Friday, April 27, 2018

5 Kesalahan Pola Asuh Gizi Pada Anak


Tahukah anda, Pola salah asuh gizi bisa dilakukan orangtua? Ketidak tahuan, seringkali berdampak pada kesalahan. Termasuk salah asuh gizi. Pada Talk Show yang diselenggarakan www.Halodoc.com bekerja sama dengan Mom Blogger Community, mengangkat tema:


 5 Kesalahan Pola Asuh Gizi Pada Anak

Disadari atau tidak, walau kini banyak akses menuju sumber informasi tapi pelajaran kehidupan tentang pengasuhan anak, selalu menjadi topik yang menarik untuk didiskusikan.

Mengambil tempat di sebuah resto di kawasan Gading Serpong Tangerang dan dihadiri sekitar 30 Mom Blogger, Talk Show berjalan seru. Acara sempat mundur sejenak karena narasumber, Dr. Helena, Sp.K harus menangani pasien.

Tapi tak membuat acara menjadi bete, sebaliknya makin seru. Panitia mengisi kekosongan waktu dengan mengenalkan Halodoc.com. sebuah situs konsultasi dan tempat belanja obat yang juga ada aplikasinya, sehingga bisa dipelajari dari smartphone.

Menurut Manager Off Line Halodoc.com, Blessy: banyak informasi yang tersebar di kalangan Ibu-Ibu tapi belum jelas kebenarannya, terutama dalam pengasuhan gizi. Saya setuju banget, karena itu saya banget. Saya masih menggunakan pengetahuan dari ortu dan kakak-kakak saya. Namun setelah akses informasi begitu mudah dari internet, semakin terbuka wawasan dan pengetahuan saya. Bisa dibilang dulu, saya percaya karena kan info dari Ortu dan kakak-kakak. Padahal setelah saya menelusuri banyak artikel dan situs-situs kesehatan termasuk situs Halodoc.com. banyak info yang hanya mitos.

Halodoc.com, sebuah situs dan aplikasi yang memberi kemudahan bagi siapapun mengakses berbagai informasi seputar kesehatan ibu-anak dan keluarga. Masyarakat bisa memilih dokter sesuai kebutuhan. mencari berbagai info kesehatan keluarga atau obat-obatan. Ini sungguh membantu karena saat ada anggota keluarga yang sakit, diperlukan waktu untuk menuju tempat berobat. nah lewat aplikasi Halodoc, kita bisa berkonsultasi dulu. Tinggal pilih ke dokter umum atau dokter spesialis. mulai dari dokter spesialis anak, Internis, spesialis mata yang online 24 jam. Coba pikir, berapa harga layanan dokter, apalagi dokter ahli. Di Halodoc.com cuma Rp. 35.000 dan sekarang masih gratis.


Jadwal dokternya juga ada, siapa tahu dokter keluarga anda ada di di sini. Situs dan aplikasi Halodoc.com juga berfungsi sebagai Phamarcy Delivery, Jika anda tahu obat yang ingin dibeli tinggal masukkan ke kolom pencarian untuk melihat ketersediaan dan harga. Semua pembelian bisa dikirim. Bebas biaya antar. Oh ya sekarang sedang ada program disk hingga 25 % kalau belanja di Halodoc.com

Cuma itu? yang enggaklah. Halodoc.com sudah bekerja sama dengan Laboratorium Prodia. jadi kalau mau pengecekan kesehatan buat tahu kadar gula darah, kolesterol, tekanan darah atau cek asam urat, bisa. Termasuk cek urine. Tapi layanan ini baru bisa untuk yang tinggal di sekitaran Jakarta pusat dan jakarta selatan. Enaknya petugas yang datang menemui kita. mau di kantor ok di rumah juga ok.

Enaknya situs Halodoc.com ini bisa semacam buku panduan buat kita. Kadang kalau bertanya sama kawan kan terbatas. Artinya bisa jadi kawan kita hanya berdasarkan pengalaman. Lah kondisi kita, atau anak kita atau anggota keluarga kita tidak bisa disamakan. Dengan membuka situs Halodoc kita bisa lebih mendapat jaminan karena yang menjawab, memang ahli di bidangnya.
Kita bisa konsutasi di Halodoc.com lewat videoa call. Kan kita Mamak-mamak zaman Now, karena ada #kataDokterhalodoc yang bisa menjadi ajang diskusi. Sehat itu mahal tapi kita bisa membuatnya menjadi #SehatLebihMudah kan ada halodoc.com.


Usai penjelasan singkat, dilanjutkan dengan games. Lumayan lucu dan seru. Mom Blogger ditantang menyebutkan kandungan vitamain dan manfaat makanan  yang dikonsumsi dalam sepiring makan sehat. Dan Lomba sharigng berbai pengalaman bagaimana membujuk anak yang susah makan. Seru karena susah makan adalah salah problem abadi yang dihadapi orangtua dengan anak balita.


Sebetulnya Nggak cuma pada balita, saya sekarang memiliki anak usia remaja, susah makan juga masih menjadi masalah. Tapi saya mengakalinya dengan lebih banyak bercerita atau tukar wawasan. Hal ini sudah saya lakukan sejak mereka anak-anak. karena sekarang kedua anak saya jelang remaja, mereka saya libatkan di dapur. Bukan cuma menetukan pilihan menu tapi juga memasaknya bersama-sama. Bahlkan mereka bisa protes kalau saya pakai minyak bekas. Itu nggak sehat, Ma!

Saat games. Dok. gita Siwi

Dokter sebagai narasumber belum juga hadir, usai game, hadirin dipersilahkan menikmati santap siang. Acara memang bergeser tapi masih sesuai jadwal. Tepat pk. 13.00 Talks Show pun di mulai.


Informasi dalam Talks Show nggak cuma untuk Mom Blogger, bagi yang single atau Mom yang belum memiliki anak juga penting mengetahuinya. Supaya tidak melakukan kesalahan-kesalahan berikut. Menurut dr. Herlina Sp.A: "Saran dari ahli medis serta tindakan yang benar saat menangani masalah gizi di masa tumbuh kembang anak atau saat anak seang sakit, akan membuat anak pulih lebih cepat. Selain itu advice dari sang ahli akan meminimalisir kejadian yang bisa berakibat fatal".

Ini 5 Kesalahan Pola Asuh Gizi pada anak yang bisa diperhatikan agar bisa dihindari.

1. Memaksa Anak untuk Makan
Siapa sih Ortu yang nggak panik dan kesal kalau anak ngak mau makan? Dulu saya juga punya pemikiran seperti itu tapi saya belajar melihat situasi dan kondisi. Artinya saya percaya kalau merasa lapar anak mustinya akan minta. Tetapi sebagai Ibu saya harus tahu apa yang sudah dikonsumsi. Dulu saya sempat menyerah pada anak yang nggak mau makan dan meyakini, nanti dikasih susu saja. Padahal susu tidak bisa menggantikan makanan yang harus di makan. Saya mencari banyak cara, mulai dari menetapkan jadwal hingga lewat bercerita. Bagaimana ada Ibu yang bersedih karena anaknya tidak sehat. mengapa tidak sehat? karena si anak tidak suka makan. Padahal kalau anaknya sehat si Ibu ingin mengajaknya main ke taman untuk melihat macam-macam binatang dan bunga-bunga. 

Makan di jadwal yang sudah ditentukan juga sangat membantu. Biasanya mendekati jam makan, saya sudah mengkondisikan suasana makan. Saya mengajak anak-anak menyiapkan piring dan gelas masing-masing, lalu meletakan di posisi mana mereka akan makan. Intinya, jangan pernah, menyerah dan meyakini Ibu setingkat lebih cerdas dari anak, maka Ibu harus dan pasti bisa mengatasi anak susah makan.

2. MPASI sebelum 6 bulan.
Saya mengikuti jejak orangtua saya, anak bayi cukup kenyang sehingga tidak perlu diberi tambahan makanan sebelum usia 6 bulan. Persoalan berbeda jika anak rewel dan ada indikasi lapar. Bisa jadi ASI Ibu kurang baik, maka perlu bagi si Ibu memperbaiki asupan makananannya. Sehingga cukup buat tubuh
si Ibu dan bisa memproduksi ASI yang banyak dan berkualitas. Saya memperkenalkan kedua anak saya MPASI di saat usia mereka lewat 6 bulan. saya memperkenalkannya dengan buah-buahan. Pisang, jeruk, pepaya, alpukat dengan cara dihaluskan. Baru kemudian yang lebih padat seperti bubur susu. Alasan lain saya memberikan setelah 6 bulan, saya mengetahui pencernaan bayi sangat rentan dan akan memperngatruhi tumbuh kembangnya. Maka asupan makanannya harus dijaga dan diperhatikan sesuai tumbuh kembang usia bayi.

Dan pencernaan anak yang terganggu, sungguh merepotkan. Anak rewel karena kembung, kerap membuat orangtua bingung. Apalagi ibu muda. Dulupun saya mengalami. Berjalan waktu saya mulai mengetahui kondisi-kondisi bayi. Termasuk kalau pencernaannya tidak bagus. Karena itu penting memberikan MPASI sesuai usia.

3. Makan Tidak Sesuai usia.
Jujur saat memiliki anak, ada keinginan agar anak cepat menjadi besar. Harapannya tugas orangtua berkurang. Kenyataannya memberi anak makan banyak bahkan memberi makanan yang tidak sesuai usia, bukan mempercepat pertumbuhan tapi hanya menambah berat badan. Padahal anak gemuk belum tentu sehat. Memang lucu dilihatnya tapi belum tentu menyenangkan bagi si anak. Karena bisa jadi kegemukannya mempengaruhi anak untuk bergerak. 

Kita juga suka mcoba-coba berikan jus yang kita konsumsi ke anak. Padahal jus buat anak, disaraennkan tidak menggunakan gula, selain itu porsi jus buat anak-anak juga cukup setengah gelas. Karena kelebihan gula bisa mengakibatkan banyak dampak negatif Saya sangat memperhatikan panduan KMS-Kartu Menuju Sehat. Selama tumbuh kembang anak-anak saya masih di garis hijau walau terlihat toidak gemuk, saya tidak peduli kata orang. Saya tahu anak-anak saya sehat. Karena sehat tidak hanya dilihat dari berat badan tapi juga pertumbuhan kemampuannya, penampakan yang aktif dan ceria, maka saya tahu, anak saya baik-baik saja.

Bas 5 bulan

Van setahun

Bas 5 dan Van 2



4. Pemakaian Dot Terlalu Lama.

Dapat mempengaruhi struktur rahang dan gigi. disarankan untuk mengurangi pemakaian dot setelah anak berusia 6 bulan. Dua anak saya mendapatkan ASI yang berbeda. Si Sulung full ASI hingga usia dua setengah tahun, atau tepatnya saat saya hamil anak kedua. Saya justru mengalami kesulitan mengenalkan dot pada si sulung karena dari ASI akhirnya pindah ke gelas. Sedangkan pada Si Bungsu saya hanya memberi ASI hingga si bungsu berusia tiga bulan. karena saya kembali bekerja dan tugas saya berkeliling Indonesia. Mau tidak mau si Bungsu mendapat susu formula. Inipun memperkenalkannya dengan sendok. Proses lama dan melelahkan tapi bisa.

Lepas dot, si bungsu kami kenalkan makan dengan tangan dan sendok. Mungkin karena anak kedua, yang umumnya mencontoh pada kakaknya.  Si bungsu bisa makan dengan baik dan otomatis meninggalkan dotnya. Memang saya berusaha makan bersama walau cuma di malam hari. Si bungsu mendapat tempat sama dengan kakaknya dan kami orantuanya. Duduk di meja makan dan makan seperti biasa. 

Membangun kebersamaan lewat masak bersama di hari libur


Saya melihat kesusahan si Bungsu. Tapi rasanya lucu saja, bagaimana ia menggunakan sendok dan tangan untuk memasukan makanannya ke mulut. Saya merasa  tumbuh kembang si bungsu lebih cepat dan lebih dewasa di banding si Sulung. bahkan saya sempat lama mengahadapi si sulung yang tidak suka mencoba makanan di luar masakan rumah. Berbeda dengan si bungsu yang mau dan berani mencoba. Jika suka si bungsu akan bilang enak dan mencoba lagi. Berbeda dengan si sulung diminta mencoba saja susah. kalaupun ia mau mencoba pasti akan bilang enak tapi tidak mau mencoba lagi. 

