ngetrip Asyik Bersama Keluarga

Nyonya Bawel bersama dua kecintaan, Bas dan Van

Terwujudnya salah satu resolusi di tahun 2017, sungguh membuat Nyonya Bawel bersyukur. Rasanya tak cukup sekedar bersyukur kepada Sang Pemilik Kehidupan yang begitu baik, memberkati Nyonya Bawel pribadi, sehingga bisa mewujudkan salah satu resolusi di tahun 2017, tepat di awal tahun. 20-22 Januari 2017, Nyonya Bawel bisa mengajak keluarga dan kawan-kawan Blogger Cihuy (beberapa membawa pasangan dan anak-anak juga) ngetrip asyik ke Lampung.
Bas yang anti camera tetiba
tersadar, banyak spot amazing
yang harus didokumentasikan.
Narsis di Kapal menujunu titik spot snorkling di Pulau Pahawang
Eksplorasi Sumatera, menjadi target Nyonya Bawel. Ngetrip bersama keluarga juga menjadi agenda. Saat ini, kedua anak Nyonya Bawel sudah memasuki usia remaja 13,5 dan 16,5. Mereka memiliki kawan dan kegiatan masing-masing. Kesibukan mereka nyaris tidak melibatkan Nyonya Bawel dan suami. Memang, Nyonya Bawel dan suami juga punya kegiatan masing-masing. Dalam 24 jam, terkadang kami (Yang cuma ber4 dalam satu atap) bertemu tak lebih dari 5 jam.

Makanya Nyonya Bawel ingin memiliki banyak waktu dan melakukan kegiatan bersama dua remaja, kecintaan. Tapi nggak mudah mengajak mereka berkegiatan bersama, ada aja alasannya. Nah buat ngetrip ke Lampung yang sudah Nyonya Bawel sounding hampir sebulan, pas mendekati waktu keberangkatan (2 hari sebelum keberangkatan) Nyonya Bawel masih harus bersitegang dengan si sulung.

Ini kali kedua Nyonya Bawel ngetrip asyi bersama kawan-kawan #BloggerCihuy, tahun lalu sekitar bulan September 2016, Nyonya Bawel bawa #BlogerCihuyNgertripasyik ke Yogya. Nyonya Bawel tidak mengajak kedua anak karena pas keduanya juga mempunyai agenda, ikut Biblle Camp. Tapi ke Lampung ini, sudah lama Nyonya Bawel informasikan. Emang sih keduanya tidak menjawab iya. Cuma bilang, lihat nanti jadwal sekolah. 
Bas bersama Blogger Cihuy di tangga Pavilion Cafe n Resto
Rada heran juga, dulu jaman Nyonya Bawel sekolah, kalau nggak masuk karena mau pergi sama ortu rasanya girang benar. Tapi mungkin waktu memang sudah berubah. Kedua anak Nyonya Bawel, susahnya minta ampun kalau diminta untuk tidak sekolah. Biarpun Nyonya Bawel menggaransi phak sekolah nggak akan marah atau dianggap melanggar aturan. Nyonya Bawel (siap berargumentasi) mau dan bersedia datang ke sekolah kalau memang harus berhadapan langsung baik dengan wali kelas atau kepsek.

Si bungsu si ok-ok saja, tapi si sulung...duh susah betul. Rayuan dengan nada lembut sampai naik dua oktaf, bukan bikin si Sulung ok, malah bertahan dengan keras kepalanya (Turunan siapa sih..? #SambilNgaca). Senjata terakhir, bicara dengan si bungsu, tentang tujuan dan kegiatan di Lampung (Tapi bicara dengan suara dikeraskan)

Van, nanti kita bakal seru loh, dari Pelabuhan Merak, nyebrang ke Pelabuhan Bakauheni. Itu pelabuhan besar dan termasuk yang sibuk sebagai akses Sumatera dan Jawa. Bisa dibilang sebagai jalur perdagangan/perekonomian besar. Kita bisa lihat langsung dan merasaan suasana berbeda saat matahari terbit di atas kapal berlatar belakang gunung krakatau.
Si Cantik , bungsu Nyonya Bawel berlatar belakang Pulau Pahawang
Dari dulu, cara Nyonya Bawel mengusik keinginan tahuan keadua anak, adalah dengan cerita pengalaman Nyonya Bawel saat keliling Indonesia. Cerita tentang keliling Indonesia selalu masuk saat kami mempelajari geografi atau ilmu-ilmu sosial lainnya. Kedua anak Nyonya Bawel selalu antusias mendengarkan. Dan taktik ini berhasil, si Sulung, datang mendekat dan berkata, Aku ikut ke Lampung.

