Sunday, October 14, 2018

Persoalan SKM Bukan Susu Belum Selesai, Ayo Kawal kebijakan BPOM

Para pembicara dan moderator

Sebuah  diskusi  di Jakarta, yang dipandu Kang Maman,  menghadirkan narasumber, Pratiwi Febry, SH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Eni Saeni, S.I.Kom sebagai Pengamat dan Konsultan Media dan Dr. Eni Gustia, MPH selaku Direktur Kesehatan Keluarga Kementrian Kesehatan Republik Indonesia,  mengangkat tema:

MENGAWAL KEBIJAKAN BPOM 
DEMI MEWUJUDKAN GENERASI CERDAS.

Persoalan SKM Bukan Susu Belum Selesai, Ayo Kawal kebijakan BPOM. Sebagian masyarakat dengan pendidikan yang baik, terus berdiskusi dan membahas SKM Bukan Susu.  Sayangnya hal ini berbanding terbalik  dengan situasi dan keadaan di masyarakat. Nyonya Bawel tahu sebagian besar masyarakat yang memberikan SKM sebagai pengganti susu kepada anak-anaknya, karena faktor harga “murah”. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena ternyata, mempersoalkan SKM tida baik bagi kesehatan sudah ada sejak tahun 1930. Jadi terasa aneh dan lucu kalau hingga hari ini, 88 tahun kemudian, kita masih berbicara SKM Bukan Susu.

Hal ini disampaikan Pratiwi Febry, SH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.  Sudah sejak tahun 1930, sudah ada kritik terhadap SKM. Sudah diketahui kandungan susunya sangat sedikit (sekitar 7%) dan memiliki kandungan gula hampir 50 %.  Pengkonsumsian dalam waktu lama, akan menimbulkan gangguan kesehatan seperti obesitas dan diabetes.

Persoalannya, tidak ada aturan hukum yang melarang beredarnya atau diperjual belikannya SKM. Karena sesungguhnya  SKM tidak berbahaya dan SKM memiliki izin edar, artinya memang boleh diperjual belikan dan boleh dikonsumi. Nyonya Bawel merasa seperti ada link yang terputus. Bukankah seharusnya ada penjelasan lebih jauh siapa dan bagaimana cara mengkonumsi SKM dengan benar?

Surat Edaran yang dikeluarkan BPOM pada tanggal 22 Mei 2018 dan ditujukan kepada produsen, importir, dan distributor. Dalam Surat Edaran tersebut, BPOM mengatur soal Label dan Iklan dari SKM

Adapun isi dari Surat Edaran bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tentang label dan iklan pada produk susu kental manis dan analognya, yaitu :

1. Dilarang menampilkan anak di bawah usia 5 tahun dalam bentuk apapun

2. Dilarang menggunakan visualisasi bahwa pada produk susu kental dan     analognya disertakan dengan produk susu lain sebagai penambah dan pelengkap zat gizi. Produk susu lain antara lain susu sapi/susu yang disterilisasi/susu formula/susu pertumbuhan.

3. Dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan atau susu dalam          gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman.

4. Khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.

5. Produsen / importisr / distributor produk susu kental dan analognya (kategori pangan 01.3) harus menyesuaikan dengan surat edaran ini paling lama enam bulan sejak ditetapkan

Namun menurut penelitian , Eni Saeni, S.I.Kom sebagai Pengamat dan Konsultan Media pada iklan, dan  website dari 2 produsen SKM terbesar, apa yang disampaikan dalam Surat Edaran bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tentang label dan iklan pada produk susu kental manis dan analognya, sudah terjadi pelanggaran. Karena nyaris yang dilarang, ada semua di situ.

1.   Menampilkan anak di bawah usia 5 tahun dalam bentuk apapun
2.   Menggunakan visualisasi bahwa pada produk susu kental dan      
     analognya disertakan dengan produk susu lain sebagai penambah dan 
     pelengkap zat gizi. Produk susu lain antara lain susu sapi / susu yang 
     disterilisasi / susu formula / susu pertumbuhan
3.  Menggunakan visualisasi gambar susu cair dan atau susu dalam gelas 
  serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman.

