Friday, May 11, 2018

5 Kegiatan Mengisi Waktu Bersama Remaja

Mengisi waktu bersama remaja,  membutuhkan perencanaan dan perjuangan. Perencanaan untuk tetap mengisi waktu dengan kegiatan atau aktifitas murah tapi bermanfaat. Mengapa murah? karena, jelas dana besar dipersiapkan untuk tahun ajaran baru. Perjuangan? Yup, tidak mudah mengajak remaja untuk melakukan kegiatan bersama-sama.

Saat ini, kedua anak Nyonya Bawel sedang "libur". Keduanya baru saja menyelesaikan ujian SMP dan SMA.  Si Sulung bahkan masuk pengangguran panjang. Si Sulung menunggu hasil ujian masuk perguruan tinggi. Si Bungsu masih menunggu hasil ujian sekolah dan ujian nasional. Kebayang dong, waktu kosong mereka. 

Banyak orangtua yang menghabiskan banyak waktu di dapur saat anak libur sekolah. Begitu juga dengan Nyonya Bawel. Entah ada cacing atau naga di perut mereka. Pokoknya kalau di rumah kegiatannya nggak jauh-jauh dari gadget dan makan. Inilah kegiatan Nyonya Bawel bersama kedua anak remaja.

1. Makan di luar rumah

Nyonya Bawel juga bisa lelah. Maka sesekali perlu istirahat.  makan ke luar menjadi penghiburan. Pilihannya berdasarkan kesepakatan bersama. Ini kesempatan berbicara santai dengan anak remaja. Biarkan mereka memilih, dengan mempertimbangan kesukaan masing-masing. 

Ajak mereka berpikir tentang orang lain. Agar mereka tahu, memberi perhatian salah satunya dengan memperhatikan kesukaan tiap anggota keluarga. dari sana kita bisa mengetahui, apakah anak-anak  peduli dengan anggota keluarga, baik saudara maupun orangtuanya.


Saat makan bersama, mau di resto atau di warung dipinggir jalan, tetaplah menjadi orangtua yang apa adanya. Biarkan anak menentukan menu yang ingin di makan atau diminum, pun posisi duduk. Karena bagi anak remaja, kenyamanan menjadi hal utama. Jika anak nyaman di tempat tersebut, bisa jadi anak akan leluasa bercerita tentang dunia mereka.

Jalan bersama anak remaja, berarti menjadi kawan mereka. Nggak perlu jaim-jaga image. Berlakulah serupa dengan mereka dengan tetap memperhatikan kesopanan dan tidak mengganggu sekitar. Saat anak merasa nyaman, selamanya mereka akan mengenang kebersamaan itu. Bahkan tak sulit untuk mengajak mereka mengulang kembali.


3. Jalan Bareng



Nyonya Bawel senang berjalan-jalan. Baik di dalam kota maupun ke luar kota. Awalnya Nyonya Bawel menemukan kesulitan mengajak kedua anak Nyonya Bawel yang berusia jelang remaja. Keduanya merasa "bepergian" dengan kedua orantua seperti aib karena bakal dianggap "Anak Mama".

Nyonya Bawel dan suami, mengajak kedua anak untuk berbicara secara santai dan terbuka. Saat makan di luar rumah atau saat santai di rumah. Kami jelaskan bepergian bersama karena kami ingin menikmati waktu bersama anak-anak yang sebentar lagi akan memiliki kesibukan dengan aktifitas sekolah dan kuliah. Kami cuma punya waktu sebentar, kami ingin memiliki memori kebersamaan sebagai keluarga yang utuh.

Cara ini lumayan efektif, bahkan kini keduanya kalau mau beraktifitas dengan kawan-kawannya akan bertanya lebih dulu, Apakah kami punya rencana mengajak mereka pergi? Ah..so sweet banget.


3. Jalan sendiri dengan masing-masing anak.


Ini perlu banget. Kebetulan anak Nyonya Bawel laki-laki dan perempuan. namun sekalipun keduanya berjenis kelamin yang sama, Nyonya Bawel tetap akan menyediakan waktu untuk jalan dengan masing-masing secara sendiri. Sebetulnya nggak harus menyediakan waktu secara khusus. 

Nyonya Bawel bisa mengisi ngobrol santai dengan Si Sulung saat ia mengantar Nyonya Bawel belanja. Bahkan pada moment ini Si Sulung, bertanya, boleh atau tidak berpacaran. Dengan santai Nyonya Bawel bilang boleh. Walau sesungguhnya jantung ini mendadak bertalu lebih cepat.

Dalam hati Nyonya Bawel sempat berucap, ah akhirnya tiba juga pada masa seperti ini. Tapi harus dihadapi. Bahkan Nyonya Bawel menjadi ekstra waspada. hingga pada satu ketika saat Malam Minggu, kok si Sulung cuma main gitar di rumah. beberapa kali malam Minggu tetap cuma main gitar walau ditemani dengan beberapa kawan lelaki.

Nyonya Bawel yang kepo akhirnya bertanya pada si Bungsu yang dijawab si Bungsu, sudah putus!. Bergegas Nyonya Bawel ke kamar dan berseru, Yes! Akhirnya putus. Senang? ya iyalah, apalagi nggak melihat si Sulung galau. Artinya "pacaran" nya kan cuma berkawan begitu saja.




Berbeda dengan Si Bungsu. Karena anak perempuan, kami punya banyak waktu. Nggak harus ke luar rumah. Berduaan di tempat tidur, kami bisa ngobrol banyak. Sesekali kami ke salon atau cari beberapa keperluan perempuan. yang pasti dengan Si Bungsu, Nyonya Bawel memiliki waktu lebih banyak dan pembicaraanpun sama terbukanya. Nyonya Bawel juga menyarankan Ayah anak-anak untuk berjalan bersama tanpa Nyonya Bawel.


Karena anak-anak mempunyai kebutuhan yang sama. kebutuhan atas Ibunya dan kebutuhan atas Ayahnya. Pendekatan kami, sebagai Ayah dan Ibu mempunya peran penting dalam pembentukan karakter diri mereka.

4. Ke Foto Studio


Mengajak anak merekam kebersamaan sebagai sebuah keluarga. Nyonya Bawel menjelaskan bahwa keterbatasan ingatan manusia akan datang sejalan bertambahnya usia. Waktu yang telah berlalu tidak bisa kembali. Foto adalah salah satu menjaga kebersamaan dalam memori. bisa dilihat dan diingatkan.

Ini juga mengajar anak berani menghadapi kamera dan mnejelaskan jangan main-main dengan camera hp. jangan main-main dengan tubuhmu karena tubuhmu bukan untuk diperlihatkan.

5. Nonton Bioskop


Sama seperti makan di luar. mengajak anak nonton dibioskop sekaligus mengajar anak berunding dan mengambil keputusan. Masing-masing harus bisa berargumentasi mengapa film tersebut yang di tonton. Usai menonton pun diskusi masih dilanjutkan. Bukan untuk menanyakan pesan moral tapi lebih luas dari itu. bagaimana komposisi musik, adegan demi adegan, peran para pemain dan apa yang mereka sukai. Lewat menonotn bersama, sangat banyak diskusi yang bisa kami lakukan. Dan menjadi kegiatan yang mengasah kemampuan mereka berargumentasi. Pokoknya seru.

Sebetulnya masih banyak tapi 5 itu kegiatan yang lumayan memberi Nyonya Bawel waktu yang menyenangkan bersama anak-anak diusia remaja, mereka.

1 comment:

Gita said...

Wah so sweet..thanks for share bunda..anak2 bunda beruntung banget punya bunda kyk buncha ��