Monday, November 05, 2018

1000 Hari Pertama Ananda: Fondasi Baja Jadikan Generasi Unggulan


Menjadi perempuan adalah kodrat lahir yang tidak bisa Nyonya bawel pilih.Tanpa mengurangi rasa hormat pada perempuan yang  karena satu dan lain hal, tidak memiliki anak dari rahim sendiri, Nyonya Bawel merasa sempurna bisa hamil dan  melahirkan. Sayangnya, Nyonya Bawel, salah besar. 

Kesempurnaan itu, baru sebatas perasaan, bukan kenyataan. karena sejak merasakan kehidupan dalam rahim di tubuh Nyonya Bawel,aneka tugas mulia menjalani peran sebagai Ibu, baru di mulai. Kehidupan di 1000 hari pertama ananda, mulai sejak ada sesuatu dalam rahim. Demi menjaga calon bayi, Nyonya Bawel mengubah pola hidup terutama pola makan. Nyonya Bawel meyakini, 1000 Hari Pertama Ananda: Fondasi Baja Jadikan Generasi Unggulan

Nyonya Bawel hanya membuat pola makan baruUntuk sementara ketakutan pertambahan berat badan, disingkirkan. Tapi nggak berarti juga, Nyonya Bawel makan berlebihan. Nyonya Bawel memperbanyak konsumsi protein, (Terutama ikan) juga buah dan sayur. Karbohidrat, secukupnya. kadang nasi, kadang kentang, bisa juga roti atau ubi. Oh ya, Nyonya Bawel juga memperbanyak konsumsi kacang-kacangan dan jagung. Pola makan yang benar dan baik akan membuat Bayi tumbuh sehat dan kuat juga baik untuk kekuatan ibu saat melahirkan. Nyonya Bawel juga rutin mengkonsumsi vitamin B komplek, zat besi dan kalsium.

Pada perempuan yang kelak akan menikah, hamil dan melahirkan, perlu mendapatkan asupan zat besi yang baik agar tidak kekurangan darah. Kekurangan zat besi atau anemia sangat menggangu aktifitas. karenaya anak-anak terutama perempuan harus mendapat zat besi yang cukup. Nyonya Bawel mengetahui, di beberapa Posyandu dan sekolah-sekolah (SMP-SMA) sudah ada prgram pemberian vitamin penambah darah untuk mencegah anemia pada remaja putri yang di usianya mulai mendapatkan haid.

Bayi Nyonya Bawel, terlahir sehat dengan berat badan 2,8 kg dan panjang 49 cm. Termasuk mungil untuk ukuran bayi tapi masih normal karena di atas 2,5 kg. Nyonya Bawel bersyukur di beri kesehatan yang baik, sehingga walau melahirkan dengan operasi, kondisi Nyonya Bawel dan bayi, cepat pulih. Berbagai bahan bacaan seputar merawat bayi dan aneka pengalaman dari Mama, kakak-kakak, kawan-kawan, Nyonya Bawel terima sebagai masukan untuk membesarkan anak.

Selama kehamilan, Nyonya Bawel berusaha menjalani Pola Hidup Bersih dan Sehat. Nyonya Bawel menjalani kehamilan saat menjadi karyawan. Maka Mandi pagi dan sore, usai pulang kerja sudah menjadi keharusan. Tahukan, orang hamil cenderung merasa kegerahan? jadi mandi selain untuk kebersihan juga untuk menyejukan tubuh. Setelah melahirkan, tetap mandi minimal dua kali sehari. Begitu juga dengan si  bayi. Beruntungnya Nyonya Bawel tinggal tak jauh dari Mama dan kakak-kakak. Awal-awalnya belum bisa mandiin anak, jadi dibantu kakak-kakak sampai bisa. 

Oh iya, Penting menjaga sanitasi terutama pada bayi untuk mencegah terkena penyakit. Maka Nyonya Bawel selalu menjaga kamar tidur dalam keadaan bersih dan memiliki ventilasi yang cukup. Ini penting untuk pertukaran udara dan masuknya cahaya matahari. Seprei dan sarung bantal rutin di ganti. Alas tidur anak pun harus selalu bersih. begitu juga baju yang dikenakan. Jika bajunya baru (biasanya banyak dari kado) pastikan di cuci dengan sabun.

Selain mandi dua kali sehari dengan sabun khusus bayi, juga cuci rambut dengan shampo bayi, 2-3 kali seminggu. Tapi Nyonya Bawel mencuci rambut anak tiap hari loh. Menggunting kuku, kaki dan tangan, selain agar bersih, ini mencegah luka akibat anak menggaruk wajah. Tak lupa membersihkan telinga dan setiap habis buang air kecil atau air bersih, Nyonya Bawel memastikan bokong dan area kelamin anak harus bersih. Biasanya setelah membersihkan dengan air hangat (pakai kapas atau handuk kecil) Nyonya Bawel mengusap dengan tisue basah.

Pada bayi dan balita, selalu ada tahapan yang perlu menjadi perhatian. Terutama soal asupan makanan. Nyonya Bawel bersyukur. bisa memberi full ASI hingga anak usia 2 tahun. ASI bukan cuma makanan terbaik buat anak tapi ASI juga bisa membangun ikatan emosi Ibu dan anak. Pada usia 6 bulan, Nyonya Bawel mulai memperkenalkan anak dengan makanan tambahan yang halus. Atau biasa disebut Makanan Pendamping ASI-MPASI. Pertama Nyonya Bawel mengenalkan  buah-buahan, seperti pisang, pepaya dan jeruk. Pisang ambon/pisang raja atau pepaya yang dihaluskan. Namanya kenalan, ya asal anak nyicip. Bisa masuk 2-3 sendok bayi, sudah cukup. Tapi besoknya di lanjut lagi. 

Ini pola kegiatan dan makan anak di usia 6-8 bulan ala Nyonya Bawel.


Bertambah usia, konsumsi ASI masih tetap banyak tapi MPASI nya berubah seiring dengan pertumbuhan. Jelang 8 bulan masih dengan pola makan 2 kali sehari. MPASInya sudah agak kasar. Karena anak sudah mulai tumbuh gigi. Di usia 8 bulan selain 2 kali jam makan utama ada selingan. Bisa diberikan biskuit/roti atau buah yang lunak. Oh ya, jika umur 6 bulan di mulai dengan buah-buahan, selanjutnya Nyonya Bawel mengenalkan dengan bubur susu, yaitu bubur dari beras putih yang dicampur dengan ASI. Bisa juga beras merah. 7 bulan Nyonya Bawel mulai mengenalkan ikan. Ini untuk menambah gizi dan jumlah asupan sekaligus melatih mengunyah.

Saat anak, berusia 12 bulan, sudah Nyonya Bawel kenalkan dengan nasi lunak. Bukan bubur lagi. Di usia satu tahun variasi jenis dan bahan makanan anak juga makin beragam. Nyonya Bawel mengenalkan aneka sayuran, seperti bayam, kangkung, labu, sawi putih. tahu, tempe, telur selain ayam, daging sapi dan ikan. Untuk ayam dan daging sapi biasanya nyonya bawel menggunakan yang sudah digiling. Kalau ikan karena teksturnya lebih halus bisa cuma di suwir-suwir. Mulai usia satu tahun, makanan anak sudah Nyonya Bawel beri bumbu, seperti bawang merah, bawang putih, gula dan garam. Penting diingat pada piring makan anak-anak, harus mencakup makanan dengan 3 B- Beragam, Bergizi dan Berimbang.



Selain porsi makan yang bertambah jam makannya juga bertambah. Mulai usia satu tahun, anak sudah menggunakan pola makan orang dewasa, sarapan, makan siang dan makan malam. Porsinya minimal sejumlah usia bulan. Jika sudah 12 bulan, minimal 12 sendok makan harus dikonsumsi. memantau tumbuh kembang balita tidak bisa hanya berdasarkan perasaan. Posyandu adalah salah satu fasilitas yang bisa digunakan untuk mengukur tumbuh kembang anak. 

Nyonya Bawel rutin membawa anak ke Posyandu, jangan lupa miliki KMS-Kartu Menuju Sehat. Dengan memiliki KMS, tumbuh kembang anak  dapat dipantau, begitu juga  jadwal imunisasi.  Untuk imunisasi bisa di posyandu /puskesmas atau ke dokter/ke Bidan.

Mengapa  anak harus diimunisasi? 
Untuk mencegah anak terserang penyakit menular. 

Ada suatu masa, anak Nyonya Bawel mengalami kenaikan suhu tubuhnya sesudah imunisasi. Nyonya Bawelpun mencari tahu. Ternyata itu merupakan reaksi alamiah tubuh.  Respon tubuh terhadap imun yang  dimasukkan  dalam tubuh anak sehingga sistem imun (kekebalan tubuh) anak menjadi lebih kuat.


Ini adalah Imunisasi dasar yang Nyonya Bawel berikan pada anak, yaitu Hepatitis B, Polio, BCG. BCG, Campak, Pentavalen (DPT-HB-HiB). Pemberian imunisasi sama seperti pemberian asupan makanan bergizi. Keduanya harus diberikan kepada anak karena anak yang sakit-sakitan tumbuh kembangnya akan terganggu. Demikian juga anak dengan asupan gizi yang kurang tidak akan bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik.



Salah satu dampak buruk anak yang tidak diberikan imunisasi dan asupan gizi yang cukup adalah stunting atau kontet. yaitu anak yang pertumbuhan tubuhnya tidak sesuai dengan pertambahan usia. Anak stunting bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya tapi juga rentan terkena penyakit dan  memiliki kecerdasan yang rendah.

Upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting adalah menjaga 1000 hari pertama terbaik anak yang dimulai dari masa kehamilan hingga anak usia 2 tahun. Kita tahu anak balita memiliki Masa keemasan (Golden Moment) untuk pertumbuhan otaknya. Di mana pada masa tersebut otak anak masih berupa serabut-serabut halus yang bertumbuh. Maka diperlukan stimulus berupa makanan bergizi dan info-info baik & menarik yang akan merangsang pertumbuhan otaknya.

Pemberian asupan makanan bergizi  baik dan diberikan dengan cukup. Bagi anda yang karena satu dan lain hal sesudah anak berusia 12 bulan, ASI tak keluar lagi, memang bisa diberikan susu formula sebagai tambahan. Tapi seandainya keuangan tidak memungkinkan, 

JANGAN BERIKAN ANAK SKM. 
SKM bukan susu dan SKM tidak mengandung gizi yang diperlukan. Kandungan terbesar SKM adalah gula. 
Jika anak-anak diberikan SKM terus menerus dalam waktu yang lama, akan menjadi biang penyakit. 
Seperti Obesitas atau kegemukan dan diabetes.


Salah satu alasan anak diberikan SKM karena karena harganya murah. Nyonya Bawel cuma mau bilang daripada memberikan balita anda SKM, jauh lebih baik memberi balita dengan makanan bergizi. Makanan bergizi nggak harus mahal. Nggak harus brokoli atau ikan salmon.  Sayur bayam atau sayur daun kelor dan ikan kembung memiliki nilai gizi yang sama baiknya.



Mengenalkan anak-anak dengan bahan makanan lokal dan meraciknya dengan bumbu cinta, Nyonya Bawel yakin akan dinikmati anak-anak dengan sukacita. Tahu-tempe memiliki kandungan gizi yang sama baiknya dengan ayam dan daging sapi. Telur dan ikan mengandung protein dan mineral yang sangat baik bagi tumbuh kembang anaka-anak. Yuk kita racik masakan di rumah, lalu nikmati bersama-sama. Suasana yang menyenangkan akan berkontribusi menyehatkan jiwa anak-anak.

Menyongsong 100 tahun Indonesia merdeka tahun 2045, Nyonya Bawel bertekad menyiapkan generasi  unggulan yaitu anak-anak yang tumbuh sehat, kuat dan cerdas. Generasi unggulan ini yang kelak akan mengmbil alih pimpinan bangsa. Generasi unggulan ini juga disiapkan untuk menantang zaman dan siap berkompetisi.

Untuk menghasilkan anak-anak unggulan selain, imunisasi dasar yang lengkap (kalau ada uang, bisa tambahkan imunisasi lain yang sesuai usia anak), asupan makanan dengan gizi yang baik, maka anak-anak juga perlu mendapat pengasuhan dan pendidikan yang baik.

Pola asuh anak dalam rumah akan menjadi fondasi awal saat anak bersosialisasi di luar rumah. Nilai-nilai yang di dapat dari rumah (keluarga) akan menjadi nilai dasar. Pola asuh masa kini tentu berbeda dengan pola asuh di masa Nyonya Bawel masih anak-anak. Dengan kemudahnya akses informasi, Nyonya bawel berusaha mengasuh anak-anak sesuai dengan masanya. Ini zaman generasi milenial, di mana semua terkoneksi dengan internet, maka Nyonya Bawelpun mengikuti hal itu. Kedua anak Nyonya Bawel sejak duduk di SMP, sudah memegang telepon genggam dengan kategori telepon pintar.

Tapi kami rutin melakukan komunikasi dengan menerapkan demokrasi. Anak-anak bebas menyampaikan pemikirannya. Nyonya Bawel memang melatih anak-anak mengemukakan pendapat dan pemikirannya karena berkomunikasi yang baik adalah sebuah ketrampilan yang harus diatih. Berbicara dengan kalimat terstruktur dan sistematis tidak datang begitu saja. Harus melewati proses latihan dan pembiasaan. 

Pola asuh yang mengedepankan keterbukaan dan kepercayaan kami terapkan. Nyonya Bawel pecaya dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat. Mencakup gaya hidup sehat, bersih dan mengikuti nilai-nilai sosial dan agama yang baik, kita bisa menyiapkan generasi unggulan. Semua bermula dari #1000haripertamaterbaik. 1000 Hari Pertama Ananda: Fondasi Baja Jadikan Generasi Unggulan



  

9 comments:

suria riza said...

Noted aku ini buncha. Lagi hamil males makan padahal butuh 1000 hari pertama

Tanti Amelia said...

Rasa rasanya 1000 hari pertama ga cukup ya Nyah Wel

Maunya tu anak anak dikekepin sampe 1000 tahun

Uli Hape said...

Kok bs keren infografisnya bun?

Marla's Blog said...

Imunisasi itu harus buncha ... Pengalaman sewaktu anak2ku masih kecil, dirawat di RS Pertamina, kebetulan sebelah kamarnya anak2 ada pasien anak yg terkena campak dan belum di imunisasi Alhasil tuh anak sakit campaknya parah bgd ...

Ratna Dewi said...

Sejak hamil n jadi ibu aku jadi concern sama yang beginian bun karena kesehatan anak adalah segalanya.

Cilya in Wonderland said...

Aku setuju nih 1000 hari pertama pondasi tumbuh kembang anak. Mudah sebenarnya kalo benar-benar kita praktekan ya 😍. Buat anak ya Wajib diusahakan

kurnia amelia said...

Pentingnya pemenuype nutrisi di 1000 hpk ya biar tumbuh kembang anak bisa optimal.

Ajenghimme said...

Wah, informatif banget buncha! Aku imunisasi insya allah dukung banget, cuma suka sedih sama orang-orang di luar sana yang resist banget sama namamya imunisasi. Hiks

Stefanny Fausiek said...

Betul banget SKM bukan susu, tapi di lingkungan sekitar masih banyak yang anaknya mengkonsumsi SKM sebagai pengganti susu ☹️