Tuesday, October 10, 2017

Ayo Dukung Aksi Nasional Pemberantasan dan Penyalahgunaan Obat Ilegal


Dunia makin kejam, pengawasan para orangtua untuk keselamatan anak-anaknya harus kian diperketat. Beragai cara digunakan pihak-pihak yang ingin menghancurkan bangsa. Dengan merusak anak-anak lewat obat-obatan yang bisa merusak mental dan fisik. Sebagai ibu dari dua anak usia remaja, mendengar pemberitaan seputar penyalahgunaan dan peredaran  obat-obatan dikalangan remaja, tentu Nyonya Bawel sangat khawatir.

 Maka Nyonya Bawel sangat mendukung Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)  saat menggelar Aksi Nasional Pemberantasan Penyalahgunaan Obat  yang berlokasi di BUPERTA Cibubur  awal Oktober 2017 (3 Oktober 2017), Secara resmi dicanangkan oleh Presiden RI, Joko Widodo. Pencanangan ini  dihadiri ketua BPOM, Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP,  Mentri Kesehatan RI,  Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM. Menko PMK (deputi bid kor kesehatan) Sigit Priohutomo, Kabareskrim Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto .

Selain nama-nama di atas, para undangan lain terdiri dari Dirjen Bina Pembangunan Daerah Mendagri, Jampidsus Kejaksaan, Ketua IDI, Ketua IAI, Ketua GP Farmasi, Generasi Muda (Pelajar SMA), Slank (masyarakat).
Sesaat sebelum memukul gong sebagai tanda secara resmi pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan dan Penyalahgunaan Obat Illegal, Presiden Jokowi  mengatakan, perlunya perhatian khusus dan terus menerus dari semua pihak. Seluruh masyarakat harus bahu membahu ikut mengawasi, mencegah dan menindaklanjuti segala bentuk aktifitas penyalahgunaan obat.

Presiden Jokowi memanggil  Kabareskrim Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto  dan diminta menceritakan  mengenai upaya kepolisia terkait kasus di Kendari (anak-anak mabuk obat). Menurut Kabareskrim Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto ,kepolisian langsung menindaklanjuti dengan melakukan penelitian. Pada kesempatan ini, Kabareskrim Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto  juga menginformasikan keberhasilan kepolisian dalam menangkap produsen dan pengedar pobat-obatan terlarang dalam jumla besar.

Usai berbincang dengan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto , Presiden jokowi memanggil personil band SLANK yang diwakili Bimbim. Kelompok SLANK, adalah satu dari sekian banyak grup band yang personilnya pernah kecanduan  NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Kini personil band SLANK sudah bersih dari NAPZA bahkan menjadi garda terdepan yang ikut memerangi peredaran NAPZA. Bahkan Bimbim mengatakan: “Hari gini masih menggunakan NAPZA, nggak keren!”


Presden Jokowi dengan didampingi Kepala BPOM,  Menkes, dan Kepala Bareskrim secara resmi membuka  Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan dan Penyalahgunaan Obat Illegal, dengan memuku gong. Lalu dilanjutkan dengan penampilan  gabungan pelajar SMA yang menyanyikan Jinggle Anti  
Penyalahgunaan Obat Illegal.  Usai menyaksilkan penampilan anak-anak SMA dilanjutkan dengan foto bersama dengan Presden Jokowi , Kepala BPOM,  dan Menkes. Lalu grup band SLANK tampil memeriahkan suasana. Setelah 3 lagu Presden Jokowi dengan didampingi Kepala BPOM,  Menkes, dan pejabat terkait menyaksikan pemusnahan obat0obatan Ilegal.

Kami yang masih ditempat terus menikmati hiburan dari penampilan Slank yang mampu membuat ruangan bergemuruh. Bukan hanya karena lagu-lagu yang membangkitkan semangat tapi juga karena kehebohan hadirin yang ingin berfoto bersama, personil SLANK. Acara diakhir dengan makan siang bersama.
Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan dan Penyalahgunaan Obat Illegal, menurut Nyonya Bawel adalah tindakan nyata  kehadiran Negara sekaligus tanggung jawab Negara untuk menjaga dan menyelamatkan generasi bangsa. Seluruh komponen masyarakat harus mendukung dan turut mabil bagian. Sekolah, adalah salah satu pintu masuk peredaran obat-obatan illegal, yang harus diawasi.

Dengan kebersamaan dan tekad menjaga generasi muda yang juga anak-anak kita, diharapkan mampu mencegah anak-anak kita termakan bujuk rayu tawaran menggunakan NAPZA. Yuk jaga anank-anak kita di mana saja. Anak-anak kita bukan hanya kandung tapi semua anak-anak yang harus dijaga keselamatannya.

11 comments:

Hida said...

Pengalaman pahit Slank dengan penggunaan obat terlarang patut dijadikan pelajaran ya..Merekapun bisa bangkit dan support pemerintah menyuarakan diri untuk memberantas penyalahgunaan obat2 terlarang dan ilegal.Makasih sharingnya ya Nyonya Bawel.

Cendekia Channel said...

keren pakde Jokowi, panggil satu persatu.kita jadi tahu ragam jawaban masing2

Celoteh Dian Anthie said...

Ngeri juga ya dengan maraknya peredaran obat-obat terlarang orang tua harus ekstra jerja jeeas untuk nengawasi dan memberikan bimbingan kepada anak-anak yg mulai beranjak remaja, agar tidak mudah terbujuk oleh orang-orang yg berniat merusak generasi muda Indonesia.

Ovianty _ said...

Benar banget seluruh komponen masyarakat, harus ikut dalam mendukung Aksi Nasional ini. Karena sayang sekali , bila generasi muda hancur karena obat ilegal.

Windah said...

Nah, baru aja aku ngobrol sama suamiku soal peredaran obat bebas dan ilegal ini. Harusnya kita lebih jeli, jangan cuma menangkap pengedar atau pedagang ya saja, tapi juga cukongnya. Ini pr buat pemerintah

Siwi said...

Save generasi muda dengan memberantas penyalahgunaan obat ilegal..semua pihak harus ikut berpartisipasi agar tujuan utama terwujud, indonesia bebas obat ilegal..

Indrifairy Isharyanti said...

Pemberantasan obat ilegal memang harus dari akarnya sebab kalo tidak generasi muda kita bisa memiliki masa depan yang suram

Dicapriadi said...

Pak Jokowi keren, satu persatu dipanggil, aku kapan giliran dipanggilnya yah, pengen sepeda jokowi duhhhh

SamAzhar said...

Ikut mendukung langkah BPOM, Kemenkes, Kabareskrim, BNN dan semua pihak yang turut berjibaku untuk mengungkap dan memberantas peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat. Semoga gerakan ini tak sekedar berupa pencanangan saja, tapi lebih dari itu dukungan untuk membangun kesadaran dan kontribusi nyata semua lapisan termasuk masyarakat dalam melaporkan dan mengedukasi kerabatnya serta lingkungan sekitar agar tegas dan waspada ketika melihat fenomena ini. Kalau bukan kita lalu siapa lagi? Salam germas! Mari kita berkomitmen secara bersama lindungi generasi penerus bangsa

Dewi Nuryanti said...

Setuju banget dengan jawaban Bhim Bhim untuk memberikan hukuman dorr untuk pengedar obat ilegal dan terlarang supaya jera dan kapok

kurnia amelia said...

Harusnya emang dapat hukuman yang tegas kalau bisa hukum seumur hidup bagi pengedar obat2 terlarang.