4.  Khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.
Youtube bisa diakses sepanjang waktu.

5. Produsen / importisr / distributor produk susu kental dan analognya (kategori pangan 01.3) harus menyesuaikan dengan surat edaran ini paling lama enam bulan sejak ditetapkan. Semua masih bisa di lihat di website dan youtube .SE BPOM keluar bulan maret, plus 6 bulan berarti seharusnya mulai bulan Oktober sudah tidak boleh ada.

Penggunaan SKM yang tepat sebagai tambahan es campur

.
Benar SKM boleh dikonsumsi tapi hanya sebagai pelengkap makanan.  Bukan pengganti susu. Seperti yang disampaikan  Dr. Eni Gustia, MPH selaku Direktur Kesehatan Keluarga Kementrian Kesehatan Republik. Tugas masyarakat yang tahu adalah ambil bagian untuk turut serta mensosialisasikan cara yang benar dalam mengkonsusmi SKM. SKM boleh digunakan untuk toping makanan seperti olesan roti, campuran adonana kue, pudding atau es campur.

Persoalan SKM Bukan Susu Belum Selesai, Ayo Kawal kebijakan BPOM. Sebagai blogger kita bisa turut berperan dengan terus menerus menyebarkan catatan-catatan tentang SE  BPOM dan dampak buruk SKM. Kepedulian dan peran serta  kita dalam menyebarkan informasi, semoga bisa menjangkau masyarakat luas terutama mereka yang masih memberikikan SKM sebagai pengganti susu kepada anak-anaknya.

Hal-hal diatas menjadi perhatian dan kepedulian Nyonya Bawel karena tumbuh kembang anak dan balita memang bergantung pada asupan            gizi yang diberikan orangtua. Sebagai orangtua Nyonya Bawel sangat peduli dan menginginkan yang terbaik bagi anak-anak. Termasuk mereka yang diluar sana yang masih memberikan SKM sebaga pengganti susu. Hal ini menurut Nyonya Bawel bukan hanya karena faktor ekonomi tapi juga pendidikan dan akses informasi.


Karena jauh lebih penting dan bermanfaat memberikan anak-anak  makanan bergizi baik. Memberikan makanan dengan komposisi sesuai kebutuhan dan usia anak, akan memberikan jaminan tumbuh kembang juga lebih baik. Makanan bergizi tidak mahal. Disajikan dengan rasa yang enak, sehingga anak mau makan. Maka tugas orantua belajar memasak. Sehingga dari bahan yang sederhana bisa tersaji makanan lezat dan bergizi. Pemerintah sudah mensosialisasikan program "ISI PIRINGKU". Pengetahuan tentang isi piringku dan mempraktekannya dalam kehidupan keseharian akan sangat membantu memberantas pemberian gizi yang salah.


Dampak buruk pengkonsumsian SKM dalam waktu lama, selain berpotensi obesitas dan menyebabkan penyakit diabtes. Anak juga bisa kekurangan gizi. Karena umumnya tinggi kandungan gula membuat anak cepat kenyang. Jika anak tidak mendapat asupan makanan bergizi yang cukup, ini juga bisa menyebabkan anak kurang gizi atau pada balita bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan seperti stunting (kuntet). 

Pada anak-anak yang tinggi badanya tidak bertumbuh sesuai usia, bisa juga menyebabkan gangguan tumbuh kembang otaknya.  Adalah sesuatu yang ironis jika pada masa sekarang Indonesia masih menghadapi  masalah “anak kurang gizi”. Karena itu ayo kawal kebijak BPOM. Sebagai Ibu Bangsa, mari kita persiapkan generasi sehat dan cerdas.

20 comments:

3835 said...

Setuju. Berikan gizi terbaik untuk anak anak.

Tanti Amelia said...

