Thursday, August 02, 2018

Siapkan Generasi Emas, Mari Bijak Gunakan SKM


Kontroversi mengenai SKM-Susu Kental Manis selalu memancing diskusi panjang. Apalagi dengan keluarnya Surat Edaran BPOM HK.06.5.51.511.05.18.2000 Tahun 2018 Tentang Label dan Iklan Pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3). SKM bukan susu. SKM tidak boleh dijadikan pengganti susu.

Iklan yang salah, membuat pemahaman masyarakat ikut salah. Kalau SKM bukan susu, lalu SKM itu apa? Bingung juga kalau ditanya seperti itu.  Yang pasti kandungan SKM, 50% nya adalah gula. Mungkin lebih pas kalaui SKM disebut -Sirup Kental Manis. Sebagian mengatakan Krimer Kental Manis jadi KKM dong, bukan SKM. Biarlah itu menjadi urusan yang mau membranding.
Tugas kita adalah mempersiakan Generasi Emas dan bijak menggunakan SKM.

Dalam rangka Hari Anak Nasional 2018, PP Muslimat NU dan YAICI (Yayasan Abhipraya Insan Cendikia Indonesia) menandatangani MOU kerjasama mengedukasi masyarakat dan mendukung peran pemerintah dalam hal kesehatan terkait peraturan SKM. Penandatanganan MOU kesepakatan dilakukan 30 Juli 2018 bertempat di kantor Kemendikbud, Jakarta.




 Usai penandatanganan MOU, dilanjutkan dengan diskusi  dalam rangka:

Memperingati Hari Anak nasional
Mewujudkan Indonesia Emas 2045
Bijak menggunakan SKM


Eni Gustina, MPH. Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI  mengatakan SKM itu mengandung gula lebih dari 50% makanya tidak baik dan tidak boelh diberikan pada anak bayi (anak di bawah usia 12 bulan)


Sebagai Ibu, jelas Nyonya Bawel peduli pada kondisi generasi bangsa di masa mendatang. Untuk menjawab tantangan kompetisi di masa depan, sebagai Ibu, Nyonya Bawel harus turut serta mempersiapkan anak-anak yang tangguh, cerdas dan sehat. Ucapan Ibu Eni Gustina, MPH mengingatkan Nyonya Bawel untuk memberikan makan dengan kandungan gizi yang benar sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak-anak.

Pemberian susu sebagai upaya memenuhi kebutuhan protein jelas diperbolehkan tapi susu yang memang mengandung susu yang benar. SKM, hanya mengandung sedikit susu. SKM lebih banyak mengandung gula. Maka anak-anak, yang belum berusia 12 bulan, tidak diperbolehkan mengkonsumsi SKM, apalagi mengganti susu formula/ASI dengan SKM. Karena, ya itu tadi. SKM bukan susu. Tingginya kandungan gula dalam SKM, jika diberikan dalam jangka panjang akan menimbulkan akibat yang tidak baik pada anak-anak. Karena dapat menyebabkan Obesitas dan Diabetes.

Berdasarkan Kementerian Kesehatan RI, anjuran konsumsi gula per hari untuk orang dewasa sekitar 50 gr dan untuk anak-anak  cuma disarankan 18 gr/Hari. Kebayangkan kalau anak-anak diberikan SKM sebagai pengganti susu? Padahal kandungan SKM itu, 50% nya gula. Nah tugas kita untuk tidak memberikan SKM ke anak-anak sebagai pengganti susu. Kalau kita sudah tahu, selanjutnya memberitahu masyarakat di sekitar kita yang belum tahu. Nyonya Bawel masih melihat ada orangtua yang memberikan SKM sebagai pengganti susu.

Sebetulnya inilah persoalan yang sesungguhnya. Memberi pengertian pada masyarakat luas untuk jangan lagi memberi anak-anak, apalagi di bawah 12 bulan, susu dari SKM. Sesungguhnya dikemasan SKM ada tertulis, bukan untuk anak di bawah 12 bulan tapi tulisannya kecil banget. Apakah SKM sesuatu yang dilarang? Jawabnya Tidak. SKM tidak berbahaya. Tapi tidak direkomendasikan buat balita. Karena tingginya kadar gula. 


Kita harus punya pemahaman yang sama,  SKM bukan pengganti susu. Makanya harus benar dan bijak dalam menggunakan SKM. SKM tidak boleh dikonsumsi secara tunggal, SKM hanya boleh digunakan sebagai toping/penambah rasa pada es buah, puding dan kue.



Hal ini yang diperlihatkan Ibu-Ibu Muslimat NU perwakilan dari 5 wilayah di DKI Jakarta. Mereka memperlihatkan penggunaan SKM secara benar dan bijak. SKM digunakan dalam berbagai olahan, minuman dan kue.


Nah yang tidak kurang penting adalah  peran media untuk mensosialisasikan info  penggunaan SKM yang benar dan bijak. Ini agar masyarakat, dapat info yang benar mengenai info kesehatan dan info peraturan pemerintah.  SKM Bukan sesuatu yang dilarang. SKM memiliki izin edar.  Media perlu terus menginformasikan SKM tidak boleh untuk Bayi di bawah usia 12 bulan. Pemahaman info yang benar dapat mencegah malnutrisi.

1 comment:

Djangkaru Bumi said...

SKM bukan pengganti susu bayi. Rakyat sebenarnya sudah paham dan mengerti. Hanya saja untuk membeli susu formula bayi ini yang tidak terjangkau.