Saturday, November 24, 2018

Media Sosial dan Nyonya Bawel





Media Sosial dan Nyonya Bawel, ibarat kue serabi, selalu berpasangan. kalau berdasarkan riset, rata-rata pengguna internet sekitar 6 koma sekian jam perhari. Nyonya Bawel lebih dari itu. kira-kira 12 jam per hari. Ya, Nyonya Bawel menggunakan telepon pintar dengan jaringan internet yang menghubungkan ke media sosial bisa 12 jam per hari.

Gila? nggak juga karena yang lebih dari Nyonya Bawel juga banyak. Pasangan dan anak-anak Nyonya Bawel sudah tahu. Nyonya Bawel dan telepon pintar bisa berarti kerja. Kok Kerja? Ya, membuat status di media sosial adalah bagian dari kerja. Untuk membranding akun media sosial. 

Produsen atau agensi mau bekerja sama dengan penggiat media sosial yang aktif. namun demikian bagi Nyonya Bawel, lebih baik nggak pasang status/menulis daripada menyebarkan info hoax atau kebencian.Bagi Nyonya Bawel, media sosial adalah media untuk mengekspresikan diri. Juga untuk afirmasi menyemangati diri.

Ini bukan baru Nyonya Bawel lakukan. Saat mendampingi anak-anak belajar, Telepon pintar tetap dalam genggaman. Jadi setiap ada info yang ditanyakan anak-anak terkait pelajaran. Nyonya Bawel langsung googling. Belajar jadi makin interaktif. Apalagi sekarang si Bungsu sudah SMA, Nyonya Bawel memberi akses ke RuangGuru.com. Yaitu aplikasi belajar tambahan secara on line. Otomatis Si bungsu belajar dengan tetap menggunakan telepon pintar karena konsultasi di RuangGuru.com via aplikasi WhatsApp. Nyonya Bawel bisa tahu, jika si Bungsu tidak mengakses RuangGuru dalam seminggu. karena ada laporan yang menghubungi Nyonya Bawel di WA.

Jadi media sosial bagi Nyonya Bawel adalah saluran tempat beraktifitas. Beraktifitas bisa berarti terhubung dengan orang lain atau menghasilkan uang. Untuk hal-hal itu, Nyonya Bawel punya aturan sendiri dalam penggunaan media sosial. Sesekali buat nyinyir, nggak apa-apa. Ini perlu untuk melihat respon kawan-kawan di media sosial. Kalau ada yang merespon, berarti Nyonya Bawel tidak sendiri. Ada kawan-kawan di luar sana yang memperhatikan dan peduli pada Nyonya Bawel. Masa bodoh, walau itu cuma basa-basi.

Media sosial bagi Nyonya Bawel juga sarana menghubungkan dengan banyak orang tanpa harus berada di tempat yang sama. Menjaga silaturahmi tetap perlu. Namun jika tak memungkinkan mengunjungi untuk bertatap muka, maka silaturahmi bisa dilakukan lewat media sosial. Aplikasi video call memungkinkan untuk saling melihat walau sebatas telepon pintar/komputer.

Maka Nyonya Bawel menerapkan pada diri sendiri, untuk aktif di media sosial harus:
1. Waspada dan hati-hati. Tidak mudah terprovokasi 
2. Peka. Penuh pertimbangan dalam menerima dan menyebarluaskan informasi
3. Berkontribusi pada hal positif, seperti menyebarkan berita baik, dan 
menghentikan info hoax.

Nah kalau kamu, apa yang kamu lakukan dengan media sosial?


No comments: