Monday, April 09, 2018

Hometown Diary, Susu Murni Enak

Kalau saya bilang Hometown Diary Milk, susu murni  enak, belum tentu orang sependapat. Tak mengapa, karena perkembangan dunia digital, salah satunya dengan kehadiran jaringan internet, membuat akses informasi  lebih mudah. Saat ini, banyak informasi mengenai susu yang dengan mudah diperoleh.

Mulai dari kandungan susu, diproduksi oleh perusahaan apa?, negara mana? dan banyak lagi yang bisa diperoleh dari internet. Masyarakat dengan mudah mencari informasi lain. Tapi soal rasa susu tidak bisa dilihat di mesin pencari. Soal rasa susu tetap harus dicoba dengan mulut, lidah dan seluruh indra pengecap

Saya adalah Ibu dengan dua anak usia remaja. laki-laki 18 tahun dan perempuan 15 tahun. Sejak sebelum menikah dan memiliki anak, saya adalah perempuan pekerja. Pekerjaan saya mengharuskan saya meninggalkan anak-anak. 

Sama seperti kebanyakan Ibu secara khusus atau orantua secara umumnya, saya dan suami selalu ingin memberikan  yang terbaik, bagi kedua anak kami. namun keinginan dan harapan, tidak selalu sama dengan kenyataan. Di saat bungsu saya baru berusia 3 bulan, saya sudah harus meninggalkannya berkeliling Indonesia menjalani tugas.
Bukan saya tidak tahu kebutuhan ASI. Tetapi situasi dan kondisi yang memang tidak memungkinkan saya memberikan ASI. Bukan karen atidak keluar tapi karena harus bekerja. Hmm terdengar seperti egois ya? Itu pilihan yang saya dan suami ambil. ArBicara susu, saat ini lebih banyak susu olahan pabrik daripada susu murni. Industri susu, termasuk industri yang bertumbuh dengan pesat membuat kehadiran susu murni menjadi sesuatu yang langka. tapi bukan tidak ada. hanya sedikit perusahaan yang mau memproduksi susu murni.

Pada dasarnya baik susu olahan pabriktinya kami sebagai orangtua tahu resiko dari saya yang harus bekerja dan meninggalkan anak-anak dan pasangan. tapi kami berpikir rasional, bahwa saya bekerja selain untuk mendapatkan materi tapi juga untuk mengaplikasi ilmu yang saya dapat setamat dari perguruan tinggi.

Maka pilihan memberikan susu pengganti ASI dengan susu formula, menjadi alternatif yang kami ambil. Anak pertama saya mendaptkan ASI selama 2 tahun dan anak kedua hanya sampai sekitar 6 bulan. Kondisi ini membuat saya dan suami memberi perhatian besar untuk asupan makanan anak-anak. Makanan-makanan pilihan termasuk susu menjadi bahan minuman wajib dikonsumsi kedua anak saya.

Sehari 2-3 gelas hingga sekarang, susu adalah minuman yang masih dikonsumsi anak-anak. Saat ini berkembang informasi bahwasannya tidak ada yang dapat menggantikan ASI. Saya setuju. Tapi saya tidak setuju jika dikatakan susu sapi hanya untuk anak sapi. dengan perkembangan teknologi di bidang  industri, susu sapi layak dikonsumsi manusia.

Susu olahan maupun susu murni sama-sama berasal dari sapi, akan tetapi pada susu olahan sudah diolah sedemikian rupa, salah satunya menjadi bubuk. sedangkan susu murni umumnya, tetap berbentuk cair dan komposisinya relatif tidak berubah

Pada susu, baik susu yang diolah dan berubah menjadi susu bubuk atau tetap susu cair dengan proses pasteurisasi, umumnya sudah menghilangkan banyak bagian dari susu, terutama yang dikenal dengan istilah" kepala susu". Cream on top yang biasa dibuat butter.

Padahal bagian inilah rasanya yang paling enak dan penuh gizi. Hometown Diary Milk, merupakan susu murni yang mempertahankan kealamiahan susunya. Maka tak heran Hometown Diary Milk memiliki rasa susu yang gurih tanpa tambahan pemanis maupun garam.

Sapi-sapi penghasil susu Hometown Diary Milk berasal dari peternakan Hometown  yang dikelola  PT. Great Giant Livestock. Hometown Diary Milk adalah susu murni yang hanya bertahan 12 hari sejak melewati pasteurisasi. Itupun harus berada pada suhu 0-4 derajat Celsius.

Sebelum menemukan Hometown Diary Milk, anak saya belum pernah mencoba susu murni. jadi ketika berkenalan dengan Hometown Diary Milk lalu mencoba,  anak saya langsung menyukai. Menurutnya ini berbeda dibanding dengan susu dalam kemasan yang biasa diminumnya. Hometown Diary, Susu Murni Enak

"Ini enak banget, Mam" ujatrnya dengan mata berbinar-binar usai mencoba segelas Hometown Diary Milk.
"Apa bedanya?"
"Rasanya lebih gurih, tidak gatal di leher, tetes terakirnya enak banget" Jawab Van. Akhirnya aku tahu rasanya susu murni" lanjut van sambil senyum-senyum.