Aaaaw... Jadi itu sebabnya kebanyakan Masyarakat menderita diabetes ya. Karena sebagian besar mengkonsumsi SKM sebagai pengganti susu.

Susu yang dipercaya memiliki kandungan gizi tinggi... Terimakasih infonya ya Nyah

Tian lustiana said...

Saya menggunakan SKM hanya untuk makanan dan minuman saja, sebagai pemanis saja.

Gita Siwi said...

Pemahaman bahwa ini topping memang harus terus ya diteruskan kak. Maklum mind set udah puluhan tahun.

Novitania Pambhudi said...

Di luar negeri juga ga ada istilah SKM ya bun. Bahkan produk sejenis itupun namanya creamer tidak diberi label susu. Kadanh sedih aku tuh bun

Citra said...

Semoga urusan ini cepat kelar, kasihan juga ya bagi emak2 yang awam dan gak Tak kau kalau skm bukan susu

Mardiah Journey said...

aku mikir.. orang yang minum susu kental manis ditambah gula lagi, nggak kebayang itu kadar gulanya udah berlebihan banget. semoga tingkat kesadaran masyarakat akan lebih meningkat tentang SKM ini bukan susu 😅

Shinta Juliana said...

Sedih banget ya bun, sekalipun masyarakat udah banyak yg tau bahwa SKM itu bukan susu, tapi masih ada aja yg memberlakukan SKM layaknya susu krn alasan ekonomis.

fenni bungsu said...

Semoga informasi ini banyak menyadarkan masyarakat bahwa SKM hanya untuk toping makanan saja

cendekia channel1 said...

Ya mau apalagi, lebih baik telat daripada tdk sama sekali.ini adalah pengungkapan paling penting dalam sejarah produk makanan dan minuman. SKM masih kuat menempel di benak. Memang harus terus didengungkan dan mengaktualkan info bahwa selama ini SKM teryata hanyalah KM

Utie adnu said...

SkM harus bener2 diperhatikan ya buncha.. kadang kita sering gk baca label dan percaya sama iklan .. pdhl kandungannya gk baik buat tubuh klo d konsumsi setiap hari

Akarui Cha said...

Duhh akibat buat tumbuh kembangnya anak ini agak serem juga ya.

Karena sudah tau, baiknya disosialisasikan masing masing nih.

Stefanny Fausiek said...

Penggunaan SKM memang harus disosialisasikan karena di tempat ku masih banyak orang tua yang memberikan skm sebagai pengganti susu

Valka said...

Sayangnya masih banyak ya bun iklan SKM yang melanggar ketentuan. Iklan SKM dilarang tayang saat jam anak2 tapi kenyataannya masih ada yang seperti itu. Semoga ke depannya perusahaan SKm patuh aturan ya bun.

Kurnia amelia said...

Semoga masyarakat sekarang makin paham ya kalau SKM bukan untuk di minum tapi hanya untuk dijadikan toping aja.

Ida Tahmidah said...

Iya nih perlu terus disosialisasikan ..penamaan Susu jg kayaknya harus dilarang nih..

Elva Susanti said...

Baru tahu saya bun, jadi selama ini saya kebanyakan konsumsi gula. Duh ngeri banget bun. Ini harus disebarluaskan ke masyarakat agar nggak salah info

Awan said...

Iya ni Bunda, masih banyak masyarakat yang masih terjebak dengan iklan SKM selama ini yang menyesatkan seolah-olah susu, padahal SKM hanya untuk toping buat makanan dan minuman saja.

Milda Ini said...

Anak aku masih nyebutnya susu tapi emang dibuat minum. Cuma buat tambahan olahan makanan lain yang butuh susu. Kasian kalo yg masih anggap itu susu

Nova Violita said...

Seharusnya ..ini disampaikan..melalui pusat kesehatan masyarakat..atau dikelurahan juga...bisa via selebaran..ke masyarakat..jadi sampai langsung kemasyarakat....karena mereka juga kebanyakan jarang membaca media online...semoga pemerintah dan pom makin gencar mensosialisasikan nya .