Wednesday, November 21, 2018

Pabrik Ajinomoto Siap Menyongsong Industri 4.0


Nyonya Bawel senang, mendapat kesempatan Mengunjungi Pabrik dan Melihat Produksi  Ajinomoto bersama Blogger. kali ini bersama Blogger Bandung. Nyonya Bawel senang menikmati perjalanan dan kebersamaan dengan blogger, darimanapun asal mereka. Kunjungan ke Pabrik Ajinomoto masih dalam rangkaian acara bersama Blogger yang diselenggarakan Dream.Co.ID dan PT. Ajinomoto. Acara pertama Gathering, talk show, seputar rasa Umami dan demo masak di Bandung. Liputannya bisa di baca di sini.


Saya dan Hida, menginap di Bandung sehari sebelum Mengunjungi Pabrik dan Melihat Produksi  Ajinomoto. Soalnya kalau berangkat sendiri, dijamin nggak sampai. Maleslah jalan sendiri. Kalau dari Bandung, di samping saya memiliki kawan lumayan banyak, jadi sehari sebelum mengunjungi Pabrik Ajinomoto, saya bersilaturahmi dengan kawan-kawan di Bandung. 

Saya dan Hida, menginap di hotel capsul. Penginapan yang diperuntukan para petualang. Karena biasanya, cuma jadi tempat tidur dan mandi. Dan memang itulah yang saya lakukan. Cek in, sudah di atas jam 10 malam. Sesudah bebersih, kami pun tidur. Tempat yang lumayan nyaman untuk merebahkan badan dan beristirahat. 

Pukul 6 pagi, kami bangun dan bersiap-siap ke titik kumpul di pelataran Hay Hotel, Jalan Trunojoyo Bandung. Walau belum terlambat, ternyata sudah banyak kawan-kawan yang kumpul. Kami tak lupa foto bareng sambil menunggu beberapa kawan lagi.



Tepat pukul 07.00 bis meluncur membawa rombongan Blogger Mengunjungi Pabrik dan Melihat Produksi  Ajinomoto di Karawang. Karawang ini memang kawasan industri. di sanalah Pabrik kedua Ajinomoot berdiri di atas lahan seluas 17 ha. Tapi masih lebih luas, Pabrik utama di Mojokerto.






Kami dikumpulkan di kantin karyawan dan disajikan roti yang diproduksi Ajinomoto. Awalnya saya juga heran, kok Ajinomoto memproduksi roti. Ternyata salah satu unit bisnisnya memang memproduksi bakery yang di pasok ke beberapa toko, no brand. Termasuk ke beberapa toko kue milik para seleb. Rotinya dibuat Ajinomoto bakery, toko kue para seleb ini tinggal menambahkan topingnya. Roti produksi Ajinomoto bakery juga bisa ditemui di beberapa minimarket yang menyajikan kopi siap minum. tahukan minimarket yang saya maksud? 




Ajinomoto, perusahaan yang sudah beroperasi sejak tahun1969. Pabrik pertama ada di Mojokerto. Pada perkembangannya, yang di produksi bukan cuma penyedap rasa, msg tapi juga bumbu-bumbu lain, seperti kaldu sapi dan ayam, Masako. Bumbu siap pakai (nasi goreng, dll) serta tepung bumbu seperti tepung ayam goreng dan pisang goreng. (Sajiku) juga ada mayonaise (mayumi) serta bumbu Saori (teriyaki, lada hitam dan asam manis).

(kiri) Muhammad Fachrurozy - Public Relation Departemen Manager
dan (kanan)  Nico Andreas selaku Finance and GA Manager.


Menurut penjelasan Pak Nico Andreas, nantinya Pabrik di Karawang akan memproduksi Sajiku, saori dan Masako. Lainnya tetap akan di produksi di Pabdrik di mojokerto. Saat ini dari 17 ha, baru sekitar 70 % yang akan di bangun. 

Pabrik ini memiliki sitem yang sudah terintegrasi. Seperti limbah air, pabrik ini memiliki pengolahan limbah air. Ini merupakan kewajiban guna medukung lingkungan hidup. Air yang diolah kembali bersih disalurkan ke pusat pengolahan limba air yang diolah untuk kemudian dialirkan ke pabrik-pabrik di sekitar Karawang. 


Mengunjungi Pabrik Ajinomoto di Karawang sebetulnya lebih mirip piknik. bagaimana tidak? semuanya di disaign yang sangat instagramable. Mengeliling Pabrik yang begitu luas nggak terasa karena kami diperbolehkan bernasis ria. sesudahnya baru terasa, telapk kaki, tumit dan betis, pegalnya minta ampun.

Kami para blogger juga mendapat informasi, Kalau pengelolaan di pabrik ajinomoto sudah menggunakan robot. Tinggal beberapa % pekerjaan saja yang masih bersentuhan dengan tangan manusia. Ini benar-benar memperlihatakan kesiapan  Pabrik   Ajinomoto  Menyongsong Industri 4.0.



Nyonya Bawel melihat, bagaimana proses pembuatan kaldu sapi dan ayam Masako. Di mulai dari pilihan ayam dan daging sapi segar. Kesegaran ini menetukan kualitias akhir yang diterima konsumen. Untuk kaldu ayam dilakukan bebetapa penyaringan untuk memisahkan daging dari tulang-tulangnya. berbeda dengan kaldu sapi yang masuk mesin pemroses memang sudah dalam bentuk daging tanpa tulang.

berkeliling, melihat proses produksi, tercium harum yang mengelitik rasa lapar. Membuat musik keroncong dalam perut. Untuk waktu kunjunga dibatasi. Puas berfoto, kami kembali berkumpul untuk menikmati makan siang yang sama yang dinikmati karyawan. 



Display dua dapur. satu dapur jadul dengan perlatan jadul dan satu dapur modern dengan perlatan modern. Apapun bentuk dapur dan peralatannya, Masako hadir untuk menyempurnakan masakan anda.

7 comments:

Tanti Amelia said...

Dapur moderen atau jadul yang penting kokinya jago masak bubur Manado uhuuuy

Evi Indrawanto said...

Aku pikir Ajinomoto cuma produksi bumbu masak, ternyata Roti juga. Nangi kalau ke Super Market mau lirik-lirik dulu 😀

Marla's Blog said...

Mantap buncha, jadi bertambah nih pengetahuan saya tentang Ajinomoto...

kurnia amelia said...

Seru banget ya bisa langsung mengunjungi pabrik nya .

Stefanny Fausiek said...

Baru tau klo ajinomoto memproduksi roti juga

Anonymous said...

Aduduuu...asyiknya yang halan-halan ke Ajinomoto...mau ah, jadi member Komunitas Pedas. Coba dari dulu yaaa...Bunda mah kangen sama bubur Manado-nya. Kapan ya ketemu bubur Manado nih, kalo beli di Pasar mah laen rasanya. Tuh di Pasar Modern pernah nyobain. Salam kangen dari Pamulang.

Yati Rachmat said...

Iiiccch, koq munculnya ANONYMOUS. Copas aja deh komennya di sini ya.
Aduduuu...asyiknya yang halan-halan ke Ajinomoto...mau ah, jadi member Komunitas Pedas. Coba dari dulu yaaa...Bunda mah kangen sama bubur Manado-nya. Kapan ya ketemu bubur Manado nih, kalo beli di Pasar mah laen rasanya. Tuh di Pasar Modern pernah nyobain. Salam kangen dari Pamulang.