Berbeda dengan kakaknya, menurut si kakak yang awalnya menolak.  dengan alasan, "emangnya aku anak-anak? masih harus minum susu?", protesnya. Tapi saya katakan, "Susu memiliki kandungan gizi yang baik, bukan hanya untuk anak-anak". Walau enggan awalnya tapi ia mau mencoba juga.

Lama ia mengecap tetes terakir Hometown Diary Milk lalu berujar: "Ya, susu ini enak, ada rasa kremy di akhir nya. Tidak meninggalkan lemak atau rasa tidak enak di leher dan di langit-langit"

Pagi hari sebelum sekolah, saya tak berhasil mengambil momen si kakak minum susu, ia hanya tersenyum, mengacungkan jempol dan mencium saya lalu pamit berangkat ke sekolah. berbeda dengan si adik yang santai menikmati segelas Hometown Diary Milk.  Ia terlihat tak terganggu dan tak ingin diganggu saat menikmati Hometown Diary Milk.



Dua anak dengan dua karakter berbeda. Memang saya tak ingin menyamakan keduanya. Walau terlahir dari rahim yang sama tapi saya dan suami meyakini keduanya adalah individu yang berbeda dan memiliki perbedaan pula dalam memenuhi segala kebutuhannya, termasuk kebutuhan materi maupun kebutuhan emosionalnya.

Tapi soal susu, keduanya sepakat: Hometown Diary Milk, susu murni  enak. Buat saya sebagai orantua, kualitas jelas no satu. Rasa dan kandungan gizinya tak perlu diragukan. Mudah di dapat dengan harga yang tak jauh berbeda dengan susu olahan lain. Kemasan yang cantik, bentuk botol dan label yang menarik. Membuat Hometown Diary Milk, patut menjadi pilihan. 

17 comments:

Mas Nuz said...

Iya sih, Mbak Icha.
Setiap individu pasti masing-masing memiliki alasan sendiri.
Mengapa harus ASI penuh, PASI penuh, atau campuran diantara keduanya.
Yg paling penting, masing-masing menyadari bahwa prioritas tumbuh dan kembang anak harus selalu diperhatikan.

Tati Suherman said...

Segarnya susu sapinya jadi tambah semanngat deh kakak

Ovianty _ said...

baru dengar susu Hometown Diary. Enak ya bun, jadi pengen rasain. Sepertinya segar dan bergizi, pas buat booster daya tahan tubuh ya

Rani Yulianty said...

Fathan sama Fakhira suka sekali sama fresh milk, nanti mau coba ah, apalagi susu segar kaya gizi dan manfaat

Helena said...

Setuju Buncha, kalaupun ga bisa ASI eksklusif, beri makanan gizi seimbang supaya tumbuh kembang anak optimal. Berarti orang tua udah peduli, kan.

Septia said...

Susu Hometown diary ini emang segar babget. Aku aja ketagihan. Di badan itu kaya seger aja gitu. Kalo badan udah segar kan aktivitas jadi semangat.

Adriana Dian said...

Aku juga udah cobain nih susu hometown dairy ini, rasanya emang susu asli banget ya bunchaaaa

Ida Tahmidah said...

Wah asyik ya ada susu Hometown... Baru denger Bun kalau saya mah hehe... Tp kyknya seger nih :)

Annafi said...

Wah, pas banget aku pingin coba susu murni, susu olahan kadar pengawet dan gulanya tinggi jadi bikin perut tebal hehehe

Vibri Yanti said...

Enaakkk inii ... aku sudah pernah coba lon Bun, rekomen susu nya. Segerr

cicidesri said...

nice info moms... aku juga suka banget sama hometown dairy fresh milk dan pas bgt anakku lg masa peralihan ASI..

Witri Prasetyo Aji said...

Aku belum pernah nyobain, heheh

Dari lepas ASI, aku sukanya susu yang rasa cokelat...

Soal ASI, anakku dari bayi malah minum ASI plus sufor, setahun malah blas ggmau ASI...heheh

Ade anita said...

Aku baru dengar nama susu ini mami icha... emang belum banyak ya dijualnya?

Keke Naima said...

Masih banyak yang menganggao susu hanyalah minuman untuk anak-anak. Padahal susu bagus untuk segala usia, ya, Mbak

Raras Prawitaningrum said...

Aku pun suka banget sama susu Hometown Dairy. Malah ketagihan sekarang, hehehe

Wichan said...

Susunya emang enak banget, buat makan oatmeal juga enak, Bund.

April Hamsa said...

Susunya emang enak banget yaaaa, gak heran kedua bersaudara ini kompak bilang susunya enak :D