Sunday, June 10, 2018

Sun Life, Ajar Pengaturan Keuangan Lewat Film


Sun Life, menghadirkan web seri Film Komedi situasi #KeluargaSurya. Ini bukan sembarangan film Komedi situasi karena mengandung pesan yang penting banget. Film Keluarga yang membawa pesan pentingnya pengaturan keuangan. Sebuah keluarga muda dengan sepasang anak usia sekolah dasar. Kebetulan diluncurkan bertepatan dengan bulan Ramadan.

Sehingga juga membawa pesan kebaikan dalam bulan Ramadan.  kalau saya nih, kalau dengar bulan Ramadan, identik dengan zakat. Ternyata berbagai dengan sesama bukan cuma zakat karena ada juga sedekah dan wakaf. Masing-masing punya tujuan sama yaitu berbagi kebaikan tapi cara dan aplikasinya berbeda-beda.

Seperti senyum, misalnya. Senyum itu bisa membahagiakan, senyum bisa menjadi sedekah. Uang? Apalagi uang. Uang bukan segalanya tapi segala-galanya memerlukan uang. Jadi sedekah uang, pasti boleh banget. sedekah ke siapa? ke yang memerlukannya. Kalau zakat ada dasar perhitungannya. yang memang harus dibayarkan disetiap akhir Ramadan.

Wakaf? Wakaf mirip dengan sedekah kapanpun bisa dilakukan dan kepada siapa saja. Bedanya  kalau sedekah demi dan untuk kebahagiaan atau kebaikan orang lain sesaat, maka Wakaf untuk kebaikan yang sifatnya lebih lama dan lebih panjang, bahkan bisa dibilang sebagai amalan yang nggak ada putusnya.

Saya jadi teringat, salah satu kakak saya seorang mualaf. Ia dan suaminya mewakafkan sebuah mobil untuk operasional sebuah Yayasan Sosial yang menaungi Pendidikan Anak Usia Dini. Waktu itu saya bertanya, kok nggak langsung balik nama, mengapa masih nama Abang (suami kakak saya)

Abang menjawab, itu yang namanya memanjangkan kebaikan. Karena masih atas nama Abang, maka bukan cuma bertanggung jawab atas mobil tersebut, Abang juga tetap menanggung pajak dan bensinnya.

Kata saya, enak betul dong yayasan itu?

Jawab Abang, Tujuan Abang mewakafkan memang untuk memudahkan operasional yayasan tersebut, memang untuk "Mengenakan" yayasan tersebut. Sehingga kinerja orang-orang di Yayasan bisa lebih baik. Abang berharap dengan mobil tersebut orang-orang di Yayasan bisa lebih banyak melakukan kebaikan. Sedangkan Abang dan keluarga, berbahagia masih diberi kesempatan berbuat baik bagi orang lain selama masih hidup.

Dalam web seri #KeluargaSurya, tema Zakat, Sedekah dan Wakaf dibawakan dengan santai dan terkesan jenaka. Bisa jadi pemilihan pemain yang cocok dan skenario yang baik, membuat pesan keuangan dalam komesi situasi ini enak ditonton, tidak menggurui.

Berbicara keluarga di awali dengan menikah. Menikah bukanlah solusi akhir dari sebuah hubungan. Justru dengan menikah awal permasalahan baru akan timbul. Selain belajar menerapkan komunikasi terbuka, permasalahan seputar keuangan akan menjadi dua masalah berat. Seingat saya, dulu ketika mempersiapkan pernikahan, Saya memang menabung dan menyusun perencanaan. Tapi saya tidak mengatur keuangan dengan baik dan benar. Bahkan tidak membuat perencanaan. Saya hanya memegang prinsip Pengeluaran tidak boleh melebihi pemasukan. Itu bukan hal sulit dengan dua sumber pemasukan dan belum memiliki anak, ya, keuangan kami aman-aman saja.

Tapi begitu lahir anak pertama, kehidupan kami seperti di putar 180 derajat. Tiba-tiba manusia kecil yang hadir di tengah kami, menyedot semua perhatian. Dan apapun yang kami lakukan semua mempertimbangkan manusia kecil ini. manuisa kecil tanpa daya yang semua bergantung kepada kami, selaku orangtuanya.

Disadari atau tidak, para istri atau ibu, sekolah atau tidak sekolah, dituntut menjadi pengatur keuangan keluarga. Sejumlah uang yang diberikan suami, berapapun besanyar harus cukup untuk memenuhi semua. Banyak hal, yang baru saya pahami sekarang. Orantua saya memiliki 11 anak, yang semua bersekolah hingga ke perguruan tinggi. Sejak kecil, kami tidak pernah dibekali uang jajan. Setelah sarapan, kami membawa bekal ke sekolah. Pulang sekolah makan siang, tidur siang. Pk.16.00 sore, bangun mandi dan mama sudah menyiap teh manis dan kue-kue.

Baru sekarang saya sadar, semua itu bagian dari pengaturan keuangan. Mama memasak, makan sehat kami terpenuhi termasuk bekal dan kue-kue. Menyiapkan sarapan, bekal dan kue-kue di rumah pasti lebih hemat, lebih bersih dan lebih sehat. Dengan keluarga sehat, meminimalkan pengeluaran untuk biaya ke dokter dan berobat.


Kehidupan saya dan keluarga kecil saya, jelas berbeda dengan kehidupan saya bersama kedua orangtua dan saudara-saudara saya. Saya dan pasangan hanya mempunyai sepasang anak. Kami hidup di zaman yang berbeda juga. Saya dan suami, sama-sama bekerja mencari nafkah. Sejak sebelum dan sesudah menikah kami memiliki kesepakatan dalam banyak hal. Kesejajaran posisi, salah satunya. Pasangan saya turut mengurus anak dan rumah. Terlibat langsung dalam pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

Pengaturan keuangan baru kami mulai ketika kelahiran anak kedua. Betapa besar pertambahan biaya pengeluaran sejak lahirnya anak kedua. Tiba-tiba seperti terbangun dari mimpi ketika tersadar bahwa kami memiliki kewajiban atas dua anak secara menyeluruh. Maka berkenalan kami dengan yang namanya asuransi. Bagi sebagian orang asuransi dianggap sebagai pemborosan padahal asuransi adalah investasi.

Proteksi perlindungan bagi pencari nafkah, karena sakit dan kematian tidak pernah mengenal waktu dan usia. Tabungan saja tak cukup. Sedikit biaya untuk premi asuransi pendidikan dan kesehatan, adalah jaminan ketenangangan keuangan. Karena kami tahu kami sudah menyiapkan yang terbaik buat anak-anak kami.

Tertib pengaturan keuangan, perlu dilakukan sejak dini. Karena banyak masalah rumah tangga, berawal dari tidak tertib keuangan. Besar pengeluaran daripada pendapatan karena gaya hidup.  Mengatur keuangan bukan menghilangkan kegembiraan. Karena belanja dan liburan tetap bisa dilakukan sesuai prosi, sesuai kebutuhan. Berlibur bisa dianggarkan. Justru dengan mengatur keuangan, kita bisa mendata semua kebutuhan dan keinginan disesuaikan dengan dana yang dimiliki. 



Saya semakin percaya tertib keuangan menjamin ketenangan hidup sekarang dan di masa mendatang.

Cek deh web serienya di sini



1 comment:

Liswanti said...

Asyik banget web seriesnya, aku suka juga nonton ini