Jadi kalau bepergian, saya harus memastikan si Sulung kenyang karena sulit memberi makan saat di jalan. Berbeda dengan si Bungsu yang mau makan biskuit, lontong, baso, somai dll. Si Sulung di luar rumah cuma mau mie. yang jelas saya tidak memberinya apalagi mie instan. Jadi kalau dari rumah sudah kenyang, saya menyiapkan roti coklat untuk keadaan darurat jika perjalanan agak lama. kalau perjalanan jauh, saya selalu membawa bekal yang saya masak.

5. Banyak Makan Manis.
Anak tidak mau makan karena kebanyakan makanan manis. Permen, coklat dan es krim adalah jenis makanan yang disukai anak-anak karena sering diberikan orangtua. Buat saya nggak apa-apa karena saya juga memberikannya. Tetapi dalam jumlah terbatas dan pada saat-saat tertentu. Kontrol orangtua menurut saya sangat penting dan ini harus dijalani dengan tegas.

data WHO menginformasikan unstuk anak usia 1-3 tahun, gula hanya boleh 10% dari total kebutuhan kalori atau setara 4-5 sendok teh, sedangkan anak usia 4-6 tahun setara 5-8 sendok teh. karena kalau berlebihan, gula bisa menjadi pemicu obesitas. bahkan dalam jangka panjang bisa menjadi diabetes.
Anak-anak tidak memerlukan makanan atau minuman mnais karena akan mengurangi nafspu makan. Selain itu makanan dan minuman manis juga dapat merusak gigi.

Salah satu yang saya jaga hingga anak-anak masuk usia remaja adalah tidak membiarkannya jajan. Sejak mereka TK hingga sekarang kelas 3 SMP dan 3  SMA selalu sarapan dan membawa bekal ke sekolah. Uang jajan tetap diberikan tapi jarang mereka gunakan. Keduanya menggunakan uang saku, kebanyakan untuk membeli air minum. sisanya di tabung. Bagaimana dengan makanan manis. Anak saya suka permen, coklat dan es krim. tapi saya menentukan waktu-waktu mengkonsumsi yang seperti itu.



Es krim adalah bagian dari menu makan. Setiap mereka usia makan siang, mereka boleh mendapat se cangkir es krim yang memang saya stok di rumah. Saya nggak mau anak-anak terbiasa jajan. Karena es krim bagian dari menu makan, mereka jarang minta es krim di situasi santai. Permen dan coklat adalah reward yang saya berikan kalau mereka berbuat baik atau berlaku manis. Misalnya tidur siang nggak rewel, membereskan mainan, makanan cepat dan habis atau membuang sampah pada tempatnya. Buat saya mengapresiai perbuatan baik mereka adalah bagian menumbuhkan rasa percaya diri untuk terus berbuat baik.


Sebelum acara, lepas kangen dan bertukar kabar denfgn sesama Mom Blogger

Usai Talks Show, para Mom Blogger diberi kesempatan untuk tanya jawab. jelaslah kesempatan ini tidak disia-siakan. Intinya apapun kesalahan yang sudah pernah dilakukan tetap bisa diperbaiki. Komunikasi dengan orang-orang sekitar (Mba, Ortu/Mertua, adik-kakak) yang ikut membantu menjaga si kecil agar konsisiten atau sepakat menerapkan aturan yang sudah dibuat. Karena konsiistensi ini penting agar anak paham dengan disiplin, aturan, jadwal, pola asuh dan pola makan. bahkan kelak akan membantu anak tumbuh dengan pemahaman yang baik. Apa yang kita berikan pada anak sejak usia dini, akan terbawa rekam jejaknya pada saat mereka dewasa nanti. 

Termasuk kebiasaan pola makan. Pemenuhan gizi saat masa anak-anak berperan besar dalam tumbuh kembang si anak. yang nantinya menjadi  dasar yang kuat bagi kesehatannya.

Senangnya menambah ilmu



2 comments:

Rohyati Sofjan said...

Palung susah makan dan kurus karena pilih-pilih makan. Ini masalah saya Bun. Anak usia 8 tahun malah pemilih membuat mamahnya kelimpungan. Yah, saya harus ngalah. Sediain menu yang ia suka dan terpisah. :)

VHAranie said...

ah iyaaaa.... anak anak saya masih pada ngedot sampai skarang, padahal yang pertama ini umurnya sudah 4 tahun.. huhuhu.. ini PR banget buat saya jadinya.. makasii infonya ya