Saturday, July 13, 2019

Kuliah Kelas Internasional di Universitas Esa Unggul Saja

Sumber: 


Menyongsong globalisasi, kini banyak perguruan tinggi, membuka kelas internasional dengan tujuan agar para mahasiswa langsung bisa "bergaul" dengan yang berwawasan internasional. Paparan internasional, akan otomatis membawa para mahasiswa untuk berpikir dengan cakupan internasional juga. Universitas Esa Unggul, memandang perlu memfasilitasi mahasiswa dengan kelas inernasional. Kuliah Kelas Internasional di Universitas Esa Unggul Saja

Universitas Esa Unggul, Perguruan tinggi swasta yang awalnya memulai dengan kelas ekspatriat. Ya, awalnya mahasiswa yang mendaftar dan belajar di sini, adalah mahasiswa asing. Ujar Arityaningrum Widayati, S.Sos. Ka.Biro Marketing Program Internasional.  Universitas ini. awalnya bernama Indonesia Esa Unggul dan dikenal sebagai kampus Emas, kelak dikemudian hari berubah menjadi Universitas Esa Unggul. (UEU) Seperti namanya Esa Unggul,

Sejak tahun 2012, telah dibuka kelas internasional dan 2+2 joint degree. Maksudnya 2+2 joint degree, mahasiswa kelas internasional akan mendapat pendidikan di Indonesia dan di LN. Dan gelar yang diperolehpun dua gelar. Satu dari UEU dan satu dari universitas yang diikuti di LN. 

UEU saat ini telah bekerjasama dengan Jiangsu Second Normal University (JSNU), Tiongkok untuk jurusan Communication and Visual Design, Nanjing XiaoZhuang University (NXU), untuk jurusan Informatics Engineering dan North China Electric Power University (NCEPU) untuk jurusan Industrial Engineering. Bahkan, salah satu Universitas mitra yaitu Nanjing XiaoZhuang University (NXU) telah membuka kantor perwakilan di kampus Esa Unggul. “Ini menunjukkan keseriusan kami dalam menyediakan pendidikan yang berkualitas bagi mahasiswa/I Esa Unggul International Program.

Kiri ke kanan
Muhammad Aulia Rahman, Fransiskus Adikara,
Arityaningrum Widayati dan Sylvia Septika



Mengapa Tiongkok/China?  Menurut Fransiskus Adikara, Direktur Kampus International Universitas Esa Unggul, "Saat ini China sangat unggul dibidang teknologi. Bahkan menjadi pelopor penerapan teknologi 5.0. hampir semua gadget yang ada, walau bermerk Amerika atau Jepang, hampir dipastikan sebagian besar hasil rakitan China.
 Jadi Kuliah Kelas Internasional di Universitas Esa Unggul Saja.

Nyonya Bawel dan 10 blogger lainnya berkesempatan mendengarkan penjelasan seputar kelas internasional di UEU sekaligus berkenalan dengan mahasiswa baru kelas Internasional yang akan diberangkatkan ke LN, tahun depan. Ada juga sepasang mahasiswa yang baru saj di wisuda. yaitu Muhammad Aulia Rahman, Prodi Teknik Informatika, 2+2 Joint Degree, sehingga bergelar S.Kom,Bachelor of Engineering dan Sylvia Septika, Prodi Manajemen 2+2 Joint Degree. Bergelar S.M, Bachelot of Economic.

Rahman dan Sylvia berbagi kisah selama mereka belajar di China. Bahasa menjadi salah satu kendala jika tidak mau berusaha. Sebelum diberangkatkan ke China, mahasiswa mendapatkan bekal belajar bahasa, bahkan 6 bulan pertama khusus mempelajari bahas China. Menurut Rahman tidak sulit jika mau belajar. Sedangkan menurut Sylvia, awalnya semua kena syndrome tidak bicara di dua bulan pertama. Tapi jika berusaha maka kendala tersebut dapat di atas. karena semua hal harus dikomunikasikan termasuk untuk membeli makanan. 

Sylvia berbagi pengalamannya mengikuti ajang mencari bakat di China. rupanya Perguruan tinggi selalu mengupdate informasi, sehingga mahasiswa berpeluang meraih prestasi di luar kampus. Sylvia sempat lolos mengikuti salang satu aajang mencari bakat sampai ikut dikarantinakan. baginya ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan. benarlah pepatah yang mengatakan pergilah berguru hingga ke negeri China.

Bicara kelas internasional, mahal nggak sih biayanya. Menurut Rahman justru lebih murah, makanya ia mengambil kelas internasional. Menurut penjelasan Pak Frans, sekitar Rp. 140 juta untuk 4 tahun. Termasuk biaya pendidikan dan asrama, selama dua tahun di China. Tidak termasuk tiket pesawat dan biaya makan. 


Selama masa promosi, jika dari satu sekolah menengah atas ada 3 siswa yang mengambil kelas internasional, mendapat harga khusus, hanya Rp. 95 juta. jika di bagi 8 semester sama dengan biaya kuliah di kampus lain di kelas reguler atau kelas biasa. Jika dengan biaya yang sama bisa ikut kelas internasional, mengapa ambil kelas reguler?

Belajar di LN bukan gaya-gayaan atau ikut-ikutan. Saat ini go globalisasi adalah memasuki dunia yang kompetitif. Wawasan, ilmu dan pengalaman melebur menjadi modal dasar bersaing. Tertarik? Kuliah Kelas Internasional di Universitas Esa Unggul Saja. silahkan datang ke Kampus UEU di serpong. Silakan kepo di website UEU di sini


No comments: