Saturday, November 03, 2018

Asia Pasific Predator League 2019, Berhadiah 6 M



Herbet Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia dan
Yohan Wijaya, Acer Consumers Lead, Intel Asia Pacific.

Herbet Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia saat press Conference Asia Pasific Predator League 2019 , 31 oktober 2018, lalu di Jakarta mengatakan: ” Acer mendukung talenta gamers paling baik  untuk menunjukan kemampuan di level Asia Pasifik. Ini sekaligus memperlihatkan,  pertumbuhan  industri gaming di Indonesia.  Herbet Ang juga  berharap Asia Pasific Predator League 2019 menggugah minat para remaja untuk serius menekuni hobi eSports. Tahun ini, Asia Pasific Predator League 2019. Dengan menyediakan hadiah 4000 $ US atau setara 6 M rupiah.

Busyet, baru dengar hadiahnya saja, Nyonya Bawel sudah terkagum-kagum. Enak banget anak Zaman  milenial ini. Main games bisa berpeluang mendapat hadiah sampai 6 M, gila banget.  Adalah Acer yang tahun 2019, kembali menghelat, acara spektakuler bertajuk  Asia Pasific Predator League 2019. 

Acer Indonesia juga memberikan  beragam aktivitas on-ground dan promo menarik, seperti: promo gaming series berhadiah monitor gaming, gaming gears Predator dan game PUBG untuk setiap pembelian perangkat gaming Predator selama Oktober hingga 31 Desember 2018. Kalau info ini, diketahui Sulung Nyonya Bawel, Nyonya Bawel bakal merogoh kantong . Tapi siapa tahu kalau difasilitasi dia mau ikut turnamen . Mancing kakap ya harus dengan kakap juga.



Turnamen e-Sports Asia Pasific Predator League 2019, bakal diikuti tim dari 14 negara, dengan dua games yang dipertandingkan: DOTA 2 & Player Unknown's Battleground (PUBG). Nyonya Bael harus Tanya nih Sulung Nyonya bawel main game apa? Kalau DOTA 2 atau PUBG, Nyonya Bawel mau daftarin untuk ikut turnamen ini. Mupeng berat lihat hadiahnya euy. Berikut negara-negara asal peserta: Australia, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Vietnam, Thailand, Hong Kong, China, Jepang, Korea dan Taiwan 

Emang sih ada tahap kualifikasinya, tapi Nyonya Bawel yakin, yang terbaik pasti akan lolos.  Oh ya, tahap kualifikasi di Indonesia, di mulai dari bulan November di 16 icafe yang tersebar di 14 kota yang sudah ditentukan. Grand Finalnya bakal diselenggarakan 15-17 Feb 2019 di Bangkok, Tahiland. Yang Nyonya bawel nggak tahu, sejauh mana, Sulung Nyonya Bawel menguasai kedua games yang dipertandingkan. Karena ternyata kemampuan bermain itu perlu ditingkatkan agar diakui di level yang lebih tinggi. Hmm ini satu pertanda nggak selalu games itu bawa dampak buruk.  Kalau ditekuni, malah bisa menghasilkan.


Dari sisi bisnis, populasi gemers di Asia Pacifik, meningkat hingga 270 juta, atau bertumbuh 20 %, dengan intensitas bermain game rata-rata 7 jam perhari. Ujar  Yohan Wijaya, Acer Consumers Lead, Intel Asia Pacific.


Hal senada di sampaikan Eddy Lim, Chairman Indonesi.a e-Sports Association (IesPA) “ Potensi perkembangan e-Sports di Indonesia dengan total lebih dari 43 juta gamers  bernilai 11,9 Triliun. Sekarang ini masuk  peringkat 16 industri gaming di dunia. Oh ya, waktu Asian paragame 2018, e-sport ini juga dipertandingkan loh.  Intel Indonesia berharap melalui Asia Pasific Predator League 2019 bisa memajukan industri gaming di Indonesia dan memberikan platform bagi gamer Indonesia untuk menunjukan kemampuannya. Ini tahun kedua  penyelenggaraan APAC Predator League.  Tahun lalu  APAC Predator League yang pertama,   Indonesia sebagai tuan rumah.

2 comments:

Ani Berta said...

Wah seru banget nih Bun, ini edukatif banget bikin fun pula :)

Elisa Koraag said...

Iya, peluangnya anak milenial