Aha, senjata tepat sasaran. Mamak-mamak mana yang gak senang kalau akhirnya si anak setuju bergabung. Ok. Son, welcome to activity with your Mama. Alasan terbesar mengapa Nyonya Bawel mengharuskan kedua anak Nyonya Bawel.

1. Meningkatkan kebersamaan anak dan ortu
2. Memberi pengalaman lain tentang kehidupan
3. Melihat dan merasakan suasana berbeda
4. Memberi pelajaran kehidupan dengan bergaul dengan banyak orang
(Rombongan Blogger Cihuy ke Lampung total 21)
Terdiri dari 13 orang dewasa, 2 pasang suami istri, Ayah dengan satu anak balita, dua ibu dengan anak (satu dengan satu anak remaja, satu dengan dua anak di bawah 10 tahun) Lainnya perempuan-perempuan dan lelaki single.

Bersama-sama 3 hari dalam 1 minibus, berkegiatan bareng di laut, di pulau di taman. Kami semua menjadi orangtua dari semua anak-anak yang ada. Jadi ingat salah satu iklan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak., Yang menceritakan seorang anak perempuan keci tengah bermain sendirian lalu datang lelaki dewasa, yang lirik-lirik ke sana kemari, lalu tanya, adik sedang apa? Orantua adik di mana? Orangtuanya siapa? tiba-tiba orang-orang dewasa di sekeililing taman bermain itu berdatangan, mulai dari tukang jualan, tukang kebun, pekerja kantor, ibu rumah tangga dan tukang sayur, semua berkata"Kami orangtuanya" Lalu si lelaki terkejut dan kabur.

Pesannya jelas banget, setiap orang dewasa harus menjdi pelindung bagi anak-anak, anak siapa saja dan di mana saja. Itu namanya KEPEDLIAN" Sedikit kepedulian kita bisa menghindari anak-anak dari kejahatan.


Nyonya Bawel di penginapakan Flip flop
 Nah waktu ke Lampung itu, Nyonya Bawel tidak memberi pesan apa-apa pada kedua anak Nyonya Bawel. Saat kumpul, keduanya memiliki ke sadaran sendiri, ikut "Momong" 3 adik kecil. Ikut berlari, ikut mengingatkan dan ikut mengawasi. Keduanya juga terlihat baik dan bisa berkomunikasi, enjoy dengan kawan-kawan Blogger Cihuy yang berjarak usia dua kali lipast usia mereka.

Nyonya Bawel bisa melihat keduanya bisa bersosialisasi dan beradaptasi di semua kondisi, walau sesekali masih terlihat bete. Terutama si Sulung yang memang pada dasarnya tidak terlalu suka keramaian. Apalagi pakai di foto. Sejak kecil si sulung selalu mengindar untuk di foto, entah mengapa. Tapi pernah sekali wakyu saat kedua anak Nyonya Bawel berusia balita, Nyonya Bawel membawa mereka ke studio foto dan membiarkan mereka bebas bergaya tanpa di atur. Astaga, keduanya happy banget.

Kali inipun Nyonya Bawel nggak berani minta banyak-banyak berfoto tapi suasana dan situasi yang menggembirakan juga indah, membuat Bas yang anti camera, justru minta di foto. Ini pengalaman Bas dan Van naik Feri. Kalau ngetrip dengan bus, sudah pernah. Begitu juga naik, kereta, naik pesawat. Yang belum naik kapal laut/ferry. Di atas kapal Fery berlatar belakang matahari terbit, Bas sukacita berfoto.
Muncak Teropong Laut
Begitu juga ketika di Muncak Teropong Laut, kawasan hitsnya Lampung (Tempat berfoto diketinggian hutan) Bas minta di foto sendiri, pun saat mau snorkling. Duh, Nyonya Bawel senangnya minta ampun.

Bahkan Bas terus-terusan memeluk Nyonya Bael, ih rasa bahagianya melebihi kalau di peluk mantan pacar. Begitupun mantan pacar, kayaknya happy juga lantara si bungsu Van terus menerus memeluknya. Bahkan Van nggak rela kalau Nyonya Bawel yang di peluk.

Traveling bersama anak-anak dan pasangan, sungguh menghangat jiwa. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampau. Dapat kebresamaan dengan keluarga, dapat kebersamaan dengan kawan-kawan #BloggerCihuy, dapat menikmati keindahan Lampung, terwujud salah satu resolusi 2017. Nikmat Tuhan mana yang kau dustai?

4 comments:

hastari sugesti said...

Buncha.. Dikau membuatku susah Move on dari #LampungCihuy

Andini Ria Agusti Harsono said...

Mamaaakk aku mau ke Lampung lagiii

Resi Its Me said...

kangen liburan bareng lagi kyk gini, mengakrabkan kita semua

Kurnia amelia said...

Semoga kita bisa ke Lampung lagi yoooo 😘😘